RSS

Shopaholic 6 – Mini Shopaholic

10 Mar

  • Pengarang        :    Sophie Kinsella
  • Genre               :    Drama
  • Tebal                :    568 hlm ; 18 cm
  • Penerbit            :    Gramedia
  • Harga               :    60.000 IDR
  • Pertama terbit   :    2 September 2010
  • Cetakan            :    Desember 2010
  • Tanggal Beli      :    17 Februari 2011

Becky Brandon (dahulu Bloomwood) berpikir mudah saja menjadi ibu, dan putrinya akan menjadi teman belanja seumur hidup!

Tapi Minnie yang baru dua tahun ternyata memiliki pendekatan yang berbeda dalam berbelanja. Dia sering menjerit “Mauuuu!” tanpa pandang bulu, menciptakan kekacauan dari Harrods sampai Harvey Nichols, suka memanggil taksi untuk pergi ke toko, bahkan memesan baju di eBay tanpa bilang-bilang.

Sementara itu, negara mereka dilanda krisis keuangan. Semua orang melakukan pengetatan ikat pinggang–padahal Becky dan Luke masih tinggal di rumah orangtua Becky. Rencana untuk membeli rumah pun gagal. Untuk membangkitkan semangat, Becky memutuskan membuat pesta kejutan– dengan biaya hemat. Tapi bukan Becky namanya kalau tidak terlibat dalam masalah yang lebih rumit.

Sanggupkah Becky mengatasinya? Apakah harapan rahasianya dapat menjadi nyata?

Review :

Oh wow, akhirnya sampai juga kita di buku terakhir Shopaholic Series😀 Hmm, seperti biasa, sangat khas, cerita diawali dengan kalimat ‘jangan panik’-nya Rebbeca ─Becky─ Brandon. Tapi kali ini yang membuat dia terserang panik adalah, karena putrinya, Minnie Brandon, yang sudah berusia dua tahun sedang merajuk dengan berteriak-teriak ingin membeli kuda poni mainan. Nah lhoo..

Cerita dimulai dengan perginya Becky beserta keluarga besarnya ke sebuah departemen store untuk berbelanja hadiah Natal. Baru bab pertama saja, kita sudah di suguhi Becky kecil alias Minnie yang juga maniak belanja ─a shopaholic. Just like her mom. Hhaha..😉 Oia, Becky sendiri tampaknya tidak mengalami perubahan sifat lhoo, tetap seorang shopaholic dengan segala sifat simple nya, membeli segala sesuatunya, selalu hanya dengan segala pemikiran positifnya. Hhaha..

Dari awal cerita, kita mendapat beberapa informasi mengenai apa yang terjadi selang kelahiran Minnie hingga saat ini, seperti bahwa ternyata perusahaan PR milik Luke Brandon sedang aktif melakukan persidangan melawan Arcodas Group, lalu ternyata Becky, Luke, dan Minnie masih tinggal di lantai atas rumah orang tua Becky karena belum mampu membeli dan tidak kunjung mendapatkan rumah yang cocok. Kemudian ada tragedi, ternyata enam bulan yang lalu ibu angkat Luke, Annabel, meninggal dunia. Padahal dibandingkan dengan Ibu kandung Luke yang menyebalkan ─Eleanor, bisa dibilang Annabel lah Ibu Luke yang sesungguhnya, dan Luke sangat menyayangi Annabel. Kini Ayah Luke tinggal di Australia bersama adik Luke.

Secara garis besar kini konflik dari novel ini adalah tentang sifat Minnie yang, well, manja, walaupun kebanyakan orang disekitar Becky tidak mau mengakui hal ini, termasuk Becky. Lalu, beberapa hari berlalu. 28 Desember adalah perayaan Natal kedua bagi keluarga Becky dan Janice ─tetangga Becky, karena Jess ─kakak tiri Becky─ dan Tom ─anak Janice─ akan kembali dari Chile hari ini. Bahkan Suze dan Tarquin serta ketiga anak mereka datang untuk perayaan bersama. Wow. Hari yang sibuk, ramai, dan menyenangkan. Minus Luke yang masih saja sibuk bekerja😉

Oia, ada berita menggembirakan sekaligus mengecewakan dari Jess dan Tom nii. Sumpa, aku ga habis pikir mereka bisa ngelakuin hal ini tanpa memberitahu keluarga mereka. Tapi, yah, kurasa itu yang terbaik bagi mereka deh, mengingat sifat orang-orang terdekat mereka yang, well, suka kehebohan. Hhaha..

Saat hari pembaptisan Minnie, sayangnya, malah seperti hari bencana. Ya ampun. Semua ─maksudku benar-benar semua─ orang mengalami kegemparan. Saat pembaptisan akan segera mulai, Luke nggak muncul-muncul. Padahal Becky sudah melakukan segala cara untuk mengulur waktu, menunggu kedatangan Luke. Tapi sayangnya, Luke ga datang. Bahkan malah terjadi kehebohan karena berita mengenai Bank of London yang bangkrut atau semacamnya. Yang jelas, karena masalah inilah terjadi krisis keuangan di seantero Inggris. Mak..

Seperti halnya di luar, di dalam rumah orang tua Becky pun terjadi goncangan hidup. Kini orang tua Becky sibuk melakukan penghematan dan PIP (Pengetatan Ikat Pinggang), istilah yang digunakan ayah Becky untuk menjalani hidup kedepannya. Tapi yang membuatku heran sekaligus jengkel, kenapa sikap Becky begitu kekanakan sih. Dia seperti tidak terpengaruh dengan masalah keuangan ini, ia tetap berbelanja dan bahkan ia menggembar-gemborkan kesana-kemari kalau ia akan membuat pesta ulang tahun kejutan untuk Luke, tanggal 7 Maret mendatang. Hampir semua orang yang mendengar rencana Becky ini jadi skeptis. Pasalnya, Becky ingin pesta dengan segala konsep kemewahannya. Ckck.. Belum lagi, pesta kejutan? Masalahnya Becky bermulut besar. Bisakah pesta ini jadi pesta yang ‘rahasia’, dilakukan sembunyi-sembunyi dibelakang Luke? Hmm, meragukan😉 Tapi demi membuktikan keraguan orang-orang di sekitarnya, ia malah nantangin kalau ia bisa melakukannya. Ckck.. Bukan Becky kalau nggak bikin masalah kan😛

Itulah yang terjadi. Semakin kebelakang, konflik-konflik dari novel ini mulai muncul kepermukaan. Pertama, Becky bilang kalau dalam dua hari ia akan pindah, keluar dari rumah orang tuanya. Tentu saja orang tuanya senang karena akhirnya mereka dapat kembali mengadakan jamuan untuk teman-teman mereka dan mereka juga senang karena akhirnya Becky memiliki rumahnya sendiri. Padahal kenyataannya, Becky dan Luke belum punya rumah karena rumah yang akan mereka beli malah bermasalah.

Karena tidak mau malu, maka Becky memaksa Luke untuk bener-bener segera pindah, namun ke rumah kontrakan. Tanpa sepengetahuan orang tuanya! Well, orang tua Becky tidak suka kalau Becky harus mengontrak. Yang lucu, truk barang Becky terpaksa berputar-putar dulu karena orang tua dan Janice, tetangga Becky, mengikuti truk untuk mengantar kepindahan Becky hingga kerumah barunya. Bencana bagi Becky karena ini diluar rencana. Karena lelah, mau nggak mau Becky jujur pada ibunya kalau ia belum punya rumah. Tentu saja  Becky malah bertengkar hebat dengan sang Ibu.

Belum lagi, Becky juga bertengkar dengan Suze, sahabatnya, karena masalah pesta rahasia Luke ditambah dengan kemarahan Suze akibat ulah Danny terhadap Tarquin, suami Suze, dan Suze menumpahkannya pada Becky. Pasalnya, Becky adalah teman Danny, si perancang busana terkenal dari Amerika.

Kemudian, ada masalah Becky di tempat kerja. Akhirnya, siasat Becky dalam jual beli pakaian selama ini ketahuan oleh salah satu suami dari pelanggannya. Becky bahkan hampir kena tuntut, dan pastinya, bos Becky marah besar. Ia diskors dari kerjaannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan😉

Lalu ada masalah dengan pesta ulang tahun yang akan Becky adakan karena, well, entah kenapa pestanya jadi super gede dan mewah. Belum lagi, kini pesta itu nggak bener-bener rahasia lagi karena ─lagi-lagi ulah─ Danny, yang membocorkan rahasia itu pada wartawan sebuah majalah saat diwawancarai, dan kini berita itu tercetak dengan jelas dalam salah satu halaman wacana mengenai aktifitas Danny. Ya ampuun!

Tapi yang paling parah, Becky masih saja menyangkal bahwa Minnie anak yang manja dan bandel dan memerlukan pendidikan dari ahlinya. Luke diam-diam menyiapkan seorang Nanny yang expert di bidangnya, dan Nanny itu punya acara reality show, yaitu Nanny Sue. Terasa familier??😛

Nahnah, kini bertambah lagi masalah Becky. Ia jadi bertengkar dengan Luke. Untuk waktu yang cukup lama Becky hanya bicara pada Luke seperlunya. Bahkan ia mencari cara agar saat Nanny Sue datang untuk menilai sikap Minnie secara keseluruhan, Nanny akan menilai Minnie adalah anak yang manis. Tapi apa buktinya, saat Minnie dan Becky pergi berbelanja dengan disertai si Nanny, lagi-lagi timbul masalah di dalam Mall. Alamak. Aku sendiri bacanya ikut malu kok😉 Parah..

Secara keseluruhan cerita, jujur, aku merasa jengkel pada Becky lebih dari yang kurasakan dari buku-buku sebelumnya. Dan aku salut pada Kinsella yang berhasil membuat kita merasakan suatu perasaan tertentu terhadap tokohnya karena itu berarti, dia berhasil menghidupkan karakter tokoh tersebut.😀 Tapi wah, jangan salah, Sophie Kinsella selalu tahu gimana harus mengakhiri ceritanya, guys. Segala proses menuju akhir cerita, cukup menyenangkan. Terutama saat Luke mendapatkan kejutan yang sesungguhnya dari Becky. Dan Becky tak kalah surprise dengan kejutan dari Luke. Hhehe.. Happy Ending!  ^.~d

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on March 10, 2012 in ChickLit

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: