RSS

Monthly Archives: December 2016

The Calypso Chronicles 4 – Dumping Princes


the-calypso-chronicles-4-dumping-princes

  • Pengarang   :   Tyne O’Connell
  • Genre   :   Drama
  • Tebal   :   272 hlm ; 20 cm
  • Penerbit   :   Gramedia
  • Harga   :   40.000 IDR
  • Pertama terbit   :   2006
  • Cetakan   :   Juli 2012
  • Tanggal Beli   :   3 November 2012

 

Calypso Kelly, si cewek Amerika, gembira setengah mati bisa pacaran dengan Pangeran Freddie. Jadi ketika teman-temannya di sekolah berasrama St. Augustine’s di Inggris ramai-ramai memutuskan hubungan dengan cowok masing-masing supaya bisa lebih fokus belajar, Calypso tidak mau ikut-ikutan!
Sayangnya, malah Freds yang lebih dulu mencampakkan Calypso… Ini membuat cewek-cewek St. Augustine’s geram dan mendorong Calypso melakukan aksi Pencampakan Balasan.
Namun, dengan kompetisi anggar tingkat internasional di Italia yang akan diikuti Calypso, dan cowok keren yang menghujaninya dengan perhatian, bisakah rencana Pencampakan Balasan berhasil? Memangnya Calypso tega balas mencampakkan Freds? Dia kan pangeran…

Review :

Ahhahai, jumpa lagi di buku keempat The Calypso Chronicles! Setelah lama vakum, senang akhirnya bisa menghiasai layar PC kalian lagi guys. Hhahaha (dasar PeDe!) Yah, sebenernya ngga maksud vakum beneran yaaa.. Tapi karena kepadatan jadwal koas q, jadi aku sama sekali nda sempat baca novel lagi. Alhasil, novel”q menumpuk dan novel” baru semakin betebaran di rak-rak toko buku. Hhu.. Gemees, pingin beli lagi tapi kok yg dirumah masi banyak yg belum kebaca. Tapi ga papa. Sedikit demi sedikit yaaa aku sempatkan diri buat baca novel lagi. Kangen banget ma novel soalnya 😀

So, kini akan kita bahas ni tentang The Calypso Chronicles 4 – Dumping Princes. Begitu mulai baca novel ini, kita langsung bisa ngerasa ke-khas-an karangan O’Connell, bahasanya sangat lugas dan sangaat santai. Kalo menurut aku pribadi, enak sih diikutin. Hhe.. Jadi, diawal cerita kita disuguhi cerita mengenai perjalanan Calypso dan kedua orang tuanya ─Sarah dan Bob─ menuju Kastil Harthnoon milik keluarga kerajaan untuk berakhir pekan bersama Pangeran Freddie dan keluarnya. Sebenarnya akhir pekan itu tidak terlalu lancar buat Calypso, terutama karena Freds yang menunjukkan tampang kecewa setelah tahu bahwa sakit pilek yang diderita Calypso hanya boongan biar Calypso ngga perlu ikut acara berburu bersama keluarga Freds. Lalu ada komentar yang cukup menohok dari Freds mengenai sandal yang seharusnya dipakai Calypso. Belum lagi adanya cecaran dari sahabat baiknya ─Star, yang sedang berusaha membuat Calypso mencampakan Freds. Ampun deh.. Tapi yang agak bikin “gemes” disini menurutku saat Calypso terus menerus merasa malu terhadap sikap orang tuanya yang kini kembali mesra dan selalu berciuman dimanapun dan kapanpun. Kalo aku sih seneng” aja dengan tingkah konyol orang tua Calypso. Hhahaha..

Kemudian waktunya kembali ke sekolah bagi Calypso. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ini kali pertama Calypso di antar kembali ke Saint Augustine’s oleh orang tuanya. Semester baru kali ini Calypso sekamar dengan Clementine alias Clems, yang gila cowok dan sentimental tapi menarik, dan Indiamacca alias Indie, putri dari Nigeria. Sedangkan Georgina sekamar dengan Izzie dan Beatrice, dan Star sekamar dengan Portia dan Arabella. Tak ada dari mereka yang sekamar dengan Honey O’Hare si cewek dengan banyak julukan jelek. Hhihi.. Tapi tetep aja, karena Honey ngga cocok dengan teman-teman sekamarnya, maka Honey sering nimbrung saat Calypso dan kawan-kawan berkumpul 😛 Yang lucu disini, Honey punya pengawal baru bernama Siddhartha, seorang biksu, pemuda Buddha berjubah orange. Honey selalu merasa dirinya akan diculik dan ayahnya memberi ia seorang pengawal yang menurutnya dapat menjaga Honey. Hadeh, ada-ada ajaaa..

Tapi tentu saja kehidupan sekolah berlanjut. Terutama dengan latihan anggar Calypso dan Portia yang semakin ketat serta pelajaran-pelajaran lain yang membosankan. Hingga akhirnya sampai ke akhir minggu yang sangat dinantikan Calypso karena ia ingin bertemu dengan Freds di Windsor. Tapi guys, pertemuan kali ini malah menjadi saat yang menyebalkan karena Freds mencampakan Calypso dengan alasan Calypso harus fokus untuk ujian GCSE dan turnamen anggar nya. Calypso masih merasa ngambang sampai akhirnya ia tiba di Saint Augustine’s 2 jam lebih awal dari batas waktu pulang. Bahkan  ia baru sadar kalau ternyata ia meninggalkan Clems dan Arabella di Windsor. Dengan perasaan bingung, ia pun pergi ke Aula musik untuk menemui Star dan Indie. Tapi ternyata ia juga mendapati Malcolm disini, dan cowok itu terang-terangan mengatakan, “Aku yakin kau butuh minuman setelah dicampakan” sembari menawari Calypso sebuah botol kecil berisi sampanye.

Setelah Calypso dan kawan-kawan sudah berkumpul, mereka memaksa Calypso untuk melakukan aksi Pencampakan Balasan terhadap Freddie. Bahkan ─yang lebih lucu─ teman-teman kelas sebelasnya , Suster Constante dan para suster lain serta para pengawas asrama, ikut mendukung aksi Pencampakan Balasan ini. Ceritanya sih karena tidak boleh ada yang boleh mencampakan anak Saint Augustine’s kecuali anak Saint Augustine’s sendiri yang mencampakan cowo nya. Hmm.. Latar belakang yang egois sebenarnya.

Tapi nanti rencana mereka ini tidak sepenuhnya berhasil. Pasalnya, saat proses drama “membuat Freddie cemburu dan menyesal telah meninggalkan Calypso” dilakukan, Freddie malah kecelakaan. Tentu saja Calypso merasa sangat bertanggung jawab atas terjadinya bencana ini. Belum lagi karena sebelum Freds kecelakaan, ia melihat Calypso berciuman hangat dengan Malcolm. Hmm..

Sayangnya, sangat sulit menembus pertahanan informasi Eades, yang artinya, Calypso tidak akan mendapatkan bocoran berita apapun tentang sang pangeran. Calypso disergap keletihan dan kemalasan berat setelah berusaha menghubungi Freds namun tak ada kabar. Padahal esok harinya, Ia dan Portia harus terbang ke Florence untuk menghadiri kompetisi anggar Internasional ini. Dengan sangat berat hati, esoknya ia dan Portia dengan di dampingi oleh Mr. Wellend, pelatih anggar mereka yang nyentrik, dan Suster Regina serta Suster Bethlehem, berangkat ke Bandara untuk berkumpul dengan anggota Tim lainnya, terutama musuh bebuyutan Calypso, Jenny Frogmorten.

Setelah tiba di Florence, cerita makin berkembang dan malah kearah lain. Maksudku, well, untuk sesaat kita akan melupakan Freds, dan malah si Malcolm lah yang selalu hadir di sisi Calypso. Hhehe.. Ceritanya ni, gampangnya, mereka lagi pedekate gitu. Tapi entah kenapa aku suka karakter Calypso saat bertemu dengan Malcolm. Terutama yang berhubungan dengan Anak Itik yang malang. Lucuu 😀 Tapi biar gimana-gimana, Calypso tetap saja memikirkan Freds. Nah lhooo.. Akhirnya Calypso ama sapa hayoo?? Balikan ma Freds apa malah ama Malcolm?? Hhehehe.. Yang jelas, menurutku pribadi, akhir kisah Calypso cukup menarik. Calypso Kelly membuktikan kesetiaannya  ^.-d

Ratingku buat novel ini : 7,6

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2016 in TeenLit