RSS

Ghostgirl 1 – Rest In Popularity

11 Jul

  • Pengarang               :    Tonya Hurley
  • Genre                      :    Drama, Mystery
  • Tebal                       :    404 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Atria
  • Harga                      :    50.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1 Januari 2008
  • Cetakan ke-3            :    November 2009
  • Tanggal Beli             :    *

Inilah faktanya. Charlotte Usher telah meninggal dunia. Dengan cara terkonyol : tersedak permen kenyal berbentuk beruang. Di tengah sebuah misi terpenting : menjadi cewek terpopuler di sekolah. Sebelum berhasil mencapai tujuan termulia : merebut hati Damen Dylan, cowok terkeren di Hawthorne High.

Dan sekarang, dia menjadi hantu. Bayangkan, HANTU! Dia bergentayangan di sekolah, tidak terlihat, bisa menembus dinding, dan menjadi penghuni rumah hantu. Tetapi, sama seperti kehidupan, ternyata kematian juga penuh tantangan. Setidaknya, Charlotte tetap harus bersekolah hingga lulus dan menghadapi persaingan dengan hantu tergarang di kelasnya.

Lalu, apakah dengan menjadi hantu berarti Charlotte harus melupakan misi dan tujuan hidupnya? Ataukah justru semua itu lebih mudah tercapai? Dan relakah Charlotte menerima “takdir” barunya dan menjalani hari-harinya sebagai hantu?

Review :

Baru baca sinopsisnya aja aku udah mikir, ni buku kok kayaknya konyol kali isinya. Tema ceritanya menurutku lucu dan beda. Drama tapi juga horor, tapi nggak horor-horor amat. Malah nggak ada seremnya sama sekali ding, walaupun notabene ceritanya tentang hantu. Hha..

Di bab-bab awal, kita masih disajikan dengan kehidupan Charlotte ‘manusia’. Gimana dia dengan semangatnya memulai semester barunya di Hawthorne High. Ia bertekat akan menjadi pribadi yang baru dan menjadi gadis populer. Naif memang, tapi itulah angan-angannya. Dan seperti kejatuhan meteor keberuntungan, di kelas Fisika, Charlotte mendapat rekan lab lelaki pujaannya, Damen Dylan. Bener-bener tolol dan entah polos ato gimana sih bocah ini, tapi ya ampun.. pengambaran reaksi Charlotte di sini sangat bodoh, konyol, tolol, dan lucu. Belum lagi saat Damen meminta Charlotte untuk menjadi guru pribadinya, wkakaka, reaksi Charlotte bikin ngakak. Senangnya minta ampuunn..

Di sekolah ini, ada geng anak populer yang dipimpin oleh Petula Kensington sedangkan kedua pengikutnya terkenal dengan sebutan The Wendys, yaitu dua cewek dengan nama yang sama, Wendy Thomas dan Wendy Anderson. Petula sendiri adalah kekasih Damen, dan ia memiliki adik cewek yang berbeda ‘aliran’, Scarlet Kensington. Dibanding dengan kakaknya yang cantik dan sangat modis, Scarlet ini lebih begaya darkwave-meets-burlesque, atau kadang gothic ato rockin’. Kedua bersaudara inipun tidak pernah akur, mereka selalu melemparkan komentar sarkastik kepada mesing-masing. Namun tidak bisa dipungkiri, nanti tokoh Scarlet ini bakal berperan aktif dalam kisah Charlotte.

Well, oke.. Charlotte ‘manusia’ memang hanya sampai pada akhir bab ke dua, tapi dari bab ke tiga kita akan mulai mengikuti perjalanan hidup Charlotte ‘hantu’. Lucu banget, masa tar Charlotte pakai ngisi formulir pendaftaran siswa baru di dunia hantu segala. Trus dia menjadi siswa di Kelas Pendidikan Kematian alias Pendidikan Khusus Menyambut Kematian. Buku pelajarannya pun lucu, namanya Deadiquette alias Etiket kematian😛 Tapi seperti halnya siswa baru, dia juga harus melalui tahap orientasi. Wkakaka.. Ada-ada aja..

Nah, di ruang 1313 tempat bagian resepsionis berada, nanti Charlotte berkenalan dengan teman hantu pertamanya, Pam si Piccolo. Uniknya, setiap hantu di kelas Charlotte nanti pasti memiliki nama kematian yang biasanya menunjukkan penyebab kematian, kayak Pam ini, ia dijuluki Pam si Piccolo karena ia tersandung dalam sebuah pertunjukkan di kapal, di sebuah acara parade band dan tanpa sengaja menelan Piccolo yang ditiupnya. Selain Pam, nanti ada Mike si Metal, Jerry si Kepala Berat, dll. Tonya Hurley membuat berbagai kisah kematian orang-orang ini seolah kematian mereka karena satu hal yang konyol, nggak wajar. Tapi emang bener-bener konyol kok. Hha..

Rupanya, Charlotte yang terlepas dari si populer Petula, kini menjadi incaran si ratu lebah Pendidikan Kematian, Prudence alias Prue. Ia selalu mengejek dan menyepelekan orang-orang di sekitarnya. Tapi Charlotte nggak ambil pusing. Ia lebih memikirkan Damen Dylan, cowok yang seharusnya menjadi partner lab dan ‘murid’ di kursus privat mereka. Sayangnya dengan mengecewakan ia harus melepas impiannya untuk mendapatkan Damen karena ia bukan lagi manusia. Tapi heii, rupanya ada satu hal yang membuat ia tidak patah semangat. Ia menemukan satu fakta menarik. Rupanya Scarlet, adik Petula, dapat melihat dan ngobrol dengan Charlotte! Ini artinya, Charlotte tidak benar-benar meninggalkan kehidupan lamanya. Yups, bersama Scarlet nanti Charlotte banyak menyiapkan dan menjalani rencana-rencana nekat. Di satu sisi, Charlotte ingin kembali ke dunia manusia untuk bertemu dengan Damen, disisi lain Scarlet sangat penasaran dengan dunia kematian. Ampuuun.. Kebayang kan gimana rencana-rencana mereka?? Tapi sayangnya, ada beberapa halangan yang menghadang, terutama dari Prue dan Petula sendiri.

Menurutku, cerita novel ini cukup lucu, imajinatif banget, tapi bukan tergolong fantasy yang berat, karena sungguh, cerita novel ini sangat ringan. Lumayan lah buat jadi selingan bacaan.

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on July 11, 2011 in Horror/Mystery

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: