RSS

Dream Catcher 2 – Fade

16 Sep

  • Pengarang               :    Lisa McMann
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    264 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    28 Januari 2009
  • Cetakan                   :    April 2010
  • Tanggal Beli             :    22 November 2010

Bagi Janie dan Cabel, kehidupan nyata lebih sulit daripada mimpi.

Sementara itu, hal-hal meresahkan terjadi di Fieldridge High, namun tidak ada yang mau membicarakannya. Ketika Janie masuk ke mimpi penuh kekerasan teman sekelasnya, masalah pun mulai terungkap. Tetapi semua di luar dugaan.

Lebih buruk, Janie lantas mengetahui kenyataan tentang diri dan kemampuannya. Kenyataan yang sangat muram. Bukan hanya takdirnya sebagai penangkap mimpi tak bisa diubah, apa yang akan terjadi ternyata jauh lebih mengerikan daripada yang ditakutkannya.

Review :

Cerita dimulai pada tanggal 1 Januari 2006. Lagi-lagi Janie Hanagan terhisap kedalam mimpi ibunya yang tertidur di sofa, dalam keadaan teler alkohol tentu saja.

Kini Janie dan Cabel pacaran. Hanya saja selama kasus narkoba yang menyangkut ayah Shay Wilder belum ditutup, mereka tidak boleh terlihat bersama. Apalagi sekarang Janie juga ikut-ikutan jadi ‘agen rahasia’. Janie dan Cabel bekerja sebagai agen samaran untuk kasus-kasus yang melibatkan Fieldridge High School. Tugas mereka kali ini berkaitan dengan penjahat seksual yang diam-diam beraksi di Fieldridge High. Dari dua laporan anonim yang tidak begitu jelas, polisi memulai operasi ini, yaitu melalui Cabel yang harus ‘membaur’ dan Janie ‘menyelami’ mimpi-mimpi yang terkait dengan murid/guru untuk mendapat informasi lebih.

Jelas aja Cabel nggak menyukai rencana Kapten Fran Komisky. Alasan, karena Kapten meminta kesediaan Janie buat jadi umpan untuk menarik perhatian si penjahat seksual dan Janie menyetujuinya sementara Cabel tak bisa mencegah ceweknya itu. Dia cuma bisa cemberut karenanya. Disisi lain, Kapten meminjami Janie setumpuk arsip tentang Martha Stubin, wanita tua kenalan Janie yang ternyata juga penangkap mimpi dan baru Janie ketahui setelah wanita itu meninggal. Kapten meminta Janie untuk merahasiakan perihal arsip ini. Sekarang Janie hanya sesekali mendapat kunjungan dari Ms Stubin dalam mimpi untuk memberinya arahan dan pengajaran. Setidaknya Janie lebih tenang karena bukan hanya dia orang aneh yang mendapat ‘berkah’ ini. Nantinya, Janie bakal mendapat banyak sekali informasi tentang dunia penangkap, bahkan satu fakta bahwa kemampuan ini menurun.

Tugas Janie dan Cabel terus berlanjut. Bahkan Janie mulai mendapat petunjuk. Ada seorang guru muda yang mulai mendekati Janie. Mr. Durbin. Tentu saja ia telah melaporkannya pada Kapten dan Kapten meminta Janie untuk terus melanjutkan penyelidikan dan meminta gadis itu untuk berhati-hati. Sayangnya, Cabel semakin tidak suka dengan perkembangan kasus ini. Well, ntah kenapa menurutku sikap protektif Cabel terhadap Janie sangat manis. Apalagi saat mereka saling berkiriman email di hari ultah Janie, hhe🙂

Demi melanjutkan penyelidikan, Janie ikut pameran kimia yang butuh perjalan lumayan lama karena lokasinya di Michigan Tech, Houghton, dan pakai acara menginap. Terlalu ambil resiko memang, mengingat bagaimana Janie pernah terjebak dalam mimpi teman-temanya yang tertidur di bus dalam rangka study tour yang lalu. Well, memang sih, pameran kali ini hanya diikuti oleh Janie dan ke enam teman serta satu guru wanita pendamping selain Mr. Durbin selaku pembimbing.

Selain itu, Janie juga membantu Mr. Durbin membuat undangan bagi anak-anak kelas Kimia 2 untuk sebuah acara pesta yang ternyata rutin diadakan olehnya. Sebuah kejutan, ada guru yang terlalu baik dan gaul hingga mengajak anak didiknya untuk berpesta, setiap Maret dan November. Walaupun diisyaratkan bahwa pesta ini hanya malam bersenang-senang tanpa alkohol, tetap saja pesta ini berubah jadi pesta liar yang hampir diluar kendali. Wew..

Dengan gaya penulisan cerita yang menggunakan penunjuk waktu, seperti sebuah jurnal, menurutku memberi kesan tersendiri. Novel ini jadi terasa lebih to the point ─singkat dan tanpa basa-basi. Enak ngikutinya🙂

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on September 16, 2011 in Paranormal

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: