RSS

The Darkest Powers 2 – The Awakening

15 Oct

  • Pengarang               :    Kelley Armstrong
  • Genre                      :    Mystery
  • Tebal                       :    424 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk Fiction
  • Harga                      :    59.900 IDR
  • Pertama terbit          :    28 April 2009
  • Cetakan                   :    Oktober 2011
  • Tanggal Beli             :    30 Desember 2011

Chloe Saunders terkejut. Rupanya dirinya adalah kelinci percobaan bagi suatu eksperimen ilmiah. Tubuh Chloe secara genetis diubah saat lahir oleh Grup Edison yang menyeramkan. Sering kali kekuatan Chloe mengundang kejadian-kejadian mengerikan. Kekuatannya yang semakin besar membuat Grup Edison merasa terancam. Mereka pun memutuskan kalau kini sudah waktunya untuk mengakhiri eksperimen mereka secara permanen.

Chloe berusaha menyelamatkan diri bersama tiga remaja supernatural lainnya: cowok penyihir yang memesona, cowok manusia serigala yang bermasalah, dan cewek penyihir yang pemarah. Kalau tetap bersama, mereka punya kesempatan untuk bebas. Tapi, dapatkah Chloe memercayai teman-teman barunya?

The Awakening, seri kedua trilogi Darkest Powers yang memukau ini sangat kuat dan mencekam dari penulis terlaris Kelley Armstrong.

Review :

Hai, jumpa lagi di The Darkest Powers Series😀

Kali ini kita ulas mengenai petualangan Chloe Saunders yang sebelumnya telah kita jumpai di The Darkest Powers 1 – The Summoning.  Kalau sebelumnya aku kurang tertarik dengan novel ini, semoga kali ini cerita Chloe bakal lebih asik dan seru yaa.. Hmm, enjoy guys ^.^v

Chloe Saunders berada di sebuah ruangan mewah yang nyaman, namun tidak senyaman yang dikira karena ruangan tersebut tidak berjendela dan tidak memiliki gagang pintu dari dalam. Ya, dia terkurung. Sebelumnya, ia melakukan aksi kabur dari Rumah Lyle, tempat bagi anak-anak bermasalah. Tapi ternyata saat aksi kaburnya ini, ia dan Rae malah tertangkap lagi, sementara Simon dan Derek masih dalam pelarian.

Chloe ditemui oleh Dr. Davidoff dan Mrs. Enright. Mereka mengintrogasinya mengenai keberadaan Simon dan Derek, dan Chloe berusaha mengacaukan pencarian mereka. Kemudian Dr. Davidoff dan Mrs. Enright mengatakan bahwa Simon memiliki kondisi kesehatan yang berbahaya karena ia pengidap diabetes dan harus mendapatkan suntikan insulin tiga kali sehari, namun tas Simon ditemukan dan persediaan insulin miliknya tertinggal.

Oia, kembali mengingatkan kalian, disini mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti Chloe yang bisa memanggil dan bicara dengan hantu, Rae bisa membakar orang dengan jari-jarinya, Simon bisa merapal mantra, dan Derek adalah manusia serigala. Tapi untuk tujuan dikumpulkannya mereka belum tahu, hingga kemudian diketahui bahwa mereka sebenarnya adalah hasil rekayasa genetika, bukan murni mutasi genetik kayak para pahlawan X-Men yang kita kenal😛

Mereka adalah subyek eksperimen dari Grup Edison dan sekarang mereka tampaknya sedang menghadapi ancaman pemusnahan. Chloe yang membaca jurnal penelitian itu sempat terpaku dan hampir ketahuan kalau saja Liz ─salah satu temannya di Rumah Lyle─ yang telah meninggal tidak membantunya. Berkat hantu Liz, Chloe berhasil meloloskan diri. Nah, kalau Liz ─Elizabeth─ ini kekuatannya adalah poltergeist,  bisa mengerakkan benda dengan pikirannya, bahkan setelah ia menjadi hantu seperti sekarang, dan nanti  Liz yang banyak membantu Chloe dalam pelariannya.

Disini juga ada sosok Victoria ─Tori─ Enright, yang di buku sebelumnya menjadi bebuyutan Chloe namun disini ia membantu Chloe kabur dari Grup Edison, walopun nanti tabiat Tori membuat teman-temannya jengkel setengah mati. Ibu Tori ─Mrs. Enright─ lah yang menjadi sosok antagonis dalam cerita ini.

Saat Chloe dan Tori di bawa pergi untuk melakukan pelacakan jejak terhadap Simon dan Derek, keduanya berhasil kabur. Tentu saja dengan bantuan Liz dan campur tangan Tante Lauren, bibi dari Chloe yang sebelumnya menyerahkan Chloe pada Grup Edison dan kemudian menyadari kesalahannya karena keputusannya tersebut malah membahayakan nyawa sang keponakan. Namun saat mereka sedang menunggu kegelapan malam turun, Tori berkata bahwa ia tidak akan ikut perjalanan Chloe mencari Simon, Derek dan ayah Simon, Kit. Tori mengatakan bahwa ia akan mencari ayahnya. Disinilah keduanya berpisah.

Sampai disini, kurasa aku cukup menikmati ceritanya. Entah kenapa aku kurang suka dengan buku sebelumnya, tapi kemudian saat aku baca buku kedua seri The Darkest Power ini aku cukup menyukainya. Well, walaupun masih sepertiga jalan cerita sih. Hhe..

Oke, kita kembali ke kisah Chloe. Ternyata rencana Tori tidak berjalan lancar karena saat ia menunggu ayahnya menjemput dirinya, yang ia lihat malah sang ibu yang keluar dari mobil ayahnya. Tori sedih karena merasa dikhianati ayahnya. Tori pun kembali berpetualang bersama Chloe.

Tak lama kemudian mereka menemukan pesan Simon dan menunggu. Tentu saja mereka berkumpul kembali, Simon, Derek, Chloe dan Tori. Well, di bagian pertemuan ini kalian akan disuguhi perang mulut sengit antara Derek yang keras dan Tori yang bermulut tajam. Hhaha.. Tapi tenang, selalu ada jalan keluar bagi peperangan kecil mereka😉

Nah, seperti yang kita tahu bahwa Chloe memiliki kekuatan memanggil hantu. Tapi ternyata tidak hanya itu, ia bisa membangkitkan orang mati, mengembalikan nyawa pada raganya, membuat makhluk hidup seperti zombie. Pertama ia menyadari adalah saat ia tidak sengaja membangkitkan kelelawar-kelelawar mati, tapi kemudian tidak sengaja ia juga membangkitkan mayat yang ada tidak jauh dari tempat Chloe dan kawan-kawan bermalam. Untung Chloe berhasil memisahkan nyawa mayat itu dari raganya lagi. Hadeh.. Kini si hantu mayat itu sangat marah karena merasa di perbudak Chloe, memaksa Chloe dan kawan-kawan mencari tempat singgah yang baru.

Serius, sampai sini aku makin suka ma novel ini. Penuturan ceritanya pun asik, terasa natural serta santai. Adooh, aku jadi bingung, kenapa buku pertamanya ngga membuatku terkesan yaa.. Hhaha😀

Saat mencari tempat singgah lagi, Chloe dan Tori harus berhadapan dengan anak jalanan yang mengacungkan pisau pada mereka. Well, seperti biasa, Derek yang kemudian jadi penyelamat. Sehari lagi berlalu dan mereka dalam perjalanan untuk menemui Andrew  Carson di sekitar New York City. Andrew adalah sahabat ayah Simon dan Derek. Ia lah orang yang harus segera Simon dan Derek datangi kalau keduanya terlibat dalam masalah. Sayang dalam perjalanan, Derek dan Chloe harus turun dari bus karena lagi-lagi Derek harus mengalami fase perubahannya yang tidak kunjung sempurna, dan Chloe menemaninya dengan tenang di samping Derek.

Seusai prosesi perubahan Derek selesai, mereka segera menyusul Simon dan Tori. Mereka menumpang sebuah mobil box dan sayangnya ketahuan. Saat berikutnya mereka berhasil lolos, mereka ganti masuk ke tangan dua manusia serigala lain yang bermaksud menjadikan Derek sebagai kambing hitam untuk Kawanan yang berada di sekitar situ. Lagi-lagi Derek dan Chloe berhasil lolos. Tapi saat mereka dengan susah payah berhasil naik ke bus, berjalan jauh, lalu tiba di rumah Andrew, keadaan tidak sesuai harapan mereka.

Derek menemukan pintu rumah Andrew terbuka sedikit dan jejak Andrew yang menghilang begitu saja, seperti keadaan saat Derek dan Simon menemukan fakta bahwa ayahnya menghilang bertahun silam. Setelah menemukan Simon dan Tori, mereka kembali berdiskusi apa yang sebaiknya mereka lakukan. Karena kelelahan, merek amemutuskan untuk beristirahat dan bergantian jaga. Nah, saat Derek dan Chloe sedang berjaga, ternyata mereka baru menyadari bahwa Grup Edison telah menemukan mereka. Mereka terkepung. Ditengah hiruk-pikuk pelarian mereka meloloskan diri dari kejaran anggota Grup Edison dan upaya mereka bertemu dengan Simon dan Tori lagi, Chloe melihat sosok Tante Lauren yang membimbing jalannya. Yups, sayangnya Derek tidak melihat Tante Lauren yang berjalan melewatinya. Chloe langsung lemas mengingat kemungkinan besar bahwa tantenya itu telah meninggal.

Well, well, well.. Boleh juga ceritanya. Ada saat dimana plot cerita berhasil membuatku ngeri. Lalu asyik dan seru. Selain itu, kita juga merasakan bumbu cinta walaupun masih acip-acip aja😛 Ntahlah, kedua cowok ini ─Simon dan Derek─ kurasa punya perasaan sayang pada Chloe kecil yang manis. Hhaha, kalau Tori mendebat dan mengeluarkan argumen kasarnya mengenai perasaan jengkelnya pada Chloe, ntah kenapa ngga bikin aku sebel sama karakternya, hanya.. lucu. Itu karena keseringan, kedua cowok ini langsung membela Chloe. Hhihi.. Oia, satu lagi mengenai Chloe. Berdasar apa yang aku rasa, lagi-lagi karakter Chloe kurang greget. Hmm, mungkin karena memang karakter dia tipe cewek yang tenang yaa, jadi sampai akhir cerita, ketenangan itu mendominasi. Padahal menurutku pasti lebih seru kalau karakternya bisa menyisipkan perasaan ceria dan semangat😉 Tapi overall, aku tetep suka ma cerita kali ini kok. Lebih hidup ^.-d

Ratingku buat novel ini :  7

 
Leave a comment

Posted by on October 15, 2012 in Horror/Mystery

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: