RSS

Airhead 3 ─ Runaway


airhead 3-runaway

  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama, Fantasy
  • Tebal                       :    328 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    45.000 IDR
  • Pertama terbit          :    20 April 2010
  • Cetakan                   :    Mei 2012
  • Tanggal Beli             :    24 September 2012

“Di mana kau akan bersembunyi, kalau orang-orang tahu siapa dirimu?”

Em Watts kaget ketika Nikki Howard bilang dia menginginkan tubuhnya kembali; tubuh supermodel yang bukan lagi miliknya, tapi milik Em.

Sementara itu, selain menginginkan Nikki untuk menguak rahasia keji ayahnya, Brandon Stark juga menginginkan Em.

Dan Christopher juga berniat memanfaatkan Em untuk menyakiti Brandon… karena telah merebut Em dari sisinya, dan untuk menghancurkan Stark Enterprises.

Em sudah lelah. Lelah dimanfaatkan. Lelah dibohongi. Lelah diperintah siapa yang boleh dan tidak boleh dia cintai. Lelah pada kebohongan yang harus dia jalani.

Tapi ketika menemukan kebenaran tentang rahasia Nikki, Em tahu hanya ada satu orang yang bisa diandalkan.
Apakah Christopher bisa mengesampingkan perasaannya dan membantu Em mengungkapkan kejahatan Robert Stark pada dunia? Tapi memangnya adil melibatkan Christopher? Karena kalau cowok itu bersedia membantu, Stark Enterprises akan berusaha membuat mereka tewas, dan kali ini, untuk selamanya.
Mungkin lebih baik Em terus lari saja…

Review :

Astagaaa, akhirnya jumpa lagi nii. Maapkan aku ya teman”, dua bulan kemarin ngga sempat buat update. Aku sibuk banget sama koas ku. Bener-bener ngga sempat buat baca novel segala macem. Hhu.. Alhamdulillah ini ada senggang dan aku kangen banget buat otak atik blog lagi. Alhasil, posting deh review kali ini tentang Airhead 3 ─ Runaway. Selamat membaca dan semoga bermanfaat! 😀

Emerson ─Em─ Watts a.k.a Nikki Howard ─sekarang─ sedang menjadi tawanan Brandon Stark. Kepada media, Brandon seolah membawa Nikki berlibur romantis di rumah pantai miliknya di South Carolina. Tapi ternyata, bersama mereka ada Nikki Howard yang asli, Steven Howard ─kakak Nikki, dan ibu mereka. Mereka sedang bersembunyi dari ayah Brandon yang kebetulan juga dibenci oleh Brandon.

Saat ini adalah saat dimana Em paling merana, terkucil. Karena selain fakta ia terjebak dalam tubuh supermodel yang supersibuk hingga menghancurkan nilai-nilai sekolahnya, tapi juga karena Nikki Howard terang-terangan menyatakan bahwa ia membenci Em dan menginginkan tubuhnya kembali saat itu juga. Ya, maksudnya saat itu juga adalah saat itu juga. Saat mereka sedang berada dalam pelarian. Nikki meminta Brandon untuk menyiapkan sebuah pembedahan lagi untuk menukar kembali otak keduanya. Hhm.. Bukannya ngga mau, tapi Em mulai membiasakan diri menjadi Nikki, dan sekarang Em merasa keberatan untuk kehilangan kehidupan barunya. Egois memang. Tapi sayang ia harus mengalah dengan Nikki.

Nah, disaat Em terpuruk, datang Christopher, cowok yang dulu sahabatnya, dan sekarang cowok yang ia cintai. Christopher akan menyelamatkannya, tapi Em menolak karena Christopher enggan membawa serta Nikki. Well, biar Nikki mengesalkan, Em masih punya perasaan dan tidak ingin meninggalkan Nikki dan keluarganya di tangan Brandon. Alhasil, Christopher marah dan pergi meninggalkan Em. Tapi esoknya, datang bala bantuan lain. Ternyata Frida ─adik Em, dan Lulu ─sahabat Em, datang menolong. Mereka juga ingin membawa kabur Em, tapi kali ini akhirnya seluruh keluarga Howard ikut serta. Bahkan Brandon terpaksa di buat pingsan dan di ikat agar tidak memberontak.

Sekembalinya mereka di New York, Em kembali ke kehidupan normal, setidaknya bagi Em akhir-akhir ini. Selain itu, Em sudah berhasil mengatasi Brandon dengan memaksa cowok itu berjanji agar tidak mengganggu teman-temannya lagi. Sedangkan keluarga Howard kini sedang mengungsi di tempat Gabriel Luna, seorang penyanyi yang sedang naik daun. Pagi itu, Em mendapat telepon dari ibunya bahwa ibu dan ayahnya ingin menemuinya. Kemudian Em pun menuju kafe yang sudah di janjikan. Orang tuanya membawa kabar mengejutkan, bahwa mereka memutuskan untuk membawa Em ke pusat pemulihan karena mereka menilai Em sedang sangat tertekan. Tentu saja Em langsung berpamitan. Ia tidak ingin mendengar lebih jauh lagi apa rencana orangtuanya.

Seakan belum cukup buruk, saat Em keluar dari pintu cafe, ia melihat seseorang yang berdiri mengawasinya. Ya, lelaki itu ternyata menguntit dirinya. Christopher yang lagi-lagi menyelamatkannya. Tapi kini ia jadi merasa tidak cukup aman untuk mengunjungi keluarga Horward, takut kalo Robert Stark tahu bahwa Nikki Howard yang asli masih idup. Hhe..

Alih-alih ke tempat Gabriel, Christopher dan Em pergi ketempat Felix, sepupu Christopher yang sedang melakukan riset pada sistem keamanan Stark Enterprise. Yang mengejutkan, Felix dan Christopher menemukan fakta bahwa Stark sedang menjalankan Proyek Phoenix, yang entah bagaimana cara kerjanya, dan entah bagaimana melibatkan Em dan Nikki dulu. Disinilah peran Em kemudian. Saat malam tahun baru, sebelum dan seusai Pagelaran Stark Angels, Em mempertaruhkan nyawanya untuk mencari tahu apa itu Proyek Phoenix. Nah, akhir bahagia pun terjadi, tentu saja 😀

Asal kalian tahu yaa, aku selalu suka mengikuti petualangan Em. Bahkan saat akhir-akhir diceritakan berbagai kisah menyenangkan dari para tokohnya. Bahkan Nikki Howard yang sangat menyebalkan pun bisa berubah lebih baik dan kini malah jadi sosok yang karakternya akhirnya terbentuk sempurna, dan aku membayangkannya sebagai gadis manis yang imut, bukan lagi seorang gadis cantik supermodel yang sombong 😉 Akhir cerita yang menyenangkan buat segala pihak. Silakan baca buku ini guys kalau anda tertarik. Dari aku pribadi, ngga mengecewakan kok, menyenangkan malah 😀 Sampai jumpa di review selanjutnyaaaaaa…

Ratingku buat novel ini : 8,8

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on January 7, 2013 in TeenLit

 

Beauty and the Best


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    Juni 2006
  • Cetakan                   :    November 2010
  • Tanggal Beli             :    7 Oktober 2011

Ira punya semua yang diinginkan cewek seusianya: kecantikan, profesi model, kepopuleran di sekolah, dan cowok yang keren dan tajir. Cuma satu kelemahan Ira: kalo ulangan pelajaran eksakta, nilainya nggak pernah lebih dari empat! Ini jelas lampu kuning buat Ira, apalagi dia udah kelas tiga SMA.

Karena itu, saat Ira nerima tantangan untuk bertaruh, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, jelas teman-temannya nggak percaya. Jelas itu mission impossible! Gimana nggak? Lawannya Kelly, cewek paling pinter di sekolahnya!
Tapi Ira cuek. Dengan segala cara dia berusaha memenangkan taruhannya dengan Kelly, termasuk meninggalkan dunia model, dan minta diajar privat Aldo, anak “aneh” dan nggak punya teman di kelas, tapi pinter banget. Ira ingin ngebantah mitos yang mengatakan cewek cakep tuh kemampuan otaknya payah. Ira pengin semua orang tahu model kayak dia juga bersaing dengan ribuan lulusan SMA lain, dan masuk perguruan tinggi negeri terfavorit di negeri ini melalui jalur SPMB.

Review :

Oh Well, satu lagi novel Indonesia yang aku baca. Hhehe.. Beauty and the Best. Tapi menurutku nii, karena cerita novel ini terlalu simpel dan cukup mudah ditebak jalan ceritanya, aku ngga harus bikin review yang panjang lebar. Kalian cukup baca sinopsinya dan ,voila, kalian uda dapet garis besar ceritanya. Serius. Cerita ini enaaaaaak banget diikutin. Bacaan yang ringan tapi bermakna. Yang jelas, dari novel ini kalian akan mendapatkan sebuah kisah yang enak buat dinikmati sambil bersantai, dan yang jelas lagi, sebuah pelajaran mengenai pantang menyerah.

Tokoh Susana Irawani alias Ira, seperti yang suda kalian tahu, menerima tantangan dari cewek paling pinter di sekolahnya, Kelly. Tema nya, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, dia yang menang dan dia berhak buat menyuruh yang kalah melakukan apapun yang dia mau. Hmm.. Sudah ketebak lah yang menang siapa. Tapi ternyata akhirnya ya ngga sampai disitu aja.

Melalui karakter Ira, kita diharapkan bisa menjadi seseorang yang pantang menyerah, jangan pesimis hanya karena mendengar pendapat buruk orang disekitar kita dan membuktikan, bahwa kita memang mampu mencapai apa yang menjadi target kita. Tapi melalui karakter Kelly, kita juga bakal mendapat pelajaran, bahwa kita harus yakin apa yang terbaik untuk kita dan jangan pernah takut mengambil keputusan, karena hidup kita ada di tangan kita sendiri, bukan tangan orang lain. Pada akhirnya, mereka menjalin persahabatan dengan menerima kekurangan masing-masing dan menjadikannya sebuah kelebihan dari masing-masing ^.-d

Terlepas dari itu semua, sejujurnya, aku lebih suka karya Luna yang lain, Mawar Merah. Lebih hidup rasanya. Hmm, mungkin karena ada actionnya yaa.. Hhi 😀

Ratingku buat novel ini : 7

 
1 Comment

Posted by on November 4, 2012 in TeenLit

 

Dark Love


  • Pengarang               :    Ken Terate
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    248 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    40.000 IDR
  • Pertama terbit          :    6 September 2012
  • Cetakan                   :    September 2012
  • Tanggal Beli             :    10 September 2012

Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil…

Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.

Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.

Review :

Dark Love adalah novel karya Ken Terate pertama yang aku koleksi. Padahal guys, sebelum ini beberapa novel beliau suda aku baca lhoo. Tapi dulu kalo ngga pinjem di perpus sekolah ya pinjem dari temen aja. Hhihi.. Maklum, SMA awal aku belum begitu mengenal baik karya sastra bentuk novel ini ^.-v Akhirnya sekarang aku punya salah satu novel beliau. Dan aku suka novel ini. Serius 😀 Hmm, ada sedikit cerita ni tentang Kak Ken Terate. Sebenernya, Kak Ken Terate dulu istri guru les ku jaman aku masi SMA. Maksudku, sampai sekarang Kak Ken Terate masih istrinya Pak Sus (itu panggilan kami buat beliau) ^^ Dulu waktu aku SMA, aku les di sebuah lembaga bimbingan belajar di Jogja. Naaah, Pak Sus ini tentor les ku, dan  ternyata lagi, beliau ini suami dari Kak Ken Terate 😀 Bahkan duluuu, saking bengak nya otak aku di pelajaran matematika, aku sama dua temanku sampai les privat sama beliau oey. Hhaha.. Semoga Pak Sus dan Kak Ken Terate sehat dan bahagia selalu yaaaa.. Apalagi sekarang uda ada si kecil. Selamaaat! 😀

Aduh, kenapa jadi kaya curhat gini. Hhihi.. Ga papa yaa aku singgung dikit memori terdahulu. Yah, walaupun uda memori 4 tahun yang lalu sih. Alamak, jadi kangen masa SMA 😉 Aaah, sudalah. Balik ke Dark Love. Hhehe.. Novel ini, walaupun mengangkat tema yang cukup umum terjadi di sekitar kita, mengenai kehamilan remaja, namun penuturan ceritanya memberikan sudut pandang tersendiri dan sejujurnya, aku sangat suka.

Cerita di sampaikan oleh sang tokoh utama, Kirana, dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi kita bakal diajak untuk merasakan apa yang Kirana rasakan. Yang aku suka, Kak Ken Terate berhasil membuat tokoh Kirana begitu hidup, sifatnya sangat khas anak remaja. Ditambah dengan keresahan dan keputusasaan yang kerap di rasakan oleh Kirana terkait konflik cerita.

Satu lagi yang aku suka dari novel ini, dari awal Kak Ken Terate ngga ada menyebutkan siapa sih cowoknya Kirana ini?? Dari awal, Kirana hanya mengenalkan cowoknya dengan panggilan “My Prince”. Sebenernya, kita di beri pilihan tebak, yaitu 3 cowok yang menjadi teman main Kirana. Tapi sumpa, saking penasarannya, langsung aku lahap ni novel selama 4 jam. Hhaha.. Abisnya, rasanya tanggung terus tiap mau tutup buku. Alhasil, jam 2 malam aku baru kelar baca ni novel 😛 Tapi tenang, ngga mengecewakan kok. Aku suka akhir ceritanya. Dan sejujurnya aku salah tebak siapa sih cowok Kirana. Hhihi.. Abisnya, clue nya bener-bener samar atau kadang menjebak siih 😀 Tapi aku salut lah sama Kak Ken Terate. Asik novelnya ^.-d

Jadi gini cerita Dark Love secara garis besar. Kirana, sekarang kelas 3 SMA, bersiap untuk ujian akhir dan daftar kuliah. Di sekolah, dia punya sahabat-sahabat baik, Maria dan Chacha, serta 3 cowo cakep dan pinter, yah, tipe idola banget lah di sekolah. Mereka Alvin, Banyu, dan Andra. Mereka berenam punya band, tapi karena mereka harus fokus ujian, mereka membubarkan diri. Tapi sebenernya, ada hal lain yang membuat pertemanan mereka sedikit renggang, karena ada yang cinlok. Yups. Sejak awal terbentuk band ini, mereka punya aturan, sesama anggota dilarang ada yang pacaran. Nah lhooo.. Itulah kenapa akhir-akhir ini keadaan berubah kacau. Karena Maria suka salah satu cowo itu, dan Chacha juga sepertinya melakukan pdkt, sementara Kirana sendiri, well, dia menyembunyikan fakta bahwa ia berpacaran dengan salah satu cowo itu dan bahkan sedang mengandung anaknya! -.-a

Kemudian, masalah lain bagi Kirana adalah fakta bahwa ia menjadi anak kebanggaan dan harapan bagi kedua orang tuanya. Hal ini dikarenakan oleh keadaan kakak Kirana, Kak Rani, yang memutuskan untuk membangkang dan keluar dari kampusnya, yang jelas membuat murka ayahnya sehingga kini Kak Rani tidak lagi di bawah naungan orang tua Kirana. Itulah kenapa Kirana jadi harapan kedua orangtuanya, dan jelas, kehamilannya bakal jadi guncangan tersendiri bagi kedua orang tua yang tidak ingin ia kecewakan ini. Tapi yang jelas, saat Kirana membutuhkan dorongan, aku suka bagaimana sang kakak yang berusaha untuk melindungi Kirana dari amukan ayahnya. Ikatan saudara yang manis J

Kemudian masalah ketiga yang harus dihadapi Kirana, adalah masalah akademis. Kirana sosok yang tekun, pintar dan kebanggan sekolah. Tipe pelajar teladan. Nah, karena kehamilannya ini, jelas ia akan mendapat ancaman dikeluarkan dari sekolah bahkan sebelum ujian akhir. Hhu.. Lika-liku kehidupan Kirana yang rumit dimulai sejak ia mendapati dirinya hamil. Itulah kenapa guys, Ken Terate memberikan cukup banyak pelajaran dari novel karyanya ini. Semoga dapat bermanfaat dan semoga kejadian yang dialami oleh Kirana bisa menjadi gambaran buat para remaja untuk menjaga diri dari godaan nafsu. Pintar-pintar menjaga diri yaaa J

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
6 Comments

Posted by on October 31, 2012 in TeenLit

 

Incarceron


  • Pengarang               :    Catherine Fisher
  • Genre                      :    Advanture
  • Tebal                       :    492 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Matahati
  • Harga                      :    64.000 IDR
  • Pertama terbit          :    3 Mei 2007
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    7 Februari 2012

Incarceron adalah penjara yang begitu luas sehingga tidak hanya berisi sel, tetapi juga kota, hutan logam, rimba raya, dan lautan. Penjara itu terkunci dari dunia luar selama berabad-abad, dan hanya satu orang, menurut legenda, yang pernah lolos darinya.

Finn, tahanan berusia tujuh belas tahun, tidak ingat masa kecilnya dan yakin berasal dari luar Incarceron. Finn menemukan sebuah kunci kristal yang membuatnya dapat berkomunikasi dengan seorang gadis bernama Claudia, putri Sipir Incarceron. Claudia hidup di dunia luar dan telah dijodohkan dengan seorang pria yang dibencinya.

Finn bertekad keluar dari penjara, dan Claudia yakin dapat membantunya. Namun, mereka tidak  menyadari bahwa Incarceron menyimpan begitu banyak misteri. Upaya untuk keluar begitu mustahil dan hanya nyawa taruhannya.

Review :

Oh, well. Lihat covernya, aku suka. Baca sinopsisnya, aku penasaran. Penjara macam apa yang begitu luas dan sangat beragam?? Oke, aku beli. Dan akhirnya aku baca. Hmm.. Saat kumulai baca, seriously, aku harus konsentrasi penuh, apa sih yang pingin disampaikan sang pengarang??

Gini, aku suka sama ide ceritanya. Suer. Menggambarkan dua dunia yang berbeda, tapi juga masing-masing punya pengembangan yang beragam. Yang satu penjara, dengan keberagaman penduduk, luasnya yang aku sendiri ngebayangin sangat ─sangat─ luas, serta punya kemampuan buat mengendalikan tubuhnya sendiri. Dan yang satunya lagi adalah dunia seperti kita, tapiiiii, mereka menggunakan Protokol yang melarang perkembangan teknologi. Mereka harus hidup di jaman Era dimana tingkah laku orang sangat dijaga, dan gampangnya, bayangin aja jaman Victoria dulu, yang mana ceweknya pake baju-baju ketat mengembang. Pew..­ Yang jelas, konsep utama novel ini menyatukan antara teknologi dan magic. Hmm, magic?

Oke, kita mulai aja review singkatku. Jadi, seperti yang sudah kita tahu dari sinopsisnya, kita punya tokoh Finn dan Claudia disini. Perjalanan Finn dan Claudia nantinya diceritakan dalam lima bagian yang akan mewakili inti cerita tiap bagian. Seperti pada bagian pertama, Elang Kristal, Angsa Hitam. Kita akan disuguhkan cerita bagaimana Finn dan Claudia masing-masing mendapatkan Kunci yang kelak akan menjadi alat komukasi mereka.

Finn sangat menyesalkan bagaimana ia mendapatkan kristal yang ternyata Kunci tersebut. Harus ada pengorbanan nyawa, yang sangat ia hindari. Namun apa boleh buat. Kelompok tempat Finn tinggal sangatlah brutal. Mereka hanya hidup bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan mementingkan harta jarahan. Finn memiliki saudara angkat, Keiro, yang juga culas dan sok cakep 😛 Di perkenalan awal, aku masih dibingungkan dengan karakter Keiro, benarkah dia memang peduli pada Finn, atau ada maksud tersembunyi dari kebaikannya? Yah, seiring perkembangan cerita kita bakal semakin mengenal sosoknya, walaupun yaah, bisa saja si pengarang memutar balikkan karakter ciptaannya sesuka hati. Hhe..

Nah, kalau di dunia Finn harus dengan kebrutalan untuk mendapatkan kunci ini, maka lain di dunia Claudia. Bersama Jared Sapient, gurunya, Claudia harus mengandalkan kenekatan dan keberaniannya untuk mendapatkan kunci. Hmm, memang bukan Kunci secara langsung sih target mereka. Maksudnya, mereka mendapatkan Kunci ini tidak sengaja. Kalau Claudia, saat ia memberanikan diri masuk ke dalam ruang kerja ayahnya yang seorang Sipir Incarceron ─yang keberadaan penjara itu pun tidak diketahui dimana. Tapi ternyata ia menemukan Kunci ini. Dan yang lebih mengejutkan, nanti di bagian berikutnya, Di Bawah Tanah, Bintang-Bintang adalah Legenda, akhirnya masing-masing mengetahui bahwa Kunci dapat berhubungan dengan Kunci satunya. Itu artinya, Finn dan Claudia dapat berkomunikasi. Terjadi pertama kali saat Finn sedang melakukan pelarian bersama Keiro, Gildas dan seorang budak bernama Attia yang berjanji akan mengabdikan diri pada Finn sang Penglihat Bintang karena Finn telah menyelamatkan nyawanya.

Saat perjalanan itulah Finn dan Claudia pertama kali berkomunikasi. Awalnya hanya berupa suara, namun berikut-berikutnya muncul sebuah citra yang semakin lama semakin jelas. Menurut dugaan Claudia dan Jared itu karena mereka semakin dekat dengan pintu menuju Incarceron. Well, aku memang berpikiran bahwa Incarceron ini terletak di dalam tanah. Yah, mengingat beberapa novel lain pernah mengangkat tema cerita kehidupan di bawah tanah, seperti Tunnel Series misalnya. Atau Hunger Games 3-Mockingjay yang juga memakai bawah tanah sebagai sebuah dunia dalam ceritanya. Makanya aku ngga heran kalau memang cerita Incarceron kali ini juga mengangkat sebuah dunia bawah tanah. Tapi ternyata eh ternyataaaaaa.. Hmm. Disinilah campuran antara Teknologi dan Magic, yang sejujurnya, aku kurang suka.

Tapi eh, itu nanti dulu ah. Pokoknya yang jelas nii, Finn dan kawan-kawan terus melakukan perjalanan yang penuh tantangan. Bahkan Finn dan Gildas sampai tertangkap oleh sebuah komunitas untuk kemudian dijadikan persembahan bagi sang Buas, yang ternyata adalah Incarceron, makhluk yang sangat pintar dan tercipta dari teknologi dan tinggal di dalam Gua tersembunyi. Aduh. Imajinasinya, campur aduk lah. Hhaha.. Tapi untung disini Keiro dan Attia berhasil menyelamatkan Finn dan Gildas lagi.

Sementara itu, Claudia harus menghadapi kemelut politik yang membuatnya muak. Ia harus menikah dengan Caspar, Pangeran yang tingkahnya sangat menyebalkan dan tidak berwibawa. Dan sayangnya, pernikahan itu jelas jauh lebih cepat datangnya karena sang ayah dan sang Ratu memajukan tanggal pernikahan mereka. Hmm.. Itulah kenapa ia sangat bersemangat untuk membantu Finn keluar dengan mencari pintu menuju penjara. Ia ingin menghindari pernikahan ini.

Saat hari keberangkatannya menuju Istana tiba. Ia sangat kesal. Ia dan Jared harus pintar-pintar menyembunyikan aktifitas mereka. Tapi ternyata, di Istana, terjadi hal yang mengejutkan. Claudia mengikuti ayahnya diam-diam, dan menemukan ayahnya memasuki sebuah pintu yang mencurigakan. Pintu menuju Incarceron. Claudia makin bersemangat. Apalagi setelah menyadari dan menduga bahwa Finn adalah sosok yang selama ini dikenalnya, seorang Pangeran yang hilang. Hmm..

Sayang, saat ia dan Jared berhasil masuk ke dalam ruang itu diam-diam, mereka harus kecewa. Karena bukannya menemukan sebuah dunia penjara di baliknya, mereka malah hanya menemukan ruang kerja yang sama persis dengan ruang kerja ayahnya di rumahnya dulu. Aneh. Tapi mengecewakan. Tapi dari sini Jared malah menemukan satu fakta yang mengejutkan, dan sangat tidak diduga. Mengenai keberadaan Incarceron, yang menurut logikaku sendiri, wew, ngga sampai. Hhaha.. ajaib. Belum lagi dengan keberadaan portal yang menghubungkan dengan Incarceron dan bagaimana caranya orang-orang dari Incarceron keluar ke dunia. Ya ampun. Terlalu mudah kurasa. Ngga asik -.-a

Sampai akhir cerita, sesungguhnya aku masih ngawang lhoo tentang kehidupan di dalam Incarceron. Di dalam penjara maksudku. Setiap plot yang mendeskripsikan suatu tempat, aku agak kesulitan ngebayanginnya. Hmm, kurasa karena imajinasinya ngga bisa aku capai kali yaa. Kalau dari kabar sejauh ini sih besok bakal di bikin versi filmnya. Nah, kalau memang bakal ada filmnya, smoga keberadaannya bisa memberi gambaran yang lebih jelas, dunia gimana sih yang dimaksud Catherine Fisher, karena sumpa, aku penasaran kali, dunia macam apa Incarceron itu. Belum lagi dengan fakta bahwa ternyata keberadaan dunia itu diluar imajinasi, banget 😉 Semoga Incarceron 2-Sapphique bisa lebih mudah dimengerti.

Ratingku buat novel ini : 7

 
Leave a comment

Posted by on October 30, 2012 in Science Fiction

 

Vampire Academy 3 ─ Shadow Kiss


  • Pengarang               :    Richelle Mead
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    508 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Matahati
  • Harga                      :    64.500 IDR
  • Pertama terbit          :    13 November 2008
  • Cetakan                   :    Februari 2011
  • Tanggal Beli             :    7 Februari 2012

Rose tahu dia tak bisa mencintai sesama pengawal. Sahabatnya, Lissa—putri Dragomir terakhir yang akan dikawalnya kelak—harus selalu diutamakan. Sayangnya, Rose tak bisa berkutik dalam perasaannya terhadap Dimitri Belikov, pengawal yang disiapkan menjadi partner Rose untuk menjaga Lissa. 

Tetapi sejak membunuh Strigoi untuk pertama kalinya, Rose kerap uring-uringan. Sesuatu yang gelap tumbuh dalam pikirannya, dan berulang kali dia didatangi hantu, yang memperingatkannya akan bahaya yang mengancam Akademi. 
Karena hubungannya dengan Dimitri, kini persahabatan Rose dan Lissa dipertaruhkan. Dalam pertarungan besar menghadapi kaum Strigoi, Rose harus memilih antara nyawa, cinta, dan dua orang paling penting dalam hidupnya. Tapi, apakah pilihannya berarti harus mengorbankan nyawa yang lain?

Review :

Buku kali ini butuh waktu yang panjang buat aku bacanya. Pertama, karena memang daftar buku yang harus aku baca cukup panjang, dan yang kedua karena aku belum punya waktu bener-bener bebas buat bikin reviewnya. Nah, kali ini akhirnya aku punya waktu itu dan kucoba buat paparkan sepotong review tentang Shadow Kiss.

Mengingat novel ini uda aku nantikan sejak lama, aku cukup antusias bacanya. Awal cerita cukup lucu menurutku. Seperti biasa, Rose terhisap ke pikiran Lissa, dan saat itu Lissa lagi ‘hmm’ ma Christian. Haha.. Jelas aja Rose jengkel dan menyelinap keluar dari asrama. Nah,nah.. dia malah ketemu Dimitri. Mereka mengobrol sebentar karena kemudian Rose harus bersembunyi. Ada yang datang. Ternyata Alberta, kapten pengawal Akademi. Rose mendengarkan pembicaraan Alberta dan Dimitri mengenai Victor Dashkov yang ternyata belum juga dijatuhi hukuman akibat ulahnya. Well, kalian ingat cerita buku sebelumnya kan, tentang kejahatan Dashkov? Nah, tentu saja berita ini juga mengejutkan teman-teman Rose saat berhari-hari kemudian ia menceritakannya pada mereka. Oke, yang ini kita skip dulu.

Kembali ke saat Rose akan kembali ke dalam asrama malam itu. Setelah ia berpisah jalan dengan Dimitri dan ia akan masuk gedung, ia melihat bayangan di antara semak pohon. Yups, saat itulah ia melihat hantu kali pertama. Ia melihat Mason yang hanya berdiri dan tampak pucat. Tapi jelas, Rose tidak percaya hantu, terlepas dari keberadaan vampir yang memang nyata. Akhirnya malam itu ia tidak bisa tidur. Hari berikutnya, saat pengumuman praktik lapangan yang seharusnya membuat dirinya bersemangat, malah membuat segalanya makin buruk. Ternyata ia dipasangkan pada Christian Ozera, bukannya dengan Lissa Dragomir yang kelak bakal jadi tanggung jawabnya. Yaaaa.. Selama enam minggu kedepan, Rose harus menjadi pengawal Christian, dan ini jelas bakal jadi enam minggu yang sangat panjang. Hmm, awalnya tentu saja terjadi kekacauan karena Rose memberontak akibat ia mendapat nama Christian, sedangkan Lissa di jaga oleh Eddie Castile, sahabat Mason. Dulu.

Yah, setelah mengalami pertentangan, akhirnya ia terpaksa menahan ego nya dan menerima fakta bahwa ia akan mengikuti Christian kemanapun cowo itu pergi. Harinya makin berat saat ia bertemu dengan Adrian Ivashkov yang terus menggodanya. Hhaha.. Ampun deh.

Naaah, akhirnya hari-hari Rose dan Christian dimulai nii. Awalnya jadwal Lissa dan Christian sama, jadi mereka berempat masi bisa ngumpul-ngumpul bareng. Tapi kemudian mereka berpisah. Terpaksa Lissa dan Eddie pergi ke kelas Lissa sementara Christian dan Rose pergi ke kelas ilmu kuliner pilihan Christian 😛 Rose mencak-mencak tahu pilihan pelajaran Christian. Hhaha.. Tapi saat inilah ujian pertama bagi anak-anak Dhampir dimulai. Di ujung selasar, Shane Reyes diserang oleh Strigoi palsu yang tak lain adalah salah seorang instruktur mereka. Namun saat keadaan makin pelik karena tidak hanya Shane yang diincar, Eddie turun tangan dan Rose harus menjaga Christian dan Lissa. Saat drama berakhir, mereka berdua mendapat pujian karena kesigapan mereka. Kemudian mereka pun berpisah, dan Rose dan Christian pergi ke kelas ilmu kuliner.

Di sini Christian dan Rose mulai membuka diri. Mereka mengobrol sementara Rose mengawasi sekeliling dan Christian memasak. Ternyata hasil masakan Christian tidak parah-parah kali. Hha.. Akhirnya kelas berakhir dan saat mereka akan pergi ke asrama Christian, mereka bertemu dengan Brandon Lazar yang berwajah memar. Rose menanyakan penyebabnya, tapi cowo itu ngga mau bahas. Saat itulah ujian pertama buat Rose dimulai. Wajah Stan muncul dari kegelapan saat ia menerjang mereka. Rose pun langsung bereaksi dan siap menghadapi Stan. Tapi sial, terjadi sesuatu yang membuat tubuhnya membeku. Ia melihat Mason. Lagi. Transparan, berkilau, dan sedih. Rose terpaku menatap Mason yang mengangkat satu tanggannya yang transparan dan menuding sisi lain kampus, yang tidak dimengerti Rose apa maksudnya. Kemudian ia rubuh karena hantaman Stan. Ia kaget setengah mati.

Akibat keteledorannya mengabaikan Moroi nya, Rose harus menghadapi sidang di depan komite yang menanganinya. Ia tidak mengungkapkan akar masalah sebenarnya yang menyebabkan ia hilang konsentrasi. Dan ia mendapat hukuman tentu saja. Kemudian ia juga harus menghadapi kemarahan Lissa dan berbagai desas-desus yang ada di sekelilingnya, walaupun Christian tidak terlalu mempermasalahkan dan malah cenderung menanggapinya dengan candaan. Saat mereka berkumpul inilah akhirnya Rose menceritakan tentang masalah Victor Dashkov yang tidak pernah dianggap bersalah. Tentu saja Lissa langsung ketakutan membayangkan Victor yang berkemungkinan bebas. Persidangan resmi Victor baru akan diadakan seminggu kedepan dan mereka memaksa ingin ikut bersaksi, tapi para petinggi kampus tidak setuju.

Weeeell, ada satu saat Adrian menarik Rose ke dalam mimpi rancangan Adrian, hmm, cukup romantis oey. Hhaha.. Habisnya Adrian keliatan tergila-gila beneran sama Rose siiih, walaupun si Rose selalu menanggapinya dengan enteng dan cenderung kesal karena Adrian terus mengikutinya. Tapi kurasa ini daya tarik tersendiri dari novel ini. Selain cinta Rose pada Dimitri, kini ada sosok Adrian yang membuat cinta segitiga ini lebih asyik 😀 Di mimpi ini, Adrian terus berusaha membuat Rose terkesan, bahkan berjanji akan membawa Rose dan kawan-kawan untuk bersaksi di persidangan Victor. Tentu saja Rose menyepelekannya 😛

Terlepas dari Adrian yang sering menggoda Rose, tenyata Christian cemburu melihat kedekatan Adrian dan Lissa yang selalu membicarakan masalah sihir. Rose yang kini jadi tempat curhat Christian. Hha.. Saat Christian akan minum darah donor, sialnya mereka berdua bertemu dengan Jesse dan Ralf yang menyebalkan. Kedua cowo ini mengajak Christian untuk bergabung dengan kelompok rahasia mereka. Ampun deh. Seolah Christian mau aja diajak begituan.

Weekend.  Rose harus melakukan pelayanan masyarakat sebagai hukuman keteledorannya tempo hari. Kemudian ia pun pergi ke Gereja. Di sanalah ia melakukan hukumannya. Dan ternyata Dimitri membantunya. Asiik 😀 Tapi hari berikutnya, jelas ia mulai mengawal Christian lagi. Tapi ada yang membuatnya senang. Tenyata Rose, Christian, Lissa, Eddie, dan Adrian pergi ke persidangan Victor. Dan ini berkat campur tangan Adrian, ntah bagaimana caranya. Tapi nanti terungkap kok penyebabnya. Hha..

Nah, kembali ke cerita. Dalam penerbangan, entah kenapa Rose pusing setengah mati. Membuat Alberta serta Dimitri cemas. Ia pun makan, minum obat, dan ia tertidur. Saat bangun, mereka sudah mendarat di Istana Kerajaan Moroi.

Mereka berpisah masuk ke kamar masing-masing, namun Lissa mendapat undangan dari sang ratu. Seorang diri. Terpaksa Rose hanya mengawasinya dari pikiran Lissa saja. Setelahnya, Rose dan kawan-kawan bertemu dengan Mia Rinaldi, cewek yang setahun lebih muda dari Rose, yang di cerita sebelumnya pernah menjadi mimpi buruk Lissa dan Rose, namun kini sejak ia juga menjadi korban Dashkov, ia berubah. Mereka mengobrol untuk sesaat, hingga kemudian Mia menyampaikan pesan kepada Rose dari salah seorang petugas keadilan. Dan ternyata isi pesan itu dari Victor Dashkov yang mengancam dengan halus akan membongkar perihal hubungan Rosa dan Dimitri di depan persidangan. Segera Rose mendatangi Dimitri, dan mereka pun mengunjungi Victor di tahanan. Kali ini Dimitri yang gantian mengancam Victor.

Hari berikutnya persidangan Victor. Seusai pembacaan dakwaan, ratu memanggil Lissa. Ia memberi Lissa penawaran akan rencana kuliah Lissa kelak. Setelah urusannya dengan Lissa kelar, ratu kemudian  memanggil Rosa. Mengejutkan memang. Dan yang lebih mengejutkan, ratu memerintahkan agar Rosa menghentikan ‘hubungannya yang menjijikkan’ dengan keponakan buyutnya yang tersayang, Adrian. Alamak -.-a Jelas-jelas ini membuat Rosa kaget. Apalagi mendengar rencana ratu yang ingin menjodohkan Adrian dan Lissa. Wow.. Tapii, mau ngga mau ia harus diam. Ia tidak ingin merunyamkan hubungan Lissa dan Christian yang akhir-akhir ini sedang panas karena Christian sedang dibakar cemburu akibat kedekatan Lissa dan Adrian. Biar bagaimanapun, kebahagiaan Lissa ada pada Christian, begitu pula sebaliknya.

Setelah perbincangan dengan sang ratu, Rosa tidak menceritakan yang sesungguhnya pada Lissa dan mereka pun pergi bersenang-senang, sebelum harus mengejar penerbangan kembali ke Akademi. Namun sayang, seperti keberangkatan sebelumnya, kali ini penerbangan kepulangan Rosa juga tidak berjalan mulus. Bahkan rasa pusing Rosa lebih parah hingga menyebabkan ia jatuh pingsan. Ia merasa sedang dikeroyok banyak hantu sebelum ia tidak sadarkan diri.

Terpaksa, saat ia tersadar, ia mau tidak mau mengaku bahwa ia melihat hantu. Well, bukan keputusan tepat rupanya. Karena Dr.Olendzki, Alberta, dan Dimitri yang mendengar pengakuan Rosa dan malah menganggap anak itu sedang mengalami stress berat. Rosa terpaksa ikut konseling atau pilihannya ia ditarik dari praktik lapangan nya. Hmm.. Sial.

Tapi terlepas dari masalah ini, ia mulai teringat kembali pada misteri tentang klub tarung bangsawan yang banyak menyebabkan para moroi di Akademi babak belur. Saat mengobrol dengan Adrian, akhirnya misteri ini sedikit tersingkap. Akhirnya, semakin waktu berlalu Rosa mengerti kenapa ia sering melihat Mason, bagaimana itu bisa terjadi, dan apa yang coba di peringatkan oleh Mason. Strigoi. Menyerbu Akademi dan meninggalkan duka yang amat mendalam bagi Akademi, terutama Rosa yang harus kehilangan orang yang sangat ia cintai. Aaarg.. Bahkan diakhir kisah pun Adrian yang clenge’an bisa tampak merana 😦

Huft. Pingin langsung lanjut baca Blood Promise. Tapi masi banyak antrian review yang lain nii.. Harus bersabar ikutin alur deh. Hhehe.. Buat kalian, selamat membaca yaa. Pokoknya jauh lebih asyik deh baca novelnya ^.^d

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
4 Comments

Posted by on October 29, 2012 in Dark Fantasy

 

“The Host” Movie News!


Kalian uda baca novel karya Stephenie Meyer yang berjudul The Host kan?? Yups, novel ini difilmkan dan rencana release kelak tanggal 29 Maret 2013 ( di USA). Hhe.. Masih agak lama siih 😛 Tapi asik kaaan setelah tahu novel itu bakal ada versi filmnya 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

Film yang di produksi oleh  Chockstone Pictures dan Inferno Entertainment ini di bintangi oleh Diane Kruger sebagai The Seeker, Saoirse Ronan sebagai Melanie Stryder, Jake Abel sebagai Ian O’Shea, dan Max Irons sebagai Jared Howe serta beberapa pemain pendukung seperti William Hurt, Frances Fisher, Chandler Canterbury, dan Boyd Holbrook sebagai Jeb Stryder, Maggie Stryder, Jamie Stryder, dan Kyle O’Shea.

Diane Kruger. Aktris asli Jerman ini sebelumnya pernah membintangi beberapa film, termasuk Troy [2004] sebagai Helen, dua film National Treasure [2004] dan National Treasure –Book of Secrets [2007] sebagai Abigail Chase, Inglourious Basterds [2009] sebagai Bridget von Hammersmark dengan lawan mainnya Brad Pitt dan Unknown [2011] sebagai Gina dengan lawan main Liam Neeson. Sebelum Diane Kruger mendapatkan peran ini, Eva Green dan Claire Danes juga menjadi kandidat perat The Seeker.

Untuk peran Melanie Stryder, selain Saoirse Ronan, Dianna Agron juga menjalani casting. Tapi kemudian peran ini di dapatkan oleh Ronan. Gadis kelahiran 12 April 1994 ini membintangi beberapa film yang diantaranya udah aku tonton, yaitu City of Ember [2008] sebagai Lina Mayfleet, The Lovely Bones [2009] sebagai Susie Salmon, The Way Back [2010] sebagai Irena, dan Hanna [2011] sebagai Hanna.

Kemudian ada Jake Abelsebagai Ian O’Shea. Sebelumnya, peran Ian O’Shea diperebutkan oleh Ian Somerhalder, Dane DeHaan, Thomas McDonell dan Augustus Prew. Bagi kalian yang cinta ama Ian Somerhalder, pasti kalian berharap cowo ini yang dapet peran Ian. Tapi tapi, sayangnya keputusan akhir jatuh di tangan Jake Abel J Tapi tenang guys, Jake Abel juga tampak familier kok, setidaknya ia telah membintangi beberapa film yang sudah aku tonton, diantaranya The Lovely Bones [2009] bersama Saoirse Ronan dimana ia berperan sebagai Brian Nelson, Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief  [2010]  dan Percy Jackson: Sea of Monsters [2013] yang masih dalam masa produksi dimana ia berperan sebagai Luke, dan satu lagi ada I Am Number Four [2011] sebagai Mark James. Ia juga turut andil di beberapa episode sebuah TV series ternama berjudul Supernatural [2005-sekarang] dimana ia berperan sebagai Adam Milligan atau Michael bersama dengan Jared Padalecki dan Jensen Ackles.

Beralih pada Max Irons yang dalam film ini berperan sebagai Jared Howe. Irons berhasil mengalahkan Liam Hemsworth, Kit Harington, Jai Courtney, Shiloh Fernandez dan Wilson Bethel untuk mendapatkan peran ini. Tidak seperti para aktris sebelumnya, Max Irons ini baru memerankan 8 judul film yang mana hanya Red Riding Hood [2011] yang pernah aku tonton. Semoga kemampuan aktingnya akan teruji di The Host  😀 

Semogaaaaa filmnya kelak tidak mengecewakan 😀 Yah, kalaupun beda dari versi novelnya, setidaknya versi filmnya tidak sampai merubah inti cerita. Semoga bahkan lebih seruu! Ngga sabar menantikannyaa. Hhehe..

 
2 Comments

Posted by on October 24, 2012 in ------Our News------

 

Uglies 3 – Specials


uglies 3-specials

  • Pengarang               :    Scott Westerfeld
  • Genre                      :    Advanture
  • Tebal                       :    392 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Matahati
  • Harga                      :    60.000 IDR
  • Pertama terbit          :    9 Mei 2006
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    7 Februari 2012

Tally telah bergabung dengan Special Circumstances, aparat rahasia pemerintah kota yang bertndak seperti militer. Mereka menjalankan operasi yang menjadikan mereka “rupawan bengis”, rupawan namun mengerikan.

Bersama Shay dan kelompok Cutter, Tally memburu Smoke Baru. Sebagai anak emas Dr.Cable di Special Circumstances, mereka berusaha menghentikan upaya Smoke Baru mengobati kaum rupawan. Namun Tally merasa bimbang ketika Zane, pacarnya yang masih mengalami kerusakan otak, berbeda pendapat.

Tally kembali dihadapkan pada pilihan sulit, memilih pacar yang dicintainya tetap rupawan, atau memaksanya berubah menjadi spesial ─seperti dirinya. Dan Tally tak pernah membayangkan pilihannya berujung pada masalah serius yang melibatkan kota lain, bahkan dunia.

Review:

Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bab-bab yang menceritakan bagaimana Tally saat menjadi spesial, kemudian yang kedua adalah bagian dimana Tally melacak keberadaan Zane, dan yang terakhir adalah bab yang menceritakan tentang perang yang menghancurkan.

Buat kalian yang sudah baca seri pertama dan kedua buku ini, tentu kalian sudah tahu bagaimana jenjang perjalanan hidup Tally dari yang masih buruk rupa hingga menjadi seorang Special. Buat yang belum tahu, akan lebih asik kalau kalian baca buku pertamanya, Uglies, yang bercerita tentang perjalanan Tally yang masih buruk rupa dan kabur dari kota untuk hidup bersama para pemberontak, kelompok bernama  Smoke yang dipimpin oleh David. Di akhir buku pertama ini, Tally kemudian tertangkap kembali oleh para Special dan menjalani operasi transformasi menjadi seorang rupawan. Cerita berlanjut ke buku kedua, Pretties, yang menceritakan pemberontakan Tally si rupawan bersama Crim, sebuah kelompok rupawan lainnya. Disini lagi-lagi mereka melacak keberadaan Smoke, dan lagi-lagi di akhir cerita Tally tertangkap oleh Dr.Cable, pemimpin Special. Nah, di buku ketiga inilah kisah Tally sebagai seorang  Specials dipaparkan 😀

Awal kisah, di bawah pimpinan Shay, Tally ─yang tergabung dalam kelompok Cutter, kelompok yang Spesial dari para Special─ bersama anggota lainnya, Fausto, Tachs, dan Ho, melakukan penyusupan ke sebuah pesta kaum buruk rupa. Disini mereka menyamar untuk menangkap anggota Smoke yang juga melakukan penyusupan untuk melakukan perekrutan anggota. Berhasil, Tally menemukan satu anggota Smoke, dan saat akan disergap, cewek itu berhasil meloloskan diri dengan melontarkan dirinya ke atas, yang kemudian ditangkap oleh rekannya yang menunggunya di atas hoverboard.

Terjadi aksi pengejaran oleh Cutter. Tally kemudian mengenali bahwa rekan si cewek tadi adalah David, kekasihnya dulu jaman dia masih seorang buruk rupa. Aksi kejar-kejaran ini seperti biasa, digambarkan dengan asik dan mantap. Tapi sayang, tidak berjalan mulus bagi mereka. Ternyata ada jebakan dan kelompok Cutter terdesak. Shay dibuat pingsan oleh Smoke dan hoverboard milik mereka diambil alih, padahal hoverboard kelompok Cutter tersebut termasuk alat yang cukup canggih. Karena di bakar keinginan balas dendam pada David dan mendapatkan temannya kembali, Tally pun mengejarnya.

Pengejaran berjalan cukup jauh. Sampai di suatu tempat, ternyata David telah menanti dengan Shay yang lunglai tergantung di papan hoverboard miliknya. Tally geram. Mereka berbincang untuk beberapa saat, sebelum akhirnya David menjatuhkan Shay di sungai di bawahnya. Alih-alih mengejar David, Tally harus menyelamatkan Shay. Sayang Fausto masih jadi tawanan karena ia tidak berhasil mandapatkan temannya itu. Beberapa saat kemudian Ho dan Tachs berhasil menyusul Tally dan Shay. Saat Shay tersadar, mereka berdiskusi, dan mendapat informasi bahwa Smoke kini menyelundupkan pil nano penyembuh yang sebelumnya pernah Tally coba. Ternyata pil ini dialamatkan pada kelompok Crim ─terutama untuk Zane.

Zane adalah kekasih Tally. Namun kini Zane mengalami kerusakan otak karena dulu pernah menelan pil nano percobaan milik Maddy. Buat kalian yang udah baca sebelumnya, pasti mengerti. Buat kalian yang belum baca, singkatnya gini. Zane dan Tally dulu mendapat dua pil percobaan. Sebenarnya pil nano itu ditujukan pada Tally. Namun Zane berbaik hati menemani Tally, berbagi pil gitu. Tapi sayang ternyata kedua pil tersebut punya dua fungsi yang berbeda, yaitu salah satunya sebagai pengendali pin yang satunya. Nah, Zane dapat pil penyembuh sementara Tally mendapat pil pengendali. Otomatis tidak hanya menghilang lesi di otak zane, tapi obat ini terus menggerogoti jaringannya karena ia tidak mendapat pil pengendali. Kasihan Zane.

Saat ini, Tally sangat berharap Zane dapat diobati dan ikut menjadi anggota Special seperti dirinya. Namun ternyata pengobatan untuk Zane yang dilakukan Kota Rupawan tidaklah maksimal. Bahkan sekarang Zane semakin sulit mengatur orientasi tubuhnya. Tangannya sering bergetar dan tubuhnya melemah. Shay ─yang sangat mengerti keinginan Tally untuk memasukkan Zane kedalam lingkaran Special, sementara ia mengejar keberadaan Smoke─ mengemukakan sebuah ide yang dapat mewujudkan keduanya. Shay dan Tally harus membantu Zane untuk kabur dari Kota Rupawan dan melacak jejak Smoke, sementara Shay dan Tally mengikuti dari jauh hingga kemudian saat Zane berhasil menemukan Smoke, Shay dan Tally akan melapor pada Special dan melakukan menggerebekan. Nah, saat itulah Dr.Cable akan terkesan dengan kemampuan Zane melarikan diri, sehingga memutuskan untuk menarik Zane kedalam Special.

Well, rencana Shay dan Tally sih gitu. Jadi ya sudah bisa diduga kan guys, kalau sebagian besar cerita nanti bakal tentang mewujudkan rencana rahasia mereka berdua ini. Hmm.. Untuk permulaan sih memang sangat beresiko, terutama menyangkut rencana melepaskan Zane dan sebuah kelompok kecil yang terdiri dari beberapa rupawan baru anggota Crim.

Saat mereka telah lolos dari pengawasan Special dan memulai perjalanan, Shay dan Tally banyak mengintai hanya dari kejauhan karena Zane maupun anak-anak Crim itu tidak tahu mengenai keberadaan mereka berdua yang mengikuti. Belum terlalu jauh dari awal perjalanan, kelompok kecil ini bertemu dengan seseorang di tepi sungai. Tally dan Shay kagum, secepat ini Smoke memberi mereka bantuan?? Diam-diam mereka terus mengintai, namun kemudian kelompok memisahkan diri dari sang informan. Shay dan Tally terpaksa berpisah. Shay mengawasi kedelapan anggota Crim, sementara Tally mengikuti sang informan. Betapa terkejutnya Tally saat mengetahui bahwa sang informan adalah seseorang yang dikenalnya dulu, Andrew Simpson Smith.

Saat dulu ia masih rupawan, Tally pernah kabur dari Kota dan terdampar di semacam kawasan perlindungan yang ternyata merupakan tempat percobaan para ilmuwan. Orang-orang ini hidup seperti kaum pra-Rusty dan tinggal di desa-desa kecil yang selalu berperang satu sama lain. Mereka tidak tahu ada dunia lain yang jauh lebih modern di luar dunia primitif mereka. Dan ini semua demi penelitian para ilmuwan. Ampun deh. Tapi disinilah Tally mengenal sosok Andrew Simpson Smith. Namun sekarang Tally sungguh terkejut menemukan sosok Andrew diluar kawasan perlindungan itu. Andrew pun bercerita, dan Tally menanyakan apa urusannya dengan para pelarian. Ternyata kini Andrew sebagai penunjuk jalan menuju Smoke. Dan karena Andrew mengenal Tally, dan sosok Andrew yang polos, Tally pun mendapat satu alat pelacak-posisi yang sebelumnya juga di dapat anak-anak Crim.

Shay dan Tally berpisah. Tally menunjukkan alat itu pada Shay. Shay merubah rencana, bahwa ia akan melacak keberadaan Smoke dengan alat itu. Namun Tally bersikeras untuk mendampingi perjalanan Zane. Shay sangat marah karena temannya itu masih mau mengikuti kelompok Crim yang entah kapan menemukan Smoke. Alhasil, Tally pun tetap menjadi bayang-bayang sementara Shay pergi meninggalkannya dengan amarah karena merasa dikecewakan.

Berhari-hari telah berlalu. Pengejaran ini mulai terasa monoton bagi Tally. Namun kemudian Tally membuat kesalahan dan Zane kini yakin bahwa Tally memang mengikuti mereka beberapa hari ini. Zane dan Tally mengobrol. Namun sayang, obrolan mereka tidak berakhir manis. Hingga sampai akhir minggu kedua pelarian, mereka tiba di sebuah tebing tinggi yang menjorok ke laut. Kelompok ini berkemah disini selama berhari-hari hingga suatu saat sebuah helikopter datang dan mangangkut para pelarian. Tally pun terpaksa bersusah payah untuk menyusup di bawah badan helikopter, agar bisa mengatahui kemana perginya kelompok ini.

Satu jam perjalanan, akhirnya Tally mulai melihat kemana tujuan mereka, dan ternyata tempat itu sungguh menakjubkan ─atau mengerikan─ besarnya. Kini Smoke tidak hanya sebuah kelompok kecil yang hidup dengan berburu atau menyalakan api unggun. Namun kini Smoke adalah sebuah kota besar dengan gedung Balai Kota yang menjulang. Ia sangat ketakutan. Belum lagi kemudian ia ditahan pihak kota karena dianggap berbahaya dan menemukan fakta bahwa teman-temannya mengkhianatinya, terjadi peperangan yang notabene adalah kesalahnya, kematian seseorang yang dicintainya, serta Kota Rupawan yang menangkapnya untuk kemudian dikurung dalam sel selama berbulan-bulan. Kehidupan Tally benar-benar berubah. Hingga akhir cerita, kehidupan semua orang benar-benar berubah. Dan aku cukup suka bagaimana cerita kali ini berakhir. Walaupun sebenarnya kesannya dipaksakan ─karena hampir semuanya berubah di saat-saat terakhir, aku cukup menghargai bagaimana Westerfeld mengakhiri petualangan Tally. Akhir yang manis J

Ratingku buat novel ini : 8,8

 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2012 in Young-Adult