RSS

Category Archives: Mythology

Percy Jackson & The Olympians 5 – The Last Olympian


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    456 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    57.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2009
  • Cetakan ke-1            :    Juni 2010
  • Tanggal Beli             :    5 Juli 2010

Akhirnya, ramalan besar itu pun didengar utuh oleh Percy Jackson saat beberapa hari lagi dia benar-benar akan menginjak usia enam belas tahun.

Kekhawatiran memuncak, ketegangan menjadi-jadi.

Kronos dan sekutu para Titan menyusun strategi penyerangan penghabisan dari segala penjuru. Seluruh blasteran di perkemahan pun bersiap untuk pertempuran terdahsyat dalam hidup mereka. Bahkan para dewa pun tak tahu, apakah ini akan menjadi akhir dari Olympus, akhir dari peradaban Barat? Istana Poseidon di ambang kehancuran, raksasa terkuat andalan sang penguasa Titan, Typhon, menyerang kota dan bergeming meski dihadang bertubi-tubi oleh para dewa. Petir Zeus bahkan tak bisa melukainya!

Percy hampir tak punya harapan, kecuali satu jalan keluar yang diusulkan Nico sang putra Hades. Namun, jika keberuntungan tak berpihak kepadanya, tindakan itu bisa berujung pada kematiannya―dan kemusnahan Bangsa Olympia.

Review :

Akhirnya tiba di jilid terakhir seri Percy Jackson & The Olympians! Ya ampun.. Aku inget, dulu waktu baca novel ini rasanya sayaaang banget novel ini berakhir. Tapi ya apa boleh buat, memang berakhir di seri ke 5.. Yang penting, akhir ceritanya mantap! The Last Olympian ini penuh dengan intrik, bahaya, dan yang jelas penuh petualangan. Hampir selalu cerita berlanjut dari satu laga ke laga selanjutnya, hampir tanpa adegan nggak penting. Setiap adegannya menurutku penting, entah itu yang lagi perang atau adegan itu mengandung petunjuk tertentu untuk adegan-adegan berikutnya.

Rasa lucu menggelitik bagiku saat membaca adegan dimana ada Tyson dan Percy, dan Tyson yang merupakan  saudara tiri Percy dari ras Cyclops memanggil Percy dengan panggilan ‘kak’, ya ampun, aku geli setengah mati.. Hhaha..

Disini akhirnya Percy melihat Istana bawah laut ayahnya, Poseidon. Sayangnya saat itu situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk berkunjung biasa. Percy bertemu istri kekal dan anak Poseidon. Agak canggung sebenarnya. Aku aja yang baca ikut merasa canggung.. Percy dan ayahnya ―ini bagian yang aku suka! Saat ayah dan anak itu bertemu! Hhehe― terlibat perbincangan dimana Poseidon memaksa Percy untuk  kembali ke daratan dan melanjutkan perjuangannya.

Nah, diceritakan  akhirnya tubuh Luke diambil alih Kronos. Untuk mencari tahu tentang Luke, Percy dan Nico mengunjungi Bu Castellan, ibu kandung Luke. Mereka menemukan satu fakta, bahwa ternyata Ibu Luke dapat melihat menembus Kabut dan kini mengalami gangguan jiwa karena pernah mencoba untuk menjadi Oracle dan gagal lalu kemudian Luke kecil pergi meninggalkannya. Kabur. Tambah kacau lah kejiwaannya. Lah, waktu Percy sama Nico berkunjung aja Percy dipanggil Luke. Ckck.. Kasihan..

Setelah mengunjungi Bu Castellan, Percy dan Nico bertemu dengan Dewi Hestia, Dewi Perapian, yang ternyata eh ternyata, dialah yang nanti yang dimaksud sebagai Dewi Olympia Terakhir. Kenapa? “… karena ketika segala hal lain gagal, ketika semua dewa kuat lain pergi berperang, akulah satu-satunya yang tertinggal. Rumah. Perapian. Akulah dewi Olympia terakhir…” kata Dewi Hestia. Wew..

Akhir cerita juga cukup adil. Walaupun kaget juga. Ternyata Rachel nanti jadi Oracle dan membuatnya tidak bisa menjalin kasih dengan Percy, sedangkan Percy, taulah, pasti bakal jadian sama Annabeth.. Semuanya happy ending! =D

Dari hasil pengalamanku membaca seri Percy Jackson, aku merekomendasikan buku ini buat kalian baca. Sangat ku rekomendasikan! Buku ini terasa fresh dengan idenya yang cemerlang serta tema mitologi Yunani yang asik untuk diikuti. Walaupun ceritanya sering adegan bertempur, tetap ada selingan humor yang menjadikan nya asyik. Bahkan humor-humor itu tidak jarang dikeluarkan oleh para Dewa, termasuk Poseidon dan Zeus dan jelas, aku tertawa membacanya. Di bayanganku, Poseidon dan Zeus jelas tipe yang asik dan bukan pribadi yang kaku-kaku amat.

Dan satu pujian terakhir dariku, Rick Riordan adalah seorang jenius! Riordan sangat keren bisa menyuguhkan sebuah cerita yang sangat layak untuk diikuti =)

Ratingku buat novel ini : 8,8!

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on May 20, 2011 in Mythology

 

Percy Jackson & The Olympians 4 – The Battle Of The Labyrinth


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    448 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    55.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2008
  • Cetakan ke-4            :    Mei 2010
  • Tanggal Beli             :    5 Juli 2010

Percy pindah sekolah (lagi!)… tapi kali ini lebih parah, ketika orientasi murid baru, Percy sudah bikin kekacauan. Belum-belum Percy sudah berhadapan dengan monster yang menyamar jadi cheerleader. Dan Percy pun sebenarnya sudah kehabisan waktu, perang antara para dewa dan titan semakin dekat. Kronos dan pasukan pengikutnya sedang mencari jalan untuk menembus sihir perkemahan dan meluluhlantakkan Perkemahan Bukit Blasteran. Misi baru harus segera dituntaskan. Annabeth kali ini yang memimpin. Bersama Tyson dan Grover mereka harus masuk ke bawah tanah, menjelajahi Labirin buatan Daedalus, yang luas dan rumitnya luar biasa, dengan bahaya mengintai di setiap persimpangan.

Dalam misi yang dahsyat ini monster-monster kuno mengintai mereka, Labirin menyesatkan mereka, dan kenyataan tentang keberadaan dewa Pan yang dicari Grover akhirnya terkuak. Berhasilkan Percy menyelamatkan Bukit Blasteran?

Review :

Haaaa, petualangan Percy yang ke empat!! Ceritanya lebih asyik lagi dibandingkan buku ketiga..

Paul Blofis, pacar ibu Percy memaksakan diri agar sekolah tempat ia bekerja sebagai guru bahasa Inggris, Goode High School, menerima Percy sebagai murid kelas sembilan. Percy sudah pesimis. Dan betul saja, baru masuk gerbang Goode ia sudah disambut oleh para pemandu sorak yang berbau seperti kuda habis dimandikan dan bertulang seperti tiang bendera. Hhaha.. Tau sendirilah, pasti ada kegemparan yang terjadi.. Dia diserang oleh para monster empousa dan kali ini Percy ditolong oleh Rachel Elizabeth Dare, seorang gadis yang dulu pernah ia temui di Bendungan Hoover ―cerita buku sebelumnya― dan menolongnya. Rachel dapat melihat menembus kabut, itulah kenapa ia bisa melihat monster itu sebelum Percy menyadarinya. Tapi yang lucu, di akhir bab pertama, kayaknya Annabeth jealous sama Rachel. Hhihi..

Di Perkemahan Blasteran, ada karakter baru, seorang instruktur tarung pedang yang misterius bernama Quintus dan ia memelihara seekor anjing neraka bernama Nyonya O’Leary. Disini ia bertemu lagi dengan saudara seayahnya, Tyson, yang seorang Cyclops, lalu ada Grover yang baru saja menjalani persidangan dengan Dewan Tetua Berkuku Belah. Disuatu malam, ia mendapat pesan Iris mengenai keberadaan dan rencana Nico di Angelo, bocah 10 tahun yang sesungguhnya adalah Putra Hades, Dewa Kematian. Percy yakin, bocah itu akan mencarinya untuk balas dendam dan menukar nyawa Percy dengan kakaknya yang mati, Bianca di Angelo. Ia terus menyalahkan Percy atas kematian Bianca.

Untuk menemukan bengkel kerja Daedalus dan menghentikan niatan Luke sang pengkhianat, Annabeth memimpin misi yang disertai Percy, Grover, dan Tyson ke dalam labirin bawah tanah. Melalui labirin itu mereka menemui banyak kejadian dan menemukan banyak tempat. Petualangan yang seru dimulai dari sini. Belum lagi nanti si Rachel ambil bagian di petualangan mereka. Dan akhirnya Grover menemukan Dewa yang hilang, tapi sayang kondisinya tidak bagus. =(

Yang paling aku suka saat akhir cerita, Percy berulang tahun ke lima belas dan Poseidon DATANG!!! Aku paling suka saat Poseidon dan Percy berbincang barang cuma sebentar. Aku selalu membayangkan Poseidon sosok yang anggun dan gagah dan ayah yang kereen… Apalagi dia Dewa Penguasa Lautan.. hhe..  Asik aja ngebayangin hubungan dua orang ini..

Ratingku buat novel ini : 8,6

 
2 Comments

Posted by on May 18, 2011 in Mythology

 

Percy Jackson & The Olympians 3 – The Titan’s Curse


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    402 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    54.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2007
  • Cetakan ke-4            :    Mei 2010
  • Tanggal Beli             :    5 Juli 2010

Lima akan pergi ke barat menuju dewi terantai,

Seorang akan menghilang di dataran tanpa hujan,

Amukan Olympus menunjukkan jejaknya,

Pekemah dan Pemburu bersatu akan bertahan,

Kutukan Bangsa Titan harus seorang hadapi,

Dan seorang akan binasa di tangan salah satu orangtuanya.

Sesosok monster purba yang telah punah hingga ribuan tahun kini bangkit—monster yang dikabarkan sebagai pembawa kiamat bagi dewa-dewi Olympus. Dan Artemis, satu-satunya dewi yang tahu cara melacaknya, tengah menghilang tanpa jejak. Kini, Percy dan teman-temannya, bersama dengan para Pemburu Artemis, hanya memiliki waktu satu minggu untuk mencari dewi yang diculik dan memecahkan misteri monster yang tengah diburu. Percy dan kawan-kawan pun mengawali misi ini dengan dibayangi oleh tantangan paling berbahaya yang pernah mereka hadapi: ramalan mengerikan sang Oracle mengenai kutukan bangsa Titan.

Siapa yang akan menghilang di dataran tanpa hujan? Dan siapa yang akan binasa di tangan salah satu orangtuanya?

Review :

Kembalinya Thalia memberikan warna baru di cerita ini. Thalia, Annabeth, dan Percy memulai cerita dengan menyamar sebagai siswa di sebuah sekolah asrama militer dimana Grover berada. Mereka bertiga mendapat panggilan darurat dari Grover yang membutuhkan bantuan. Ternyata Grover menemukan dua anak-blasteran, dua bersaudara bernama Bianca dan Nico di Angelo. Dua bersaudara inisudah di incar oleh seorang monster yang terus mengamati mereka. Percy menghadapi monster ini sendiri. Ia meminta bantuan Grover melalui telepati dan, ya ampun, aku tertawa ngakak saat membaca bagian Percy memanggil Grover. Konyol banget.

Di buku ini nanti bakal diperkenalkan pada beberapa Dewa baru yang muncul, seperti Artemis dan Apollo, yang merupakan sepasang dewa kembar. Artemis, Dewi Perburuan, memiliki sepasukan gadis Pemburu dengan Zoë Nightshade sebagai pemimpin mereka. Diakhir-akhir nanti Thalia memilih untuk menjadi Pemburu juga. Hhe.. Sedangkan Apollo, Dewa Matahari, adalah lelaki jenaka yang usil dan cinta pantun. Tapi tampak ia sedikit playboy.

Nanti di ceritakan bahwa Annabeth menghilang, begitu juga dengan Dewi Artemis. Lalu ―sayangnya― Bianca meninggal dan Nico marah besar. Ternyata eh ternyata, Banca dan Nico adalah anak Hades! Ckck.. Ketiga besar sudah melanggar janji mereka. Tapi, benarkah begitu? Usut punya usut ternyata  sebenarnya Hades tidak melanggar janji. Bianca dan Nico sesungguhnya terlahir jauh sebelum Perang Dunia II, sebelum sumpah diambil. Mereka berdua selama ini terperangkap di Kasino Lotus dimana waktu berhenti berputar. Mereka terperangkap puluhan tahun di situ tanpa menyadari hingga suatu hari ada seorang pengacara yang mengajak mereka keluar dan mengirim mereka ke Asrama Westover.

Percayalah, aku tidak merasakan keganjilan saat membaca novel ini. Yang ada aku malah kagum sama Rick Riordan. Dia menciptakan sebuat cerita dengan alur yang tidak terduga, penuh kejutan, dan enak diikuti. Bumbu tawa juga tidak lupa ia sertakan hingga membuat kita yang membaca kelima serinya tidak merasa bosan dan kecewa.

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
Leave a comment

Posted by on May 16, 2011 in Mythology

 

Percy Jackson & The Olympians 2 – The Sea Of Monsters


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    370 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    44.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2006
  • Cetakan ke-4            :    Mei 2010
  • Tanggal Beli             :    22 Juni 2010

Setelah menghabiskan musim panas lalu berjuang mencegah meletusnya peperangan besar antar para dewa dengan mencari petir asali Dewa Zeus, Percy Jackson ternyata belum bisa menikmati ketenangan. Kali ini dia kewalahan menghadapi teman barunya, Tyson, anak tunawisma berbadan besar dengan tingkah seperti anak kecil yang selalu mengekor Percy ke mana pun dia pergi. Lalu tiba-tiba Annabeth datang membawa kabar buruk: Perkemahan Blasteran—satu-satunya tempat perlindungan bagi anak-anak setengah dewa—terancam dikuasai oleh para monster. Seolah-olah belum cukup, pesan mimpi juga datang pada Percy yang menyiratkan sahabatnya Grover tengah dalam bahaya.

Tak tanggung-tanggung, untuk menyelamatkan Perkemahan Blasteran dan menemukan sahabatnya, Grover, Percy harus mengarungi Lautan Monster, tempat mengerikan yang dihindari oleh pelaut waras mana pun. Dan dalam perjalanannya kali ini, ramalan yang disimpan rapat-rapat oleh Chiron dan para dewa dari Percy pun perlahan-lahan mulai terkuak.

Review :

Dulu waktu aku baca novel ini kayak orang kesetanan. Hhe.. Dalam artian aku nggak berhenti-berhenti, terus-terusan membalik tiap halamannya. Aku baca seri pertama juga lumayan cepet, makanya hari berikutnya setelah selesai baca aku langsung ke toko buku lagi buat beli seri keduanya. Cuma, waktu selesai seri ini aku nggak sempat-sempat buat beli yang buku ke tiga, makanya agak ada jeda bacanya.

Awal cerita dimulai dengan mimpi Percy mengenai Grover. Di mimpi itu Grover sedang berlari ketakutan dan menghindari sesosok makhluk yang tidak bisa Percy lihat. Tapi Percy tahu, temannya itu sedang dalam bahaya.

Setting waktu awal cerita adalah hari terakhir sekolah, dan yang menakjubkan, Percy hampir berhasil melewati satu tahun sekolahnya di kelas tujuh tanpa kekacauan yang membuatnya harus dikeluarkan dari sekolah. Hampir. Di seri ke dua kali ini Percy mendapat seorang teman baru. Namanya Tyson. Dan di jam pelajaran olahraga, Tyson yang berbadan besar tapi cengeng dan sering dikerjain abis-abisan oleh gangster sekolah bernama Matt Sloan, mengatakan bahwa ia tidak menyukai kroni Matt Sloan karena berbau aneh. Percy baru mengerti maksud Tyson saat keenam kroni Matt berubah jadi Monster Laistrygonian, monster berbadan raksasa. Terjadi kekacauan di gymnasium, kebakaran dan kehancuran dimana-mana. Saat para guru datang, Percy lah yang jadi kambing hitam. Itulah kenapa ia dan Tyson segera kabur menyusul Annabeth yang sempat menolongnya.

Kalau Percy mendapat mimpi mengenai Grover, Annabeth ternyata bermimpi buruk mengenai perkemahan. Bersama Tyson, mereka bertiga menuju Perkemahan Blasteran dengan sebuah taksi magis yang dikendarai oleh tiga wanita tua ―yang disebut Abu-Abu Bersaudara― dengan satu mata bagi mereka bertiga. Di bagian ini, aku selalu tertawa. Lucu juga di ceritakan ada tiga wanita tua, yang bernama Prahara, Tawon dan Gusar, dan mereka hanya memiliki satu mata dan satu gigi untuk bersama. Jadi mereka sering berebut mata dan gigi. Belum lagi cara nyetir taksi mereka yang, wew, mencemaskan.

Sesampainya mereka di dekat Bukit Perkemahan, mereka langsung menyadari ada yang tidak beres. Sedang terjadi penyerangan terhadap Para Pekemah. Annabeth, Percy dan Tyson segera turun tangan untuk menolong.

Diketahui kemudian bahwa ternyata pohon Thalia, pohon pinus yang sudah bertahun-tahun melindungi perkemahan, telah diracuni. Thalia adalah Putri Zeus yang diubah nya menjadi pohon karena anaknya itu sedang sekarat setelah di serang oleh Monster. Jadi dengan kata lain, sebenarnya Thalia dan Percy adalah anak yang tidak seharusnya lahir, dilihat dari sisi perjanjian Zeus, Poseidon dan Hades mengenai sumpah mereka yang tidak akan pernah memiliki anak dari manusia lagi.

Karena pohon Thalia diracuni, Chiron, sang penanggung jawab Perkemahan di bebas tugaskan karena telah dianggap lalai. Sementara ini jabatannya diambil alih oleh Pak D, Dionysus, Dewa Anggur yang ditunjuk Zeus sebagai program hukuman bagi Dionysus karena telah mengjar-ngejar peri pohon terlarang. Sayangnya Pak D tidak pandai dalam mengambil hati anak-anak didiknya. Percy malah tidak menyukainya karena dinilai tidak cakap dan menyebalkan. Belum lagi ternyata Percy tidak diperbolehkan untuk pergi menjalani misi bersama teman-temannya.

Suatu malam, ia bertemu Hermes, Dewa Pencuri, Pengantar Pesan dan Pengembara. Mereka mengobrol dan Hermes memberi Percy hadiah yang kelak digunakan Percy dalam keadaan darurat. Hermes juga memberi perlengkapan berkelana untuk tiga orang dan memberi waktu lima menit untuk mengambil keputusan mengenai perjalan untuk menemukan Grover dan Bulu Domba untuk kesembuhan pohon Thalia. Annabeth dan Tyson tiba saat Hermes menghilang. Tidak lama kemudian terdengar bunyi para Harpy mengejar anak-anak yang menyelinap dari Perkemahan. Mereka bertiga memutuskan untuk kabur melalui laut menuju sebuah kapal dengan bantuan Poseidon untuk mencapainya. Kapal itu bernama Putri Andromeda dan ada sesuatu yang aneh mengenainya. Dari sinilah petualangan Annabeth, Percy dan Tyson dimulai. Mereka harus mencari Bulu Domba, menyelamatkan Grover, dan yang terpenting mereka akan berhadapan dengan Luke, yang telah menghianati para Dewa dan memihak para Titan dengan alasan ia membenci para Dewa, terutama ayahnya, Hermes.

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
Leave a comment

Posted by on May 15, 2011 in Mythology

 

Percy Jackson & The Olympians 1 – The Lightning Thief


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    458 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    54.000 IDR
  • Pertama terbit          :    28 Juni 2005
  • Cetakan ke-4            :    April 2010
  • Tanggal Beli             :    20 Juni 2010

Percy Jackson—dua belas tahun, penderita disleksia—hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya … lagi. Tetapi itu hanya sedikit saja dari sekian masalah yang menantinya. Monster-monster dan dewa-dewi dari Gunung Olympus tampaknya berebutan keluar langsung dari buku pelajaran Sejarah Yunani milik Percy. Lebih parah lagi, Percy telah membuat beberapa di antara mereka marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, dan Percy adalah tersangka utamanya.

Kini Percy dan dua orang kawannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di Gunung Olympus. Tetapi tantangannya jauh lebih berat dari itu, Percy akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibandingkan pada dewa sendiri.

Review :

I Love This Book! Aku suka banget. Aku cintaaa banget sama buku ini. Hhaha.. Pertama, buku ini enak dibaca, ringkas, dan jelas. Diceritakan dari sudut pandang Percy, si tokoh utama. Yang kedua, ada saat membuat kita tertawa. Ketiga, konflik yang dibuat membuat kita merangkai kejadian-kejadian, dan yang menarik, sang penulis berhasil membuat rangkaian yang berbelit tersebut jadi sangat simple dan tampak alamiah, tidak terkesan dipaksakan. Rangkaian peristiwa ini menghubungkan satu plot dengan plot yang lain dengan apik, jadi terasa masuk akal buat kita. Dan yang terakhir, keempat, buku ini tema utamanya tentang Mythology Yunani. Aku suka Mythology Yunani. Nanti diceritakan tentang dewa-dewa Yunani dan peranan serta kekuatan masing-masing, lalu tentang Demigod (selanjutnya disebut Pahlawan di buku ini), yaitu anak-anak keturunan dewa dengan manusia, dan juga ada para Titan ―penguasa dan musuh para dewa.

Aku baca buku ini, entah kenapa jadi suka iseng-iseng nyari keterangan tentang dewa-dewa Yunani. Rasanya pingin tahu lebih banyak. Pada dasarnya buku ini memang bisa menginspirasi anak- anak untuk belajar lebih banyak tentang mitologi dan buku ini adalah pengenalan yang  baik untuk beberapa dewa mitologis dan makhluk-makhluk lain yang ikut andil dalam kisah-kisah mereka, tapi aku yakin, para pembaca bisa menikmati buku ini lebih banyak kalau mereka punya pendidikan dasar dalam mitologi Yunani kuno. Makanya ku pikir, asik juga ya buat anak-anak Amerika. Sebagian besar dari mereka kan ada pelajaran Sejarah Yunani di sekolah mereka. Jadi pingiin.. hhehe..

Nah, mengenai cerita di novel ini. Udah pasti bakal banyak petualangan. Dan sangat asyik buat diikuti! Awal cerita Percy Jackson dan Grover Underwood adalah teman baik di sebuah sekolah untuk anak-anak bermasalah. Cerita berlanjut sampai pada hal dimana Percy terpaksa mengetahui siapa dia sebenarnya dan dimana dia seharusnya berada, yaitu Perkemahan Blasteran. Awal kehidupannya di Perkemahan, ia belum mengetahui anak siapa dia sesungguhnya. Hal ini membuatnya harus tinggal sementara di pondok Hermes, Dewa Pejalan, pondok yang diperuntukkan bagi mereka yang belum ditentukan keturunan siapa. Barulah setelah ia dan teman-teman perkemahan melakukan latih tanding, akhirnya diputuskan bahwa Percy adalah Putra Poseidon, Dewa Kelautan. Pindah lah dia ke Pondok Poseidon. Dan tinggal sendirian. Karena hanya dia satu-satunya Putra Poseidon di Perkemahan ini.

Singkat cerita, nanti diketahui bahwa ternyata sekitar setelah Perang Dunia II, Dewa Tiga Besar: Zeus, Poseidon dan Hades membuat perjanjian dan bersumpah bahwa mereka tidak akan lagi memiliki keturunan pahlawan karena anak-anak mereka terlalu kuat dan dapat menyebabkan pertumpahan darah, seperti yang pernah terjadi. Itulah kenapa Percy tidak disukai karena ia merupakan simbol yang menyatakan bahwa Poseidon telah melanggar sumpahnya. Zeus yang kehilangan Petir nya menuduh Percy yang telah mencuri. Percy pun berniat menunjukkan bahwa bukan ia yang mencuri dengan mencari Petir itu, dengan dibantu Grover yang ternyata seorang Satir, dan Annabeth Chase, Putri Dewi Athena: Dewi Kebijaksanaan dan Strategi Perang. Mereka bertiga melakukan petualangan yang wajib kalian baca! Buat kalian yang pecinta petualangan dan mythology, kalian nggak akan kecewa deh..

Oia, Percy Jackson ini juga ada movienya lhoo.. Kalau mau tahu pendapatku mengenai filmnya, klik disini! 🙂

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
5 Comments

Posted by on May 12, 2011 in Mythology

 

Avalon High


  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama, Fantasy
  • Tebal                       :    312 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    35.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1 Desember 2005
  • Cetakan                   :    Oktober 2010
  • Tanggal Beli             :    7 Oktober 2010

SMA Avalon sekilas terlihat seperti sekolah biasa, yang mempunyai siswa-siswa biasa: Ada Lance, si atlet. Jennifer, si cheerleader. Dan Will, si presiden kelas senior, gelandang, dan si cowok teladan.

Tapi tidak semua orang di SMA Avalon terlihat seperti aslinya… bahkan juga Elle. Sebagai siswa pindahan baru Ellie akan menemukan jati dirinya. Peran apa yang akan dia mainkan dalam drama yang sedang berlangsung di SMA Avalon? Bagaimana jika rangkaian kejadian dan kebetulan aneh yang dialaminya berarti—seperti yang dialami para kesatria Raja Arthur—akan terjadi tragedi yang menimpa SMA Avalon?
Dan yang paling buruk, bagaimana jika Ellie tidak berdaya untuk mencegah tragedi itu?

Review :

Awal cerita, Elaine ―Elle―pindah dari St. Paul bersama Ayah dan Ibunya sedangkan kakaknya, Geoff, sedang memulai tahun pertama kuliah di kota lain. Elle pindah ke SMA Avalon dan berkenalan dengan Will Wagner, Jennifer Gold, dan Lance Reynolds. Di pelajaran Sastra Dunia, gurunya, Mr. Morton, memasangkannya dengan Lance untuk sebuah tugas dan mereka mengerjakan The Lady Of Shalott sebagai proyek mereka. Sebenarnya nama Elle diambil dari si tokoh utama dalam The Lady Of Shalott,  Elain of Astolat. Belum lagi ibunya juga sedang menulis buku mengenainya. Itulah kenapa Elle sangat enggan untuk mengerjakannya.

Seiring dengan ia mempelajari tugasnya ia menyadari, ternyata, tidak seperti tampaknya, “Legenda Camelot” masih ada! Keganjilan paralel antara kehidupan mereka saat ini dan Legenda Arthurian membuat Ellie sinis menerima kenyataan bahwa Raja Arthur yang sudah lama meninggal ternyata telah bereinkarnasi sebagai Will Wagner. Dan melengkapi keanehan itu, ternyata Elle adalah Elain of Astolat yang terlahir kembali! Wew.. Avalon High tampaknya adalah tempat yang penuh sejarah. Ditambah dengan bangkitnya sebuah kekuatan gelap sekali lagi yang mana ingin menghancurkan King Arthur, Elle terjebak dalam situasi yang membahayakan.

Ternyata Avalon High telah di film kan. Belum lama aku nonton filmnya, produksi Disney Channel.

Yah, seperti yang sering terjadi, ada perbedaan-perbedaan yang cukup mencolok antara film dan bukunya. Dan menurutku ini parah. Pertama, di film nama keluarga Ellie adalah Pennington bukan Harrison seperti halnya di buku. Begitu juga dengan Lance, di buku bukan Benwick tetapi Reynolds. Dan Kedua, sebenarnya karakter Miles tidak ada di buku. Ketiga dan yang paling penting, apa-apaan mereka merubah jalan ceritanya! Masa Marco yang harusnya si antagonis malah jadi baik sedangkan Mr. Morton, guru mereka, yang baik malah jadi si antagonis!

Well, aku nggak ngerti kenapa harus dibikin filmnya kalo ujung-ujung hanya dirombak. Konyol. Terkesan memaksakan dan jatuhnya sangat ―sangat― mengecewakan. Kalau memang niat di film kan, sebaiknya di garap apa adanya.. Sayang kan bukunya..

Ratingku buat novel ini : 7,2  (dan buat filmnya, dibawah 5!)

 
Leave a comment

Posted by on April 28, 2011 in Mythology