RSS

His Dark Materials 2 – The Subtle Knife

09 Sep

  • Pengarang               :    Philip Pullman
  • Genre                      :    Fantasy, Science, Adventure
  • Tebal                       :    408 hlm ; 23 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    50.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1997
  • Cetakan                   :    Januari 2007
  • Tanggal Beli             :    22 Januari 2008

Will baru berumur dua belas tahun tapi telah membunuh orang. Sekarang ia sendirian, dalam pelarian, bertekad menemukan fakta yang sebenarnya tentang ayahnya yang hilang. 

Lalu Will memasuki jendela yang menuju ke dunia lain, dan mendapat teman baru ─gadis kecil liar dan aneh bernama Lyra. Seperti Will, gadis itu punya misi yang akan dilaksanakannya dengan risiko apa pun. 

Tapi dunia Cittagazze ajaib dan meresahkan. Spectre yang mengisap jiwa dan mematikan gentayangan di mana-mana, sementara jauh di atas, samar-samar terdengar kepakan sayap para malaikat. 

Dan di Torre degli Angeli yang misterius bersembunyi rahasia paling penting Cittagazze ─benda yang membuat orang-orang dari banyak dunia rela melenyapkan nyawa orang lain untuk mendapatkannya…

Review :

Buku kedua seri His Dark Materials – The Subtle Knife ini adalah buku yang diberi oleh ketiga sohib SMAku sebagai hadiah ultah. Anyway, thanks ya Mely, Resti ma Dany😀 Kangen kalian deh. Hhe.. Aku ingat cerita mereka waktu cari buku ini. Rupanya mereka kebingungan karena di cover buku ini nggak ada kata ‘The Golden Compass’, padahal mereka cuma bermodalkan judul itu, sedangkan di buku kedua ini kan judulnya beda ma buku satu. Hhi.. Pokoknya, thanks ya kawan. Buku ini termasuk buku-buku awal yang mulai aku baca ni, dan aku suka ini😀 Thx guys!

Well, buku kedua ini dibuka oleh Will, bocah laki-laki dua belas tahun, yang menitipkan ibunya ─yang punya gangguan kejiwaan─ pada salah satu kenalannya. Will berjanji akan segera menjemput ibunya. Dengan berat hati Will meninggalkan ibunya karena ia merasa yakin ibunya akan jauh lebih aman tinggal bersama Mrs Cooper ini. Will kemudian kembali ke rumahnya dan mulai menggeledah isi rumah untuk mencari tas surat usang dari kulit berwarna hijau milik ibunya. Ia terburu oleh waktu. Berjam-jam kemudian saat Will tahu dimana tas itu berada, ia tahu di dapur rumahnya ada orang-orang yang mengincar tas itu juga. Setelah mendapatkan tas itu dan hampir ketahuan, ia lebih dulu menerjang lelaki itu hingga jatuh dari tangga dan mati karena patah leher. Segera Will melarikan diri dan bersembunyi.

Kemudian, kita mendapat informasi tentang siapa Will. Bahwa ia harus merawat ibunya yang labil dan tidak mengenal ayahnya, John Parry, karena lelaki itu menghilang sebelum Will mampu mengingat.

Kini Will dalam pelarian dan menuju Oxford. Ia sangat kelelahan, berbaring di sisi jalan Oxford yang terbentang di depannya. Saat itulah pertama kalinya ia melihat gerbang antar dunia dan ia menyeberanginya. Ia masuk ke sisi lain pintu dan menemukan bahwa ia kembali berdiri di jalanan Oxford namun berbeda versi. Sebuah kota asing yang ─anehnya─ sangat sepi. Inilah awal mula petualangan Will. Ia menjelajahi kota itu diantara cahaya malam hari.

Will bahkan menemukan pantai dan iapun menyempatkan diri berenang. Setelah itu ia menyusuri jalanan dan masuk ke sebuah rumah makan kecil. Disinilah ia bertemu dengan Lyra Silvertongue pertama kalinya dalam keadaan saling mewaspadai. Kemudian setelah keadaan lebih tenang, Will dan Lyra pergi ke dapur karena sama-sama lapar. Aku suka dengan cara Will menjelaskan tentang berbagai macam makanan yang tidak ada di dunia Lyra. Saat inilah pertama kalinya juga perbedaan dunia Will dan dunia Lyra digambarkan. Wah, keren lah. Imajinasi yang bener-bener tingkat tinggi. Salut aku sama Mr. Philip Pullman😀

Bab berikutnya, kita mendapat cerita dari sisi Serafina Pekkala, si penyihir, dan dæmon angsanya, Kaisa,  sedang dalam misi mencari Lyra yang menghilang setelah perang di Bolvangar dan terbang bersamanya ke Svalbard sebelum tragedi menimpa mereka. Di perjalanan, Serafina berjumpa dengan seekor dæmon yang tersesat. Serafina membantu mencari penyihirnya dengan masuk ke kapal para penjahat. Tentu saja ada Mrs. Coulter yang jahat didalamnya. Kini Serafina jadi tau apa yang ingin diketahui Mrs. Coulter dan teman-temannya, yaitu ramalan yang terkait dengan Lyra, anaknya.

Karena dirasa situasi yang semakin gawat, Serafina memutuskan pulang ke klannya dan mengadakan pertemuan dengan para penyihir. Di pertemuan ini, hadir Lee Scoresby, si aëronaut Texas yang ikut berperang di Bolvangar. Selain itu juga hadir ratu para penyihir Latvia yang bernama Ruta Skadi. Well, Ruta Skadi ini pernah jadi kekasih Lord Asriel oey. Hhe.. Nah, disini Ruta Skadi menyatakan pendapatnya bahwa para penyihir harus bersatu dan berperang melawan Magisterium, karena pihak inilah yang selalu berusaha menekan dan mengendalikan setiap dorongan alam, dan ini seperti menentang hukum alam. Sementara itu Lee mengatakan bahwa ia akan mencari keberadaan Dr. Stanislaus Grumman. Menurut kabar, Dr.Grumman tahu tentang keberadaan semacam benda yang melindungi siapapun yang memegangnya. Lee berniat mencari benda ini dan memberikannya pada Lyra. Ooh, manisnya.. Lee memang menganggap Lyra sebagai anaknya sendiri🙂 Dengan dukungan dari penyihir, Lee pun berangkat ke Nova Zembla.

Disisi lain, hari telah berganti. Lyra ingin menemui Cendikiawan dan menanyakan perihal Debu. Will pun menunjukkan jendela yang nembus ke dunia Will kepada Lyra dan mengatakan padanya bahwa ia bisa menemukan Ilmuwan di dunia Will. Awalnya Will akan melepas Lyra di dunia Will sementara Will akan tetap singgah di dunia dimana ia berada sekarang. Tapi rupanya agak sulit membiarkan Lyra berkeliaran sendiri. Buktinya, baru saja ia masuk ke dunia Will, ia sudah membuat kacau lalu lintas. Well, itu mungkin karena di dunia Lyra tidak banyak yang namanya mobil, seperti halnya di dunia Will. Yah, mau nggak mau Will jadi nemenin Lyra menjelajah Oxford Will. Oh teman, kalian ngerti kan apa yang ku maksud? Sungguh, aku bingung gimana menggambarkan segala macam dunia ini walaupun aku sangat-sangat menikmati petualangan kedua bocah di dunia paralel ini. Seru!😀 Penggambaran kedua dunia Will dan Lyra yang serupa tapi tak sama ini seolah dibedakan dari segi dimensi waktu, dunia Lyra bersetting waktu lampau sementara dunia Will berada di masa kini, masa modern.

Akhirnya, sementara Lyra menyelesaikan urusannya, Will juga berusaha mencari tahu perihal menghilangnya sang ayah yang seorang penjelajah. Ia mengunjungi beberapa tempat dan mendapat beberapa informasi penting. Begitu pula dengan Lyra. Bahkan gadis itu menemui seorang ilmuwan  bernama Dr. Mary Malone ─atas rekomendasi alethiometernya─ yang sedang meneliti Debu juga, hanya saja dengan istilah yang berbeda, Bayangan. Tapi sayangnya proyek Dr. Malone ini mandek karna nggak dapat pendanaan lagi. Tapi nanti guys, kebelakangnya, sosok Dr. Malone ini punya peranan lho.. Apalagi mereka punya suatu kemiripan bahwa Lyra punya Alethiometer sementara Dr.Malone punya sebuah program komputer bernama Cave yang kemungkinan besar sama-sama dikendalikan oleh Debu. Dr. Malone terpesona akan apa yang telah Lyra perbuat dengan Cave, iapun berjanji akan memperbaiki dan meminta Lyra untuk kembali kemari hari berikutnya. Dan Lyra menyetujuinya.

Kemudian, Will dan Lyra menghabiskan sisa hari itu dengan nonton di bioskop, makan hotdog dan burger, dan kali ini Lyra yang sangat kagum dan bahagia. Di Oxford-nya tidak ada hal begini. Saat malam lah mereka baru kembali ke Dunia lain itu melalui jendela tak kasat mata. Baru saja mereka masuk, sudah mendengar suara teriakan. Naaah, disini nii adegan dari cover buku yang melibatkan Will, Lyra,  macan tutul, kucing, dan sebuah menara digambarkan. Hhe.. Malam itulah akhirnya Will membaca surat dari  ayah untuk ibunya yang disembunyikannya. Ternyata surat-surat itu berisi informasi-informasi penting, pantas saja kalau surat-surat ini diburu.

Disisi lain, kita juga disuguhi cerita dari perjalanan sang aëronaut Lee Scoresby dalam pencarian Dr. Stan Grumman dan perjalanan sang penyihir Serafina Pekkala dengan rombongannya untuk mencari Lyra. Dalam perjalanan, rombongan Serafina Pekkala berjumpa dengan sebuah kelompok kecil yang sedang diserang Spectre. Well, ya, ini dunia yang sama yang sedang disinggahi Lyra dan Will. Itulah kenapa dunia ini sangat sepi, karna orang-orang bersembunyi dari Spectre yang menghisap jiwa orang dewasa. Hanya anak-anak yang terbebas dari Spectre.

Hari berikutnya, Lyra kembali ke tempat Dr.Malone. Tapi sayang, ternyata ada dua orang yang menantikan kedatangannya. Kejar-kejaran pun terjadi. Untung Lyra berhasil kabur. Ia lalu bertemu dengan lelaki yang menyapanya di museum kemarin. Laki-laki tua ini memberi tumpangan Lyra. Tapi ternyata lelaki ini punya maksud terselubung. Ia mencuri alethiometer Lyra. Terpaksa Will menemani Lyra ke rumah orang yang bernama Sir Charles Latrom ini. Tapi untuk mendapatkan alethio kembali, Will dan Lyra harus mendapatkan sebilah  pisau yang tersembunyi di dalam Torre degli Angeli, menara yang semalam dikerubungi anak-anak, dan ya, menara yang ada di dunia tempat Lyra singgah sementara. Rupanya Sir Charles tahu mengenai dunia lain, dan portalnya. Wew..

Dari sini masalah mulai pelik. Konflik cerita mulai rumit. Dan petualangan Will serta Lyra mulai asik. Dan menegangkan tentu saja. Apalagi setelah mereka memiliki pisau yang dapat membuka portal antar dunia ini. Seru banget dah, berpindah dari satu dunia ke dunia lainnya dengan mudahnya😀 Ditambah, Will harus  mengorbankan dua jari tangan karenanyaaa.. Huaa, kasian Will.. Pokoknya, buku ini lebih seru dari buku sebelumnya. Pertama, karena ada karakter Will yang manis dan keren, dan kedua juga karena lebih sedikit bagian bab yang membahas penjelasan-penjelasan rumit, seperti halnya di buku pertama, The Golden Compass, yang sayangnya cukup banyak terbahas. Yah, mungkin karena sebagai buku pertama harus memberikan informasi sebanyak mungkin untuk kita agar cerita dimengerti ya.. Hhe.. Tapi lagi-lagi aku bilang, buku ini memang buku anak-anak, tapi kurasa terlalu berat untuk ukuran anak-anak. Petualangannya sih oke, tapi untuk penjelasan ilmiahnya cukup, well, memaksa kita berkonsentrasi dulu untuk bisa mengerti😀

COVER BARU (NC)

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
6 Comments

Posted by on September 9, 2011 in High Fantasy

 

6 responses to “His Dark Materials 2 – The Subtle Knife

  1. Hanisa Abdul Manan

    November 2, 2012 at 6:15 am

    Boleh aku punya buku ini? Aku udah cari ke semua Gramedia se-Bandung dan Jakarta dan udah nggak ada lagi. Please.. Aku bayarin buku kamu ya? Kalo boleh, tolong hub ke emailku atau 08989968291. Semoga kabar baik. Makasih sebelumnya.
    Hani

     
    • koleksinovelku

      November 5, 2012 at 5:31 pm

      hai Hani😀 wah, jangan buku ini yaaaa.. hhe.. soalx ni bagian dari koleksi novelku😉 gini aja, coba aku carikan di Jogja dulu yaa. kalo misal aku nemu, tar aku kabarin. km carinya masi yang cover versi lama kah? atau versi cover baru gpp?

       
  2. virta ernawati

    April 8, 2016 at 10:30 am

    Q boleh beli novel ini kak??
    Sdh cr d surabaya tp g nemu yg berbahasa Indonesia😣
    Bls ya kak.
    Trmksh bnyk

     
    • koleksinovelku

      November 26, 2016 at 2:47 pm

      maaf syang, novelnya koleksi pribadi, nda dijual. hheee

       
  3. nenk

    August 4, 2016 at 1:21 pm

    susah banget nyari novel ini…. T_T, di jogja aku nyari jg gak ada.. nyari di gramed2 bogor jd gak ada,, stok kosong. kayak anna karenina nya tolstoy aja nyari cuma dapet yg kopian di pasar soping. itu pun cuma ada satu dari semua toko yg di sana. OEMJIIII

     
    • koleksinovelku

      November 26, 2016 at 2:41 pm

      cari novel” lawas emang susaaaah say. apalagi kalo yang dicari seri dengan cover lama, bukan cover baru. hhii.. happy hunting yak!

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: