RSS

Books of Faerie 2 – Ballad

26 Apr

  • Pengarang               :    Maggie Stiefvater
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    452 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    59.900 IDR
  • Pertama terbit          :    1 Oktober 2009
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

James Morgan dianugerahi kemampuan bermain musik yang luar biasa. Itulah yang menarik perhatian Nuala, sesosok peri pencuri jiwa yang membangun lalu memakan energi kreatif manusia sampai mereka mati. James punya cukup banyak alasan untuk takut kepada peri. Namun, ketika dia dan Nuala berkolaborasi dalam sebuah komposisi musik yang sangat indah, James mulai menaruh hati pada Nuala. Ketika Halloween hampir tiba, James harus bertempur melawan Ratu Peri yang jahat untuk menyelamatkan hidup Nuala dan jiwanya sendiri.

Review :

James dan Dee kini menjadi murid di Thornking-Ash. Namun karena perbedaan jadwal dan lingkungan sekolah yang luas, mereka sangat jarang berjumpa. Cerita diawali oleh James yang menceritakan tentang masa orientasi di sekolah itu. Kini ia juga tinggal di asrama. Di sekolah baru ini, ada seorang guru yang disebut namanya, entah tar kebelakangnya ia punya andil dalam cerita ato ngga q kurang tahu😛 Guru itu bernama Eve Linnet. Suatu ketika James tertarik oleh suara alunan musik dan ia mengikuti musik itu hingga ke sumbernya. Tentu saja peri yang memainkannya. Nah, disitulah ia bertemu dengan Linnet yang menurut dugaan James, beliau juga tertarik oleh alunan musik itu.

Lalu James mendapat tugas untuk menemui seorang guru musiknya di sebuah toko alat musik. Setelah selesai dan akan pulang, ia melihat seorang gadis yang duduk sangat dekat di mobilnya. Niatan James hanya menyuruhnya pergi sebelum tertabrak oleh mobil James, namun tampaknya gadis itu bukan gadis biasa. Lagi-lagi seorang peri dan ia nebeng James sampai ke sekolah. Kemudian diketahui nama gadis itu adalah Nuala. Di jalan, Nuala memberi penawaran pada James tentang mengajari dan membuat James, wow, di karir musiknya. Tapi segera James menolak dan itu membuat Nuala kesal.

Cerita beralih ke sudut pandang Nuala. Ternyata Nuala bukan hanya sekedar kesal, tapi juga marah karena untuk waktu yang lama Nuala tidak pernah ditolak oleh manusia. Sore itu, Nuala membuntuti James. Dia merasa tertantang untuk mendapatkan James setelah cowok itu menolak karir gemilang yang telah ditawarkan Nuala. Pasalnya dibalik penawaran itu pasti ada balasan yang diminta oleh Nuala, dalam kasus ini umur dari manusia lah yang dimintanya. Kemudian, Dee datang menemui  James. Dari sudut pandang Nuala inilah kita bisa tahu tentang bagaimana sikap dan perasaan Dee serta James terhadap satu sama lain. Well, kalau menurutku sangat menyedihkan kisah kedua sahabat ini. Entah kenapa mereka yang sebelumnya sangat akrab bisa menjadi canggung gini kalau berjumpa😦 Saat senja mulai menjelang, Dee berpamitan, dan Nuala melihat James berlari kearah sebuah musik yang sedang mengalun, ke arah raja bertanduk yang lagunya mengalun lambat tentang kematian.

Kemudian, kita akhirnya tahu bahwa Nuala adalah leanan sidhe, peri penyendiri, terendah di antara yang paling rendah. Nyaris manusia. Ternyata, dia termasuk peri yang selalu direndahkan diantara peri-peri yang lain. Kasihan juga sih😉 Sore itu, Nuala juga tanpa sengaja menghadiri semacam acara dansa yang didatangi para peri.  Disitu ia bertemu dengan manusia kekasih sang Ratu peri yang dikenal kelak menjadi Raja peri.  Sang kekasih Ratu mengajak Nuala berdansa dan tentu saja hal itu menjadi perbincangan para peri disekitar Nuala.

Lalu perjuangan Nuala mendekati James terus berlanjut dan entah kenapa James juga mulai terbiasa dengan kehadiran Nuala. Akhirnya, Nuala menawari James sebuah lagu tanpa harus James memberikan sesuatu pun sebagai imbalan, dan James menyetujuinya. Namun bukan berarti James akan menuruti segala keinginan Nuala. Di novel ini, beberapa kali digambarkan bagaimana Nuala cemburu terhadap Dee karena James masih saja menginginkan dan mencintai cewek itu. Hhe..

Oia, ada tokoh baru yang disini sering muncul, yaitu Mr. Sullivan, guru bahasa James namun karena bakat James di bagpipe dinilai para gurunya sudah expert, maka ia akan menjadi guru piano James. Yups, James diminta untuk mempelajari alat musik laen selain yang terbuat dari pipa, dan James lebih memilih gitar namun Mr. Sullivan menyarankan piano. Nah, kayaknya nih, Mr. Sullivan ini juga bisa melihat peri gituu, soalnya beliau memakai cincin besi di jemarinya, sama dengan James yang memakai gelang besi di pergelangan tangannya, hanya untuk memastikan bahwa ia cukup aman dari kejaran peri karena peri terkenal tidak tahan terhadap besi😛

Suatu pagi James dipanggil untuk menghadap presiden dari Thornking-Ash, Gregory Normandy. Ternyata Normandy ingin membicarakan tentang bakatnya dan bakat Dee. Tentu saja James langsung waspada karena sang presiden terus saja mengisyaratkan tentang keberadaan peri. Bertahan karena tidak berani mempercayai orang baru begitu saja maka James pura-pura tidak mengerti apa yang dibilang lelaki itu. Sang presiden terus memperingatkan James untuk berhati-hati terhadap mereka dan jangan sampai tergoda oleh mereka. Wew..

Kehidupan James di asrama terus berlanjut. Hanya saja kehidupan cintanya tidak juga membaik. Hatinya semakin tersiksa dengan cinta bertepuk-sebelah-tangannya dengan Dee, sedangkan Dee sedang tersiksa dengan perasaan rindunya terhadap Luke. Suatu kali, James dan Dee berciuman, hanya saja Dee dengan jujurnya mengatakan bahwa ia membayangkan dirinya sedang mencium Luke. Ampuuun -.-“ Tentu saja James sakit hati. Sejak saat itu hubungan James dan Dee semakin renggang dan aneh. Disinilah sosok Nuala mulai menguat, bahkan Nuala pun tampaknya mulai merasakan kasih terhadap James. Wew..

Kisah berlanjut. Sudah bisa ditebak kan kalau hubungan James dan Nuala tidak berhenti begitu saja. Kini ada benih cinta diantara mereka, padahal waktu hidup Nuala hanya tinggal beberapa hari saja. Saat Halloween tiba, Nuala akan terbakar dan terlahir kembali menjadi sosok pribadi yang baru, dengan sebuah memori baru, sehingga ia tidak akan ingat kehidupannya sebelumnya. Siklus ini terjadi setiap enam belas tahun sekali. Ckck..

Namun, suatu ketika Eleanor, sang Ratu peri, mendatangi James dan memberitahu bahwa ada cara agar Nuala tidak melupakan pribadinya sebelum terbakar. Selalu ada maksud terselubung dibalik informasi itu. Rupanya hal ini berkaitan dengan Dee yang kemudian diketahui menghilang.

Well, well, well.. Kalian sudah baca novel ini? Kalo menurutku pribadi novel kedua ini kurang bikin greget. Kurang semangat dan di beberapa bagian kadang bikin bosan. Mungkin pendapat kalian beda, tapi kalau aku lebih suka menantikan cerita dari sudut pandang Nuala. Saat kemunculan Dee yang hanya secuil-cuil malah ga aku nantikan. Disini sosok Dee serasa semakin hilang, padahal waktu baca novel pertama aku berharap karakter Dee bisa lebih kuat, tapi ternyata ngga😉 Oke, memang kali ini sosok James yang ditonjolkan, itulah kenapa pihak kedua yang kusuka malah Nuala, bahkan dibandingkan James aku lebih suka karakter Nuala. Hhe ^.-v

Ratingku buat novel ini : 7,2

 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2012 in Fairies

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: