RSS

The Mortal Instrument 4 – City of Fallen Angels

16 Apr

  • Pengarang               :    Cassandra Clare
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    580 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    89.900 IDR
  • Pertama terbit          :    5 April 2011
  • Cetakan                   :    Agustus 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

Perang Mortal telah berakhir. Clary Fray kembali ke New York, bersemangat menghadapi berbagai kemungkinan di hadapannya. Dia berlatih untuk menjadi Pemburu Bayangan dan menggunakan kemampuan uniknya. Ibu Clary, Jocelyn Fray, akan menikah dengan pria yang dicintainya. Penghuni Dunia Bawah dan para Pemburu Bayangan akhirnya berdamai. Dan—yang terpenting dari semuanya—Clary akhirnya bisa menyebut Jace pacarnya. Tetapi, semua ada harganya.

Seseorang membunuhi Pemburu Bayangan, menyulut ketegangan yang bisa berujung perang berdarah kedua. Sahabat Clary, Simon, tidak bisa membantunya. Ke mana pun Simon menoleh, seseorang menginginkannya di pihak mereka—beserta kekuatan kutukan yang mulai merusak hidupnya. Selain itu, dia mengencani dua gadis yang cantik dan berbahaya—yang saling tidak mengetahui tentang yang lain.

Ketika Jace mulai menjauhi Clary tanpa menjelaskan alasa­nya, Clary dipaksa untuk menggali ke dalam inti misteri yang pemecahannya menyingkapkan mimpi terburuknya. Dia telah menggerakkan rantai peristiwa mengerikan yang dapat mem­buatnya kehilangan semua yang dia cintai. Bahkan Jace.

Review :

Saat aku mulai membaca novel ini, aku menduga, “Wah, kayaknya cerita kali nii lebih banyak fokus ke Simon nih..” Kenapa? Well, bukan semata karena cerita dibuka oleh Simon, tapi karena seiring perjalanan cerita, Simon banyak muncul. Hhe..

Awal cerita kita memang disuguhi dialog Simon Lewis dan Isabelle Lightwood di sebuah restoran tempat Simon dan Clary dulu sering nongkrong. Saat itu pertengahan Oktober, menjelang Halloween. Mereka sedang asyik mengobrol ketika dua manusia abdi vampir mendatangi mereka. Mr. Walker dan Mr. Archer adalah abdi vampir paling berkuasa di New York City, pemimpin klan terbesar di Manhattan. Otomatis Simon dan Izzie langsung menyangka Raphael Santiago, “ayah” dari Simon. Tapi ternyata mereka salah. Kedua abdi ini membawa Simon kepada Camille Belcourt, atasan Raphael dulu sebelum Raphael melakukan pembelotan dan menusuk Camille dari belakang. Camille pun menghilang dan Raphael lah yang mengambil alih kepemimpinan klan.

Kini Camille menghilang dan memanggil Simon untuk meminta pertolongannya. Camille meminta Simon untuk bergabung dengan klannya dan melawan Raphael karena Camille tahu, Simon lah yang ditakuti Raphael. Berkat anugrahnya sebagai Pengembara Siang, yaitu satu-satunya vampir yang mampu bertahan di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Camille juga menawarkan akan memberikan beberapa pelajaran kepada Simon mengenai bagaimana hidup diantara manusia sebagai vampir karena, sungguh, inilah yang sekarang sangat dibutuhkan Simon. Camille pun memberi waktu lima hari untuk Simon mempertimbangkan penawarannya tersebut.

Kemudian, Simon curhat pada sahabat baiknya, Clary, bukan tentang pertemuannya dengan Camille karena Simon sudah berjanji tidak akan membicarakan pertemuannya dengan Camille pada siapapun. Simon hanya perlu pendapat Clary tentang bagaimana caranya untuk memberitahu kedua wanita yang sedang ia kencani bahwa masing-masing ada pihak ketiga diantara mereka. Lagipula, yang bikin Simon bingung, ia sebenarnya belum bener-bener menetapkan siapa yang jadi kekasihnya. Tapi tampaknya kedua wanita itu menganggap Simon adalah kekasihnya. Ckck.. Isabelle Lightwood yang jelita adalah seorang Pemburu Bayangan sementara Maia adalah seorang Manusia Serigala.  Tentu saja keduanya bertentangan.

Lalu untuk sejenak cerita beralih ke Clary dan Jace yang sedang berkencan saat latihan. Hhe.. Mereka ngobrol tentang banyak hal, terutama juga tentang kabar Alec Lightwood yang sedang berlibur dengan kekasihnya, Magnus si Warlock. Saat Clary akan pulang dan Jace mengantar Clary hingga ke lift Institut, perpisahan mereka entah kenapa terasa aneh. Jace seolah menyembunyikan sesuatu.

Lalu cerita kembali pada Simon yang sekarang punya anggota band baru bernama Kyle. Saat Simon pulang dari mengantar Clary, dia dihadang orang yang ingin menusuknya. Saat itulah ia melihat fungsi dari Tanda berupa kutukan tertua yang ditorehkan Clary padanya saat tragedi Alicante. Orang yang akan menusuk Simon tiba-tiba berubah menjadi ribuan keping berkilau dan.. wuss, menghilang. Simon syok. Inilah kutukan yang ada pada dirinya. Siapapun yang akan membunuhnya pasti mati terlebih dahulu. Pembalasan tujuh kali lipat.

Belum cukup kejadian yang membuatnya depresi, sesampainya dirumah ternyata sang ibu telah menantinya. Well, akhirnya kehidupan rahasia Simon terbongkar. Sang Ibu menemukan berbotol-botol darah yang Simon sembunyikan dalam lemarinya. Terpaksa Simon pergi dari rumah dan rumah Kyle lah yang jadi tempat ia bernaung untuk sementara ini. Kehidupan pun berlanjut..

Clary masih sibuk membantu Ibunya, Jocelyn ─yang akan menikah dengan kekasihnya, Luke─ mempersiapkan tetek bengek pernikahan itu. Kemudian ada saat Jace menolong Simon saat cowok itu kembali dihadang dua orang tak dikenal yang ingin membunuhnya. Disaat yang sama, Clary dan Luke sedang pergi bersama Maryse Lightwood ke Kota Hening untuk menemui Saudara-Saudara Hening. Clary punya ide untuk membuat yang mati untuk berbicara. Nah lhoo.. Well, semakin bertambahnya Pemburu Bayangan yang mati karena dibunuh, maka Clary menawarkan alternatif itu untuk mengungkap pembunuhan ini. Mereka pun menemui Saudara Zachariah, dan beliau membawa Maryse dan yang laen ke Ossuarium, semacam ruang mayat menurutku😉

Yang terakhir dari yang mati terbunuh sudah disiapkan untukmu. Apa kau siap?” Dan mau nggak mau Clary harus siap karena ini idenya. Clary menggambar rune kuno yang menghidupkan kembali ia yang mati. Tentu saja menakutkan bahwa yang mati tercabik kembali terbangun dan merintih kesakitan. Namun dengan interogasi Maryse yang tajam, mereka berhasil mendapatkan satu nama, yang kemungkinan besar bertanggung jawab atas kematian para Pemburu Bayangan, yaitu Camille.

Sangat manis saat Jace dan Simon bisa ngobrol berdua di apartemen tempat Simon tinggal. Lalu, saat Jace bertemu dengan Kyle, semuanya menjadi jelas, bahwa ternyata selama ini Simon tinggal dengan seorang manusia serigala. Hmm.. Ternyata Kyle adalah serigala dari sebuah aliansi bernama Praetor Lupus, semacam ‘Pengawal Serigala’, yaitu sebuah organisasi yang sangat menyembunyikan diri yang punya tujuan operasional sebagai ‘ibu’ yang mendidik dan mengarahkan Penghuni Dunia Bawah ─termasuk Serigala, Vampir, bahkan Warlock─ yang baru saja ‘lahir’ dan ‘yatim piatu’, mencoba membantu mereka untuk mengendalikan kekuatan-kekuatan mereka.

Yang lucu, awalnya Jace dan Kyle memang kayak orang musuhan. Tapi kemudian, karena mendadak mereka punya misi yang sama yaitu melindungi Simon maka, boom, mereka pun jadi teman. Hha.. Tapi manis kali lihat tiga orang ini bekerja sama untuk mengungkap, siapa dalang sebenarnya yang menginginkan kematian Simon, dan apakah semua ini berhubungan dengan kematian para Pemburu Bayangan😉

Langkah pertama mereka, Simon menjadi semacam umpan. Ia manggung bersama bandnya di semacam kafe. Kyle sebagai vokalis sementara Jace mengamati dari balik panggung. Kemudian, di tengah penampilan, Simon merasa semakin tidak enak badan karena untuk waktu yang lama ia belum minum darah lagi. Ia kekurangan nutrisi. Ia pun akhirnya merasakan nikmatnya meminum darah manusia untuk kali pertama. Heuu.. Naluri ke-vampir-annya  menguasai dirinya😉

Sementara itu, Maryse dan Luke mengadakan pertemuan dengan Raphael. Cerita yang disampaikan dari sudut pandang Raphael sama dengan cerita dari sudut pandang Cammile mengenai masing-masing. Waktu itu Camille menceritakan keburukan Raphael pada Simon, dan kini, Raphael menceritakan keburukan Camille yang sama persis, kepada Maryse dan Luke. Well, jadi belum tahu siapa sesungguhnya tokoh jahatnya disini, apa memang Raphael ataukah Camille??😉

Kalau dari cerita mengenai asmara Clary dan Jace sendiri, tampaknya hubungan mereka bener-bener mulai renggang. Aku masih belum ngerti alasan Jace kenapa ia ga bisa bicara, bersama, atau bahkan hanya menatap Clary? Haiss.. Selalu Jace yang menghindar dan nggantungin Clary. Payah.. Namun, saat mereka mulai merasakan api asmara mereka kembali membara, sayang sekali harus ada interupsi dari Izzie, dan lagi-lagi Jace seolah merasa bersalah terhadap Clary dan kabur ─lagi─ meninggalkan gadis itu dalam kebingungan.

Saat Simon masih menikmati darah Maureen, gadis cilik yang mengidolakan band Simon, beruntung Kyle datang dan menyelamatkan Maureen. Lalu masalah demi masalah terjadi. Saat Simon sedang bersama Izzie, muncul Maia yang mempergoki mereka. Kini keduanya tahu kalau mereka masing-masing diduakan. Lalu saat wanita-wanita muda ini siap ‘menyerang’nya, muncul Kyle dan Simon merasakan kelegaan yang sangat. Namun sayang, giliran Kyle yang diserang ─benar-benar diserang dengan membabi buta, oleh Maia. Ternyata Kyle adalah mantan Maia yang dulu merubah Maia menjadi manusia serigala dan meninggalkan Maia begitu saja tanpa penjelasan. Akhirnya ketahuan kalau Jordan lah nama depan Kyle.

Kini situasi Kyle dan Simon jadi aneh. Namun akhirnya Kyle ─atau Jordan─ membuka diri. Ia bercerita panjang lebar tentang kehidupannya dulu dengan Maia. Nah, saat sedang curhat itulah ada seseorang yang membunyikan bel pintu Jordan. Seseorang meninggalkan ancaman untuk Simon bahwa pacarnya sedang disandera dan kalau Simon tidak datang ke alamat yang diperintahkan, maka si pacar akan dibunuh. Nah lhoo, pacar yang mana nii?? Pasalnya cewek-cewek yang ada di kehidupan Simon setelah dihubungi, baik-baik saja.

Hanya saja, di saat yang sama Clary malah diserang di bangunan yang mirip Gereja, dan alamatnya sesuai dengan alamat yang didapatkan Simon. Awalnya, Clary mendapatkan alamat ini setelah ia menulis sebuah rune di secarik kain yang berasal dari bayi iblis yang sebelumnya Clary dan Jocelyn lihat di kamar mayat rumah sakit. Setelah rune tertoreh, muncullah alamat ini, dan Clary seorang diri masuk ke bangunan tersebut. Tentu saja Clary menemukan sebuah petunjuk yang sangat penting, bahwa ternyata ada seseorang yang sedang ‘menciptakan’ banyak bayi seperti Jonathan dulu.

Wew.. Kayamana lah ni arah masalahnya? Cukup banyak tampaknya. Belum lagi ditambah dengan Camille, yang berkat Simon dan Jace, berhasil ditangkap dan sayangnya Camille hanya mau menjawab pertanyaan interogasi yang diajukan oleh Magnus Bane, sang mantan kekasih. Hmm, nambah lagi kan masalah. Tentu saja Alec jadi sering uring-uringan karena mengingat riwayat percintaan Magnus selama ratusan tahun ini :O Ngeri😛 Tapi heii, ternyata di belakang Camille, masih ada seorang pengendali yang lebih hebat dan lebih kuat lagi. Dan tampaknya inilah ancaman terbesarnya karena ia jelas menginginkan kehancuran keseimbangan penghuni dunia ini. Ouch😉

Ratingku buat novel ini : 8,8

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2012 in Magic

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: