RSS

Category Archives: Young-Adult

Uglies 3 – Specials


uglies 3-specials

  • Pengarang               :    Scott Westerfeld
  • Genre                      :    Advanture
  • Tebal                       :    392 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Matahati
  • Harga                      :    60.000 IDR
  • Pertama terbit          :    9 Mei 2006
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    7 Februari 2012

Tally telah bergabung dengan Special Circumstances, aparat rahasia pemerintah kota yang bertndak seperti militer. Mereka menjalankan operasi yang menjadikan mereka “rupawan bengis”, rupawan namun mengerikan.

Bersama Shay dan kelompok Cutter, Tally memburu Smoke Baru. Sebagai anak emas Dr.Cable di Special Circumstances, mereka berusaha menghentikan upaya Smoke Baru mengobati kaum rupawan. Namun Tally merasa bimbang ketika Zane, pacarnya yang masih mengalami kerusakan otak, berbeda pendapat.

Tally kembali dihadapkan pada pilihan sulit, memilih pacar yang dicintainya tetap rupawan, atau memaksanya berubah menjadi spesial ─seperti dirinya. Dan Tally tak pernah membayangkan pilihannya berujung pada masalah serius yang melibatkan kota lain, bahkan dunia.

Review:

Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bab-bab yang menceritakan bagaimana Tally saat menjadi spesial, kemudian yang kedua adalah bagian dimana Tally melacak keberadaan Zane, dan yang terakhir adalah bab yang menceritakan tentang perang yang menghancurkan.

Buat kalian yang sudah baca seri pertama dan kedua buku ini, tentu kalian sudah tahu bagaimana jenjang perjalanan hidup Tally dari yang masih buruk rupa hingga menjadi seorang Special. Buat yang belum tahu, akan lebih asik kalau kalian baca buku pertamanya, Uglies, yang bercerita tentang perjalanan Tally yang masih buruk rupa dan kabur dari kota untuk hidup bersama para pemberontak, kelompok bernama  Smoke yang dipimpin oleh David. Di akhir buku pertama ini, Tally kemudian tertangkap kembali oleh para Special dan menjalani operasi transformasi menjadi seorang rupawan. Cerita berlanjut ke buku kedua, Pretties, yang menceritakan pemberontakan Tally si rupawan bersama Crim, sebuah kelompok rupawan lainnya. Disini lagi-lagi mereka melacak keberadaan Smoke, dan lagi-lagi di akhir cerita Tally tertangkap oleh Dr.Cable, pemimpin Special. Nah, di buku ketiga inilah kisah Tally sebagai seorang  Specials dipaparkan 😀

Awal kisah, di bawah pimpinan Shay, Tally ─yang tergabung dalam kelompok Cutter, kelompok yang Spesial dari para Special─ bersama anggota lainnya, Fausto, Tachs, dan Ho, melakukan penyusupan ke sebuah pesta kaum buruk rupa. Disini mereka menyamar untuk menangkap anggota Smoke yang juga melakukan penyusupan untuk melakukan perekrutan anggota. Berhasil, Tally menemukan satu anggota Smoke, dan saat akan disergap, cewek itu berhasil meloloskan diri dengan melontarkan dirinya ke atas, yang kemudian ditangkap oleh rekannya yang menunggunya di atas hoverboard.

Terjadi aksi pengejaran oleh Cutter. Tally kemudian mengenali bahwa rekan si cewek tadi adalah David, kekasihnya dulu jaman dia masih seorang buruk rupa. Aksi kejar-kejaran ini seperti biasa, digambarkan dengan asik dan mantap. Tapi sayang, tidak berjalan mulus bagi mereka. Ternyata ada jebakan dan kelompok Cutter terdesak. Shay dibuat pingsan oleh Smoke dan hoverboard milik mereka diambil alih, padahal hoverboard kelompok Cutter tersebut termasuk alat yang cukup canggih. Karena di bakar keinginan balas dendam pada David dan mendapatkan temannya kembali, Tally pun mengejarnya.

Pengejaran berjalan cukup jauh. Sampai di suatu tempat, ternyata David telah menanti dengan Shay yang lunglai tergantung di papan hoverboard miliknya. Tally geram. Mereka berbincang untuk beberapa saat, sebelum akhirnya David menjatuhkan Shay di sungai di bawahnya. Alih-alih mengejar David, Tally harus menyelamatkan Shay. Sayang Fausto masih jadi tawanan karena ia tidak berhasil mandapatkan temannya itu. Beberapa saat kemudian Ho dan Tachs berhasil menyusul Tally dan Shay. Saat Shay tersadar, mereka berdiskusi, dan mendapat informasi bahwa Smoke kini menyelundupkan pil nano penyembuh yang sebelumnya pernah Tally coba. Ternyata pil ini dialamatkan pada kelompok Crim ─terutama untuk Zane.

Zane adalah kekasih Tally. Namun kini Zane mengalami kerusakan otak karena dulu pernah menelan pil nano percobaan milik Maddy. Buat kalian yang udah baca sebelumnya, pasti mengerti. Buat kalian yang belum baca, singkatnya gini. Zane dan Tally dulu mendapat dua pil percobaan. Sebenarnya pil nano itu ditujukan pada Tally. Namun Zane berbaik hati menemani Tally, berbagi pil gitu. Tapi sayang ternyata kedua pil tersebut punya dua fungsi yang berbeda, yaitu salah satunya sebagai pengendali pin yang satunya. Nah, Zane dapat pil penyembuh sementara Tally mendapat pil pengendali. Otomatis tidak hanya menghilang lesi di otak zane, tapi obat ini terus menggerogoti jaringannya karena ia tidak mendapat pil pengendali. Kasihan Zane.

Saat ini, Tally sangat berharap Zane dapat diobati dan ikut menjadi anggota Special seperti dirinya. Namun ternyata pengobatan untuk Zane yang dilakukan Kota Rupawan tidaklah maksimal. Bahkan sekarang Zane semakin sulit mengatur orientasi tubuhnya. Tangannya sering bergetar dan tubuhnya melemah. Shay ─yang sangat mengerti keinginan Tally untuk memasukkan Zane kedalam lingkaran Special, sementara ia mengejar keberadaan Smoke─ mengemukakan sebuah ide yang dapat mewujudkan keduanya. Shay dan Tally harus membantu Zane untuk kabur dari Kota Rupawan dan melacak jejak Smoke, sementara Shay dan Tally mengikuti dari jauh hingga kemudian saat Zane berhasil menemukan Smoke, Shay dan Tally akan melapor pada Special dan melakukan menggerebekan. Nah, saat itulah Dr.Cable akan terkesan dengan kemampuan Zane melarikan diri, sehingga memutuskan untuk menarik Zane kedalam Special.

Well, rencana Shay dan Tally sih gitu. Jadi ya sudah bisa diduga kan guys, kalau sebagian besar cerita nanti bakal tentang mewujudkan rencana rahasia mereka berdua ini. Hmm.. Untuk permulaan sih memang sangat beresiko, terutama menyangkut rencana melepaskan Zane dan sebuah kelompok kecil yang terdiri dari beberapa rupawan baru anggota Crim.

Saat mereka telah lolos dari pengawasan Special dan memulai perjalanan, Shay dan Tally banyak mengintai hanya dari kejauhan karena Zane maupun anak-anak Crim itu tidak tahu mengenai keberadaan mereka berdua yang mengikuti. Belum terlalu jauh dari awal perjalanan, kelompok kecil ini bertemu dengan seseorang di tepi sungai. Tally dan Shay kagum, secepat ini Smoke memberi mereka bantuan?? Diam-diam mereka terus mengintai, namun kemudian kelompok memisahkan diri dari sang informan. Shay dan Tally terpaksa berpisah. Shay mengawasi kedelapan anggota Crim, sementara Tally mengikuti sang informan. Betapa terkejutnya Tally saat mengetahui bahwa sang informan adalah seseorang yang dikenalnya dulu, Andrew Simpson Smith.

Saat dulu ia masih rupawan, Tally pernah kabur dari Kota dan terdampar di semacam kawasan perlindungan yang ternyata merupakan tempat percobaan para ilmuwan. Orang-orang ini hidup seperti kaum pra-Rusty dan tinggal di desa-desa kecil yang selalu berperang satu sama lain. Mereka tidak tahu ada dunia lain yang jauh lebih modern di luar dunia primitif mereka. Dan ini semua demi penelitian para ilmuwan. Ampun deh. Tapi disinilah Tally mengenal sosok Andrew Simpson Smith. Namun sekarang Tally sungguh terkejut menemukan sosok Andrew diluar kawasan perlindungan itu. Andrew pun bercerita, dan Tally menanyakan apa urusannya dengan para pelarian. Ternyata kini Andrew sebagai penunjuk jalan menuju Smoke. Dan karena Andrew mengenal Tally, dan sosok Andrew yang polos, Tally pun mendapat satu alat pelacak-posisi yang sebelumnya juga di dapat anak-anak Crim.

Shay dan Tally berpisah. Tally menunjukkan alat itu pada Shay. Shay merubah rencana, bahwa ia akan melacak keberadaan Smoke dengan alat itu. Namun Tally bersikeras untuk mendampingi perjalanan Zane. Shay sangat marah karena temannya itu masih mau mengikuti kelompok Crim yang entah kapan menemukan Smoke. Alhasil, Tally pun tetap menjadi bayang-bayang sementara Shay pergi meninggalkannya dengan amarah karena merasa dikecewakan.

Berhari-hari telah berlalu. Pengejaran ini mulai terasa monoton bagi Tally. Namun kemudian Tally membuat kesalahan dan Zane kini yakin bahwa Tally memang mengikuti mereka beberapa hari ini. Zane dan Tally mengobrol. Namun sayang, obrolan mereka tidak berakhir manis. Hingga sampai akhir minggu kedua pelarian, mereka tiba di sebuah tebing tinggi yang menjorok ke laut. Kelompok ini berkemah disini selama berhari-hari hingga suatu saat sebuah helikopter datang dan mangangkut para pelarian. Tally pun terpaksa bersusah payah untuk menyusup di bawah badan helikopter, agar bisa mengatahui kemana perginya kelompok ini.

Satu jam perjalanan, akhirnya Tally mulai melihat kemana tujuan mereka, dan ternyata tempat itu sungguh menakjubkan ─atau mengerikan─ besarnya. Kini Smoke tidak hanya sebuah kelompok kecil yang hidup dengan berburu atau menyalakan api unggun. Namun kini Smoke adalah sebuah kota besar dengan gedung Balai Kota yang menjulang. Ia sangat ketakutan. Belum lagi kemudian ia ditahan pihak kota karena dianggap berbahaya dan menemukan fakta bahwa teman-temannya mengkhianatinya, terjadi peperangan yang notabene adalah kesalahnya, kematian seseorang yang dicintainya, serta Kota Rupawan yang menangkapnya untuk kemudian dikurung dalam sel selama berbulan-bulan. Kehidupan Tally benar-benar berubah. Hingga akhir cerita, kehidupan semua orang benar-benar berubah. Dan aku cukup suka bagaimana cerita kali ini berakhir. Walaupun sebenarnya kesannya dipaksakan ─karena hampir semuanya berubah di saat-saat terakhir, aku cukup menghargai bagaimana Westerfeld mengakhiri petualangan Tally. Akhir yang manis J

Ratingku buat novel ini : 8,8

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2012 in Young-Adult

 

The Hunger Games 3 – Mockingjay


  • Pengarang               :    Suzanne Collins
  • Genre                      :    Fantasy, Mystery
  • Tebal                       :    432 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    68.000 IDR
  • Pertama terbit          :    24 Agustus 2010
  • Cetakan                   :    Januari 2012
  • Tanggal Beli             :    14 Januari 2012

Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi Katniss belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun sekarang ia dalam lindungan  Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun yang dicintai Katniss aman karena  Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay… bagaimanapun caranya.

Review :

Wew, akhirnya tiba juga ke bagian ketiga dari The Hunger Games Series 😀 Tentunya kalian suda nonton film Hunger Games kemarin kan? Gimana menurut kalian? Menurutku cukup keren, walaupun tak bisa dipungkiri pasti ada perubahan beberapa setting cerita antara film dan novelnya. Tapi overall, bagus banget. Apalagi di dunia Internasional, film ini menduduki peringkat BoxOffice dengan pendapatan yang cukup spektakuler. Hhe, ngga heran lah kalau penggemar The Hunger Games banyak. Novelnya aja keren 😀

Nah, asal kalian tau yaa, aku memulai baca novel ketiga ini sembari nunggu dosenku selesai praktek, biasa, konsul urusan tugas akhir 😛 Dan wew, gilak. Bisa-bisanya aku tanpa sadar hampir 3 jam baca ni novel dan dosenku lum kelar! Ampun -.-a Tapi itulah resiko punya dosen pembimbing yang sibuk, rela mengantri dengan pasien laen, dan kurasa ada efek samping yang bagus, aku jadi bisa memulai baca Mockingjay ku yang ternyata sudah 6 bulan aku abaikan. Hadeeeh.. Maafkan aku karena tak menghiraukanmu, Mockingjay. Asal kau tau, uda sejak kau belum terbit aku sangat ingin membacamu 😦 Tapi akhirnya, baru sekarang aku bisa menyelami dirimu, walaupun masih sesekali di sela waktu luangku saja, tapi it’s okay lah.. 😀 Waduh, sesi curhat nii. Maapmaap 😛

Okelaaaah, kita kembali ke Mockingjay! Tahulah kalian, kalau di buku kedua kemarin, Catching Fire, terjadi pemberontakan besar-besaran terhadap Capitol ntah itu di berbagai Distrik ataupun di Arena Hunger Games. Nah, Katniss Everdeen, sang tokoh utama kita, kini tinggal di Distrik 13 yang keberadaannya selama ini hanya sebagai isu belaka. Ternyata, Distrik 13 digambarkan sebagai distrik yang tersembunyi,  militeris dan terstruktur. Kehidupan distrik ini dijalankan di bawah tanah namun digambarkan sangat luas dan berfasilitas lengkap. Mengagumkan. Namun sayangnya, distrik ini pernah terkena wabah cacar sehingga sekarang jumlah masyarakatnya banyak berkurang dan yang tersisa sangat kesulitan untuk memiliki keturunan, sehingga keberadaan anak kecil di distrik ini sangat langka.

Tinggal di Distrik 13 ini walaupun tidak senyaman di Distrik 12, setidaknya kebutuhan pangan, sandang, dan tempat tinggal terjamin. Yang unik, setiap pagi warganya harus mentato jadwal harian mereka di permukaan lengan, dan mereka harus hadir di setiap jadwal yang tertulis, termasuk pada pengungsi dari distrik lain, tetap harus menyesuaikan diri dengan kehidupan Distrik 13.

Di sini, Katniss kembali dekat dengan Gale. Kini pria itu kembali jadi sahabat Katniss setelah berbulan-bulan ia harus bergelut di dunia Hunger Games dan kekurangan waktu untuk sekedar bercengkerama santai seperti dahulu. Selain Katniss, ibunya, dan adiknya ─Prim─, keluarga Gale juga selamat dari kehancuran Distrik 12. Di awal cerita, nanti digambarkan gimana hancurnya Distrik 12 ini dari sudut pandang Katniss. Setelah kunjungan singkatnya ke kampung halaman, kemudian ada berita wawancara Caesar Flickerman dengan Peeta Mellark yang sekarang dicap sebagai pengkhianat oleh para pemberontak. Namun jauh di lubuk hati, Katniss bersyukur karena Peeta dalam keadaan sehat setelah penangkapan dirinya oleh pihak Capitol.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Katniss menerima tawaran Alba Coin, presiden Distrik 13, untuk menjadi sosok Mockingjay, lambang pemberontakan. Di sini, nanti kita berkenalan dengan karakter baru, Plutarch Heavensbee dan Fulvia Cardew, asisten dari Presiden Coin. Namun Katniss tidak begitu saja mengiyakan dirinya jadi Mockingjay, ia mengajukan beberapa syarat dan salah satunya adalah pengampunan terhadap Peeta dan anggota Hunger Games lain yang menjadi tahanan Capitol, dan perjanjian ini harus diumumkan di depan seluruh warga yang tinggal di Distrik 13 agar kelak suatu ketika perjanjian ini tidak diingkari oleh para petinggi Distrik apabila pemberontakan telah menang dan keberadaan Katniss tidak diinginkan lagi.

Segera setelah segala perjanjian disetujui, Katniss langsung didandani sebagai sosok Mockingjay. Ternyata, Cinna meninggalkan satu pakaian yang khusus didesainnya untuk Katniss kalau ia setuju ─dan tampaknya Cinna yakin─ Katniss menjadi Mockingjay. Oleh Plutarch dan Fulvia, Katniss dan Gale ─yang sekarang selalu mendampingi kemana Katniss pergi─ dibawa ke ruangan yang lebih jauh di bawah tanah. Ternyata untuk mendapati 3 orang Tim Persiapan Katniss dahulu selama masih main di Hunger Games, sedang disiksa akibat berebut roti jatah. Katniss geram dan Plutarch meyakinkan bahwa ia tidak tahu menahu mengenai hal ini, harusnya hal ini jadi semacam kejutan menyenangkan bagi Katniss, tapi ternyata tidak. Katniss segera membawa Venia, Flavius, dan Octavia ke rumah sakit dimana ibunya kini bekerja.

Luka-luka Venia, Flavius dan Octavia telah diatasi. Kini kembali ke rutinitas dan Katniss menjalani sesi ‘rekaman’ yang kemudian akan disiarkan melalui pembajakan sistem, ke seluruh distrik sebagai tanda bahwa pemberontakan dimulai. Disinilah sosok Haymitch muncul kembali, minus kebiasaan mabuknya karena Distrik tidak mentolerir adanya alkoholisme sehingga ia harus direhabilitasi secara terpisah.

Saat Katniss tahu Haymitch kembali terlibat dan kembali jadi mentornya, ia geram. Ia masih menyalahkan Haymitch yang tidak membawa serta Peeta dari arena Hunger Games, menyebabkan Peeta tertangkap oleh Capitol. Nah, karena proses rekaman dan slogan yang diucapkan Katniss ─slogan yang telah disiapkan oleh Distrik 13 dan Katniss hanya perlu membacanya─ terlalu kaku, maka Tim memutuskan untuk merekam Katniss langsung di medan pertempuran. Katniss dan lain-lain segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Distrik 8 yang baru saja dibom habis-habisan namun terjadi perlawanan.

Keadaan Distrik 8 sangat mengibakan. Banyak korban yang dikumpulkan di rumah sakit darurat. Saat melihat Katniss datang, muncul pengharapan di mata mereka. Namun sayang, ketika Katniss dan Timnya akan kembali ke landasan ketempat Haymitch dan pesawat menunggu, terjadi serangan udara dadakan dari Capitol. Bom-bom kembali di jatuhkan. Terpaksa Katniss dan Gale melawan perintah Haymitch dan Plutarch dan segera membantu Distrik 8 melakukan perlawanan. Katniss dan Gale menembak jatuh pesawat-pesawat itu dengan senjata yang mereka bawa. Saat serangan berhenti, mereka baru menyadari bahwa Bom telah menghancurkan rumah sakit. Berhari-hari Katniss dihantui kesedihan. Namun sementara itu, siaran propo yang digunakan untuk membangun semangat juang para pemberontak terus diputar di berbagai distrik.

Saat Katniss yang masih beristirahat di rumah sakit distrik sedang ditemani Finnick, mereka menonton propo Katniss dan dilanjutkan siaran dari Capitol yang lagi-lagi berisi wawancara Caesar dengan Peeta. Tapi disini, Peeta menyampaikan pesan pada Katniss untuk memikirkan kembali tindakannya dan meminta Katniss untuk tidak mempercayai orang disekitarnya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selesai siaran, segera Finnick mematikan TV dan menyuruh Katniss untuk berpura-pura tidak menonton siaran itu, dan berakting mereka sedang mengobrol sementara Katniss makan. Betul saja, dengan tergesa Plutarch dan Fulvia muncul di pintu kamar Katniss dan diam-diam memastikan Katniss tidak menonton siaran itu. Mereka percaya saat Katniss dan Finnick meyakinkan mereka bahwa mereka langsung mematikan TV seusai propo Katniss ditayangkan, dan Plutarch serta Fulvia tampak lega.

Pikiran Katniss selalu terganjal oleh sesuatu dan membuat dirinya susah tidur. Saat ada kesempatan, Katniss dan Finnick membicarakan siaran Capitol kemarin dan mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada satupun orang yang menyinggungnya, bahkan Gale. Padahal ngga mungkin hanya Katniss dan Finnick yang menontonnya, mengingat banyaknya orang di Distrik 13.

Waktu terus berlalu, sampai tiba saat muncul propo dari Capitol lagi, dan Peeta yang jadi ‘tokoh utama’. Tapi disini Peeta jelas-jelas melakukan kenekatan, secara tersirat ia memperingatkan Distrik 13 bahwa akan terjadi serangan. Tentu saja di siaran tersebut Peeta langsung dihajar. Walaupun sangat sedih, namun Katniss harus mengikuti protokol karena segera Distrik 13 diungsikan ke bunker yang letaknya lebih jauh ke dalam tanah. Segera setelah orang-orang berlindung di bunker raksasa itu, serangan rudal pertama jatuh. Rakyat 13 berhutang nyawa pada Peeta.

Beberapa hari kedepan warga 13 masih berlindung, hingga akhirnya ditetapkan bahwa situasi sudah cukup aman untuk keluar. Kemudian ternyata Katniss tidak bisa bekerja sebagai Mockingjay dengan efektif karena kini ia tahu ─orang-orang disekitarnya tahu─ bahwa Peeta yang menjadi kelemahannya. Apapun yang terjadi, Presiden Snow akan membalas Katniss dengan melukai Peeta. Akhirnya, 13 mengirim Tim penyelamatan Peeta, dan Gale salah satu sukarelawannya. Katniss berharap ia tidak harus kehilangan keduanya sekaligus. Wew, perasaan Gale pada cerita kali ini digambarkan sangat manis. Ia masih saja menunjukkan perasaan sayangnya pada Katniss terlepas dari perasaan Katniss pada Peeta. Namun ternyata, kebebasan Peeta ada bayarannya. Okelah, akhirnya Tim berhasil menyelamatkan para peserta Hunger Games yang tertangkap─ Peeta, Annie, dan Johanna Mason. Tapi sayang sekali, keadaan Peeta jauh dari mengenaskan. Lebih parah, Peeta membenci Katniss hingga ia nyaris membunuhnya saat itu juga.

Setelah sadar kembali, Katniss sangat sedih. Haymitch dan yang lainnya menyampaikan kondisi medis Peeta yang tampaknya menjadi subyek percobaan dari Snow. Kemudian Katniss makin menyadari seberapa besarnya Peeta membencinya. Hingga memaksa Katniss untuk mengungsi ke Distrik 2, melupakan kepedihannya dengan tinggal bersama para Pemberontak lain yang sedang mempelajari cara untuk menaklukkan sebagian warga Distrik 2 yang menjadi kaki tangan Capitol. Berminggu-minggu kemudian, Katniss kembali ke Distrik 13 dengan luka tembak akibat perlawanan yang terjadi di Distrik 2.

Tak lama, ia mendapat kabar baik mengenai Peeta walaupun hal ini tidak mengurangi rasa sesalnya karena Peeta sudah tidak sama lagi dengan dahulu. Bukan Peeta yang dahulu mencintai Katniss. Tapi biar bagaimanapun, tetap saja kondisi Peeta mengalami perbaikan. Saat-saat sekitar inilah ada momen yang sangat menggembirakan, yaitu pernikahan Finnick dan Annie yang dirayakan secara besar-besaran dan warga Distrik bersenang-senang.

Tak lama kemudian, rencana serangan mulai dilakukan. Pengiriman pasukan ke Capitol telah dilakukan, dan Katniss, Finnick, Gale dan beberapa warga 13 berada dalam satu tim dibawah komando Boggs. Perlu berhari-berhari melakukan perjalanan ke Capitol, namun hal ini sebanding. Tentu saja di sini Katniss memiliki target utama yang sangat ia incar, Presiden Snow. Belum lagi dengan keberadaan Peeta yang tiba-tiba di masukkan ke dalam Tim Katniss. Apa maksud Coin sebenarnya? Selain fakta bahwa ia ingin Katniss mati di tangan Peeta tentu saja 😉

Well, secara keseluruhan cerita di Mockingjay ini cukup menyenangkan, walaupun aku akui, tidak se’aktif’ buku pertamanya, The Hunger Games. Tapi aku sangat suka bagaimana cerita digambarkan, sangat menarik, lugas, dan cukup banyak konflik. Apalagi dengan pengambaran bagaimana akhir cerita antara kepedihan kehilangan orang terkasih dan cerita manis karena mendapatkan sosok tercintanya kembali, walaupun sejujurnya guys, aku mengharapkan lebih. Hha.. Tapi sedihnya, buku ini merupakan akhir perjalanan dari Katniss Everdeen yang penuh cobaan dan yah, semoga selanjutnya ada cerita seru lain yang bakal menggugah imajinasi kita lagi yap 😉

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
15 Comments

Posted by on October 16, 2012 in Young-Adult

 

The Earthsea Cycle 3 ─ The Farthest Shore


  • Pengarang               :    Ursula K. Le Guin
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    372 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Media Klasik Fantasi (a division of Mahda Books)
  • Harga                      :    54.800 IDR
  • Pertama terbit          :    1972
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

Sihir menghilang dari dunia. Para magi di seluruh penjuru Earthsea melupakan mantra mereka, mata air sihir terus mengering. Ged, sang Penakluk Naga dan Archmage, berangkat bersama Arren, seorang pangeran muda keturunan bangsawan, untuk mencari sumber kegelapan. Dalam perjalanannya Ged menemukan lebih banyak masalah; Naga-naga yang saling menyerang dan tempat ajaib yang mengerikan. Mampukah Ged menyembuhkan sebuah daratan yang terluka?

Review :

Kembali kita berjumpa dengan novel karya Ursula K. Le Guin, berisi tentang dunia imajinatif yang sangat mengagumkan, dan disajikan dengan selipan kata-kata bijak yang sangat mengambarkan kehidupan. Setelah melewati buku pertama dan kedua, tidak akan menyesal setelah membaca yang ketiga.

Buku The Earthsea Cycle 3 ─ The Farthest Shore ini dimulai oleh Ged alias Sparrowhawk ─Sang Archmage─ yang melakukan percakapan dengan seorang anak laki-laki putra Pangeran Enlad dan Enlades, pewaris Kerajaan Morred,  bernama Arren, yang datang ke Roke untuk meminta bimbingan. Aku baru baca bagian awal ini saja suda merasakan ketenangannya. Khas kali saat membaca novel ini, karena percakapan yang dilakukan sangatlah santai, tenang, dan berwibawa.

Arren membawa berita menyedihkan bahwa bangsa Barat, di pulau Narveduen, sudah tidak ada sihir lagi. Mantra tidak lagi memiliki kekuatan, dan kata-kata sihir telah dilupakan. Kemudian di pulaunya sendiri, di Enlad, sang ayah menunjuk seorang ahli sihir untuk merapalkan mantra peningkatan jumlah domba. Namun ternyata sang penyihir tidak mampu karena lupa akan kata-kata dan pola mantranya. Lalu ayah Arren pun mengambil alih, namun ternyata beliau merasakan keraguan, bahwa ia memang mengucapkan kata-kata mantranya, hanya saja ia tidak mengerti maknanya. Kemudian terbukti, musim semi berikutnya kawanan domba di Enlad bermasalah, entah induknya yang mati, atau bayi domba lahir tak bernyawa, atau bahkan lahir cacat. Lalu ada kabar angin dari perbukitan, bahwa semua penyihir wanita yang membaca nasib melalui asap dan genangan air melihat kesialan, dan ramuan cinta mereka gagal.

Karena berita-berita inilah Ged memutuskan mengundang para petinggi Roke untuk mengadakan pertemuan. Namun dari hasil pertemuan ini tidak ada sebuah kesepakatan yang pasti. Bahkan kemudian Ged menyatakan bahwa ia akan mengadakan perjalanan untuk mencari tahu penyebab hilangnya sihir di beberapa daerah. Untuk perjalanan ini, Ged memilih Arren sebagai teman perjalanannya.

Segera, keesokan harinya Ged dan Arren meninggalkan Roke. Mereka mengadakan perjalanan laut yang cukup lama. Selama terombang-ambing di laut inilah Arren mulai mengenal sosok Sparrowhawk. Tujuan pertama mereka adalah Hort. Hort merupakan salah satu dari Tujuh Pelabuhan Besar di Kepulauan. Dalam perjalanan ini Sparrowhawk harus menyamar sebagai Paman Hawk yang sedang berlayar bersama keponakannya, Arren. Orang yang mereka temui di Hort adalah seorang sorcerer cacat bernama Hare yang tidak lagi merapalkan mantra karena pernah mengalami kegagalan dalam merapalkannya. Kini Hare hanyalah seorang pria yang hidup dari belas kasihan dan sangat kecanduan hazia (kalau di kehidupan kita, mungkin semacam narkoba :P). Namun akhirnya Sparrowhawk berhasil membuat Hare menceritakan hal yang menimpa dirinya, kenapa ia bisa kehilangan keahlian dan bahasa yang digunakan dalam keahliannya itu.

Malam harinya, terjadi petaka, Arren diculik oleh para penjual budak dan menjadi tawanan dalam kapal budak untuk kemudian di jual. Cukup lama Arren terombang-ambing di laut bersama tawanan budak lainnya sebelum akhirnya Sparrowhawk berhasil menyusul kapal tersebut dan menyelamatkan Arren. Berhari-hari kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanannya. Peristiwa penangkapan dirinya membuat Arren beberapa kali mengalami mimpi buruk.

Tujuan mereka berikutnya adalah Lorbanery, sebuah pulau yang termasuk kaya untuk ukuran pulau di Tepi Selatan. Kali ini Sparrowhawk mengaku dirinya berada di Tepi Selatan untuk berburu emmelstone, namun ia tidak menyamarkan diri maupun rekan seperjalanannya. Disini, ia bertemu dengan seorang wanita tua yang juga kehilangan kekuatan dan keahliannya. Kemudian, Sparrowhawk melakukan sesuatu pada wanita tua tersebut yang menyebabkan si wanita dapat hidup lebih tenang. Namun gantian seorang lelaki yang menemuinya. Lelaki gila tersebut bernama Sopli dan ia adalah anak dari di wanita tua yang sebelumnya di temui Sparrowhawk dan Arren. Sopli meminta Sparrowhawk mengijinkannya ikut dalam perjalanan lautnya, dan Sparrowhawk memperbolehkannya. Arren lah yang kesal karena ia merasa terabaikan, pendapatnya tidak dianggap oleh Sparrowhawk.

Berhari-hari kemudian, dalam perjalanan laut mereka, Arren lebih banyak diam. Disini lah terjadi banyak ungkapan batin Arren mengenai rasa kesalnya yang lama-lama berubah menjadi kebimbangan akan keputusannya dahulu, apakah salah ia ikut dalam perjalanan ini, padahal bisa saja ia hidup tenang dan bersantai di istananya. Perasaan kesal Arren terhadap Sparrowhawk dilengkapi oleh rasa bencinya pada Sopli yang terus-terusan menunduk di sudut perahu. Sopli takut laut. Namun kemudian, Arren mulai membuka diri dan mengobrol dengan Sopli, si Lelaki Gila. Entah kenapa, seolah Sopli berhasil menghasutnya karena Arren makin tidak mempercayai Sparrowhawk.

Suatu hari, mereka menemukan daratan, Pulau Obehol. Persediaan air minum mereka menipis dan mereka harus menepi. Tapi sayang, saat mereka berusaha merapat di sebuah teluk, mereka diserang oleh lemparan tombak. Terpaksa mereka kembali ke arah laut. Ternyata Sopli sudah tidak di atas perahu dan Sparrowhawk terkena salah satu tombak di pundaknya. Kini, tanpa sihir yang membantu pelayaran perahu dan persediaan air yang menipis, serta Arren yang kelelahan karena harus mendayung dan merawat Sparrowhawk, mulai putus asa. Ia tertidur, pingsan. Karena dehidrasi.

Saat terbangun, terdapat serombongan orang yang memberinya air. Ia minum dengan lahap. Di sekitarnya, terdapat begitu banyak rakit yang mengapung bagaikan dedaunan musim gugur yang tergeletak di atas sebuah kolam. Yang keren, rakit-rakit ini bukan sekedar rakit biasa. Ini rakit besar yang terdapat bagian tenda untuk tempat tinggal. Saat Arren sudah memiliki cukup tenaga, ia mencari Sparrowhawk. Ia ditemani oleh pemandunya yang berbadan kecil dan berumur tidak lebih dari dua belas tahun. Arren menemukan Sparrowhawk terbaring di sebuah rakit yang lebih besar dari rakit yang ia singgahi. Kemudian Arren juga berbincang dengan pemipin kawanan ini. Kemudian ia tahu bahwa orang-orang ini tidak berasal dari daratan manapun karena mereka menyebut diri mereka Anak-Anak Laut Lepas. Untuk waktu yang cukup lama, Arren bersenang-senang dengan para Manusia Rakit. Disini hampir sebagian besar mereka adalah anak-anak karena mereka menikah di usia yang sangat dini. Di bagian bab ini kalian akan mendapatkan penjelasan yang cukup menarik mengenai kehidupan Anak-Anak Laut Lepas. Keren 😉

Setelah cukup lama waktu berselang, akhirnya Arren di panggil kembali ke rakit sang kepala suku dan bertemu dengan Sparrowhawk yang sudah jauh lebih sehat. Sebelum mereka pergi, mereka mengikuti acara Tarian Panjang yang diadakan di rakit-rakit tersebut. Lalu, keesokan harinya datanglah naga yang memberitahukan sesuatu yang genting pada Sparrowhawk dan memaksa dirinya dan Arren segera bergegas pergi dan mengikuti jejak sang naga.

Kemudian, sesuatu yang jarang terjadi, cerita berpindah setting. Kini cerita beralih pada kehidupan di pulau Roke, di Asrama Besar, dimana para Master dan muridnya sedang mengalami goncangan batin. Dua Master Roke menghilang dan para murid mulai meragukan alasan mereka berada di sini. Mereka mulai tidak mempercayai ilmu yang sedang mereka pelajari. Bahkan Master Perapal pun tiba-tiba tidak mengerti arti dari lagu yang ia ajarkan pada para muridnya. Well, seolah wabah ini telah berhasil memasuki pertahanan Roke dan ini sangat membahayakan karena di tempat sihir sangat kuat pun bisa terjadi kekacauan.

Kembali pada Sparrowhawk dan Arren yang berhasil mencapai pulau penuh naga yang biasa disebut Pelarian Naga. Tidak berbeda dengan kehidupan manusia yang mulai kacau, kehidupan naga pun juga jadi lebih mengerikan. Setelah mendapatkan petunjuk singkat dari seekor naga, Sparrowhawk dan Arren melanjutkan perjalanan lagi ke Utara, ke arah Selidor, pulau terakhir di dunia. Dan sampai disini, akupun masih tidak mengerti apa yang sesungguhnya Sparrowhawk dan Arren cari. Hadeh -.-a

Sesungguhnya guys, aku kurang pintar memahami buku yang seolah penuh filsafat seperti ini. Hhaha.. Ceritanya sangat halus, penuh perbincangan bermakna ganda. Tipikal novel jaman dahulu, dengan bahasa formal dan kaku. Buat aku pribadi sih novel ini memang menarik, perjalanan yang dilalui terasa sangat panjang, namun jujur, novel ini bisa jadi sangat membosankan, rasanya ingin cepet-cepet kulewati bagian itu. Tapi ngga masalah, ngga semua bagian membosankan kok. Saat aku tiba di akhir cerita, aku suka dengan penutupannya. Dan buat kalian yang memang suka novel seperti ini, kurasa kalian bisa coba membacanya. Hanya saja, novel ini ngga ada romantisnya sama sekali karena memang, novel ini bukanlah novel romansa 😛

Ratingku buat novel ini : 7,4

 
3 Comments

Posted by on June 7, 2012 in Young-Adult

 

The Hunger Games


  • Pengarang     :   Suzanne Collins
  • Genre            :    Fantasy, Mystery
  • Tebal             :  408 hlm
  • Penerbit         :   Gramedia
  • Harga            :   46.400 IDR
  • Pertama terbit    :   2008
  • Cetakan         :   Oktober 2009
  • Tanggal Beli   :   4 November 2009

Dua puluh empat peserta. Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikeliling dua belas distrik. Katniss gadis 16 tahun tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di distrik termiskin di Distrik12. 

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing Distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung sampai mati dan ditayangkan secara langsung di acara televisi “The Hunger Games”. Hanya ada satu pemenang setiap tahun.

Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh. 
Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Menurutku :

Jangan terkecok dengan covernya yang kurang menarik. Baca dulu resensinya dan kau mulai sedikit tertarik. Kau mulai membacanya dan kau bilang, lumayan. Hingga pertengahan buku kau akan mulai gregetan. Dan di akhir cerita, kau akan bilang, baguus!

Itu yang ku alami.. Aku nggak nyesel baca ini karena memang bagus. Lagi-lagi aku kagum sama sang penulis, kok bisa sih mereka berimajinasi sebegitu bagusnya, bahkan bisa memikirkan setiap detailnya dari cerita tanpa terkesan memaksakan.

Yang jelas, wow! Aku suka novel ini…

Dan teman-teman, asal kalian tahu, filmnya akan dibuat lho.. Horay.. Setelah muncul spekulasi berminggu-minggu, akhirnya muncul juga para pemainnya, yaitu Jennifer LawrenceJosh Hutcherson and Liam Hemsworth.

 

 

 

 

 

 

 

Jennifer sebagai Katniss Everdeen, Josh sebagai Peeta Mellark dan Liam sebagai Gale Hawthorne. Menurut rencana, film akan di release tanggal 23 Maret 2012. Yah, semoga hasilnya bagus dan tidak mengecewakan lah. Hhehe..

COVER BARU (NC)

Ratingku buat novel ini : 8,5!

 
5 Comments

Posted by on April 16, 2011 in Young-Adult

 

The Hunger Games 2 – Catching Fire


  • Pengarang     :   Suzanne Collins
  • Genre            :    Fantasy, Mystery
  • Tebal             :  424 hlm
  • Penerbit         :   Gramedia
  • Harga             :   46.400 IDR
  • Pertama terbit     :   2009
  • Cetakan         :   Juli 2010
  • Tanggal Beli   :   24 Juli 2010

Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya….

Menurutku :

Sedikit kurang, ehmm… ngreget dari pada buku pertamanya, The Hunger Games. Kalau di Hunger Games pertama cerita berjalan cepat, hanya saja di buku kedua ini buat sampai ke intinya lumayan lama. Banyak detail yang keluar.

Buat kali ini, cerita lebih banyak terfokus ke Katniss dan Peeta  yang mendapat kecaman dari Capitol atas kemenangan mereka. Untuk kedua kalinya dalam jangka waktu dekat mereka harus kembali ke arena permainan lagi. Hanya saja ternyata kemelut tidak hanya terjadi di arena Hunger Games, tetapi di berbagai distrik juga. Pemberontakan-pemberontakan mulai bermunculan. Dan ternyata, tanpa sepengetahuan Katniss, selama ini terdapat kerjasama antar distrik untuk melawan kekuasaan Capitol. Para pemberontak ini membantu para peserta Hunger Games melalui kode-kode yang disamarkan agar tidak disadari Capitol.

Di akhir cerita, Katniss berhasil di selamatkan namun Peeta ditangkap Capitol. Gale mengabarkan bahwa tidak ada lagi Distrik Dua Belas akibat bom-bom Capitol yang membumi hanguskannya. Huff..

Yang jelas, siyal, aku dibuat penasaran sama buku ketiga! Heu.. Pingin baca buku ketiganya.. Kapan terbitnya yaa??

Ratingku buat novel ini sedikit menurun : 8,2…

 
2 Comments

Posted by on April 16, 2011 in Young-Adult

 

Uglies 2 – Pretties


uglies 2-pretties

  • Pengarang     :   Scott Westerfeld
  • Genre            :    Adventure
  • Tebal             :   384 hlm
  • Penerbit         :   Matahati
  • Harga            :   48.000 IDR
  • Cetakan         :   Oktober 2010
  • Tanggal Beli   :   1 Februari 2011

Tally akhirnya mendapatkan segala yang diinginkannya: wajah cantik, punya pacar tampan, bergabung dengan kelompok paling populer di Kota Rupawan Baru. Semuanya begitu sempurna…

Namun di balik kegemerlapan itu, ada yang tak beres dalam diri kaum rupawan. Sebuah pesan dari masa lalu mengingatkan Tally akan misinya untuk memulihkan cara berpikir kaum rupawan, yaitu menjadi kelinci percobaan bagi suatu pil penyembuh.

Bersama teman-temannya, Tally diam-diam melakukan pemberontakan. Tanpa disangka, hambatan justru datang dari sahabatnya sendiri. Ketika pertengkaran mereka memuncak, Tally harus berjuang untuk keselamatannya, karena pihak berwenang kota tidak akan segan-segan melawan siapa pun yang merintanginya.

Pendapatku :

Sama seperti seri sebelumnya, novel ini juga bagus. Kita diajak berimajinasi lebih jauh lagi. Tally, si tokoh utama melakukan petualangan yang nggak kalah seru sama seri sebelumnya. Disini tar Tally akhirnya menjalani operasi dan menjadi salah satu warga kaum rupawan. Ia bersenang-senang bersama teman-temannya lalu bergabung dengan sebuah kelompok yang termasuk populer di Kota Rupawan Baru yang bernama Crim. Tally kemudian berpacaran dengan pemimpin Crim, Zane. Waktu terus berlalu. Tally yang kehilangan ingatan pasca operasi kini mulai mengingat lagi tentang keberadaan komunitas Smoke dan juga kekasihnya yang buruk rupa, David. Ia juga ingat janjinya pada Smoke untuk melakukan uji coba terhadap obat yang dikembangkan diam-diam oleh orang tua David, obat untuk menyembuhkan para kaum Rupawan.

Bersama Zane dan teman-temannya, mereka melakukan pemberontakan dan kabur dari Kota Rupawan untuk mencari komunitas Smoke. Sayangnya, Shay, sahabat Tally malah menghianatinya. Ia bekerja sama dengan Dr.Cable yang jahat untuk kembali menangkap Tally dan teman-teman dan juga menangkap Smoke. Ternyata Shay sudah menjadi anggota Specials, para penguasa yang bekerja menjaga keamanan dan ketertiban warganya. Dan disini Shay menunjukkan perubahan sifat 180° dibanding dulu saat ia belum menjadi Rupawan. Hew. Menyedihkan..

Nah. Karena ceritanya asyik untuk diikuti, jadi ngak sabar nunggu seri yang ketiga, Spesials. Gimana kabar Tally dan Zane ya? Trus David gimana? Mari kita cari tahu di seri ketiganya. =D

Ratingku buat novel ini  :  8,7

 
4 Comments

Posted by on April 8, 2011 in Young-Adult

 

Uglies 1 – Uglies


uglies 1-uglies

  • Pengarang     :   Scott Westerfeld
  • Genre            :   Adventure
  • Tebal             :   432 hlm
  • Penerbit         :   Matahati
  • Harga            :   53.550 IDR
  • Cetakan         :   April 2010
  • Tanggal Beli   :   21 Januari 2011

Tally Youngblood akan berusia enam belas tahun, dan dia tak sabar menunggunya. Di dunia Tally, umur enam belas tahun berarti perubahan dari buruk rupa menjadi rupawan. Dengan menjadi rupawan, dia akan memasuki dunia berteknologi tinggi yang menawarkan kehidupan bersenang-senang. Tinggal beberapa minggu lagi, Tally akan memasuki dunia tersebut.

Tetapi dia berjumpa dengan Shay, sesama buruk rupa, yang tidak yakin mau berubah menjadi rupawan. Saat Shay melarikan diri, Tally mempelajari suatu fakta dari dunia rupawan ―yang mengguncang dan tak secantik wujudnya.

Tally berada dalam situasi terburuk yang tak pernah dibayangkannya: mengkhianati temannya sendiri atau tak akan berubah menjadi rupawan sama sekali. Pilihan Tally akan mengubah dunianya untuk selamanya.

Pendapatku :

Bagus! Novel yang bagus. Kita diajak untuk berimajinasi dimana tema cerita yang dimainkan beda dari yang lain.

Sepemahaman dan sepenangkapku, setting waktu cerita ini bukan masa kini dengan kehidupan yang berbeda dengan kita, TAPI, setting masa depan ―dimana nanti di dalam cerita terdapat situs reruntuhan kota― yang menggambarkan bahwa kehidupan atau peradaban manusia kita ini adalah masa lalu mereka. Karena sebuah bencana  tertentu memusnahkan peradaban kita, dan ada segelintir orang yang selamat dan menciptakan sebuah komunitas yang nanti jadi cerita novel ini.

Secara keseluruhan aku suka novel ini. Fresh!

Ratingku buat novel ini  :  8,5

 
6 Comments

Posted by on April 8, 2011 in Young-Adult