RSS

The Calypso Chronicles 4 – Dumping Princes


the-calypso-chronicles-4-dumping-princes

  • Pengarang   :   Tyne O’Connell
  • Genre   :   Drama
  • Tebal   :   272 hlm ; 20 cm
  • Penerbit   :   Gramedia
  • Harga   :   40.000 IDR
  • Pertama terbit   :   2006
  • Cetakan   :   Juli 2012
  • Tanggal Beli   :   3 November 2012

 

Calypso Kelly, si cewek Amerika, gembira setengah mati bisa pacaran dengan Pangeran Freddie. Jadi ketika teman-temannya di sekolah berasrama St. Augustine’s di Inggris ramai-ramai memutuskan hubungan dengan cowok masing-masing supaya bisa lebih fokus belajar, Calypso tidak mau ikut-ikutan!
Sayangnya, malah Freds yang lebih dulu mencampakkan Calypso… Ini membuat cewek-cewek St. Augustine’s geram dan mendorong Calypso melakukan aksi Pencampakan Balasan.
Namun, dengan kompetisi anggar tingkat internasional di Italia yang akan diikuti Calypso, dan cowok keren yang menghujaninya dengan perhatian, bisakah rencana Pencampakan Balasan berhasil? Memangnya Calypso tega balas mencampakkan Freds? Dia kan pangeran…

Review :

Ahhahai, jumpa lagi di buku keempat The Calypso Chronicles! Setelah lama vakum, senang akhirnya bisa menghiasai layar PC kalian lagi guys. Hhahaha (dasar PeDe!) Yah, sebenernya ngga maksud vakum beneran yaaa.. Tapi karena kepadatan jadwal koas q, jadi aku sama sekali nda sempat baca novel lagi. Alhasil, novel”q menumpuk dan novel” baru semakin betebaran di rak-rak toko buku. Hhu.. Gemees, pingin beli lagi tapi kok yg dirumah masi banyak yg belum kebaca. Tapi ga papa. Sedikit demi sedikit yaaa aku sempatkan diri buat baca novel lagi. Kangen banget ma novel soalnya 😀

So, kini akan kita bahas ni tentang The Calypso Chronicles 4 – Dumping Princes. Begitu mulai baca novel ini, kita langsung bisa ngerasa ke-khas-an karangan O’Connell, bahasanya sangat lugas dan sangaat santai. Kalo menurut aku pribadi, enak sih diikutin. Hhe.. Jadi, diawal cerita kita disuguhi cerita mengenai perjalanan Calypso dan kedua orang tuanya ─Sarah dan Bob─ menuju Kastil Harthnoon milik keluarga kerajaan untuk berakhir pekan bersama Pangeran Freddie dan keluarnya. Sebenarnya akhir pekan itu tidak terlalu lancar buat Calypso, terutama karena Freds yang menunjukkan tampang kecewa setelah tahu bahwa sakit pilek yang diderita Calypso hanya boongan biar Calypso ngga perlu ikut acara berburu bersama keluarga Freds. Lalu ada komentar yang cukup menohok dari Freds mengenai sandal yang seharusnya dipakai Calypso. Belum lagi adanya cecaran dari sahabat baiknya ─Star, yang sedang berusaha membuat Calypso mencampakan Freds. Ampun deh.. Tapi yang agak bikin “gemes” disini menurutku saat Calypso terus menerus merasa malu terhadap sikap orang tuanya yang kini kembali mesra dan selalu berciuman dimanapun dan kapanpun. Kalo aku sih seneng” aja dengan tingkah konyol orang tua Calypso. Hhahaha..

Kemudian waktunya kembali ke sekolah bagi Calypso. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ini kali pertama Calypso di antar kembali ke Saint Augustine’s oleh orang tuanya. Semester baru kali ini Calypso sekamar dengan Clementine alias Clems, yang gila cowok dan sentimental tapi menarik, dan Indiamacca alias Indie, putri dari Nigeria. Sedangkan Georgina sekamar dengan Izzie dan Beatrice, dan Star sekamar dengan Portia dan Arabella. Tak ada dari mereka yang sekamar dengan Honey O’Hare si cewek dengan banyak julukan jelek. Hhihi.. Tapi tetep aja, karena Honey ngga cocok dengan teman-teman sekamarnya, maka Honey sering nimbrung saat Calypso dan kawan-kawan berkumpul 😛 Yang lucu disini, Honey punya pengawal baru bernama Siddhartha, seorang biksu, pemuda Buddha berjubah orange. Honey selalu merasa dirinya akan diculik dan ayahnya memberi ia seorang pengawal yang menurutnya dapat menjaga Honey. Hadeh, ada-ada ajaaa..

Tapi tentu saja kehidupan sekolah berlanjut. Terutama dengan latihan anggar Calypso dan Portia yang semakin ketat serta pelajaran-pelajaran lain yang membosankan. Hingga akhirnya sampai ke akhir minggu yang sangat dinantikan Calypso karena ia ingin bertemu dengan Freds di Windsor. Tapi guys, pertemuan kali ini malah menjadi saat yang menyebalkan karena Freds mencampakan Calypso dengan alasan Calypso harus fokus untuk ujian GCSE dan turnamen anggar nya. Calypso masih merasa ngambang sampai akhirnya ia tiba di Saint Augustine’s 2 jam lebih awal dari batas waktu pulang. Bahkan  ia baru sadar kalau ternyata ia meninggalkan Clems dan Arabella di Windsor. Dengan perasaan bingung, ia pun pergi ke Aula musik untuk menemui Star dan Indie. Tapi ternyata ia juga mendapati Malcolm disini, dan cowok itu terang-terangan mengatakan, “Aku yakin kau butuh minuman setelah dicampakan” sembari menawari Calypso sebuah botol kecil berisi sampanye.

Setelah Calypso dan kawan-kawan sudah berkumpul, mereka memaksa Calypso untuk melakukan aksi Pencampakan Balasan terhadap Freddie. Bahkan ─yang lebih lucu─ teman-teman kelas sebelasnya , Suster Constante dan para suster lain serta para pengawas asrama, ikut mendukung aksi Pencampakan Balasan ini. Ceritanya sih karena tidak boleh ada yang boleh mencampakan anak Saint Augustine’s kecuali anak Saint Augustine’s sendiri yang mencampakan cowo nya. Hmm.. Latar belakang yang egois sebenarnya.

Tapi nanti rencana mereka ini tidak sepenuhnya berhasil. Pasalnya, saat proses drama “membuat Freddie cemburu dan menyesal telah meninggalkan Calypso” dilakukan, Freddie malah kecelakaan. Tentu saja Calypso merasa sangat bertanggung jawab atas terjadinya bencana ini. Belum lagi karena sebelum Freds kecelakaan, ia melihat Calypso berciuman hangat dengan Malcolm. Hmm..

Sayangnya, sangat sulit menembus pertahanan informasi Eades, yang artinya, Calypso tidak akan mendapatkan bocoran berita apapun tentang sang pangeran. Calypso disergap keletihan dan kemalasan berat setelah berusaha menghubungi Freds namun tak ada kabar. Padahal esok harinya, Ia dan Portia harus terbang ke Florence untuk menghadiri kompetisi anggar Internasional ini. Dengan sangat berat hati, esoknya ia dan Portia dengan di dampingi oleh Mr. Wellend, pelatih anggar mereka yang nyentrik, dan Suster Regina serta Suster Bethlehem, berangkat ke Bandara untuk berkumpul dengan anggota Tim lainnya, terutama musuh bebuyutan Calypso, Jenny Frogmorten.

Setelah tiba di Florence, cerita makin berkembang dan malah kearah lain. Maksudku, well, untuk sesaat kita akan melupakan Freds, dan malah si Malcolm lah yang selalu hadir di sisi Calypso. Hhehe.. Ceritanya ni, gampangnya, mereka lagi pedekate gitu. Tapi entah kenapa aku suka karakter Calypso saat bertemu dengan Malcolm. Terutama yang berhubungan dengan Anak Itik yang malang. Lucuu 😀 Tapi biar gimana-gimana, Calypso tetap saja memikirkan Freds. Nah lhooo.. Akhirnya Calypso ama sapa hayoo?? Balikan ma Freds apa malah ama Malcolm?? Hhehehe.. Yang jelas, menurutku pribadi, akhir kisah Calypso cukup menarik. Calypso Kelly membuktikan kesetiaannya  ^.-d

Ratingku buat novel ini : 7,6

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2016 in TeenLit

 

Mawar Merah 2 – Metamorfosis


mawar merah 2-metamorfosis

  • Pengarang   :   Luna Torashyngu
  • Genre   :   Drama, Action
  • Tebal   :   304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit   :   Gramedia
  • Harga   :   35.000 IDR
  • Pertama terbit   :   2009
  • Cetakan  :   Maret 2009
  • Tanggal Beli   :   31 Agustus 2011

Riva mencoba memulai menata kembali kehidupannya yang sempat berantakan karena kehadiran Elsa. Dia kembali kuliah, bahkan udah mulai mengerjakan tugas akhir. Tapi kemudian serentetan peristiwa aneh terjadi. Dimulai dari putusnya kontak antara Riva dan Arga yang lagi magang di Jerman secara tiba-tiba, tewasnya kedua orangtua Riva, dan puncaknya saat dia dikejar-kejar orang yang akan membunuhnya.

Untung ada yang menyelamatkan Riva. Dan bersama penolongnya, Riva mencari tahu kenapa dia akan dibunuh. Apa ini berhubungan dengan Rachel, yang setelah enam bulan menghilang masih juga menimbulkan spekulasi di antara para agen rahasia yang mengejarnya?

Riva ngga tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan salah satu organisasi kejahatan paling tua di seluruh dunia yang sangat menginginkan kematiannya! Dan dia harus menghadapi itu semua tanpa bantuan orang-orang yang sangat disayanginya!

Review :

Haii, ketemu lagi di Mawar Merah series 😀 Kali ini kita disambut dengan adegan aksi dari usaha penangkapan tim SWAT terhadap Lotus di salah satu sudut kota Los Angeles. Saat itu kondisi Lotus mulai tersudut karena ia mengalami luka tembak di salah satu paha nya. Tapi kemudian muncul Double M yang menolongnya.

2 tahun kemudian, seorang Direktur Operasi CIA bernama Brad Greene sedang menjalanankan Operasi Bunga yang bersifat rahasia. Operasi ini bertujuan untuk memburu, menangkap atau membunuh para pembunuh bayaran mantan anggota SPIKE yang memiliki nama panggilan berbagai macam bunga. Brad punya misi memindahkan ‘muatan’ dari Libya hingga ke perbatasan Mesir. Tapi sayang, operasi ini berantakan karena konvoi tentara AS di Libya diserang oleh kelompok milisi bersenjata yang berada di wilayah timur Libya dan menamakan dirinya Pedang Tuhan. Brad makin geram saat mengetahui bahwa ‘muatan’ mereka juga menghilang dibawa Pedang Tuhan. Maka Brad memerintakan sepasukan NAVY SEAL untuk menyelinap ke atas kapal berbendera Mesir yang dinaiki oleh para anggota Pedang Tuhan, hanya untuk mengambil kembali ‘muatan’ yang ternyata adalah seorang gadis berusia 20 tahunan.

Rupanya, lagi-lagi misi mereka gagal. ‘Muatan’ berhasil dipindahkan terlebih dahulu oleh seorang lelaki berusia 70 tahunan yang ternyata adalah Shunji Nakayama, orang yang dulu merawat Rachel sejak kecil.

Di satu sisi, Rivania yang akrab dipanggil Riva, kini sedang menjalani praktik kerja lapangan di Cosmo TV. 6 bulan telah berlalu dan tragedi ‘meninggalnya’ Elsa alias Rachel, sahabat baru Riva yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran itu telah berhasil merubah hidup Riva. Cewek yang kini mulai menjalani Kerja Praktik (KP) ini meyakini bahwa Elsa sebenarnya masih hidup, walaupun Elsa telah dianggap meninggal saat ledakan kapal beberapa bulan yang lalu. Tidak jauh berbeda dengan keadaan Riva yang merindukan temannya ─Elsa, Saka sepupu Riva juga masing sering memikirkan Elsa. Pasalnya, Saka yang dulu anggota Interpol tapi sekarang hanya bekerja di bagian administrasi ─karena ia telah ditarik dari Interpol akibat tindakannya yang dianggap menyalahi protokol pada peristiwa 6 bulan yang lalu─ memiliki sejarah cinta dengan Elsa alias Rachel alias Mawar Merah. Tapi kemudian datang Irwan, mantan rekan Saka yang menawari Saka untuk bergabung dengannya, mencari tahu apa hubungan Mawar Merah dengan Operasi Bunga. Saka pun penasaran.

Kemudian kita akan disajikan sebuah cerita mengenai Widya Rahmawati alias Mrs. Widya Watson, ibunda dari Rachel yang telah siuman dari koma 11 tahunnya namun kini menjadi tawanan para CIA. Pasalnya, dengan alasan kesehatan Mrs. Watson, beliau harus tinggal di dalam sebuah ruangan yang terfasilitasi namun terjaga ketat. Sebagai mantan wartawan, beliau memiliki insting yang mengatakan bahwa semua tindakan ini pasti ada hubungannya dengan putri nya yang sangat ingin ia temui namun bahkan permintaan untuk menghubungi keluarganya di Indonesia pun tidak juga terpenuhi.

Kemudian keadaan mulai memburuk bagi Riva. Ia mendapat kabar bahwa kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal. Berhari-hari ia diliputi kesedihan mendalam. Belum lagi dengan hilangnya kontak terhadap Arga, sang kekasih yang sedang magang di Jerman. Kemudian, ia mendapat telepon aneh yang mengatakan bahwa orang tuanya bukan meninggal karena kecelakaan, melainkan dibunuh. Dan sebenarnya ini sesuai dengan insting Saka yang menyatakan bahwa ada keanehan pada kecelakaan Oom dan Tante nya itu. Tapi sayang kemudian Saka kehilangan jejak sang sepupu karena Riva menghilang. Ya, Riva ternyata diburu oleh para pembunuh bayaran dan kini Lotus yang bertindak sebagai pelindungnya. Ternyata Lotus pernah mendapat tugas dari Mawar Merah, berbulan-bulan yang lalu karena Mawar Merah yakin, sesuatu akan menimpa dirinya dan ia mencemaskan keselamatan sahabatnya itu.

Lalu cerita kembali pada Shunji yang kini sedang menyembuhkan si gadis yang diselamatkannya. Namun sejujurnya guys, aku agak bingung dengan metode penyembuhannya 😛

Kemudian kembali lagi pada Astuti Ratnaningsih, bibi dari Rachel, yang untuk ketiga kalinya pergi ke Amerika demi melacak keberadaan Widya, adiknya yang menghilang. Kali ini ia pergi dengan Dewi, sepupu dari suaminya. Tapi ternyata, setibanya di LAX Airport ia disambut oleh CIA dan diminta untuk mengikuti mereka. Disisi lain, Widya malah berhasil kabur dari pengawasan CIA dan dalam penerbangannya menuju Indonesia, lagi-lagi ia tertangkap. Tapi kali ini oleh Secret Service. Hadeeeeh.. Masalah makin pelik. Apalagi kini Riva ada di Singapore karena disembunyikan oleh Lotus. Tapi kemudian Lotus menyerahkan pengawasan Riva pada lelaki bernama Mr. Takashi, seorang ketua Yakuza. Well, hingga saat ini, yang bikin aku penasaran sebenernya Riva tu siapa sih kok sampai jadi buronan pembunuh bayaran dan Mawar Merah melindunginya melalui Lotus?? Hmm.. Kini saatnya kalian mencari tahu sendiri yaaaa gimana cerita selanjutnya. Karena, well, setelah aku baca hingga akhir, ku yakinkan kalian, akhir cerita nya bagus ^.~d Selamat membacaa! 😀

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2016 in TeenLit

 

2 TAHUN BERLALU


koleksinovelku

Oh Haiiiiii Guys!!

My GOD, ternyata suda lama banget ngga buka blog aku inii. 2 tahun ngga kerasa uda berlalu. Kangennyaaa maen blog. Hhihi..

Haii Novelovers, apakabar kalian? Tetep lanjut baca novel kan? Tenang, walaupun uda 2 tahun ngga pernah update blog KOLEKSINOVELKU, aku tetep hunting dan baca novel kok. koleksi novelku pun makin bertambah dan makin bingung karna keabisan tempat alias lemari full. Hhahaa..

Yah, banyak hal terjadi selama 2 tahun ini, guys. Alhamdulillah pendidikan suda selesai. Tahap profesi sudah dijalani dan beres. Saatnya lanjut ngurus rumah tangga, balancing ama dunia kerja. Hhihiii.. Kemarin tiap mau update KOLEKSINOVELKU selalu aja kalah ama kesibukan kampus. Sekarang, setelah hidup lebih teratur –ceileeh– aku iseng buka lagi blog ini dan cukup amazing karna ternyata banyak bangeet novelovers yang masih setia ngunjungin blog ini, jadi pingin update-update koleksi-koleksi novelku lagiii. Apalagi sekarang aku punya kategori baru dalam memilih novel. Kalo lagi jalan dan liat ada novel yang bercover gambar CANGKIR, langsung aku comot atau kalo lagi diluar budget, masuk wishlist aku deh. Hhahaaa. Itu awalnya iseng aja sih. Penasaran kenapa agak sering aku liat novel dengan cover gambar cangkir. Sekali dua kali aku beli dan baca. Tapi ternyata berlanjut dan makin banyaaaaak novel aku yang covernya ada gambar cangkirnya. Yaayyy. Pokoknya aku jadi pingin sharing lagi ama kalian deh. Sayangnya koneksi inet drumah lagi sering ngga well. Tapi aku usahakan update sesering mungkin yaaaa. Yang jelas, setelah aku liat” blog aku ini, ada beberapa perbaikan yang perlu aku lakukan. Ntah kenapa Mini Library dan beberapa gambar jadi berantakan karna ukuran gambar jadi ngga seragam. Pewww. Dikit” laaah aku cek lagi tar. Apalagi di pages My Wishlist, weeeew, ngga update banget yak. Hhahaaa. Sloooww, I’ll Fix It.

Doa kan aku biar punya waktu lebih buat ngereview novel” lagi yaaa. Kalo baca novelnya sih pasti aku sempatkan. Tapi ngereviewnya ini lhooo yg aku cemaskan. Jarang buka lepy dan ngetik” lagi sih. Hhahaa. Maklum, lepy jadul, sering ngambeknya daripada baeknya. Pak Suami aja sampe geleng” kepala aku masi mempertahankan lepy yang uda setia menemaniku sejak memulai pendidikan. Halaaaah, kenapa jadi kebanyakan curhat sih. Sorry yak. Sekali-sekalii ini. Efek seneng abis buka” KOLEKSINOVELKU lagiiii. Hhihi..

Anyway, see you soon guys! Semoga bisa secepetnya mulai update” lagi!!

 

xoxo,

tidiyu

 
Leave a comment

Posted by on November 26, 2016 in ------Our News------

 

BERTAHUN-TAHUN MENANTI, FINALLY ! eiffel, tolong! 3-traces of love


image

Pengarang         :    Clio Freya
Genre                  :    Drama, Action
Tebal                   :    416 hlm ; 20 cm
Penerbit             :    Gramedia
Harga                  :    78.000 IDR
Pertama terbit :    2014
Cetakan ke-1    :    September 2014
Tanggal Beli      :    18 Oktober 2014

Sebulan telah lewat sejak Fay diterima menjadi anggota keluarga McGallaghan.
Lewat kehidupan yang nyaris sempurna di kastil McGallaghan di Paris, Fay berjuang melalui kesedihan akibat kehilangan kedua orangtuanya, sembari mencoba beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, termasuk Kent dan Reno. Pada saat yang bersamaan, Fay menjalin komunikasi dengan Enrique Davalos, cowok keren berambut cepak asal Venezuela yang dikenalnya di kafe.
Setelah ulang tahun Fay yang kedelapan belas yang dirayakan dengan jamuan megah, pamannya, Andrew McGallaghan, menyatakan bahwa masa berkabung Fay telah usai. Fay pun diarahkan untuk mengetahui seluk-beluk keluarga secara lebih dalam, termasuk mengenal Core Operation Unit, badan intelijen di bawah naungan keluarga McGallaghan.
Sejalan dengan waktu, hubungan antara Fay dan Enrique terjalin semakin erat. Kent dan Reno pun membayangi gerak-gerik Fay, masing-masing dengan alasan tersendiri. Bagi Fay, hubungannya dengan Enrique berjalan sempurna, hingga Andrew McGallaghan mulai memainkan kartunya satu demi satu.
Fay pun dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti perintah pamannya dengan mengorbankan perasaannya, atau mendahulukan perasaannya dan menghadapi kemarahan pamannya.

Naaaah! Sudah kebayang kaaan gimana cerita lanjutan Eiffel Tolong! yang sudah dinanti-nantikan selama 4 tahun ini. Ayo buruan baca, guys! Di toko buku tempat aku beli, minggu ini eiffel, tolong! 3-traces of love masuk ke jajaran 10 buku terlaris oey. Hhihi.. Enjoy!

 
2 Comments

Posted by on October 19, 2014 in ------Our News------

 

Inheritance 4 ─ Inheritance


inheritance cycle 4-inheritance

  • Pengarang               :    Christopher Paolini
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    920 hlm ; 23 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    135.000 IDR
  • Pertama terbit          :    8 November 2011
  • Cetakan                   :    Juni 2012
  • Tanggal Beli             :    30 Juni 2012

Semua berawal dengan Eragon…

Dan berakhir dengan Warisan.

Beberapa waktu lalu, Eragon––Shadeslayer, Penunggang Naga––bukanlah siapa-siapa, hanya bocah petani miskin. Naganya, Saphira, cuma batu biru di hutan. Sekarang, nasib seluruh umat manusia berada di tangan mereka.
Latihan dan pertempuran selama berbulan-bulan yang panjang membawa kemenangan dan harapan, tapi juga duka mencekam. Namun, pertempuran yang sesungguhnya belumlah terjadi: mereka harus berhadapan dengan Galbatorix. Mereka mesti cukup kuat untuk mengalahkannya. Dan kalau mereka tidak mampu, berarti yang lain tidak punya peluang.
Tidak ada yang menyangka sang Penunggang dan naganya akan mampu sampai sejauh ini. Tetapi, sanggupkah mereka menggulingkan si raja jahat dan mengembalikan keadilan ke Alagaësia? Dan kalaupun sanggup, seberapa besarkah pengorbanan yang harus dilakukan?

Review :

Asiiiiik, akhirnya sampai juga ngereview Inheritance 4 ─ Inheritance! Buku terakhir niiii 😀 Yah, walaupun butuh waktu hampir 4 bualan sejak aku beli sebelum akhirnya kebaca. Hhu.. Tapi it’s ok lah 😛

Hmm, buat kalian yang mau memulai baca novel ini, tenang guys, walaupun jarak buku ketiga dan keempatnya cukup panjang, tapi Paolini menyertakan kisah singkat tentang perjalanan Eragon, Eldest, dan Brisingr kok. Jadi kita ngga usah takut lupa gimana cerita-cerita sebelumnya. Walau singkat, tapi cukup mengambarkan ^.-d

Buat kali ini cerita dimulai dengan situasi perang yang sedang dijalani Eragon, Sapphira, Roran, Arya dan segenap kaum Varden lainnya. Situasi perang ini merupakan penyerbuan Eragon ke Kota Belatona untuk diambil alih, dan mereka selangkah lagi lebih dekat pada Galbatorix. Sapphira bahkan terkena lembing yang sangat langka dan sangat kuat, senjata yang sebenarnya di ciptakan oleh para Elf dahulu kala, dan merupakan senjata yang memiliki satu tujuan, yaitu untuk membunuh Naga. Senjata itu adalah Dauthdaert, dan namanya adalah Niernen ─Anggrek. Dauthdaert hanya ada 12, dan semua bernama bunga, tidak sesuai dengan fungsinya.

Lalu saat perang juga terjadi hal yang menakutkan Eragon, bahwa Roran hampir mati karena tertimbun reruntuhan. Ia sangat menyayangi sepupunya itu, dan jelas, tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Roran.

Setelah itu,  mereka berkumpul di dalam aula utama benteng. Nasuada ─pemimpin kaum Varden, duduk di antara Eragon dan Jӧrmundur ─komandan senior Varden. Saat kedatangan Grimrr Halfpaw diumumkan, ada sesuatu yang bikin geli, sesuatu mengenai gelar sang Kesatria Werecat itu. Aku aja sampai nahan tawa. Hhe.. Tapi disini Grimrr dan para werecat digambarkan seperti membenci Angela, si ahli obat-obatan. Entah kenapa??

Nah, setelah urusan afiliansi antara bangsa werecat dengan kaum varden tercipta, Eragon pergi mencari makan dengan Saphira. Mereka kembali ke camp dan bertemu dengan Katrina yang menanyakan keadaan Roran. Sementara Eragon dan Saphira makan dan melanjutkan untuk kembali mempelajari Eldunarí milik Glaedr, Roran kembali ke camp dan bertemu dengan istrinya tercinta. Tak lama kemudian mereka mendapat kabar mengenai Elain yang akan melahirkan. Elain dan suaminya ─Horst, beserta kedua putra mereka yang telah dewasa ─Albriech dan Baldor─ dahulu adalah penduduk Carvahal yang telah dikenal baik oleh Eragon sejak ia kecil. Berita mengenai kehamilan Elain memang membawa kecemasan tersendiri, mengingat usia Elain yang tidak muda lagi. Proses kelahiran pun berjalan lama, bahkan setelah berhasil lahir, putri Elain membawa kepedihan yang semakin berat. Ia memiliki cacat. Bibirnya sumbing. Bagi mereka, bayi yang lahir sumbing jarang dibiarkan hidup karena ia akan menjalani hidupnya dengan penderitaan, akan diejek, dijauhi, dan tidak mampu mendapat pasangan untuk menikah. Bagi mereka, di sebagian besar kasus lebih baik anak itu lahir tidak bernyawa saja. Kasihan 😥

Kemudian Eragon lah yang menyelamatkan bayi malang itu dari takdirnya. Di lain pihak, Roran mendapat perintah dari Nasuada untuk menggantikan Kapten Brigman memimpin pasukannya yang sedang berjuang menaklukkan Aroughs. Sementara pasukan utama mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Utara, menuju Dras-Leona sebelum kemudian menaklukkan Urȗ’baen, Roran melakukan perjalanan 4 hari menuju Selatan, kearah Feinster kemudian Aroughs. Eragon sangat cemas karena tidak sempat bertemu dengan Roran dan memperbarui pertahanan sihir milik Roran.

Sesampainya di Aroughs setelah melalui berbagai tantangan, Roran dan kelima rekannya ─Carn, Mandel, Baldor, Delwin, dan Hamund─ menemukan fakta bahwa Brigman tidak seramah yang aku kira, dan lagi ternyata Aroughs memiliki pertahanan yang hampir mustahil ditembus. Apalagi hanya dengan sisa 800 pejuang saja dan waktu yang diberikan Nasuada hanya bersisa dua setengah hari lagi. Setelah beristirahat seharian, Roran kemudian melakukan inspeksi kesana kemari. Akhirnya ia memiliki ide gila untuk menembus pertahanan Aroughs, yang didukung teman-temannya, namun mendapat keraguan dan cemooh dari Brigman.

Perjalanan Roran dan kawan-kawan membuahkan hasil. Mereka berhasil menaklukkan Aroughs. Segera, dalam kondisi kelelahan, Roran berkuda kembali menuju perkemahan kaum Varden karena pengepungan Dras-Leona berlangsung lamban dan membuat frustasi Nasuada. Benar saja, sesampainya Roran disana, masih melewatkan banyak hari-hari lagi sebelum akhirnya tercetus gagasan bagaimana mereka akan menyusup ke dalam pertahanan Dras-Leona. Pasalnya, kota ini dijaga oleh Murtagh ─saudara tiri Eragon, dan naga merahnya, Thorn. Pada peperangan kali ini, awalnya Eragon dan Saphira terpaksa harus berpisah karena taktik yang mereka gunakan untuk mengecoh Dras-Leona. Namun kemudian akhirnya mereka bertempur bersama lagi untuk menghadapi sang saudara tiri sebelum akhirnya Murtagh menyuarakan ancamannya pada Eragon dan pergi meninggalkan Dras-Leona.

Wew, terlepas dari cerita yang sedang berlangsung, dan mencapai titik tengah dari buku, aku merasa buku ini jelas lebih banyak perang dari pada sisi drama. Hha.. Membayangkan bagaimana Eragon terus mengayunkan Brisingr dan melakukan berbagai macam taktik perang sangat menyenangkan 😀 Belum lagi ditambah dengan keberadaan Saphira, Roran ─yang kini gagah berani, Arya dan para pejuang lainnya. Hmm.. Asik mengikutinya.. Belum lagi ada kisah cinta di beberapa titik, walaupun digambarkan sangat samar 😛

Segera setelah pengepungan Dras-Leona berhasil, Eragon langsung memimpin pasukan menuju Urȗ’baen. Kenapa Eragon?? Karena Nasuada ─sayangnya─ berhasil di culik Murtagh dan Thorn! Heuu.. Dalam segala kondisi yang tidak menguntungkan terutama karena prajurit kelelahan, pemberontakan di Urȗ’baen serasa hampir mustahil. Terutama kini Eragon yang memimpin, ia jadi gelisah.

Kemudian ia teringat tentang sebuah nasihat yang dahulu pernah disampaikan Solembum ─werecat yang dekat dengan Angela, dahulu sekali. Saat itu si werecat mengatakan dua hal penting. Ketika tiba waktunya kau membutuhkan senjata, carilah di bawah akar-akar pohon Menoa. Kemudian, ketika semua terasa kacau dan kekuatanmu tidak memadai, pergilah ke Karang Kuthian dan sebut namamu ke Ruang Jiwa-Jiwa yang terbuka. Nah lhooo.. Untuk yang pertama sih terbukti, karena saat itu Eragon membutuhkan senjata dan ia menemukan sebuah material yang kemudian kini menjadi Brisingr. Tapi Eragon ingin memahami pesan kedua. Eragon langsung memanggil Solembum si werecat. Tapi entah kenapa si werecat tidak tahu dimana itu Karang Kuthian dan Ruang Jiwa-Jiwa. Kemudian terjadi hal yang aneh karena Solembum seperti kesurupan dan memberi petunjuk Eragon bagaimana ia bisa menemukan apa yang dicarinya.

Setelah menemukan apa yang dicari, Eragon mendapat semangat baru. Ia berharap akan menemukan sesuatu di Ruang Jiwa-Jiwa. Sesuatu yang bisa membantu Varden mengalahkan Galbatorix. Tapi saat ia menyampaikan gagasannya pada Glaedr dan Arya, mereka kurang setuju dengan pendapat Eragon bahwa ia harus pergi untuk menemukan Karang Kuthian. Namun setelah berbagai pertimbangan, Glaedr setuju, bahkan menyertai kepergian Eragon dan Saphira. Sebelum pergi, tentu saja ia harus mengkoordinasikan sebuah kondisi dulu dengan para petinggi Varden, terutama raja-raja yang kini tergabung dalam aliansinya, seperti raja Orik dan raja Orrin. Ia juga berkoordinasi dengan para panglima perang seperti Jӧrmundur dan Roran yang kini berkedudukan sebagai Kapten. Para Elf kemudian menciptakan citra Saphira dan Eragon untuk mengecoh para mata-mata atau menenangkan pasukannya agar meyakini bahwa Saphira dan Eragon terus menyertai mereka dalam perjalanan ke Urȗ’baen. Dan akhirnya berangkatlah Eragon, Saphira, dan Glaedr untuk mencari Karang Kuthian, sementara para pasukan menuju Urȗ’baen.

Nah, disisi lain nanti kita bakal mengikuti jalan cerita dari sisi Nasuada yang kini menjadi tawanan Galbatorix. Tapi yang menarik disini, sosok Murtagh entah kenapa berhasil mendapatkan simpatiku. Hhuhu.. Tapi terlepas dari cerita mengenai perjalanan Eragon, kisah mengenai penawanan Nasuada juga menarik. Astaga. Kurasa aku menikmati kali Inheritance ini. Seruu 😉 Belum lagi nanti setelah kita mendapati apa yang ditemukan Eragon dalam perjalanannya, dan bagaimana perang Urȗ’baen berlangsung. Hmm.. Aku cinta tokoh-tokoh Inheritance 😀

Secara keseluruhan jelas aku sangat menikmati novel ini. Apalagi buku ini adalah akhir dari perjalanan Eragon dan kawan-kawan. Aku bahkan cukup takjub dengan karakter Angela yang misterius. Hhe.. Mantap lah 😀 Aku pribadi ngga nyesel ngikutin serial ini ^.-d Untuk beberapa komentar memang ngga terhindarkan. Ada saat memang aku sedikit bosan, terutama saat Eragon dan Saphira harus menemukan nama sejati mereka 😉 Lalu, di awal-awal kisah, entah kenapa aku merasa karakter Roran lebih kuat daripada Eragon. Makanya aku kemudian sangat suka dengan Roran, terutama dengan semangat dan dedikasinya 😀 Untuk kesalahan penulisan ─atau pengetikan─ memang cukup banyak ditemukan disana sini. Tapi ya ga papa laaaah. Masi dalam batas wajar kok, ngga sampai mengganggu menurutku. Hhehe..

Ratingku buat novel ini : 8,6

 
Leave a comment

Posted by on June 4, 2013 in Dragons

 

“The Mortal Instruments: City of Bones” Movie News!


mortal instruments poster

Ngga terasa ternyata sudah 1,5 tahun yang lalu sejak aku pertama kali menurunkan berita mengenai ‘The Mortal Instrument 1 – City Of Bones’ The Movie!. Kini film ini sedang dalam masa post-production dan rencana nya akan di release pada tanggal 23 Agustus 2013 (semoga ngga mundur :P). Seperti yang telah kita tahu sebelumnya bahwa film karya Constantin Film Produktion, Sony Pictures Entertainment (SPE) dan Unique Features ini di perankan oleh Jamie Campbell-Bower dan Lily Collins sebagai Jace Wayland dan Clary Fray.

Terlepas dari dua pemain utama yang pernah kita bahas sebelumnya, kini aku ingin mengulas sedikit mengenai para pemain pendukung di film ini yang perannya ngga kalah penting. Adalah Aidan Turner yang akan berperan sebagai Luke Garroway, Lena Headey sebagai Jocelyn Fray ─ibu dari Clary yang seingatku cukup jarang muncul di novelnya, kemudian ada Jonathan Rhys Meyers (idolaku :P) yang akan berperan sebagai si tokoh antagonis Valentine Morgenstern, dan Kevin Zegers, Jemima West serta Godfrey Gao yang akan berperan sebagai Alec Lightwood, Isabelle Lightwood, dan Magnus Bane yang tersohor. Hhi..

aidan turner as luke garroway

Yang pertama adalah Aidan Turner, aktor Irlandia yang belum lama ini kita jumpai di The Hobbit: An Unexpected Journey. Jadi siapa dia di The Hobbit, hayooo?? Yups, Turner kebagian peran sebagai Kili. Hhehe.. Sebenarnya, Turner ini belum lama juga berkecimpung di dunia perfilman. Awalnya, di tahun 2007 dia main di 1 episode The Tudors. Baru kemudian tahun 2009 ia main di serial TV Inggris berjudul Desperate Romantics sebanyak 6 episode, dan serial TV Irlandia berjudul The Clinic sebanyak 18 episode. Tahun 2009 ia kembali mendapat peran di sebuah serial TV Inggris berjudul Being Human yang hingga sekarang mulai masuk season 5. Baru tahun 2012 kemarin lah ia bermain di sebuah film Box Office ternama, The Hobbit: An Unexpected Journey, yang rencananya akan dilanjutkan sequelnya, The Hobbit: The Desolation of Smaug dengan rencana release pada akhir 2013, dan The Hobbit: There and Back Again pada tahun 2014. Hmm.. Kalo The Hobbit mah aku juga menantikan kelanjutannya. Aku suka ma seri The Lord of The Rings soalx. Keren! Hhaha..

lena headey as jocelyn fray

Hadeh, kembali ke topik dulu. Setelah Aidan Turner, kini kita beralih ke Lena Headey. Siapa itu Lena Headey? Kalo kalian pernah atau bahkan ngikutin serial TV berjudul Terminator: The Sarah Connor Chronicles, kalian pasti kenal Lena Headey. Yups, dialah yg berperan sebagai si tokoh utama Sarah Connor sebanyak 31 episode. Well, selain itu Headey yang seorang artis Inggris juga penah berperan di beberapa film, di antaranya Imagine Me & You (2005), The Cave (2005), 300 (2006) dan sebuah serial TV berjudul Game of Thrones (2011-2013).

jonathan rhys meyers as valentine morgenstern

Jonathan Rhys Meyers. Aktor yang mulai aku kenal lewat perannya sebagai Louis Connelly di August Rush (2007) ini berhasil membuatku hapal padanya. Hhaha.. Aku juga ngikutin beberapa film nya yang terkenal, seperti Alexander (2004) ─yang kebetulan juga film favoritku, lalu ada Match Point (2005), Mission: Impossible III (2006), The Children of Huang Shi (2008), From Paris with Love (2008), dan sebuah serial TV berjudul The Tudors (2007-2010). Di film The Mortal Instruments: City of Bones, Meyers berhasil mendapatkan peran sebagai Valentine Morgenstern, karakter yang sesungguhnya cukup kuat namun antagonis. Aduuh, makin penasaran ma perannya disini 😛

kevin zegers as alec lightwood

Selain Meyers, satu lagi aktor yang cukup aku kenal dan sering aku dengar dahulu. Adalah Kevin Zegers yang mendapat peran sebagai Alec Lightwood. Hemm.. Aku suka Kevin Zegers, dan aku suka karakter Alec Lightwood. Hhahahaha.. Buat kalian yang belum tahu siapa Kevin Zegers, coba ingat film Air Bud (1997) dan Air Bud: Golden Receiver (1998). Cukup terkenal kan filmnya. Film zaman aku kecil tuuuh. Hhihi.. Disini dia menjadi Josh Framm si tokoh utama yang bersahabat dengan seekor anjing pintar. Di tahun 2003 ia bermain di sebuah film thriller berjudul Wrong Turn. Lalu ia berperan sebagai Seth Nelson di sebuah episode dari serial TV laris berjudul Smallville, ia juga mengambil peran di sebuah film horror Dawn of the Dead (2004), dan sebuah episode di serial TV ternama House M.D.(2004). Zegers juga tergabung dalam sebuah film yang berhasil meraih berbagai penghargaan yang mengangkat cerita tentang transgender yang berjudul Transamerica (2005). Tahun 2006, Zegers kembali membintangi beberapa film lagi, seperti Zoom dan It’s a Boy Girl Thing. The Jane Austen Book Club (2007), Fifty Dead Men Walking (2008), Frozen (2010), juga perannya di 10 episode serial TV laris Gossip Girl membuat dirinya terus eksis di dunia perfilman. Kini, melalui perannya sebagai Alec Lightwood diharapkan akan terus menghidupkan kariernya di dunia perfilman. Dan yang pasti, semoga aktingnya sebagai Lightwood tidak mengecewakan. Iya ngga guys? 😀

jemima west as isabelle lightwood

Untuk Jemima West, sejujurnya tidak banyak informasi yang bisa aku dapat mengenai dirinya. Yang jelas, aktris kelahiran Paris ini telah membintangi beberapa judul serial TV Prancis seperti 15/Love (2006), Grand Star (2008), Ben et Thomas(2008), Maison close (2010-2013), juga serial TV Portugal berjudul As Linhas de Torres Vedras (2012).

Dan yang terakhir akan kita bahas adalah Godfrey Gao yang akan berperan sebagai Magnus Bane. Hhehe, karakter nyentrik yang aku suka 😀 Tapi, siapa sih Godfrey Gao?? Sebenernya aku juga baru kali ini denger nama Godfrey Gao, guys. 😛

godfrey gao as magnus bane

Nah, setelah aku cari tahu nii, ternyata Godfrey Gao adalah aktor berdarah Taiwan-Malaysia tapi tumbuh dewasa di Vancouver, Canada. The Mortal Instruments: City of Bones ini adalah debut nya di kancah perfilman internasional. Sebelumnya, ia pernah membintangi beberapa drama TV Taiwan dan karena ia seorang model, maka ia sering muncul di TV Show. Kalo ngelihat sekilas sih, cowok kelahiran 22 September 1984 ini lumayan cakep ma keren karena memang sih aku akuin, dia  good-looking banget 😛 Kurasa dia bisa sangat pas memerankan karakter Magnus yang unik. Kalo kalian sebelumnya ngikutin berbagai pendapat para fans tentang si pemeran Magnus Bane, kalian pasti tahu kalau nama Adam Lambert pernah terceletuk dan pendukungnya lumayan banyak, termasuk aku, karena kalau melihat style Adam Lambert di beberapa videoklipnya seolah menggambarkan karakter Magnus Bane yang glamour sparkling gimanaaa gitu. Hadeeh, jadi pingin lihat Godfrey jadi Magnus nii. Mudahan aja kemampuan aktingnya memang terbukti dan fans tidak kecewa dengan dirinya 😀

Tapi sejujurnya guys, dari pendapat aku pribadi saat melihat para pemain di film ini ─terutama para tokoh utama─ sedikit menurunkan perasaan excited akan pemunculan filmnya. Gregetnya kurang lah.. Tapi kalo melihat para pemain pendukung yang beberapa aku suka sejak lama, dan mengingat versi novelnya yang sangat sukses menghibur jutaan orang melalui cerita kehidupan Clary Fray dan berbagai intrik yang menyertainya, aku jadi penasaran, apakah film ini akan mendulang hasil yang setidaknya serupa dengan bukunya atau tidak. Yah, kita lihat aja yaaa pertengahan tahun ini. Semoga berhasil, The Mortal Instruments: City of Bones Movie!!  ^.-d

 
2 Comments

Posted by on January 12, 2013 in ------Our News------

 

Tentang JUM (Jingga untuk Matahari), lagi ;-)


Informasi pertama ttg JUM aku dapatkan dari tweet Gramedia pada tanggal 9 Desember 2011 yang lalu. Selebihnya, bisa kalian lihat gambar di bawah ini. Hhehehehe.. Lama ya guys terbitnyaa.. Sabaar! 😛 Oia, ni q ikutin perkembangan berdasarkan info dari Gramedia juga, jadi lumayan lah buat jd referensi kita mengenai info terbaru JUM. Check this out! 😀

Nah, kalo yang ini tweet dari tanggal 16 Januari 2012 ^^,

Ada lagiii, tanggal 25 Januari 2012 😀

Tanggal 2 Maret 2012, hanya 14 jam sebelum berita ini diturunkan 😛

18 April 2012, ampuuun, masii berita yang serupa 😀

Again, 26 April 2012 😀

16 May 2012

1 Juni 2012

Hari ni tanggal 11 Juni, Guys.. Sekitar 2 Jam yang lalu ada lagi berita tentang JUM niiii 😀

Oh well, tgl 27 September ada lagiii!

Setelah 2 bulan ngga ngecek, tentang JUM yang terakhir muncul tanggal 4 Januari kemarin. Hhe..

Info Jingga Untuk Matahari 11

 
60 Comments

Posted by on January 8, 2013 in ------Our News------