RSS

Dream Catcher 3 – Gone

16 Feb

  • Pengarang               :    Lisa McMann
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    216 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
  • Cetakan                   :    Oktober 2010
  • Tanggal Beli             :    22 November 2010

Janie mengira ia tahu masa depannya. Dan ia merasa bisa menerimanya meskipun muram.

Namun ia tidak ingin menyeret Cabel.
Janie tahu cowok itu akan setia mendampinginya meskipun tahu apa yang akan terjadi. Cabel memang menakjubkan. Karena itu Janie justru harus pergi.

Lalu seseorang hadir dalam hidup Janie─dan segalanya jadi kacau. Masa depan yang sudah diketahuinya sekarang berubah. Sendirian, ia harus memutuskan mana pilihan terbaik di antara yang buruk.

Dan sementara itu waktu terus berjalan….

Review :

Juni 2006, sidang dengar perkara kasus Durbin. Kini seluruh Fieldridge mengetahui bahwa Janie Hannagan adalah seorang agen rahasia. Ia terekspos. Juli 2006, sebuah cuplikan singkat pembicaraan Janie dengan seorang wanita. 1 Agustus 2006, Janie melakukan perjalanan selama 3 jam yang menyiksa, namun Cabel selalu menyertainya.

3 Agustus 2006, mereka berada di pondok sewaan Charlie ─kakak Cabel─ dan Megan di Fremont Lake. Janie senang dengan lingkungan baru ini karena tidak banyak orang bertanya-tanya tentang dirinya, tidak ada yang mengenal Janie. Tapi, malam hari tetap menjadi saat yang menyiksa bagi Janie. Terutama dengan adanya mimpi buruk Cabel yang terus mengiris hari Janie. Cabel tak pernah bisa mengungkapkan perasaannya, namun mimpi itu mengambarkan bagaimana Cabel menghadapi semua masalah ini. Mengenai fakta menyakitkan bahwa Janie akan kehilangan penglihatan dan kemampuan motoriknya kelak, suatu hari, akibat dari kemampuan dreamcatch nya ini. Aku bacanya, wew, menyedihkan😦

Sore itu saat Janie dan Cabel sedang bersantai, Janie mendapat kabar dari Carrie ─sahabat dan tetangga Janie─ mengenai ibu Janie yang mabuk ─seperti biasa─ dan berteriak-teriak memanggil Janie di depan rumah. Kabar berikutnya, Carrie membawa ibu Janie ke IGD. Tentu saja Janie langsung panik. Segera, Cabe dan Janie berkendara 3 jam kembali ke Fieldridge.

Mereka langsung menuju rumah sakit dan mencari-cari keberadaan Carrie serta ibu Janie. Mereka menemukan Carrie duduk di depan ruang ICU. Janie ketakutan. Namun Carrie memberinya berita yang lebih membuat syok, ternyata yang berada di ICU adalah ayah kandung Janie, Henry Feingold, yang tidak pernah Janie tahu keberadaannya dan sekarang dalam kondisi koma. Setelah meminta sahabat dan kekasihnya pulang, Janie berdiam diri dan merenung untuk waktu yang lama. Ia menunggu ibunya di ruang tunggu.

Hari berikutnya, ditemani Cabel, Janie mengunjungi ayahnya. Namun aneh, mimpi pria itu hanya seperti TV yang terputus salurannya, statis, dengan suara yang memekakkan telinga Janie. Sesaat, setelah pelangi warna menghilang dari pandangan Janie, ia sekilas melihat sesosok wanita entah siapa. Janie tidak tahu harus berkata apa pada lelaki yang terbaring lemah itu. Ia pun mengajak Cabe pulang. Malamnya, dari sang ibu, Janie mendapat sepotong cerita mengenai pertemuan kedua orang tuanya dan bagaimana mereka berpisah dan tidak pernah berjumpa lagi.

6 Agustus 2006. Cabe membawa Janie ke sebuah alamat di luar kota. Rumah yang mereka temukan sangat terpencil. Ternyata rumah Henry Feingold. Tidak ada seorangpun di rumah itu dan Cabe menyarankan untuk mendobrak masuk. Namun karena takut tertangkap, Janie memaksa Cabe untuk pergi saja. Kemudian karena adanya kemungkinan bahwa Henry juga seorang dreamcatcher, maka Cabe bersikeras dan membawa Janie kembali ke rumah Henry. Tentu saja disana mereka tidak menemukan bukti bahwa Henry memang seorang dreamcatcher.

Malam harinya, Janie tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk pergi kerumah sakit dan mencari tahu. Lagi-lagi disana Janie masuk ke mimpi Henry yang statis. Namun kali ini mimpinya cukup berarti, bahkan ia berjumpa lagi dengan Mrs. Stubin yang telah meninggal. Dari mimpi, Henry meminta bantuan Janie dengan berteriak-teriak, tapi Janie tidak tahu apa yang dimaksud Henry dan tidak tahu harus berbuat apa. Mimpi ini sangat menyerap kekuatan Janie.

7 Agustus 2006. Janie memutuskan untuk lebih mengenal Henry dengan mendatangi rumah Henry sendirian. Ia mempelajari seluk beluk tentang Henry dan bisnis online yang dijalani ayahnya itu. Tengah hari, Henry mendapat tamu, seorang supir truk pengiriman paket. Cathy ─wanita itu─ si sopir mengaku telah lama mengenal Henry dan ia turut prihatin mengetahui keadaan Henry. Dari Cathy lah Janie mendapat sedikit lagi gambaran mengenai sang ayah. Malamnya, ia bermimpi dan Henry hadir di dalamnya. Mereka mengobrol.

8 Agustus 2006. Henry Feingold meninggal. Tanggal 9 Agustus dilakukan upacara pemakanan yang diatur oleh Janie. Biar bagaimanapun Henry adalah ayahnya, dan ia mengerti kenapa lelaki itu harus meninggalkan ibu Janie dulu. Belum lagi ternyata ayahnya tidak tahu menahu kalau ia punya seorang putri. Ckck..

Keputusan Janie sudah bulat, ia akan meninggalkan kehidupan lamanya. Ia mulai membuat agenda apa saja yang akan ia lakukan dan yang pasti ia akan menempati rumah ayahnya. Kehidupan barunya. Menyendiri. Seperti sang ayah. Namun, benarkah ini yang terbaik? Morton’s Fork 🙂

Buku terakhir dari trilogy dreamcatcher ini menurutku tidak banyak memberikan kesan. Cerita selalu disampai dengan konstan dari buku pertama hingga yang ketiga, tidak ada sesuatu yang spesial. Hanya mungkin aku sedikit suka dengan ide penyampaian cerita dengan menggunakan waktu sebagai indikator. Jadi semacam membaca journal seseorang. Bukan berarti aku suka membaca journal seseorang ya😛 Tapi, secara keseluruhan, hmm, boleh lah buat ngisi waktu luang. Tapi kalo ada novel lain sebagai second choice kamu, bagus ambil yang itu. Kalau pendapat aku pribadi, novel ini buka tipe novel yang suatu ketika bakal ku baca ulang. Cukup sekali ni aja😉

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2012 in Paranormal

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: