RSS

Ingo 1 – Ingo

18 Jul

  • Pengarang               :    Helen Dunmore
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    312 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    5 September 2005
  • Cetakan                   :    Juni 2009
  • Tanggal Beli             :    29 Agustus 2009

Ketika Mathew Trewhella pergi dari rumahnya dan tidak pernah pulang lagi, orang-orang percaya dia sudah mati di tengah laut, tetapi putrinya, Sapphire, yakin sekali ayahnya masih hidup. Dia teringat kisah-kisah yang sering diceritakan ayahnya, tentang putri duyung Zennor yang jatuh cinta pada manusia namun tak bisa hidup bersama kekasihnya di daratan kering penuh udara.

Musim panas berikutnya, Conor, kakak lelaki Sapphire, mulai sering menghabiskan waktu berjam-jam di laut, bersama seorang gadis misterius. Pada waktu mengikuti Conor itulah Sapphire menemukan Ingo—dunia bawah laut yang sangat memikat namun berbahaya. Dan makin lama makin sulit baginya untuk menolak panggilan dunia lain itu.

Review :

Awal cerita petulangan ini dimulai dari sebuah kisah yang diceritakan oleh Mathew Trewhella kepada putrinya, Sapphire, mengenai putri duyung Zennor bernama Morveren yang jatuh cinta pada seorang laki-laki manusia. Saat itu Sapphire masih seorang gadis kecil, jadi dia sangat senang mendengarkan kisah itu. Karena sang putri duyung merupakan kaum Mer yang tidak bisa meninggalkan air untuk hidup di daratan kering dan penuh udara, akhirnya si laki-laki manusia yang mengikuti jejak wanita yang ia cintai. Si lelaki yang dalam kisah itu juga bernama Mathew Trewhella, akhirnya tidak pernah kembali lagi ke daratan, meninggalkan keluarganya. Saat itu, Sapphy hanya bisa bertanya kenapa nama lelaki itu sama dengan sang ayah. Namun ayahnya mengatakan bahwa itu hanya suatu kebetulan, apalagi nama di Cornwall sering di pakai ulang. Sapphy percaya. Segala hal yang ayahnya bilang, Sapphy percaya. Namun dia memiliki perasaan aneh. Ia sering merasa semakin jauh dari ayahnya padahal ayahnya ada di sampingnya. Itulah permulaan kisah Sapphy, dari mulai pertengkaran-pertengkaran sang ayah dengan ibunya, Jennie, hingga akhirnya sang ayah benar-benar pergi, tak pernah kembali lagi.

Suatu hari ayahnya pergi naik kapal Peggy Gordon nya, namun tidak pernah pulang. Lima minggu kemudian, kapal itu ditemukan terbalik berkilo-kilo meter dari teluk mereka dan tubuh sang ayah tak pernah ditemukan. Namun jauh di lubuk hati Sapphy dan kakaknya, Conor, percaya bahwa sebenarnya ayah mereka belum meninggal. Sapphy pun punya keyakinan bahwa ayahnya ada jauh di Ingo, sebuah dunia di tengah laut, yang dia sendiri tidak tahu keberadaannya. Ia percaya itu karena sudah sering kali ayahnya membicarakan dan bernyanyi tentang Ingo.

Satu tahun pun berlalu. Kehidupan mereka terus berlanjut. Namun keyakinan Sapphy dan Conor tidak pernah luntur. Suatu hari, Conor menghilang seharian dan Sapphy mulai panik. Ia lalu mencari ke teluk favorit mereka. Benar saja, Sapphy menemukan kakaknya. Namun kakaknya sedang berbicara dengan seorang gadis! Sapphy tidak bisa mengenali gadis itu dari jauh, tapi ia yakin ia belum pernah melihat gadis itu di desanya. Bahkan tiba-tiba gadis itu menghilang, walaupun Sapphy melihat kakaknya masih belum beranjak dari duduknya di tepi karang. Saat ditanya, Conor tidak mengaku. Itulah kenapa Sapphy jadi merasa cemas akan kehilangan Conor seperti halnya ia tiba-tiba kehilangan ayahnya.

Lagi-lagi Conor menghilang lagi, Sapphy langsung menuju teluk dan mencari Conor. Tapi ia malah bertemu dengan Faro, anak lelaki yang memiliki sirip di kakinya! Yups, ia adalah ‘putra duyung’, salah satu dari kaum Mer. Belakangan, akhirnya Sapphy tahu bahwa ia adalah keturunan bangsa Mer. Maksudnya, ia dan Conor sebenarnya memiliki sedikit darah Mer, jadi itulah kenapa mereka bisa menyelam ke kedalaman laut tanpa perlu bernafas dan dapat bicara dalam air. Oleh Faro dan kakaknya ─Elvira─ Sapphy dan Conor diperkenalkan pada dunia bawah laut yang juga merupakan kaumnya. Dunia bernama Ingo.

Dalam kisah kali ini, kita memiliki istilah ‘di Ingo’ yang berarti dunia bawah laut dan ‘di Udara’ yang berarti dunia atas laut alias dunia manusia. Diceritakan bahwa darah Mer Sapphy lebih dominan daripada Conor. Hal ini yang menyebabkan Ingo ini sangat menarik Sapphy untuk tinggal saat ia sedang berenang, namun lain halnya dengan Conor yang lebih nyaman tinggal di Udara dan cenderung tidak menyukai efek tarikan Ingo terhadap adiknya. Ada seorang karakter yang menarik di sini. Seorang wanita tua yang memiliki ilmu sihir bernama Granny Carne. Namun sihir Granny Carne ini adalah sihir yang baik, dan ia memiliki unsur tanah. Itulah kenapa ia memahami kalau Conor lebih suka tinggal di Udara daripada di Ingo, karena unsur tanah pada Conor lebih besar dari pada Sapphy yang condong pada unsur Ingo nya. Kebelakangnya, karakter Granny Carne ini bakalah jadi penting sebagai seorang penasihat dan seorang tempat Sapphy curhat. Ditambah lagi, semakin lama Conor terus menerus berusaha menggenggam Sapphy agar adiknya itu tidak terpikat pada pesona Ingo, dan sayangnya alasan ini cukup membuat mereka saling marahan. Huft..

Singkat cerita, saat di satu sisi Sapphy dan Conor banyak berpetualangan di bawah laut yang terasa baru bagi mereka, di sisi lain Sapphy sedang dicemaskan dengan hadirnya sosok Roger di kehidupan ibunya. Sapphy takut kalau kedudukan ayahnya akan diambil alih oleh Roger ini. Roger adalah seorang penyelam berpengalaman yang tergabung dalam sebuah kelompok pencari bangkai kapal-kapal karam. Kini setelah ada Roger, hari-hari ibunya jadi lebih cerah. Namun Sapphy tidak suka dengan Roger. Ia bahkan hampir membenci Roger. Belum lagi kini ibunya mulai berkencan dengan Roger ini.

Namun tahulah, ternyata dugaan Sapphy selama ini salah. Roger adalah seorang yang sangat baik. Aku suka karakter Roger!😀 Hingga akhirnya, saat Roger berada dalam situasi berbahaya, Sapphy berusaha untuk menyelamatkannya.

Pada dasarnya, buku ini sangat ringan ceritanya. Aku suka bagaimana Dunmore menuturkan cerita ini dari sudut pandang gadis kecil berusia duabelas tahun bernama Sapphire. Aku juga suka dengan penggambaran bagaimana kedua saudara ini sangat kompak dan saling menyayangi. Dengan mengambil tema dongeng anak-anak putri duyung, ia mengembangkan cerita dengan sangat apik, belum lagi ia juga meninggalkan beberapa pesan moral dan menjadikan cerita ini sebagai pengingat tentang bagaimana manusia (kita) memperlakukan kehidupan air, terutama laut dengan buruk. Melalui buku ini, kita diharapkan lebih menyadari akan dampak dari segala macam pencemaran lingkungan terhadap makhluk-makhluk hidup lain. Yah, aku memang setuju sih. Kita ini semakin semena-mena aja terhadap alam. Sayangnya, bumi kita yang indah ini semakin lama semakin kehilangan kecantikannya. Sedih😦 Tapi setidaknya, aku melakukan hal-hal kecil yang kurasa bisa membantu mengurangi pencemaran lingkungan ini. Ayo kawan, mulailah untuk sadar lingkungan dan kurangi polusi lingkungan yap🙂

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
4 Comments

Posted by on July 18, 2011 in Mermaids

 

4 responses to “Ingo 1 – Ingo

  1. annisaanggiana

    July 18, 2011 at 8:34 am

    Hehehe.. Mengingat dongeng tentang putri duyung terakhir saya saya baca menyedihkan karena si putri duyung berubah menjadi bubble.. Tampaknya cerita di buku ini lebih menarik😉

     
    • koleksinovelku

      July 18, 2011 at 8:41 am

      wah, bubble? hhihi.. kok bisa?
      yah, lumayan kok buku ini buat diikuti.. dunia imajinasi bawah lautnya menarik, ceritanya juga ringan🙂

       
      • annisaanggiana

        July 18, 2011 at 2:35 pm

        Cerita little mermaid kan akhirnya sedih.. Si putri duyung berubah menjadi busa-busa di lautan..

         
      • koleksinovelku

        July 18, 2011 at 3:30 pm

        whaha.. ketahuan deh aku nda perna ikutin cerita dongeng.. hhehe..
        oia, di bartimaeus trilogy uda km cb lgi lum? knp nda bs ya ==?

         

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: