RSS

Skulduggery Pleasant 3 – The Faceless Ones

02 Feb

  • Pengarang               :    Derek Landy
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    296 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    45.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2 April 2009
      • Cetakan                   :    Juli 2011
  • Tanggal Beli             :    5 September 2011

Valkyrie menjerit, berderap ke arah Skulduggery. Skulduggery mendongak dan menggapai ke arah Valkyrie, namun sudah terlambat…

Gerbang berhasil dibuka dan para Sosok Tanpa Wajah kembali ke dunia. Dunia memang tidak langsung berakhir. Terlebih dulu para Sosok Tanpa Wajah akan menguasai tubuh manusia, menghancurkan kota dan desa, membakar daerah pinggiran, membunuh miliaran orang, memperbudak miliaran lainnya, mempekerjakan mereka sampai mati, lalu barulah dunia akan berakhir.
Seharusnya Skulduggery dan Valkyrie mengalahkan para Sosok Tanpa Wajah sebelum mereka menguasai dunia. Seharusnya mereka mengusir para Sosok Tanpa Wajah dan menutup gerbang selamanya. Beberapa orang akan terluka, tapi pada akhirnya dunia akan selamat. Seharusnya seperti itu. Tapi, yah, mungkin bukan itu yang terjadi kali ini.

Review :

Valkyrie dan Skulduggery sedang berada di TKP pembunuhan seorang Ahli Teleportasi bernama Cameron Light. Hingga saat ini telah terjadi 4 pembunuhan yang semua korbannya adalah Ahli Teleportasi. Tentu saja hal ini membuat keduanya penasaran apa sebenarnya motif pembunuhan ini hingga akhirnya mereka memiliki beberapa teori. Kemudian, muncul Remus Crux, seorang detektif utama Tempat Suci yang sangat -sangat- menyebalkan.

Skulduggery dan Valkyrie menggunjungi Tempat Suci untuk bertemu dengan si Ahli Sihir Utama yang juga sangat -sangat- menyebalkan, Thurid Guild. Skulduggery dan Valkyrie masih beranggapan bahwa Guild adalah pengkhianat, mata-mata Baron Vengeous di Tempat Suci. Makanya saat pertemuan itu muncul perdebatan sengit antara Skulduggery dan Guild. Kacau.

Saat keluar dari gedung Tempat Suci, seorang Ahli Teleportasi bernama Emmett Peregrine menemui Skulduggery dan Valkyrie. Dari Peregrine, mereka mendapat informasi mengenai pembunuhan seorang Ahli Terleportasi 50 tahun yang lalu, Trope Kessel. Selain itu ada seorang Ahli Teleportasi baru dari Inggris bernama Fletcher Renn. Renn adalah seorang anak laki-laki yang tidak terlatih, tak memiliki disiplin, dan menurut Peregrine adalah seorang anak yang menyebalkan. Hmm😉

Nah, nah.. Seperti kebiasaan Derek Landy terhadap novel-novel Skulduggery Pleasant sebelumnya, buku kali ini pun tidak pernah ketinggalan leluconnya. Selalu saja ada bagian dari cerita yang bikin aku ketawa saat membacanya. Misal saat Valkyrie sedang kelaparan dan ingin makan sereal tapi kehabisan susu dan malah terlibat percakapan dengan ayahnya yang meminta saran Valkyrie tentang hadiah pernikahan untuk sang ibu. Hhaha..

  “Dad?”
                 “Ya, Sayang?”
                 “Dad tahu kan betapa aku menyayangimu?”
                 “Ya.”
                 “Apakah Dad mau keluar untuk membelikanku susu?”
                 “Tidak.”
                 “Tapi aku sayang padamu.”
                 “Dan aku sayang padamu. Tapi tidak sesayang itu untuk membelikanmu susu. Makan roti panggang saja.”
 

Serius, aku ngakak waktu baca bagian itu. Hhahaha.. Konyol kali. Aku bener-bener suka dengan cara Landy membuat lelucon yang sarkastis gini. Hhe..

Hari berikutnya Skulduggery dan Valkyrie pergi ke Danau Upper untuk menemui seorang yang mungkin adalah saksi atas pembunuhan Ahli Teleportasi 50 tahun yang lalu. Nenek Lautan sebutannya. Dengan cara pemanggilan yang cukup lucu, kemudian muncullah seorang nenek dari dalam danau. Menurut Valkyrie, nenek itu seperti ikan duyung yang sangat tua, dan benar-benar jelek. Hhaha.. Lalu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Skuduggery, si Nenek Lautan memanggil Trope Kessel, atau setidaknya sisa tubuh Trope Kessel. Well, lucu juga sih. Tapi tar Kessel memberi Skulduggery banyak informasi. Bahwa dugaan motif pembunuhan dulu dan sekarang adalah sama melihat cara korban-korban ini mati −ditusuk di punggung− semakin kuat. Ternyata Kessel dulu dibunuh oleh lelaki bernama Batu karena Kessel tahu bagaimana cara membuka Gerbang yang akan membuka dan menggembalikan Sosok Tanpa Wajah ke sini. Batu membunuh Kessel untuk menghapus jejak orang yang tahu cara membuka Gerbang.

Hanya saja, untuk mengembalikan Sosok Tanpa Wajah, ada dua hal yang dibutuhkah, yaitu Jangkar Isthmus, benda yang diikat benang tak kasatmata yang menghubungkan dunia ini ke dunia lain. Namun fungsi Jangkar ini sia-sia saja tanpa ada seseorang yang membukakan gerbang, dan hanya seorang Ahli Teleportasi yang mampu melakukannya. Kalau gitu, sebenarnya Ahli Teleportasi dibutuhkan dong? Tapi kenapa dibunuhi satu persatu? Nah, kini hipotesis Skulduggery dan Valkyrie adalah bahwa si pembunuh ini bukan orang yang benar-benar jahat. Ia hanya orang baik yang pemikirannya keliru😉

Tujuan Akuldeuggery dan Valkyrie berikutnya adalah perpustakaan China Sorrows. Bersama China mereka berdiskusi dan menemukan titik cerah kemungkinan dimana Fletcher Renn berada. Segera Skulduggery dan Valkyrie menghampiri tempat itu. Tentu saja mereka menemukan Renn, hanya saja pemuda ini juga sedang menjadi incaran Sanguine. Beruntung akhirnya lepas dari Sanguine, mereka membawa Renn ketempat yang aman, laboratorium tersembunyi milik Profesor Kenspeckle Grouse.  Disini guys, sosok Renn ini digambarkan sebagai pemuda pemberontak yang gaya dan menyebalkan. Pokoknya soksok-an tapi ujung-ujungnya nurut aja sama Skulduggery😛

Tanith Low mendapat tugas untuk mengawasi Emmett Peregrine sementara sang Ahli Teleportasi beristirahat. Tapi karena lengah, Peregrine berhasil dibunuh, dengan cara yang sama seperti para Ahli Teleportasi lain mati. Sayangnya Tanith harus lari karena ia menghadapi tiga orang, dengan dirinya yang terluka dan tanpa senjata.

Skulduggery dan Valkyrie mengunjungi Finbar Wrong. Seorang Sensitif. Skul membutuhkan Finbar untuk berada dalam keadaan trans dan mencari lokasi pintu gerbang untuk para Sosok Tanpa Wajah. Setelah berhasil mendapatkan perkiraan tempatnya, Skulduggery dan Valkyrie lanjut menemui Solomon Wreath, seorang Ahli Nekromansi. Perjalanan pun berlanjut dan kemudian ia menyadari apa yang sesungguhnya ia cari dan yang jadi incaran musuh-musuhnya juga, yatu sisa tubuh Grotesquery. Ia tahu siapa yang menyimpannya, maka ia dan Valkyrie segera menuju TKP, yaitu Tempat Suci.

Setelah melakukan beberapa siasat, Skulduggery dan Valkyrie berhasil mencapai ruangan dimana sisa tubuh Grotesquery disimpan, walaupun, wew, pertahanannya cukup ketat. Sisa tubuh itu dikerangkeng dan tergantung di atas tanah dengan selusin rantai, bahkan di kerangkengnya terdapat banyak simbol yang cukup bahaya kalau tersentuh. Bisakah Skulduggery dan Valkyrie membawa pergi kerangkeng itu?? Sayang, saat baru mencari cara untuk membawa pergi Grotesquery, rombongan Gruesome Krav muncul. Mereka juga akan mencuri sisa tubuh Grotesquery. Ckck.. Skulduggery dan Valkyrie kurang cepet..

Tentu saja Skul dan Valkyrie harus menghadapi Krav, Diablerie dan Sanguin terlebih dahulu. Perkelahian pun tak terhindarkan. Tapi sayangnya Skulduggery dan Valkyrie harus kalah dan malah jadi buronan Tempat Suci. Wew..

Skulduggery membawa Valkyrie ketempat Profesor Kenspeckle Grouse untuk mendapat pengobatan terhadap giginya yang patah akibat hantaman Sanguine. Tak butuh waktu lama bagi Kenspeckle mengganti gigi Valkyrie, namun lelaki tua itu semakin geram pada Skulduggery yang dinilainya tidak bertanggungjawab karena membahayakan nyawa seorang anak-anak. Saat Skulduggery dan Valkyrie akan melanjutkan perjalanannya, ada kabar bahagia. Ghastly Bespoke kembali menjadi sosok manusia setelah dua tahun membatu!😀 Well, tentu saja Valkyrie girang setengah mati setelah tahu lelaki mirip petinju itu telah pulih.

Ghastly, Skulduggery, Valkyrie, Tanith dan Fletcher berkumpul di Toko Jahit Bespoke. Mereka mengobrol dan bahkan Fletcher melontarkan rayuan pada Tanith hingga membuat Valkyrie memutar bola matanya. Hhaha.. Ghastly membuatkan Valkyrie sepatu boot baru. Hingga kemudian tiba-tiba Skulduggery mengumumkan bahwa mereka harus segera pergi ke Pertanian Aranmore milik Paddy Hanratty karena si pemilik melaporkan ada orang-orang aneh yang mendatangi pertaniannya. Rupanya pertanian itu adalah tempat dimana Gerbang untuk membebaskan para Sosok Tanpa Wajah berada, maka tidak heran kalau Diablerie dan kawan-kawan mendatangi tempat ini. Hanya Fletcher lah yang bisa menemukan lokasi pastinya. Maka berangkatlah rombongan ini ke Aranmore.

Setelah menemukan lokasi pasti Gerbang itu, rombongan Skulduggery kembali ke Dublin. Skulduggery dan Valkyrie melanjutkan petualangan dengan mencari Kristal Hitam untuk Tongkat Tetua yang merupakan satu-satunya senjata yang cukup kuat untuk membunuh para Sosok Tanpa Wajah. Skul dan Valkyrie mencoba mempertimbangkan kemungkinan terburuk kalau makhluk-makhluk itu berhasil bebas. Demi mendapatkan informasi mengenai Kristal Hitam, Skulduggery dan Valkyrie pergi kerumah Gordon Edgley, paman Valkyrie yang telah meninggal dua tahun yang lalu. Di rumah ini mereka mendapat petunjuk bahwa Kristal yang mereka cari ada di dalam gua bawah tanah rumah Gordon dan hanya Valkyrie yang dapat mendekatinya.

Perjalanan mereka mendapatkan Kristal ini cukup lancar hingga saat mereka akan kembali ke permukaan, Valkyrie tertahan dan ditawan oleh Anathem Mire, si penjaga Kristal yang ‘merindukan’ makhluk hidup. Terpaksa, Valkyrie kejar-kejaran dengan si hantu dulu. Begitu berhasil terbebas dari si hantu, Valkyrie dan Skulduggery langsung kabur dan kembali ke permukaan. Selanjutnya tujuan mereka adalah Perpustakaan milik China dimana mereka akan mendapatkan Tongkat Tetua.

Sementara itu, terjadi pengepungan di Bioskop tempat Laboratorium Profesor Kenspeckle Grouse berada. Tentu saja pengepungan itu untuk mencari Fletcher, namun untungnya pemuda itu sudah kabur duluan.

Esok harinya saat Valkyrie kembali kerumah untuk mengantar keberangkatan orangtuanya ke Paris, Remus Crux, si detektif Tempat Suci, mengunjungi rumah Valkyrie dan memberitahukan perihal penahan Valkyrie. Tentu saja Valkyrie menolak dan kabur. Tapi sayang, kali ini Valkyrie kalah cepet karena Crux membawa bantuan para Panjagal. Valkyrie pun tertangkap dan dikirim ke sel tahanan. Heuu. Kali ini si tokoh menyebalkan menurutku ya si Crux ini. Sumpa, bikin gondok dia nii. Gaya bener orangnya. Soksok-an. Brr..

Walaupun suasana serasa mulai membahayakan, beberapa kali Derek Landy tetap menyisipkan guyonan segar dan selalu mengundang tawa dalam ceritanya. Tidak jarang aku terbahak karenanya. Tetap, gaya bahasa yang santai dan menyenangkan menjadi salah satu hal yang aku sukai dari seri Skulduggery Pleasant ini. Ga mengecewakan lah😀

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
2 Comments

Posted by on February 2, 2012 in Magic

 

2 responses to “Skulduggery Pleasant 3 – The Faceless Ones

  1. Sera

    February 24, 2012 at 5:38 pm

    Yup, keren abis,… Fletcher ternyata jatuh cinta dengan Tanith!! Dan kayaknya seri berikutnya tambah seru!!!

     
    • koleksinovelku

      March 2, 2012 at 5:28 pm

      yoi marii, seri berikutnya jgn ampe kalah seru deh..

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: