RSS

COUNTDOWN : The Infernal Devices 3 – Clockwork Princess

 
2 Comments

Posted by on April 25, 2012 in ------Our News------

 

Percy Jackson 2 – The Sea of Monsters Movie News! [UPDATE]

Hai guys, ketemu lagi di Percy Jakson 2 ^.^/

Thx buat Poettern yang uda mengingatkanku tentang film ini lewat comment nya yang diposting kemarin, 19 May 2012. Berkat kamu aku jadi pingin ulas lagi tentang beberapa info dari Percy Jackson 2 – The Sea of Monsters Movie yang belum ada saat pertama kali aku posting berita tentang film ini, 28 September 2011 yang lalu.

Well, tentu saja kalian uda tau kan kalo rencananya film ini akan release tahun 2013 kelak? Ato lebih tepatnya 15 Maret 2013. In USA, of course ;) Film yang diproduksi oleh Fox 2000 Pictures ini memiliki beberapa pemain tetap dari Percy Jackson pendahulunya, seperti Logan Lerman, Brandon T. Jackson, Alexandra Daddario, dan Jake Abel. Di posting-an ku yang lalu, aku memaparkan bahwa ada dua pemain yang masih menjadi rumor yaitu Shanica Knowles sebagai Thalia Grace dan Joshua Drew sebagai Nico di Angelo. Kini akhirnya ada beberapa berita tentang kepastian rumor itu, bahwa yang jadi Thalia adalah seorang pendatang baru berdarah Kanada, Paloma Kwiatkowski. Namun entah kenapa tidak ada karakter Nico di list cast film ini. Well, bisa jadi akhirnya karakter ini baru akan keluar pada waktunya, bukan lebih awal seperti yang kita tahu sebelumnya :D

Sesuai dengan berita yang dilansir oleh Deadline tanggal 3 April 2012 yang lalu menyebutkan, “Paloma Kwiatkowski has been cast as Thalia in Fox 2000’s Percy Jackson & The Olympians: The Sea Of Monsters..

Bahkan, kalau cewek kelahiran 29 May 1994 ini sukses dalam film pertamanya dan bakal diadakan film Percy Jackson lanjutan, ia akan terus main karena di seri bukunya, karakter Thalia akan cukup penting :) Sebagai tambahan, remaja yang masih bersekolah di Vancouver High ini mendapatkan peran Thalia di audisi pertamanya, dan film Percy Jackson ini bakal jadi debutnya. Wew, keren. Baru pertama audisi seumur hidup dia dan langsung dapat peran penting. Okeee.. Mungkin dia cewek cukup bertalenta :D

Selain Paloma Kwiatkowski, juga ada berita mengenai pergantian peran Mr. Brunner alias Chiron yang tadinya dibawakan oleh Pierce Brosnan, kini menjadi Anthony Head. Kemudian ada perubahan peran Hermes dari Dylan Neal menjadi Nathan Fillion. Siapakah mereka?? Oke, kita bahas satu persatu :D

Anthony Head. Seorang aktor Inggris yang telah lebih dulu terkenal melalui perannya di Buffy the Vampire Slayer sebagai Rupert Giles yang ia perankan dari tahun 1996-2003. Ia memulai debutnya di dunia perfilman pada tahun 1978 dan hingga sekarang telah membintangi sebanyak 81 judul. Walau begitu, hanya tiga filmnya yang pernah aku tonton, yaitu The Great Ghost Rescue (2011), Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2011)  dan sebuah film series berjudul Merlin (2008-2011) dimana ia berperan sebagai Uther Pendragon. Cinemablend.com pun mengatakan tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kenapa Head menggantikan Brosnan dan kenapa Brosnan juga berhenti memerankan Chiron.

Kemudian ada Nathan Fillion. Aktor kelahiran Kanada ini berperan di 48 judul film, termasuk Saving Private Ryan (1998), Blast from the Past (1999), film series berjudul Two Guys, a Girl and a Pizza Place (1998-2001) sebagai Johnny Donnelly, 5 episode Buffy the Vampire Slayer (2003) sebagai Caleb, 11 episode Desperate Housewives (2007-2008) sebagai Dr. Adam Mayfair, serta Firefly (2002-2003) dan Castle (2009-2012) yang paling mengangkat namanya.

Well, kurasa sekian dulu ya guys kabar yang aku sampaikan. Semoga filmnya kelak tidak mengecewakan. Ato setidaknya, jangan terlalu mengecewakan, karena saat aku baca novelnya, aku sangat ─sangat─ menikmatinya. Kuharap juga begitu saat nonton filmnya ^.-d

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in ------Our News------

 

Books of Faerie 2 – Ballad

  • Pengarang               :    Maggie Stiefvater
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    452 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    59.900 IDR
  • Pertama terbit          :    1 Oktober 2009
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

James Morgan dianugerahi kemampuan bermain musik yang luar biasa. Itulah yang menarik perhatian Nuala, sesosok peri pencuri jiwa yang membangun lalu memakan energi kreatif manusia sampai mereka mati. James punya cukup banyak alasan untuk takut kepada peri. Namun, ketika dia dan Nuala berkolaborasi dalam sebuah komposisi musik yang sangat indah, James mulai menaruh hati pada Nuala. Ketika Halloween hampir tiba, James harus bertempur melawan Ratu Peri yang jahat untuk menyelamatkan hidup Nuala dan jiwanya sendiri.

Review :

James dan Dee kini menjadi murid di Thornking-Ash. Namun karena perbedaan jadwal dan lingkungan sekolah yang luas, mereka sangat jarang berjumpa. Cerita diawali oleh James yang menceritakan tentang masa orientasi di sekolah itu. Kini ia juga tinggal di asrama. Di sekolah baru ini, ada seorang guru yang disebut namanya, entah tar kebelakangnya ia punya andil dalam cerita ato ngga q kurang tahu :P Guru itu bernama Eve Linnet. Suatu ketika James tertarik oleh suara alunan musik dan ia mengikuti musik itu hingga ke sumbernya. Tentu saja peri yang memainkannya. Nah, disitulah ia bertemu dengan Linnet yang menurut dugaan James, beliau juga tertarik oleh alunan musik itu.

Lalu James mendapat tugas untuk menemui seorang guru musiknya di sebuah toko alat musik. Setelah selesai dan akan pulang, ia melihat seorang gadis yang duduk sangat dekat di mobilnya. Niatan James hanya menyuruhnya pergi sebelum tertabrak oleh mobil James, namun tampaknya gadis itu bukan gadis biasa. Lagi-lagi seorang peri dan ia nebeng James sampai ke sekolah. Kemudian diketahui nama gadis itu adalah Nuala. Di jalan, Nuala memberi penawaran pada James tentang mengajari dan membuat James, wow, di karir musiknya. Tapi segera James menolak dan itu membuat Nuala kesal.

Cerita beralih ke sudut pandang Nuala. Ternyata Nuala bukan hanya sekedar kesal, tapi juga marah karena untuk waktu yang lama Nuala tidak pernah ditolak oleh manusia. Sore itu, Nuala membuntuti James. Dia merasa tertantang untuk mendapatkan James setelah cowok itu menolak karir gemilang yang telah ditawarkan Nuala. Pasalnya dibalik penawaran itu pasti ada balasan yang diminta oleh Nuala, dalam kasus ini umur dari manusia lah yang dimintanya. Kemudian, Dee datang menemui  James. Dari sudut pandang Nuala inilah kita bisa tahu tentang bagaimana sikap dan perasaan Dee serta James terhadap satu sama lain. Well, kalau menurutku sangat menyedihkan kisah kedua sahabat ini. Entah kenapa mereka yang sebelumnya sangat akrab bisa menjadi canggung gini kalau berjumpa :( Saat senja mulai menjelang, Dee berpamitan, dan Nuala melihat James berlari kearah sebuah musik yang sedang mengalun, ke arah raja bertanduk yang lagunya mengalun lambat tentang kematian.

Kemudian, kita akhirnya tahu bahwa Nuala adalah leanan sidhe, peri penyendiri, terendah di antara yang paling rendah. Nyaris manusia. Ternyata, dia termasuk peri yang selalu direndahkan diantara peri-peri yang lain. Kasihan juga sih ;) Sore itu, Nuala juga tanpa sengaja menghadiri semacam acara dansa yang didatangi para peri.  Disitu ia bertemu dengan manusia kekasih sang Ratu peri yang dikenal kelak menjadi Raja peri.  Sang kekasih Ratu mengajak Nuala berdansa dan tentu saja hal itu menjadi perbincangan para peri disekitar Nuala.

Lalu perjuangan Nuala mendekati James terus berlanjut dan entah kenapa James juga mulai terbiasa dengan kehadiran Nuala. Akhirnya, Nuala menawari James sebuah lagu tanpa harus James memberikan sesuatu pun sebagai imbalan, dan James menyetujuinya. Namun bukan berarti James akan menuruti segala keinginan Nuala. Di novel ini, beberapa kali digambarkan bagaimana Nuala cemburu terhadap Dee karena James masih saja menginginkan dan mencintai cewek itu. Hhe..

Oia, ada tokoh baru yang disini sering muncul, yaitu Mr. Sullivan, guru bahasa James namun karena bakat James di bagpipe dinilai para gurunya sudah expert, maka ia akan menjadi guru piano James. Yups, James diminta untuk mempelajari alat musik laen selain yang terbuat dari pipa, dan James lebih memilih gitar namun Mr. Sullivan menyarankan piano. Nah, kayaknya nih, Mr. Sullivan ini juga bisa melihat peri gituu, soalnya beliau memakai cincin besi di jemarinya, sama dengan James yang memakai gelang besi di pergelangan tangannya, hanya untuk memastikan bahwa ia cukup aman dari kejaran peri karena peri terkenal tidak tahan terhadap besi :P

Suatu pagi James dipanggil untuk menghadap presiden dari Thornking-Ash, Gregory Normandy. Ternyata Normandy ingin membicarakan tentang bakatnya dan bakat Dee. Tentu saja James langsung waspada karena sang presiden terus saja mengisyaratkan tentang keberadaan peri. Bertahan karena tidak berani mempercayai orang baru begitu saja maka James pura-pura tidak mengerti apa yang dibilang lelaki itu. Sang presiden terus memperingatkan James untuk berhati-hati terhadap mereka dan jangan sampai tergoda oleh mereka. Wew..

Kehidupan James di asrama terus berlanjut. Hanya saja kehidupan cintanya tidak juga membaik. Hatinya semakin tersiksa dengan cinta bertepuk-sebelah-tangannya dengan Dee, sedangkan Dee sedang tersiksa dengan perasaan rindunya terhadap Luke. Suatu kali, James dan Dee berciuman, hanya saja Dee dengan jujurnya mengatakan bahwa ia membayangkan dirinya sedang mencium Luke. Ampuuun -.-“ Tentu saja James sakit hati. Sejak saat itu hubungan James dan Dee semakin renggang dan aneh. Disinilah sosok Nuala mulai menguat, bahkan Nuala pun tampaknya mulai merasakan kasih terhadap James. Wew..

Kisah berlanjut. Sudah bisa ditebak kan kalau hubungan James dan Nuala tidak berhenti begitu saja. Kini ada benih cinta diantara mereka, padahal waktu hidup Nuala hanya tinggal beberapa hari saja. Saat Halloween tiba, Nuala akan terbakar dan terlahir kembali menjadi sosok pribadi yang baru, dengan sebuah memori baru, sehingga ia tidak akan ingat kehidupannya sebelumnya. Siklus ini terjadi setiap enam belas tahun sekali. Ckck..

Namun, suatu ketika Eleanor, sang Ratu peri, mendatangi James dan memberitahu bahwa ada cara agar Nuala tidak melupakan pribadinya sebelum terbakar. Selalu ada maksud terselubung dibalik informasi itu. Rupanya hal ini berkaitan dengan Dee yang kemudian diketahui menghilang.

Well, well, well.. Kalian sudah baca novel ini? Kalo menurutku pribadi novel kedua ini kurang bikin greget. Kurang semangat dan di beberapa bagian kadang bikin bosan. Mungkin pendapat kalian beda, tapi kalau aku lebih suka menantikan cerita dari sudut pandang Nuala. Saat kemunculan Dee yang hanya secuil-cuil malah ga aku nantikan. Disini sosok Dee serasa semakin hilang, padahal waktu baca novel pertama aku berharap karakter Dee bisa lebih kuat, tapi ternyata ngga ;) Oke, memang kali ini sosok James yang ditonjolkan, itulah kenapa pihak kedua yang kusuka malah Nuala, bahkan dibandingkan James aku lebih suka karakter Nuala. Hhe ^.-v

Ratingku buat novel ini : 7,2

 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2012 in Fairies

 

Tiga Berita ^^

Pagi ini, tanggal 17 April 2012  jam 8, aku OL tweeter, biasa cuma buat ngecek ada berita baru ato kagak, dan ternyataaa, emang ada informasi yang cukup menarik. Tiga malah! Hhehe.. Ketiga berita ini merupakan tweeps dari Gramedia Pustaka Utama 18 jam sebelumnya, yaaah, sekitar kemarin siang jam 2an laah 8-)

Pertama, berita buat kalian yang ngikutin Inheritance Cycle. Setelah cukup lama berselang dari buku ketiganya, Brisingr, akhirnya ada kabar tentang Inheritance kalo total halaman seri keempat ini sebanyak 920 halaman dan kayaknya kalau dinilai secara gamblang, bentar lagi bakal terbit karena dibilang pas liburan sekolah kan? Yah, setidaknya dalam waktu dekat bakal ada liburan sekolah laah? Wkakaka.. Untuk pastinya, kita lihat besok lagi yap, ada berita apa lagi :D

Lalu yang kedua ada berita mengenai seri keempat dari Bartimaeus, The Ring of Solomon. Hmm, walopun Gramedia tidak menyebutkan secara spesifik kapan bakal release tapi setidaknya kita taulah kalo Gramedia memang lagi mengerjakan buku ini. Semoga tidak butuh waktu lama buat terbit -.-a

Nah, yang ketiga ni berita mengenai buku ketiga seri Jingga dan Senja yaitu Jingga untuk Matahari karangan Esti Kinasih yang sangat ─SANGAT─ banyak dinantikan pembacanya :D Well, berdasar berita ini, kalian harus lebih bersabar lagi guys ;)

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2012 in ------Our News------

 

The Mortal Instrument 4 – City of Fallen Angels

  • Pengarang               :    Cassandra Clare
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    580 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    89.900 IDR
  • Pertama terbit          :    5 April 2011
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

Perang Mortal telah berakhir. Clary Fray kembali ke New York, bersemangat menghadapi berbagai kemungkinan di hadapannya. Dia berlatih untuk menjadi Pemburu Bayangan dan menggunakan kemampuan uniknya. Ibu Clary, Jocelyn Fray, akan menikah dengan pria yang dicintainya. Penghuni Dunia Bawah dan para Pemburu Bayangan akhirnya berdamai. Dan—yang terpenting dari semuanya—Clary akhirnya bisa menyebut Jace pacarnya. Tetapi, semua ada harganya.

Seseorang membunuhi Pemburu Bayangan, menyulut ketegangan yang bisa berujung perang berdarah kedua. Sahabat Clary, Simon, tidak bisa membantunya. Ke mana pun Simon menoleh, seseorang menginginkannya di pihak mereka—beserta kekuatan kutukan yang mulai merusak hidupnya. Selain itu, dia mengencani dua gadis yang cantik dan berbahaya—yang saling tidak mengetahui tentang yang lain.

Ketika Jace mulai menjauhi Clary tanpa menjelaskan alasa­nya, Clary dipaksa untuk menggali ke dalam inti misteri yang pemecahannya menyingkapkan mimpi terburuknya. Dia telah menggerakkan rantai peristiwa mengerikan yang dapat mem­buatnya kehilangan semua yang dia cintai. Bahkan Jace.

Review :

Saat aku mulai membaca novel ini, aku menduga, “Wah, kayaknya cerita kali nii lebih banyak fokus ke Simon nih..” Kenapa? Well, bukan semata karena cerita dibuka oleh Simon, tapi karena seiring perjalanan cerita, Simon banyak muncul. Hhe..

Awal cerita kita memang disuguhi dialog Simon Lewis dan Isabelle Lightwood di sebuah restoran tempat Simon dan Clary dulu sering nongkrong. Saat itu pertengahan Oktober, menjelang Halloween. Mereka sedang asyik mengobrol ketika dua manusia abdi vampir mendatangi mereka. Mr. Walker dan Mr. Archer adalah abdi vampir paling berkuasa di New York City, pemimpin klan terbesar di Manhattan. Otomatis Simon dan Izzie langsung menyangka Raphael Santiago, “ayah” dari Simon. Tapi ternyata mereka salah. Kedua abdi ini membawa Simon kepada Camille Belcourt, atasan Raphael dulu sebelum Raphael melakukan pembelotan dan menusuk Camille dari belakang. Camille pun menghilang dan Raphael lah yang mengambil alih kepemimpinan klan.

Kini Camille menghilang dan memanggil Simon untuk meminta pertolongannya. Camille meminta Simon untuk bergabung dengan klannya dan melawan Raphael karena Camille tahu, Simon lah yang ditakuti Raphael. Berkat anugrahnya sebagai Pengembara Siang, yaitu satu-satunya vampir yang mampu bertahan di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Camille juga menawarkan akan memberikan beberapa pelajaran kepada Simon mengenai bagaimana hidup diantara manusia sebagai vampir karena, sungguh, inilah yang sekarang sangat dibutuhkan Simon. Camille pun memberi waktu lima hari untuk Simon mempertimbangkan penawarannya tersebut.

Kemudian, Simon curhat pada sahabat baiknya, Clary, bukan tentang pertemuannya dengan Camille karena Simon sudah berjanji tidak akan membicarakan pertemuannya dengan Camille pada siapapun. Simon hanya perlu pendapat Clary tentang bagaimana caranya untuk memberitahu kedua wanita yang sedang ia kencani bahwa masing-masing ada pihak ketiga diantara mereka. Lagipula, yang bikin Simon bingung, ia sebenarnya belum bener-bener menetapkan siapa yang jadi kekasihnya. Tapi tampaknya kedua wanita itu menganggap Simon adalah kekasihnya. Ckck.. Isabelle Lightwood yang jelita adalah seorang Pemburu Bayangan sementara Maia adalah seorang Manusia Serigala.  Tentu saja keduanya bertentangan.

Lalu untuk sejenak cerita beralih ke Clary dan Jace yang sedang berkencan saat latihan. Hhe.. Mereka ngobrol tentang banyak hal, terutama juga tentang kabar Alec Lightwood yang sedang berlibur dengan kekasihnya, Magnus si Warlock. Saat Clary akan pulang dan Jace mengantar Clary hingga ke lift Institut, perpisahan mereka entah kenapa terasa aneh. Jace seolah menyembunyikan sesuatu.

Lalu cerita kembali pada Simon yang sekarang punya anggota band baru bernama Kyle. Saat Simon pulang dari mengantar Clary, dia dihadang orang yang ingin menusuknya. Saat itulah ia melihat fungsi dari Tanda berupa kutukan tertua yang ditorehkan Clary padanya saat tragedi Alicante. Orang yang akan menusuk Simon tiba-tiba berubah menjadi ribuan keping berkilau dan.. wuss, menghilang. Simon syok. Inilah kutukan yang ada pada dirinya. Siapapun yang akan membunuhnya pasti mati terlebih dahulu. Pembalasan tujuh kali lipat.

Belum cukup kejadian yang membuatnya depresi, sesampainya dirumah ternyata sang ibu telah menantinya. Well, akhirnya kehidupan rahasia Simon terbongkar. Sang Ibu menemukan berbotol-botol darah yang Simon sembunyikan dalam lemarinya. Terpaksa Simon pergi dari rumah dan rumah Kyle lah yang jadi tempat ia bernaung untuk sementara ini. Kehidupan pun berlanjut..

Clary masih sibuk membantu Ibunya, Jocelyn ─yang akan menikah dengan kekasihnya, Luke─ mempersiapkan tetek bengek pernikahan itu. Kemudian ada saat Jace menolong Simon saat cowok itu kembali dihadang dua orang tak dikenal yang ingin membunuhnya. Disaat yang sama, Clary dan Luke sedang pergi bersama Maryse Lightwood ke Kota Hening untuk menemui Saudara-Saudara Hening. Clary punya ide untuk membuat yang mati untuk berbicara. Nah lhoo.. Well, semakin bertambahnya Pemburu Bayangan yang mati karena dibunuh, maka Clary menawarkan alternatif itu untuk mengungkap pembunuhan ini. Mereka pun menemui Saudara Zachariah, dan beliau membawa Maryse dan yang laen ke Ossuarium, semacam ruang mayat menurutku ;)

Yang terakhir dari yang mati terbunuh sudah disiapkan untukmu. Apa kau siap?” Dan mau nggak mau Clary harus siap karena ini idenya. Clary menggambar rune kuno yang menghidupkan kembali ia yang mati. Tentu saja menakutkan bahwa yang mati tercabik kembali terbangun dan merintih kesakitan. Namun dengan interogasi Maryse yang tajam, mereka berhasil mendapatkan satu nama, yang kemungkinan besar bertanggung jawab atas kematian para Pemburu Bayangan, yaitu Camille.

Sangat manis saat Jace dan Simon bisa ngobrol berdua di apartemen tempat Simon tinggal. Lalu, saat Jace bertemu dengan Kyle, semuanya menjadi jelas, bahwa ternyata selama ini Simon tinggal dengan seorang manusia serigala. Hmm.. Ternyata Kyle adalah serigala dari sebuah aliansi bernama Praetor Lupus, semacam ‘Pengawal Serigala’, yaitu sebuah organisasi yang sangat menyembunyikan diri yang punya tujuan operasional sebagai ‘ibu’ yang mendidik dan mengarahkan Penghuni Dunia Bawah ─termasuk Serigala, Vampir, bahkan Warlock─ yang baru saja ‘lahir’ dan ‘yatim piatu’, mencoba membantu mereka untuk mengendalikan kekuatan-kekuatan mereka.

Yang lucu, awalnya Jace dan Kyle memang kayak orang musuhan. Tapi kemudian, karena mendadak mereka punya misi yang sama yaitu melindungi Simon maka, boom, mereka pun jadi teman. Hha.. Tapi manis kali lihat tiga orang ini bekerja sama untuk mengungkap, siapa dalang sebenarnya yang menginginkan kematian Simon, dan apakah semua ini berhubungan dengan kematian para Pemburu Bayangan ;)

Langkah pertama mereka, Simon menjadi semacam umpan. Ia manggung bersama bandnya di semacam kafe. Kyle sebagai vokalis sementara Jace mengamati dari balik panggung. Kemudian, di tengah penampilan, Simon merasa semakin tidak enak badan karena untuk waktu yang lama ia belum minum darah lagi. Ia kekurangan nutrisi. Ia pun akhirnya merasakan nikmatnya meminum darah manusia untuk kali pertama. Heuu.. Naluri ke-vampir-annya  menguasai dirinya ;)

Sementara itu, Maryse dan Luke mengadakan pertemuan dengan Raphael. Cerita yang disampaikan dari sudut pandang Raphael sama dengan cerita dari sudut pandang Cammile mengenai masing-masing. Waktu itu Camille menceritakan keburukan Raphael pada Simon, dan kini, Raphael menceritakan keburukan Camille yang sama persis, kepada Maryse dan Luke. Well, jadi belum tahu siapa sesungguhnya tokoh jahatnya disini, apa memang Raphael ataukah Camille?? ;)

Kalau dari cerita mengenai asmara Clary dan Jace sendiri, tampaknya hubungan mereka bener-bener mulai renggang. Aku masih belum ngerti alasan Jace kenapa ia ga bisa bicara, bersama, atau bahkan hanya menatap Clary? Haiss.. Selalu Jace yang menghindar dan nggantungin Clary. Payah.. Namun, saat mereka mulai merasakan api asmara mereka kembali membara, sayang sekali harus ada interupsi dari Izzie, dan lagi-lagi Jace seolah merasa bersalah terhadap Clary dan kabur ─lagi─ meninggalkan gadis itu dalam kebingungan.

Saat Simon masih menikmati darah Maureen, gadis cilik yang mengidolakan band Simon, beruntung Kyle datang dan menyelamatkan Maureen. Lalu masalah demi masalah terjadi. Saat Simon sedang bersama Izzie, muncul Maia yang mempergoki mereka. Kini keduanya tahu kalau mereka masing-masing diduakan. Lalu saat wanita-wanita muda ini siap ‘menyerang’nya, muncul Kyle dan Simon merasakan kelegaan yang sangat. Namun sayang, giliran Kyle yang diserang ─benar-benar diserang dengan membabi buta, oleh Maia. Ternyata Kyle adalah mantan Maia yang dulu merubah Maia menjadi manusia serigala dan meninggalkan Maia begitu saja tanpa penjelasan. Akhirnya ketahuan kalau Jordan lah nama depan Kyle.

Kini situasi Kyle dan Simon jadi aneh. Namun akhirnya Kyle ─atau Jordan─ membuka diri. Ia bercerita panjang lebar tentang kehidupannya dulu dengan Maia. Nah, saat sedang curhat itulah ada seseorang yang membunyikan bel pintu Jordan. Seseorang meninggalkan ancaman untuk Simon bahwa pacarnya sedang disandera dan kalau Simon tidak datang ke alamat yang diperintahkan, maka si pacar akan dibunuh. Nah lhoo, pacar yang mana nii?? Pasalnya cewek-cewek yang ada di kehidupan Simon setelah dihubungi, baik-baik saja.

Hanya saja, di saat yang sama Clary malah diserang di bangunan yang mirip Gereja, dan alamatnya sesuai dengan alamat yang didapatkan Simon. Awalnya, Clary mendapatkan alamat ini setelah ia menulis sebuah rune di secarik kain yang berasal dari bayi iblis yang sebelumnya Clary dan Jocelyn lihat di kamar mayat rumah sakit. Setelah rune tertoreh, muncullah alamat ini, dan Clary seorang diri masuk ke bangunan tersebut. Tentu saja Clary menemukan sebuah petunjuk yang sangat penting, bahwa ternyata ada seseorang yang sedang ‘menciptakan’ banyak bayi seperti Jonathan dulu.

Wew.. Kayamana lah ni arah masalahnya? Cukup banyak tampaknya. Belum lagi ditambah dengan Camille, yang berkat Simon dan Jace, berhasil ditangkap dan sayangnya Camille hanya mau menjawab pertanyaan interogasi yang diajukan oleh Magnus Bane, sang mantan kekasih. Hmm, nambah lagi kan masalah. Tentu saja Alec jadi sering uring-uringan karena mengingat riwayat percintaan Magnus selama ratusan tahun ini :O Ngeri :P Tapi heii, ternyata di belakang Camille, masih ada seorang pengendali yang lebih hebat dan lebih kuat lagi. Dan tampaknya inilah ancaman terbesarnya karena ia jelas menginginkan kehancuran keseimbangan penghuni dunia ini. Ouch ;)

Ratingku buat novel ini : 8,8

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2012 in Magic

 

Shopaholic 6 – Mini Shopaholic

  • Pengarang        :    Sophie Kinsella
  • Genre               :    Drama
  • Tebal                :    568 hlm ; 18 cm
  • Penerbit            :    Gramedia
  • Harga               :    60.000 IDR
  • Pertama terbit   :    2 September 2010
  • Cetakan            :    Desember 2010
  • Tanggal Beli      :    17 Februari 2011

Becky Brandon (dahulu Bloomwood) berpikir mudah saja menjadi ibu, dan putrinya akan menjadi teman belanja seumur hidup!

Tapi Minnie yang baru dua tahun ternyata memiliki pendekatan yang berbeda dalam berbelanja. Dia sering menjerit “Mauuuu!” tanpa pandang bulu, menciptakan kekacauan dari Harrods sampai Harvey Nichols, suka memanggil taksi untuk pergi ke toko, bahkan memesan baju di eBay tanpa bilang-bilang.

Sementara itu, negara mereka dilanda krisis keuangan. Semua orang melakukan pengetatan ikat pinggang–padahal Becky dan Luke masih tinggal di rumah orangtua Becky. Rencana untuk membeli rumah pun gagal. Untuk membangkitkan semangat, Becky memutuskan membuat pesta kejutan– dengan biaya hemat. Tapi bukan Becky namanya kalau tidak terlibat dalam masalah yang lebih rumit.

Sanggupkah Becky mengatasinya? Apakah harapan rahasianya dapat menjadi nyata?

Review :

Oh wow, akhirnya sampai juga kita di buku terakhir Shopaholic Series :D Hmm, seperti biasa, sangat khas, cerita diawali dengan kalimat ‘jangan panik’-nya Rebbeca ─Becky─ Brandon. Tapi kali ini yang membuat dia terserang panik adalah, karena putrinya, Minnie Brandon, yang sudah berusia dua tahun sedang merajuk dengan berteriak-teriak ingin membeli kuda poni mainan. Nah lhoo..

Cerita dimulai dengan perginya Becky beserta keluarga besarnya ke sebuah departemen store untuk berbelanja hadiah Natal. Baru bab pertama saja, kita sudah di suguhi Becky kecil alias Minnie yang juga maniak belanja ─a shopaholic. Just like her mom. Hhaha.. ;) Oia, Becky sendiri tampaknya tidak mengalami perubahan sifat lhoo, tetap seorang shopaholic dengan segala sifat simple nya, membeli segala sesuatunya, selalu hanya dengan segala pemikiran positifnya. Hhaha..

Dari awal cerita, kita mendapat beberapa informasi mengenai apa yang terjadi selang kelahiran Minnie hingga saat ini, seperti bahwa ternyata perusahaan PR milik Luke Brandon sedang aktif melakukan persidangan melawan Arcodas Group, lalu ternyata Becky, Luke, dan Minnie masih tinggal di lantai atas rumah orang tua Becky karena belum mampu membeli dan tidak kunjung mendapatkan rumah yang cocok. Kemudian ada tragedi, ternyata enam bulan yang lalu ibu angkat Luke, Annabel, meninggal dunia. Padahal dibandingkan dengan Ibu kandung Luke yang menyebalkan ─Eleanor, bisa dibilang Annabel lah Ibu Luke yang sesungguhnya, dan Luke sangat menyayangi Annabel. Kini Ayah Luke tinggal di Australia bersama adik Luke.

Secara garis besar kini konflik dari novel ini adalah tentang sifat Minnie yang, well, manja, walaupun kebanyakan orang disekitar Becky tidak mau mengakui hal ini, termasuk Becky. Lalu, beberapa hari berlalu. 28 Desember adalah perayaan Natal kedua bagi keluarga Becky dan Janice ─tetangga Becky, karena Jess ─kakak tiri Becky─ dan Tom ─anak Janice─ akan kembali dari Chile hari ini. Bahkan Suze dan Tarquin serta ketiga anak mereka datang untuk perayaan bersama. Wow. Hari yang sibuk, ramai, dan menyenangkan. Minus Luke yang masih saja sibuk bekerja ;)

Oia, ada berita menggembirakan sekaligus mengecewakan dari Jess dan Tom nii. Sumpa, aku ga habis pikir mereka bisa ngelakuin hal ini tanpa memberitahu keluarga mereka. Tapi, yah, kurasa itu yang terbaik bagi mereka deh, mengingat sifat orang-orang terdekat mereka yang, well, suka kehebohan. Hhaha..

Saat hari pembaptisan Minnie, sayangnya, malah seperti hari bencana. Ya ampun. Semua ─maksudku benar-benar semua─ orang mengalami kegemparan. Saat pembaptisan akan segera mulai, Luke nggak muncul-muncul. Padahal Becky sudah melakukan segala cara untuk mengulur waktu, menunggu kedatangan Luke. Tapi sayangnya, Luke ga datang. Bahkan malah terjadi kehebohan karena berita mengenai Bank of London yang bangkrut atau semacamnya. Yang jelas, karena masalah inilah terjadi krisis keuangan di seantero Inggris. Mak..

Seperti halnya di luar, di dalam rumah orang tua Becky pun terjadi goncangan hidup. Kini orang tua Becky sibuk melakukan penghematan dan PIP (Pengetatan Ikat Pinggang), istilah yang digunakan ayah Becky untuk menjalani hidup kedepannya. Tapi yang membuatku heran sekaligus jengkel, kenapa sikap Becky begitu kekanakan sih. Dia seperti tidak terpengaruh dengan masalah keuangan ini, ia tetap berbelanja dan bahkan ia menggembar-gemborkan kesana-kemari kalau ia akan membuat pesta ulang tahun kejutan untuk Luke, tanggal 7 Maret mendatang. Hampir semua orang yang mendengar rencana Becky ini jadi skeptis. Pasalnya, Becky ingin pesta dengan segala konsep kemewahannya. Ckck.. Belum lagi, pesta kejutan? Masalahnya Becky bermulut besar. Bisakah pesta ini jadi pesta yang ‘rahasia’, dilakukan sembunyi-sembunyi dibelakang Luke? Hmm, meragukan ;) Tapi demi membuktikan keraguan orang-orang di sekitarnya, ia malah nantangin kalau ia bisa melakukannya. Ckck.. Bukan Becky kalau nggak bikin masalah kan :P

Itulah yang terjadi. Semakin kebelakang, konflik-konflik dari novel ini mulai muncul kepermukaan. Pertama, Becky bilang kalau dalam dua hari ia akan pindah, keluar dari rumah orang tuanya. Tentu saja orang tuanya senang karena akhirnya mereka dapat kembali mengadakan jamuan untuk teman-teman mereka dan mereka juga senang karena akhirnya Becky memiliki rumahnya sendiri. Padahal kenyataannya, Becky dan Luke belum punya rumah karena rumah yang akan mereka beli malah bermasalah.

Karena tidak mau malu, maka Becky memaksa Luke untuk bener-bener segera pindah, namun ke rumah kontrakan. Tanpa sepengetahuan orang tuanya! Well, orang tua Becky tidak suka kalau Becky harus mengontrak. Yang lucu, truk barang Becky terpaksa berputar-putar dulu karena orang tua dan Janice, tetangga Becky, mengikuti truk untuk mengantar kepindahan Becky hingga kerumah barunya. Bencana bagi Becky karena ini diluar rencana. Karena lelah, mau nggak mau Becky jujur pada ibunya kalau ia belum punya rumah. Tentu saja  Becky malah bertengkar hebat dengan sang Ibu.

Belum lagi, Becky juga bertengkar dengan Suze, sahabatnya, karena masalah pesta rahasia Luke ditambah dengan kemarahan Suze akibat ulah Danny terhadap Tarquin, suami Suze, dan Suze menumpahkannya pada Becky. Pasalnya, Becky adalah teman Danny, si perancang busana terkenal dari Amerika.

Kemudian, ada masalah Becky di tempat kerja. Akhirnya, siasat Becky dalam jual beli pakaian selama ini ketahuan oleh salah satu suami dari pelanggannya. Becky bahkan hampir kena tuntut, dan pastinya, bos Becky marah besar. Ia diskors dari kerjaannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan ;)

Lalu ada masalah dengan pesta ulang tahun yang akan Becky adakan karena, well, entah kenapa pestanya jadi super gede dan mewah. Belum lagi, kini pesta itu nggak bener-bener rahasia lagi karena ─lagi-lagi ulah─ Danny, yang membocorkan rahasia itu pada wartawan sebuah majalah saat diwawancarai, dan kini berita itu tercetak dengan jelas dalam salah satu halaman wacana mengenai aktifitas Danny. Ya ampuun!

Tapi yang paling parah, Becky masih saja menyangkal bahwa Minnie anak yang manja dan bandel dan memerlukan pendidikan dari ahlinya. Luke diam-diam menyiapkan seorang Nanny yang expert di bidangnya, dan Nanny itu punya acara reality show, yaitu Nanny Sue. Terasa familier?? :P

Nahnah, kini bertambah lagi masalah Becky. Ia jadi bertengkar dengan Luke. Untuk waktu yang cukup lama Becky hanya bicara pada Luke seperlunya. Bahkan ia mencari cara agar saat Nanny Sue datang untuk menilai sikap Minnie secara keseluruhan, Nanny akan menilai Minnie adalah anak yang manis. Tapi apa buktinya, saat Minnie dan Becky pergi berbelanja dengan disertai si Nanny, lagi-lagi timbul masalah di dalam Mall. Alamak. Aku sendiri bacanya ikut malu kok ;) Parah..

Secara keseluruhan cerita, jujur, aku merasa jengkel pada Becky lebih dari yang kurasakan dari buku-buku sebelumnya. Dan aku salut pada Kinsella yang berhasil membuat kita merasakan suatu perasaan tertentu terhadap tokohnya karena itu berarti, dia berhasil menghidupkan karakter tokoh tersebut. :D Tapi wah, jangan salah, Sophie Kinsella selalu tahu gimana harus mengakhiri ceritanya, guys. Segala proses menuju akhir cerita, cukup menyenangkan. Terutama saat Luke mendapatkan kejutan yang sesungguhnya dari Becky. Dan Becky tak kalah surprise dengan kejutan dari Luke. Hhehe.. Happy Ending!  ^.~d

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on March 10, 2012 in ChickLit

 

Tentang JUM (Jingga untuk Matahari), lagi ;-)

Informasi terbaru didapatkan dari tweet Gramedia pada tanggal 9 Desember 2011 yang lalu. Selebihnya, bisa kalian lihat gambar di bawah ini. Hhehehehe.. Lama ya guys terbitnyaa.. Sabaar! :P

Nah, kalo yang ini tweet dari tanggal 16 Januari 2012 ^^,

Ada lagiii, tanggal 25 Januari 2012 :D

Tanggal 2 Maret 2012, hanya 14 jam sebelum berita ini diturunkan :P

18 April 2012, ampuuun, masii berita yang serupa :D

Again, 26 April 2012 :D

 

 
3 Comments

Posted by on March 3, 2012 in ------Our News------

 

Dream Catcher 3 – Gone

  • Pengarang               :    Lisa McMann
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    216 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
  • Cetakan                   :    Oktober 2010
  • Tanggal Beli             :    22 November 2010

Janie mengira ia tahu masa depannya. Dan ia merasa bisa menerimanya meskipun muram.

Namun ia tidak ingin menyeret Cabel.
Janie tahu cowok itu akan setia mendampinginya meskipun tahu apa yang akan terjadi. Cabel memang menakjubkan. Karena itu Janie justru harus pergi.

Lalu seseorang hadir dalam hidup Janie─dan segalanya jadi kacau. Masa depan yang sudah diketahuinya sekarang berubah. Sendirian, ia harus memutuskan mana pilihan terbaik di antara yang buruk.

Dan sementara itu waktu terus berjalan….

Review :

Juni 2006, sidang dengar perkara kasus Durbin. Kini seluruh Fieldridge mengetahui bahwa Janie Hannagan adalah seorang agen rahasia. Ia terekspos. Juli 2006, sebuah cuplikan singkat pembicaraan Janie dengan seorang wanita. 1 Agustus 2006, Janie melakukan perjalanan selama 3 jam yang menyiksa, namun Cabel selalu menyertainya.

3 Agustus 2006, mereka berada di pondok sewaan Charlie ─kakak Cabel─ dan Megan di Fremont Lake. Janie senang dengan lingkungan baru ini karena tidak banyak orang bertanya-tanya tentang dirinya, tidak ada yang mengenal Janie. Tapi, malam hari tetap menjadi saat yang menyiksa bagi Janie. Terutama dengan adanya mimpi buruk Cabel yang terus mengiris hari Janie. Cabel tak pernah bisa mengungkapkan perasaannya, namun mimpi itu mengambarkan bagaimana Cabel menghadapi semua masalah ini. Mengenai fakta menyakitkan bahwa Janie akan kehilangan penglihatan dan kemampuan motoriknya kelak, suatu hari, akibat dari kemampuan dreamcatch nya ini. Aku bacanya, wew, menyedihkan :(

Sore itu saat Janie dan Cabel sedang bersantai, Janie mendapat kabar dari Carrie ─sahabat dan tetangga Janie─ mengenai ibu Janie yang mabuk ─seperti biasa─ dan berteriak-teriak memanggil Janie di depan rumah. Kabar berikutnya, Carrie membawa ibu Janie ke IGD. Tentu saja Janie langsung panik. Segera, Cabe dan Janie berkendara 3 jam kembali ke Fieldridge.

Mereka langsung menuju rumah sakit dan mencari-cari keberadaan Carrie serta ibu Janie. Mereka menemukan Carrie duduk di depan ruang ICU. Janie ketakutan. Namun Carrie memberinya berita yang lebih membuat syok, ternyata yang berada di ICU adalah ayah kandung Janie, Henry Feingold, yang tidak pernah Janie tahu keberadaannya dan sekarang dalam kondisi koma. Setelah meminta sahabat dan kekasihnya pulang, Janie berdiam diri dan merenung untuk waktu yang lama. Ia menunggu ibunya di ruang tunggu.

Hari berikutnya, ditemani Cabel, Janie mengunjungi ayahnya. Namun aneh, mimpi pria itu hanya seperti TV yang terputus salurannya, statis, dengan suara yang memekakkan telinga Janie. Sesaat, setelah pelangi warna menghilang dari pandangan Janie, ia sekilas melihat sesosok wanita entah siapa. Janie tidak tahu harus berkata apa pada lelaki yang terbaring lemah itu. Ia pun mengajak Cabe pulang. Malamnya, dari sang ibu, Janie mendapat sepotong cerita mengenai pertemuan kedua orang tuanya dan bagaimana mereka berpisah dan tidak pernah berjumpa lagi.

6 Agustus 2006. Cabe membawa Janie ke sebuah alamat di luar kota. Rumah yang mereka temukan sangat terpencil. Ternyata rumah Henry Feingold. Tidak ada seorangpun di rumah itu dan Cabe menyarankan untuk mendobrak masuk. Namun karena takut tertangkap, Janie memaksa Cabe untuk pergi saja. Kemudian karena adanya kemungkinan bahwa Henry juga seorang dreamcatcher, maka Cabe bersikeras dan membawa Janie kembali ke rumah Henry. Tentu saja disana mereka tidak menemukan bukti bahwa Henry memang seorang dreamcatcher.

Malam harinya, Janie tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk pergi kerumah sakit dan mencari tahu. Lagi-lagi disana Janie masuk ke mimpi Henry yang statis. Namun kali ini mimpinya cukup berarti, bahkan ia berjumpa lagi dengan Mrs. Stubin yang telah meninggal. Dari mimpi, Henry meminta bantuan Janie dengan berteriak-teriak, tapi Janie tidak tahu apa yang dimaksud Henry dan tidak tahu harus berbuat apa. Mimpi ini sangat menyerap kekuatan Janie.

7 Agustus 2006. Janie memutuskan untuk lebih mengenal Henry dengan mendatangi rumah Henry sendirian. Ia mempelajari seluk beluk tentang Henry dan bisnis online yang dijalani ayahnya itu. Tengah hari, Henry mendapat tamu, seorang supir truk pengiriman paket. Cathy ─wanita itu─ si sopir mengaku telah lama mengenal Henry dan ia turut prihatin mengetahui keadaan Henry. Dari Cathy lah Janie mendapat sedikit lagi gambaran mengenai sang ayah. Malamnya, ia bermimpi dan Henry hadir di dalamnya. Mereka mengobrol.

8 Agustus 2006. Henry Feingold meninggal. Tanggal 9 Agustus dilakukan upacara pemakanan yang diatur oleh Janie. Biar bagaimanapun Henry adalah ayahnya, dan ia mengerti kenapa lelaki itu harus meninggalkan ibu Janie dulu. Belum lagi ternyata ayahnya tidak tahu menahu kalau ia punya seorang putri. Ckck..

Keputusan Janie sudah bulat, ia akan meninggalkan kehidupan lamanya. Ia mulai membuat agenda apa saja yang akan ia lakukan dan yang pasti ia akan menempati rumah ayahnya. Kehidupan barunya. Menyendiri. Seperti sang ayah. Namun, benarkah ini yang terbaik? Morton’s Fork :)

Buku terakhir dari trilogy dreamcatcher ini menurutku tidak banyak memberikan kesan. Cerita selalu disampai dengan konstan dari buku pertama hingga yang ketiga, tidak ada sesuatu yang spesial. Hanya mungkin aku sedikit suka dengan ide penyampaian cerita dengan menggunakan waktu sebagai indikator. Jadi semacam membaca journal seseorang. Bukan berarti aku suka membaca journal seseorang ya :P Tapi, secara keseluruhan, hmm, boleh lah buat ngisi waktu luang. Tapi kalo ada novel lain sebagai second choice kamu, bagus ambil yang itu. Kalau pendapat aku pribadi, novel ini buka tipe novel yang suatu ketika bakal ku baca ulang. Cukup sekali ni aja ;)

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2012 in Paranormal

 

-Another Seven-

Well, bener-bener ga terencana buat beli novel, tapi akhirnya malah dapat, TUJUH pulaaa! Wow.. Memang jadi wishlist ku sih buat ngumpulin seri ini, dan akhirnya kesampaian. Belum semuanya tapi ;)  5 buku karangan Richelle Mead dan 2 buku dari Alexandra Ivy. Check this out, guys! :D Ga sabar pingin baca. Hhe..

 
2 Comments

Posted by on February 13, 2012 in ------Our News------

 

Lima Sekawan 14 – Menyamarkan Teman

  • Pengarang               :    Enid Blyton
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    240 hlm, 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    23.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1955
  • Cetakan ke13           :    Agustus 2006
  • Tanggal Beli             :    -

Petualangan KEEMPAT BELAS mereka yang seru dan mengasyikkan!

George benar-benar jengkel waktu seorang anak perempuan Amerika yang menginap di Pondok Kirrin, harus menyamar sebagai anak laki-laki! Tapi ini bukan saatnya bagi George untuk merasa iri, sebab Berta anak perempuan Amerika itu memang sedang bersembunyi dari para penculik, dan hanya LIMA SEKAWAN yang sanggup menjaganya!

Review :

Liburan musim panas Lima Sekawan kali ini dihabiskan di Kirrin, seperti biasa. Dan kini sisa tiga minggu waktu yang bisa mereka habiskan di Kirrin akan benar-benar mereka nikmati. Sebelum berkumpul di Kirrin, Dick dan Julian pergi melancong ke luar negeri selama sebulan penuh, sementara Anne pergi berkemah dan setelah itu ada temannya yang menginap dirumah. Sedangkan George sendiri tinggal di Kirrin.

Siang yang cerah ini Paman Quentin akan menjamu dua teman ilmuwannya. Salah satu tamu Paman Quentin berasal dari Amerika dan rupanya memiliki putri bernama Berta. Berta ini akan bersekolah di sekolah Anne dan George. Siang itu, anak-anak hanya diminta untuk memperkenalkan diri dan kemudian mereka boleh melanjutkan hari mereka dengan berpiknik. Sangat menyenangkan :D

Seperti biasa, sehari dua hari berlalu tanpa terasa. Barulah pada hari ketiga mereka mulai merencanakan apa yang akan mereka lakukan untuk menghabiskan waktu mereka. Dan siang itu ada sesuatu yang aneh. Julian mengangkat telpon dan yang bicara adalah salah satu tamu Paman dua hari yang lalu, si orang Amerika. Dari nadanya bicaranya seperti orang bingung dan ia berpesan pada Julian agar disampaikan pada Paman bahwa dia akan datang ke Pondok Kirrin larut malam. Karena Dick sangat ingin melihat mobil besar si orang Amerika yang bernama Elbur itu, maka ia rela begadang sampai malam. Tapi anehnya, Elbur bukannya naik mobil tapi malah naik sepeda. Bahkan yang lebih aneh, orang itu masuk kerumah lewat jendela ruang kerja Paman Quentin, padahal Bibi Fanny akan membukakan pintu depan. Namun karena Dick sudah sangat mengantuk, ia pun melupakannya dan jatuh tertidur.

Keesokan harinya Paman Quentin memanggil anak-anak dan memberitahu perihal masalah Elbur. Elbur mendapat ancaman penculikan terhadap anak tunggalnya yang bernama Berta. Itulah kenapa ia meminta tolong Paman untuk menampung Berta selama tiga minggu kedepan. Seperti biasa George lah yang kesal, namun akhirnya ia luluh juga. Rencananya Berta akan datang malam ini. Benar saja, disaat anak-anak sudah terlelap, datanglah Berta. Anak perempuan itu harus berbagi kamar dengan George dan Anne. Malam itu saat Bibi Fanny mengantar Berta ke kamar, George terbangun. Ternyata Berta membawa anjing bernama Sally, tentu saja George semakin kesal. Hha..

Pagi berikutnya anak-anak berkenalan dengan Berta dan Sally. Hanya George yang cemberut. Lalu ada surat dari Elbur, ayah Berta, yang mengisyaratkan untuk menyamarkan anak tunggalnya itu dengan merubahnya menjadi anak laki-laki. Berta harus berdandan menyerupai anak laki-laki, memotong rambutnya, dan memakai nama baru. Tentu saja Berta menolak mentah-mentah, bahkan hampir menangis. Namun ia tidak berdaya. Alhasil, Bibi Fanny, Joanna ─juru masak di Pondok Kirrin─ serta anak-anak langsung meng’edit’ Berta. Bocah-bocah ini juga mendapat instruksi untuk jangan pernah meninggalkan Berta ─atau yang sekarang dipanggil Lesley─ dan melaporkan siapapun orang yang menurut mereka mencurigakan pada Bibi atau polisi setempat. Well, ya, bahkan polisi pun tahu tentang program perlindungan Berta. Hhe..

Segera, Berta pun menjadi Lesley. Walaupun dengan berat hati, ia tetap menikmati harinya sebagai bocah laki-laki. Lesley dan Lima Sekawan bersenang-senang setiap hari. Lebih dari seminggu kemudian, suatu malam terdengar gemuruh yang kencang, tanda akan timbul badai. Anne terbangun dari tidurnya. Sesungguhnya, ia tidak hanya mendengar gemuruh badai, namun juga mesin perahu motor. Saat ia melihat keluar jendela, ia merasa melihat sinar yang bergerak-gerak di teluk Kirrin. Baru pada siang harinya saat sedang bersenang-senang di pantai, mereka melihat pantulan sinar matahari dari teropong milik seseorang yang sedang berbaring di Pulau Kirrin ─tepat di seberang tempat mereka bermain. George marah karena ada orang yang berani menginjakkan kakinya di pulau miliknya itu. Bahkan untuk memata-matai mereka yang sedang bermain di pantai.

Saat Lima Sekawan tambah Lesley dan Sally pergi ke Pulau Kirrin untuk memeriksa keadaan, mereka menemukan puntung rokok. Belum lagi ternyata ada orang yang kabur dari Pulau dengan perahu motornya. Sayang anak-anak kalah cepat dan lupa membawa teropong untuk melihat nama atau ciri dari perahu itu. Sekembalinya mereka ke Teluk Kirrin, Anne yang pergi membeli es krim mendapat kabar dari sang penjual bahwa ada seseorang yang menanyakan anak-anak di Pondok Kirrin. Segera Anne menceritakan hal ini pada saudara-saudaranya.

Joanna yang mengetahui kabar ini jadi semakin kalut. Ia meningkatkan pertahanan Pondok Kirrin. Pasalnya, Bibi Fanny dan Paman Quentin terpaksa menunda kepulangan mereka seminggu lebih lama karena urusan Paman belum kelar. Ckck.. Ini nih, petualangan Lima Sekawan mulai terlihat :D

Malam, saat anak-anak sedang bermain, George melihat seraut muka sedang mengintip dari luar jendela. Saat akan tidur, George terpaksa membawa Sally turun ke kandang Timmy karena anjing itu sangat menganggu George dan Anne. Namun terjadi sesuatu yang mengerikan, George diculik! Sudah pasti penculiknya salah mengira kalau George adalah Lesley. Barulah pagi berikutnya orang rumah menyadari hilangnya George.

Penyelidikan pun dimulai. Setelah tahu George menghilang, Joanna langsung mengamankan Lesley ke rumah saudaranya di desa tetangga, tempat dimana Jo si anak gelandangan sekarang tinggal sementara ayahnya masih dipenjara. Julian, Dick, dan Anne melakukan penyelidikan dengan bantuan Timmy yang mengendus bau George hingga mereka menemukan jejak ban mobil tidak jauh dari Pondok Kirrin. Setelah ditelusuri, ternyata mereka menemukan beberapa barang George dan secarik kertas dengan tulisan ‘Gringo’ yang pasti ditinggalkan George sebagai petunjuk.

Malam harinya, datang Jo ke Pondok Kirrin. Hhaha.. Anak itu tingkahnya tidak berubah, masih pemberani dan bandel. Tapi berkat Jo, mereka jadi tahu arti kata Gringo. Gringo ternyata adalah nama pemilik dari Pasar Malam Gringo. Hari berikutnya, Jo memperkenalkan Julian dan Dick pada Spiky, anak pemilik komidi putar di pasar malam itu. Julian, Dick, dan Jo kemudian mulai menyelidiki perihal kemungkinan George disekap di salah satu karavan milik Gringo. Dengan bantuan Spiky, petualangan mereka pun berlanjut :D

COVER BARU (NC)

 
Leave a comment

Posted by on February 9, 2012 in Kids

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 66 other followers