RSS

Heist Society

17 Jun

  • Pengarang               :    Ally Carter
  • Genre                      :    Action, Spy
  • Tebal                       :    336 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    45.000 IDR
  • Pertama terbit          :    9 Februari 2010
  • Cetakan                   :    Desember 2011
  • Tanggal Beli             :    30 Desember 2011

Waktu Katarina Bishop berumur tiga tahun, orangtuanya mengajaknya ke Louvre di Paris untuk mencuri koleksi lukisan museum itu. Pada ulang tahunnya yang ketujuh, Kat diajak berjalan-jalan ke Austria untuk mencuri permata di mahkota kerajaan. Dan pada umur lima belas tahun, Kat membuat rencana khusus—masuk ke sekolah asrama terbaik, bertekad meninggalkan bisnis keluarga untuk selamanya.

Tetapi, hanya tiga bulan kemudian, teman sekaligus mantan rekan Kat, Hale, muncul dan membawanya kembali ke dunia yang coba ia tinggalkan. Tapi cowok itu punya alasan bagus: ayah Kat butuh bantuannya. Kini ayah Kat terjebak di Paris, diawasi Interpol dan penjahat besar karena dituduh melakukan dua pencurian berbeda pada saat bersamaan.
Kat hanya punya satu pilihan: membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. Padahal ia hanya punya waktu dua minggu untuk melacak keberadaan benda-benda seni itu, mengelilingi Eropa untuk mencari petunjuk, dan akhirnya… melakukan pencurian terbesar dalam sejarah keluarganya.

Review :

Katarina Bishop, salah satu pelajar kelas sepuluh di Colgan School hari itu harus menghadapi sidang akibat dari perbuatan yang ia tidak lakukan. Ia disidang di hadapan 24 anggota Dewan Disiplin Colgan dengan tuduhan mencuri properti sekolah, melanggar jam malam, dan merusak salah satu artefak sekolah. Masalahnya, semua bukti mengarah pada dirinya, namun ia tau pasti bahwa ia sedang dijebak.

Sayang, hukuman dikeluarkan dari sekolah tidak terhindarkan. Saat ia akan pergi meninggalkan Colgan, sebuah mobil mewah menghampirinya. Mobil itu menjemputnya. Dan siapa sangka kalau didalamnya, dibalik bayang-bayang kursi di depannya, duduk menghadapnya, adalah W.W. Hale Kelima atau yang biasa dipanggil Hale oleh Kat. Rupanya, Hale inilah yang membuat Kat dikeluarkan dari Colgan. Hhaha..

Hale dulu pernah menjadi partner Kat dan Ayahnya, sebelum Kat memutuskan meninggalkan dunia bisnis keluarga. Selain ia dan ayahnya, paman buyutnya yang bernama Eddie juga merupakan pencuri kelas kakap. Hadeh -.-a  Nah, Kat pun kemudian dibawa Hale kerumahnya. Disinilah Kat mendapat pesan mengenai hal yang terjadi pada ayahnya. Bahwa ayahnya dituduh mencuri sebuah koleksi pribadi yang sangat berharga milik Arturo Taccone.

Hari berikutnya, Kat langsung terbang ke Paris. Dsini kemudian ia bertemu dengan sang ayah, Bobby Bishop. Ayahnya pun berkata bahwa ia punya alibi saat pencurian di Italia terjadi, bahwa ia sedang melakukan pencurian di sebuah galeri di Paris. Kini, ayahnya ini sedang diawasi oleh Interpol karena kemanapun Kat memandang, banyak orang yang mengintai ayahnya. Disini, aku suka dengan berbagai guyonan sarkastis yang disampaikan oleh ayah-anak ini. Yah, walaupun tidak sampai membuatku tertawa, setidaknya dapat membuatku menarik salah satu sudut bibirku😛

Setelah pembicaraan dengan ayahnya selesai, Kat melakukan satu lagi hal yang diminta ayahnya, kemudian ia akan beranjak pergi saat tangannya ditarik oleh seseorang dan membuat dirinya terduduk di dalam sebuah Limousin, lagi. Kali ini ia bertemu dengan Arturo Taccone dan lelaki itu meminta lukisan-lukisannya dikembalikan. Dia memberi waktu dua minggu pada Kat.

Kat pun kembali pada Hale dan mencurahkan kekesalannya. Kemudian mereka pergi ke New York  menemui Paman Eddie. Disini mereka diberi sebuah cetak biru sebuah bangunan yang berisi pengamanan ekstra ketat. Lalu, hari berikutnya, mereka ke Las Vegas dan bertemu dengan Simon, seorang ahli matematika yang sudah mereka kenal baik. Simon berjanji akan mempelajari cetak biru tersebut. Lalu malam harinya mereka segera terbang ke Italia. Mereka tiba di Sabina Valley, Italia, dengan sambutan hangat dari sepupu Kat, Gabrielle, yang ceritanya ngga pernah akur sama Kat dan sering menggoda Hale😛

Buku ini memakai sistem countdown, jadi setiap beberapa saat akan muncul halaman yang menunjukkan lokasi keberadaan Kat dan waktu sisa sebelum deadline yang diberikan oleh Taccone, yaitu 14 hari sejak Kat bertemu dengannya di Paris. Di Italia, Kat, Hale dan Gabrielle melakukan pengamatan langsung pada bangunan megah yang notabene adalah kediaman Taccone. Wow, disini digambarkan bahwa sistem pertahanan rumah ini memang mantap. Namun terjadi sesuatu yang mengejutkan Hale serta Gabrielle, yaitu Kat yang tiba-tiba berdiri dan berjalan langsung ke pintu depan rumah itu. Terang-terangan ia berkata pada seorang pengawas pintu bahwa ia ingin menemui Taccone. Nekat😉

Tapi ternyata hasil kenekatan Kat membuahkan hasil. Ia keluar dari rumah itu atas keinginannya sendiri dan ia membawa sekeping CD yang berisi informasi terkait lukisannya yang dicuri. Ternyata isi CD itu adalah rekaman kamera pengawas di ruang galeri tempat 5 lukisan berharga itu berada. Sejak kembali dari rumah Taccone, Hale mendiamkan Kat, bahkan tidak menatap matanya. Well, ya, cowok itu marah pada Kat karena bertindak gegabah. Hhihi, keliatan banget kok kalo Hale ada perasaan sama Kat. Ia bersikap protektif pada cewek itu😉

Hari berikutnya, mereka ke Napoli, Italia, untuk menyelidiki asal suatu barang dan akhirnya disini mereka mendapatkan sebuah nama, Mr. Visily Romani yang berasal dari Austria. Segera ketiganya pergi ke Wina, Autria menggunakan kereta dengan bermodalkan tiga pasport dan salah satu kartu kredit Hale. Tapi yang mengejutkan, saat mereka memasuki kamar hotel, singgahlah Paman Eddie. Kehadiran Paman Eddie untuk memberitahu mereka bahwa mereka tidak mungkin bisa melakukan rencana pencurian ‘kembali’ lukisan Taccone. Kenapa? Karena ternyata Visily Romani adalah Chelovek Pseudonima atau dalam terjemahan literalnya adalah Alias Man. Visily Romani merupakan sebuah nama yang digunakan seseorang saat melakukan hal-hal yang terlalu besar, terlalu berbahaya ─hal-hal yang harus mereka sembunyikan, bahkan dari satu sama lain. Itu adalah nama-nama rahasia, Nama Suci, yang telah digunakan selama empat ratus tahun ini dan sangat jarang muncul karena ia adalah seorang pencuri terhebat yang pernah ada.

Sepeninggalan Paman Eddie, ketiga anak ini diskusi. Mereka tahu bahwa Paman Eddie telah melarangnya. Namun rupanya mereka tetap berusaha. Sebuah gagasan mengenai lima lukisan Taccone yang dicuri muncul, namun mereka perlu memastikannya. Mereka pun segera pergi ke Warsawa, Polandia. Disini Kat menemui seorang teman lama ibunya yang ahli seni, Abiram Stein. Dari sinilah kecurigaan mereka benar, bahwa lukisan yang ada di Taccone sebenarnya merupakan ‘lukisan tawanan’ karena lukisan-lukisan itu hampir setengah abad tidak diketahui keberadaannya. Yah, istilah lainnya, lukisan itu juga bukan milik pribadi Taccone.

Tujuh hari menuju tenggat waktu, mereka kembali ke London, Inggris. Mengunjungi sebuah museum yang bernama Henley karena sedang ramai diberitakan bahwa seseorang meninggalkan sebuah kartu nama bertuliskan Visily Romani di salah satu lukisan yang menawan. Kini Henley pun banyak pengunjung. Lalu, dari hasil pengamatan Kat, ia mengerti bahwa ternyata Visily Romani menyembunyikan lima lukisan Taccone di balik lima lukisan yang berada di Henley. Wew.. Kini kesempatan untuk mengambil kembali lukisan itu makin sulit karena Henley tidak kalah bersaing dalam hal keamanan.

Kemudian mereka kembali ke Mansion Hale di pedesaan. Ternyata disini sudah berkumpul Bagshaw bersaudara, Simon, dan Gabrielle. Sudah tahu kan kalau akhirnya mereka membentuk tim untuk melakukan ‘pencurian kembali’ ini. Demi menyelamatkan nyawa ayah Katarina, Bobby Bishop yang sangat mereka sayangi. Belum lagi kemudian saat kru ini melakukan berbagai riset di Henley, Taccone kembali menemui Kat dan kali ini dengan ancaman bahwa ia tidak segan-segan menyakiti orang-orang yang disayang Kat. Hadeeeeh..

Lima hari sebelum tenggat waktu, Kat pergi ke Paris. Kali ini tujuan kepergiannya demi keselamatan sang ayah. Ia berbuat sesuatu yang membuat kru nya marah. Namun akhirnya pengertian pun menghampiri. Kat memang terpaksa melakukannya. Namun ngga cuma itu aja, pulang dari Paris, Kat membawa seorang anggota kru baru yang ditemukannya di Paris. Tentu saja kru nya kurang setuju karena cowo bernama Nick ini bukan dari keluarga besar Kat. Namun Kat berhasil meyakinkan teman-temannya bahwa keberadaan Nick dibutuhkan dalam aksi mereka, mengingat mereka memang kekurangan orang.

Tapi, heii, kalian tahu lah kalau Hale pasti si tokoh utama cowo? Hha.. Ya iyalah.. Ngga asik kalo cerita ngga dilengkapi dengan perasaan cinta. Disini ada cinta yang bakal kita temukan antara Kat dan Hale. Dan memang, Hale cukup terbuka atas perasaannya karena ia ngga segan-segan menunjukkan kepedulian dan perasaannya terhadap Kat. Manis😛

H-3, kru sedang mempersiapkan segala sesuatunya di Wyndham Manor saat Kat mendapatkan sebuah buket bunga indah tertanda A.Taccone. Hari berikutnya, Kat dan Gabrielle sudah berada di Roma, Italy untuk menemui Taccone, dan well, mereka berhasil meyakinkan Taccone bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana hingga akhirnya hari H pun tiba dan saat mereka sedang beraksi, Kat menyadari sesuatu mengenai latar belakang dan motif Nick mendekati dirinya. Dan itupun setelah Hale terus menerus berusaha memperingatkan Kat akan hal ini. Rencana pun tiba-tiba berubah  ;)

Oke. Kuakui, saat aku baca novel ini aku bener-bener teringat dengan gaya penulisan Ally Carter di novel sebelumnya, seri Gallagher Girls. Namun kali ini tema yang diambilnya cukup menarik, mengenai keluarga pencuri dan harta curian pada zaman Nazi. Tentu saja di buku pertama ini bakalan menyisakan beberapa pertanyaan yang kuharap akan terjawab di buku selanjutnya, Uncommon Criminal. Carter juga berhasil menciptakan sebuah karakter yang membuatku bertanya-tanya karena saking penasarannya, siapa sebenarnya sosok VISILY ROMANI?? Hhaha.. Lagi-lagi kuharap jawabannya ada dalam buku berikutnya😀

Satu hal yang kurang kusuka dari buku ini yaitu ketika beberapa kali aku menemukan bagian yang membuatku bingung. Perubahan plotnya sering mendadak. Satu saat Kat sedang begini, tau-tau muncul Marcus yang membawakan tas nya, seolah ia telah siap melakukan sebuah perjalanan padahal sebelumnya tidak ada rencana ia bakal kemana. Yah, memang sih, alur ceritanya cukup cepat. Kurasa sebaiknya aku menyediakan waktu yang bener-bener luang untuk membaca buku ini biar bisa fokus, karena well, sayangnya aku baca novel ini hanya disela-sela aktivitas kuliahku, jadi konsentrasiku sering terpecah karna terhenti-henti bacanya. Hhe.. Terlepas dari itu semua, aku cukup suka dengan novel ini, walaupun ngga terlalu suka di beberapa hal. Yang jelas, aku menikmati ceritanya. Enjoy!😀

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2012 in Action

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: