RSS

Lima Sekawan 14 – Menyamarkan Teman

09 Feb

lima sekawan 14-menyamarkan teman

  • Pengarang               :    Enid Blyton
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    240 hlm, 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    23.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1955
  • Cetakan ke13           :    Agustus 2006
  • Tanggal Beli             :    –

Petualangan KEEMPAT BELAS mereka yang seru dan mengasyikkan!

George benar-benar jengkel waktu seorang anak perempuan Amerika yang menginap di Pondok Kirrin, harus menyamar sebagai anak laki-laki! Tapi ini bukan saatnya bagi George untuk merasa iri, sebab Berta anak perempuan Amerika itu memang sedang bersembunyi dari para penculik, dan hanya LIMA SEKAWAN yang sanggup menjaganya!

Review :

Liburan musim panas Lima Sekawan kali ini dihabiskan di Kirrin, seperti biasa. Dan kini sisa tiga minggu waktu yang bisa mereka habiskan di Kirrin akan benar-benar mereka nikmati. Sebelum berkumpul di Kirrin, Dick dan Julian pergi melancong ke luar negeri selama sebulan penuh, sementara Anne pergi berkemah dan setelah itu ada temannya yang menginap dirumah. Sedangkan George sendiri tinggal di Kirrin.

Siang yang cerah ini Paman Quentin akan menjamu dua teman ilmuwannya. Salah satu tamu Paman Quentin berasal dari Amerika dan rupanya memiliki putri bernama Berta. Berta ini akan bersekolah di sekolah Anne dan George. Siang itu, anak-anak hanya diminta untuk memperkenalkan diri dan kemudian mereka boleh melanjutkan hari mereka dengan berpiknik. Sangat menyenangkan😀

Seperti biasa, sehari dua hari berlalu tanpa terasa. Barulah pada hari ketiga mereka mulai merencanakan apa yang akan mereka lakukan untuk menghabiskan waktu mereka. Dan siang itu ada sesuatu yang aneh. Julian mengangkat telpon dan yang bicara adalah salah satu tamu Paman dua hari yang lalu, si orang Amerika. Dari nadanya bicaranya seperti orang bingung dan ia berpesan pada Julian agar disampaikan pada Paman bahwa dia akan datang ke Pondok Kirrin larut malam. Karena Dick sangat ingin melihat mobil besar si orang Amerika yang bernama Elbur itu, maka ia rela begadang sampai malam. Tapi anehnya, Elbur bukannya naik mobil tapi malah naik sepeda. Bahkan yang lebih aneh, orang itu masuk kerumah lewat jendela ruang kerja Paman Quentin, padahal Bibi Fanny akan membukakan pintu depan. Namun karena Dick sudah sangat mengantuk, ia pun melupakannya dan jatuh tertidur.

Keesokan harinya Paman Quentin memanggil anak-anak dan memberitahu perihal masalah Elbur. Elbur mendapat ancaman penculikan terhadap anak tunggalnya yang bernama Berta. Itulah kenapa ia meminta tolong Paman untuk menampung Berta selama tiga minggu kedepan. Seperti biasa George lah yang kesal, namun akhirnya ia luluh juga. Rencananya Berta akan datang malam ini. Benar saja, disaat anak-anak sudah terlelap, datanglah Berta. Anak perempuan itu harus berbagi kamar dengan George dan Anne. Malam itu saat Bibi Fanny mengantar Berta ke kamar, George terbangun. Ternyata Berta membawa anjing bernama Sally, tentu saja George semakin kesal. Hha..

Pagi berikutnya anak-anak berkenalan dengan Berta dan Sally. Hanya George yang cemberut. Lalu ada surat dari Elbur, ayah Berta, yang mengisyaratkan untuk menyamarkan anak tunggalnya itu dengan merubahnya menjadi anak laki-laki. Berta harus berdandan menyerupai anak laki-laki, memotong rambutnya, dan memakai nama baru. Tentu saja Berta menolak mentah-mentah, bahkan hampir menangis. Namun ia tidak berdaya. Alhasil, Bibi Fanny, Joanna ─juru masak di Pondok Kirrin─ serta anak-anak langsung meng’edit’ Berta. Bocah-bocah ini juga mendapat instruksi untuk jangan pernah meninggalkan Berta ─atau yang sekarang dipanggil Lesley─ dan melaporkan siapapun orang yang menurut mereka mencurigakan pada Bibi atau polisi setempat. Well, ya, bahkan polisi pun tahu tentang program perlindungan Berta. Hhe..

Segera, Berta pun menjadi Lesley. Walaupun dengan berat hati, ia tetap menikmati harinya sebagai bocah laki-laki. Lesley dan Lima Sekawan bersenang-senang setiap hari. Lebih dari seminggu kemudian, suatu malam terdengar gemuruh yang kencang, tanda akan timbul badai. Anne terbangun dari tidurnya. Sesungguhnya, ia tidak hanya mendengar gemuruh badai, namun juga mesin perahu motor. Saat ia melihat keluar jendela, ia merasa melihat sinar yang bergerak-gerak di teluk Kirrin. Baru pada siang harinya saat sedang bersenang-senang di pantai, mereka melihat pantulan sinar matahari dari teropong milik seseorang yang sedang berbaring di Pulau Kirrin ─tepat di seberang tempat mereka bermain. George marah karena ada orang yang berani menginjakkan kakinya di pulau miliknya itu. Bahkan untuk memata-matai mereka yang sedang bermain di pantai.

Saat Lima Sekawan tambah Lesley dan Sally pergi ke Pulau Kirrin untuk memeriksa keadaan, mereka menemukan puntung rokok. Belum lagi ternyata ada orang yang kabur dari Pulau dengan perahu motornya. Sayang anak-anak kalah cepat dan lupa membawa teropong untuk melihat nama atau ciri dari perahu itu. Sekembalinya mereka ke Teluk Kirrin, Anne yang pergi membeli es krim mendapat kabar dari sang penjual bahwa ada seseorang yang menanyakan anak-anak di Pondok Kirrin. Segera Anne menceritakan hal ini pada saudara-saudaranya.

Joanna yang mengetahui kabar ini jadi semakin kalut. Ia meningkatkan pertahanan Pondok Kirrin. Pasalnya, Bibi Fanny dan Paman Quentin terpaksa menunda kepulangan mereka seminggu lebih lama karena urusan Paman belum kelar. Ckck.. Ini nih, petualangan Lima Sekawan mulai terlihat😀

Malam, saat anak-anak sedang bermain, George melihat seraut muka sedang mengintip dari luar jendela. Saat akan tidur, George terpaksa membawa Sally turun ke kandang Timmy karena anjing itu sangat menganggu George dan Anne. Namun terjadi sesuatu yang mengerikan, George diculik! Sudah pasti penculiknya salah mengira kalau George adalah Lesley. Barulah pagi berikutnya orang rumah menyadari hilangnya George.

Penyelidikan pun dimulai. Setelah tahu George menghilang, Joanna langsung mengamankan Lesley ke rumah saudaranya di desa tetangga, tempat dimana Jo si anak gelandangan sekarang tinggal sementara ayahnya masih dipenjara. Julian, Dick, dan Anne melakukan penyelidikan dengan bantuan Timmy yang mengendus bau George hingga mereka menemukan jejak ban mobil tidak jauh dari Pondok Kirrin. Setelah ditelusuri, ternyata mereka menemukan beberapa barang George dan secarik kertas dengan tulisan ‘Gringo’ yang pasti ditinggalkan George sebagai petunjuk.

Malam harinya, datang Jo ke Pondok Kirrin. Hhaha.. Anak itu tingkahnya tidak berubah, masih pemberani dan bandel. Tapi berkat Jo, mereka jadi tahu arti kata Gringo. Gringo ternyata adalah nama pemilik dari Pasar Malam Gringo. Hari berikutnya, Jo memperkenalkan Julian dan Dick pada Spiky, anak pemilik komidi putar di pasar malam itu. Julian, Dick, dan Jo kemudian mulai menyelidiki perihal kemungkinan George disekap di salah satu karavan milik Gringo. Dengan bantuan Spiky, petualangan mereka pun berlanjut😀

COVER BARU (NC)

 
Leave a comment

Posted by on February 9, 2012 in Kids

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: