RSS

Lima Sekawan 15 – Melacak Jejak Rahasia

03 Jun

lima sekawan 15-melacak jejak rahasia

  • Pengarang               :    Enid Blyton
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    208 hlm, 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    23.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1956
  • Cetakan ke-9            :    Agustus 2002
  • Tanggal Beli             :    –

Petualangan KELIMA BELAS mereka yang seru dan mengasyikkan!

Lima Sekawan pergi berkemah di dekat reruntuhan rumah tua. Tapi benarkah rumah itu tak ada penghuninya? Soalnya di malam hari Anne mendengar bunyi-bunyian aneh. Waktu ia memberitahu yang lainnya, mereka tak percaya. Sampai mereka melihat sinar menyeramkan di tengah malam…

Review :

Kisah kali ini dibuka oleh George yang berteriak kesana kemari memanggil ibunya. Rupanya ia ingin mengadu bahwa Timmy sedang kesakitan. Well, ya Timmy mendapat luka di belakang telinganya yang menyebabkan ia harus mendapat jahitan dan mamakai kerah kardus agar Timmy tidak menggaruk telinganya. Seharian itu George jadi jengkel karena banyak yang menertawakan Timmy. Namun kekesalannya harus segera ia pendam karena Anne sebentar lagi akan tiba. Kali ini Anne datang sendiri karena kedua abangnya sedang darmawisata ke Prancis bersama teman-teman sekolah mereka. Sayang, belum sampai Anne datang, George tidak bisa menahan diri lagi.

Malam hari, George mempersiapkan peralatan berkemah dan bekal kemudian meninggalkan surat dan pergi bersama Timmy untuk menyendiri. Setidaknya hingga luka Timmy sembuh dan anjing kesayangannya itu tidak perlu memakai kerah kardus lagi. Ia berkemah di sebuah sudut taman desa dekat sungai. Di surat yang ia tinggalkan ia menginstruksikan kalau Anne, sepupunya itu, sudah datang maka ia boleh bergabung dengan George dengan datang ke sebuah simpang jalan yang ditunjuk George sedangkan pada waktu yang telah ditentukan George akan menjemputnya.

Setelah Anne datang, ibu George menceritakan kejadian perginya George. Tentu saja Anne mengiyakan penawaran yang disampaikan padanya mengenai ikut berkemah dengan George. Setelah menunggu George lumayan lama di persimpangan jalan yang dibilang George, akhirnya sepupunya itu muncul. Rupanya dari tadi George dan Timmy bersembunyi di semak-semak untuk memastikan ibu atau ayahnya tidak menunggu di tempat lain dan membujuk dirinya agar pulang kerumah.

Ternyata lokasi George berkemah cukup menyenangkan dan tenang. Anne menyukainya. Mereka bahkan sempat tidur siang. Namun kemudian Timmy membangunkan mereka dan mengejutkan George karena anjing kesayangannya itu sedang mengunyah tulang padahal Anne tidak membawa tulang tadi. Kini George dan Anne punya kecurigaan ada orang lain yang juga berkemah di sekitar situ karena beberapa kali mereka mendengar sebuah suara aneh.

Di dekat tempat mereka berkemah memang ada sebuah rumah bobrok yang tak berpenghuni. Anne dan George berkeliling ke dalam rumah itu. Ternyata rumah itu sungguh sangat-sangat bobrok dan rusak di sana sini. Ampun.. Yang mengejutkan, Anne dan George mendengar suara-suara hewan. Aneh, padahal disitu tidak ada hewan apapun. Kemudian mereka pun kembali ke kemah. Lagi-lagi mereka mendengar suara hewan, kali ini suara kucing. Karena penasaran, George yang mencari asal suara itu. Ternyata asal suara itu dari seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang memiliki tampang bandel. Anak tersebut  sebenarnya cukup menyenangkan dan Anne menyukainya. Tapi anak ini melarang Anne dan George untuk mengunjungi tempatnya berkemah karena ia sedang mengadakan ekspedisi penggalian dan ia sendiri berjanji untuk tidak menganggu Anne dan George lagi.

Tapi entah kenapa malam harinya bocah lelaki itu datang lagi dan kali ini tampangnya musam cemberut. Bahkan ia tidak ingat pernah membuat perjanjian dengan Anne dan George. Selain itu bocah ini juga sedikit galak. Well, kalau menurutku anak ini pasti punya kembaran sedangkan Anne dan George belum tahu. Hhe..

Malam itu Anne terbangun dari tidurnya dan merasa kehausan. Ia pun pergi ke mata air seorang diri untuk minum. Setelah selesai saat akan kembali ke tenda ia tiba-tiba hilang arah. Ia lupa dari mana arah ia datang tadi. Ia pun melanjutkan perjalanan dengan keraguan hingga tiba-tiba ia terkaget dan berhenti karena ia melihat sebuah kilatan cahaya terang yang sangat cepat. Setelah matanya terbiasa dengan gelap malam, ia melihat bahwa ternyata ia berjalan ke arah reruntuhan rumah tua, bukannya ke arah perkemahannya. Dan cahaya itu berasal dari bangunan tua tersebut. Belum lagi ia mendengar suara orang berbisik-bisik serta langkah orang berjalan di lantai batu. Hmm.. Anne segera kembali ke perkemahan dan membangunkan George. Begitu mendengar cerita Anne, George dan Timmy ikut memeriksa bangunan tua itu, tapi tidak ada apa-apa. Bahkan George mengira Anne pasti bermimpi.

Pagi harinya Anne jadi ikutan ragu, apakah ia memang hanya bermimpi? Saat mereka mengunjungi kemah anak laki-laki kemarin, anak itu kesal dan marah karena dikiranya Anne dan George tidak menepati janji. Anne dan George pun pergi dengan kesal. Kemudian tidak jauh ia menemukan anak laki-laki itu sedang duduk-duduk sambil membaca buku. Tentu saja Anne dan George yang sudah kesal ditambah si anak yang bermuka masam tadi jadi semakin kesal lah mereka. Mereka segera pergi.

Kemudian Anne dan George menemukan sebuah telaga kecil dimana mereka bisa berenang sejenak sebelum mereka kembali ke Pondok Kirrin karena mereka kehabisan suplai makanan. Bibi Fanny menyampaikan kabar bahwa sehari dua hari lagi Julian dan Dick akan datang karena mereka sudah kembali dari Prancis. Tentu saja George dan Anne senang bukan main karena akhirnya Lima Sekawan akan berkumpul lagi.

Setelah kembali ke perkemahan, malamnya terjadi hujan yang sangat deras. Terpaksa George dan Anne berteduh di rumah tua. Namun ada kejadian aneh yang membuat Anne ketakutan dan memaksa George untuk kembali saja ke Kirrin hari berikutnya. Setelah seharian bersenang-senang, sore hari mereka benar-benar berkemas untuk kembali ke Kirrin. Tapi ternyata rencana mereka batal karena Dick dan Julian tiba-tiba muncul. Yeii, mereka berkumpul kembali!😀

Anne dan George pun bercerita mengenai kejadian semalam, membuat Dick dan Julian berkeinginan untuk menyelidikinya. Mereka pun kembali ke rumah tua dan mencari petunjuk segala keanehan tersebut, namun tidak banyak membantu. Kemudian, malam harinya saat mereka tidur terlelap, terjadi hal yang aneh lagi. Kali ini membuat Lima Sekawan ketakutan, terutama Anne. Namun Julian dan yang lain kemudian meyakini kalau kejadian tersebut pasti perbuatan manusia untuk menakuti dirinya serta adik-adiknya agar anak-anak ini segera pergi dari rumah tua. Tentu saja hari berikutnya Lima Sekawan kembali menyelidiki dan menemukan sesuatu yang memperkuat dugaan mereka.

Karena masih merasa penasaran dan yakin kalau mereka sedang diintai oleh orang lain, mereka pun memutuskan untuk pura-pura pergi dari situ, padahal mereka hanya pindah kemah, sehingga malam harinya Julian dan Dick bisa kembali ke rumah tua tersebut dan mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Betul saja, malam itu Julian dan Dick benar-benar kembali ke rumah bobrok tersebut dan mengintai. Cukup lama sampai akhirnya ada serombongan orang yang datang dan mulai sibuk mencari sebuah lubang rahasia setelah sebelumnya mereka memastikan Lima Sekawan benar-benar pergi dari situ. Dalam diam Dick dan Julian mendengarkan pembicaraan orang-orang tersebut, bahwa mereka cari sedang mencari sebuah lorong kecil dimana seseorang telah menyimpan sebuah catatan ilmiah di dalamnya. Namun hingga waktu lama berlalu, Dick dan Julian yang sedang bersembunyi merasa bosan, lorong rahasia itu tidak juga ditemukan. Setelah yakin rombongan orang itu pergi, Dick dan Julian menyelinap kembali ke perkemahan baru mereka dan kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Anne dan George.

Hari berikutnya, mereka pergi ke perkemahan si anak aneh bernama Guy Lawdler untuk memperingatkannya. Tapi ternyata anak itu udah terlanjur diculik oleh rombongan pencari lorong rahasia. Inilah saatnya Lima Sekawan mengungkapkan apa yang sedang terjadi. Hhaha..  ^.~d

COVER BARU (NC)

 
4 Comments

Posted by on June 3, 2012 in Kids

 

4 responses to “Lima Sekawan 15 – Melacak Jejak Rahasia

  1. laela fitriana

    September 10, 2012 at 2:13 pm

    lima sekawan crita’a bgus2 bgt…..:) owh y…. dmn yah aku bsa dpetin bku lima skawan?

     
    • koleksinovelku

      September 19, 2012 at 4:04 pm

      wah, sekarang uda ada 1 box set lima sekawan, laela. suda enak, lgsg 22 jilid. padahal aku dulu harus ngumpulin satu persatu lhooo.. tapi ya emang kerasa sih mahalnya, 1 box setnya 600rb.😀 di tokobuku kotamu belum ada yg box set kah?

       
  2. Zahara

    December 18, 2012 at 1:00 pm

    udah ada yg 1 box ya..lima sekawan emg seru..o ya mau tanya, prnh bca novel karangan Dan brown kah?

     
  3. Kevin Siahaan

    February 24, 2013 at 1:50 pm

    WAHAAA….. THX BROO~~~ INI DIA YANG SAYA CARI DARI TADI.. ~^,^~

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: