RSS

Vampire Academy 1

21 Aug

  • Pengarang               :    Richelle Mead
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    416 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Matahati
  • Harga                      :    64.500 IDR
  • Pertama terbit          :    2007
  • Cetakan ke-2            :    Agustus 2010
  • Tanggal Beli             :    30 Juli 2011

SELAMAT DATANG DI AKADEMI ST. VLADIMIR

Di balik gerbang kokoh Akademi St. Vladimir terdapat rahasia besar. Akademi tersebut bukan sekolah berasrama biasa. Di tempat itu para vampir Moroi dididik dengan ilmu sihir, sementara para dhampir ─makhluk setengah vampir setengah manusia─ dilatih untuk melindungi mereka.

Rose Hathaway adalah dhampir yang bertugas melindungi sahabat karibnya, Lissa, seorang putri vampir dari kaum Moroi. Selama dua tahun mereka melarikan diri. Namun akhirnya mereka  tertangkap lalu diseret kembali ke Akademi Vampir tersebut ─yang sebenarnya merupakan tempat paling berbahaya…

Review :

Cerita dibuka dengan Lissa yang mendapat mimpi buruk dan Rose pun mengalaminya. Jadi seolah mimpi itu merasuki pikiran Rose juga. Tenyata mereka memiliki ikatan batin. Rose dapat merasakan apa yang Lissa rasakan dan sesekali ia dapat masuk ke dalam kepala Lissa, seolah ia melebur menjadi satu dengannya. Karena saat itu Lissa terlihat pucat, maka Rose memaksa Lissa untuk ‘makan’ dengan menggigit dan meminum darah Rose. Akibatnya, gantian Rose yang sekarang pusing dan kelelahan karena kehilangan darah tiba-tiba. Wew..

Saat Lissa keluar kamar untuk mencarikan Rose cemilan, Rose melihat seseorang ─atau dua orang─ dalam bayang-bayang pepohonan, tidak jauh dari jendela kamar Rose dan Lissa, dan jelas, mereka bisa melihat apa yang baru saja Rose dan Lissa lakukan. Saat itu jam tiga pagi. Dengan sisa tenaga, Rose segera mempersiapkan diri dan menyambar jaket Lissa, menyerahkannya pada Lissa yang berada di dapur. Mereka harus pergi sekarang. Lissa tahu maksud Rose. Dengan kemampuan kompulsi ─mempengaruhi seseorang dengan sugesti─ Lissa meminta kunci mobil seorang pelajar yang satu rumah dengan mereka. Mereka pun segera berlari ke mobil Jeremy yang berjarak empat blok dari rumah. Dengan kelemahan Rose yang cukup menghambat, akhirnya mereka pun terkepung dan terpaksa menghentikan pelarian mereka yang sudah berlangsung selama dua tahun ini.

Yups. Selama dua tahun ini Rose dan Lissa kabur dari tempat mereka dibesarkan. Delapan bulan terakhir, mereka menetap di Portland sementara mereka tetap berusaha menyelesaikan sekolah menengah mereka. Ternyata keberadaan mereka kali ini berhasil terlacak. Namun sayangnya mereka tidak mampu menghilangkan jejak lagi, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Richelle Mead mengangkat cerita ini dari sudut pandang Rosemarie Hathaway, seorang dhampir berusia tujuh belas tahun dan sahabat karib dari Vasilisa Dragomir sejak mereka duduk di bangku taman kanak-kanak. Mereka tidak pernah terpisahkan. Rose adalah anak dari ibu yang seorang dhampir berasal dari Skotlandia dan ayah seorang Moroi dari Turki. Sebagai dhampir, Rose memang bertugas untuk melindungi pasangannya, dalam hal ini adalah Lissa yang seorang putri di antara kaumnya, Kaum Moroi. Karena tertangkap, terpaksa mereka pun ikut kembali ke Akademi St. Vladimir.

Dimitri Belikov, si pengawal terlatih yang bertugas membawa mereka kembali membuat Rose dan Lissa terpisah selama perjalanan dengan Jet Akademi. Dimitri tidak mau kedua sahabat ini mengobrol ─curiga mereka sedang merencanakan pelarian lagi─ dan akibatnya Rose semakin benci padanya. Setibanya mereka di Akademi St. Vladimir ─astaga, Akademi ini digambarkan sangat besaar dan mantap, kayak sebuah Universitas─ mereka berdua digiring untuk menemui kepala sekolah Kirova, wanita yang menurut Rose seperti nenek sihir. Hhaha.. Sejauh ini aku suka dengan penjabaran ceritanya. Sangat santai dan enak buat diikuti. Apalagi dengan penggambaran Rose tentang kehidupan SMA nya dan bagaimana teman-temannya, yah, layaknya SMA pada umumnya lah, ada yang berlagak jadi ratu sekolah gitu.. heem.. Nggak terlalu kaku juga kan ceritanya? Tapi tunggu, ini masi awal cerita. Kita lihat gimana kelanjutannya.

Setelah melewati parade di depan warga Akademi yang sedang sarapan, mereka tiba di ruang kepala sekolah Kirova. Saat Kirova hampir menyemburkan amarahnya, muncul sosok Victor Dashkov ─Pangeran Victor Dashkov─ dari sebuah kursi sudut di ruangan itu. Victor adalah paman Lissa ─bukan secara genetis. Kaum Moroi menggunakan istilah keluarga dengan sangat bebas, terutama untuk kalangan bangsawan (dalam cerita digambarkan ada dua belas keluarga bangsawan yang memegang sistem pemerintahan). Victor ini adalah teman dekat keluarga Lissa. Beliau lah yang mengasuh Lissa sejak kematian orangtuanya, dua tahun yang lalu. Dan sosok Victor ini digambarkan sangat baik hati namun sayangnya beliau sedang sakit parah. Yang membuat Lissa dan Rose semakin sedih melihat kerapuhan paman Lissa ini.

Sayangnya, kemudian mereka harus kembali mendengar ceramah dan kemarahan dari Kirova yang membosankan. Namun, karena Rose tipe cewek yang nggak bisa menahan amarah, kemarahannya meledak hingga membuat Kirova mengambil keputusan untuk mengeluarkan Rose dari Akademi. Rose dianggap telah melalaikan kewajiban melindungi sang putri yang bahkan Rose sendiri belum menjadi pengawal. Ia masih seorang Novis. Namun karena pernyataan Dimitri yang mengejutkan, tentang hubungan batin yang dimiliki Lissa dan Rose, membuat Kirova dan Victor terkejut. Kirova tidak percaya dan Victor kagum, karena ternyata hubungan batin antara pengawal dan vampir Moroi yang dilindunginya adalah hal yang langka. Bahkan hal seperti ini tidak pernah terjadi dalam beberapa abad terakhir. Namun Dimitri bisa langsung menduganya saat pertama kali melihat mereka berdua. Dan satu lagi, ternyata Garda Belikov ini adalah pengawal sang putri sekarang. Hal yang semakin membuat Rose jengkel setengah mati. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, malah Dimitri yang membantunya tetap bertahan di Akademi ini. Dia terus beradu argumen dengan Kirova hingga ujung-ujungnya Dimitri mau mengorbankan sebagian waktunya untuk mengajar ketertinggalan Rose. Asiik.. Kayaknya bakal ada tanda-tanda ─ehem─ nih.. wkakaka.. Akhirnya keputusan diambil. Kirova menyatakan bahwa Rose adalah murid percobaan, itu artinya ia dilarang melakukan satupun pelanggaran. Hal yang susah mengingat Rose adalah gadis yang aktif dan ternyata sering menimbulkan kekacauan sebelumnya. Bandel lah istilahnya😛

Hampir saat itu juga, Rose dan Lissa langsung mengikuti pelajaran mereka. Rose dibawa ke kelas Novis sementara Lissa ke kelas Moroi. Setelah mendapatkan jadwal, Rose memulai harinya yang padat. Setidaknya di pelajaran pertama ia kembali berjumpa dengan teman-teman lamanya yang hampir semua laki-laki ─karena dhampir perempuan memang mulai jarang. Ya ampun. Kehidupan sekolah Rose ternyata cukup seru lhoo.. Oia, aku udah menyinggung tentang jam sekolah Akademi St. Vladimir lum? Gini, dengan jadwal noktunal Akademi, pagi dan sore merupakan istilah yang relatif. Itu artinya jadwal pelajaran pagi dimulai saat matahari terbenam. Jadi mereka mengatakan malam saat ternyata di dunia yang sesungguhnya adalah siang hari. Menarik kan??

Saat dikelas Teori Pengawalan dan Perlindungan Pribadi, Rose diperintahkan oleh sang guru, Garda Alto ─yang sedikit lebih tua dari Dimitri, lewat usia dua puluh empat─ untuk maju ke depan kelas dan menceritakan tentang Teknik Perlindungan yang dia gunakan selama pelarian mereka. Well, Garda satu ini terlihat sangat menyebalkan😦 Apalagi saat itu ada Dimitri berdiri di belakang kelas. Di luar Akademi, para pengawal memusatkan diri dengan melindungi satu orang saja. Tapi di sini, di dalam Akademi, para pengawal memiliki lebih banyak orang untuk dilindungi sementara  mereka juga harus melatih para novis. Jadi, daripada mengikuti seseorang kemana-mana, mereka bekerja bergantian untuk melindungi sekolah secara keseluruhan dan mengawasi kelas-kelas. Alhasil, saat Rose merasa dipermalukan di depan kelas, Dimitri ada disana menyaksikannya.

Musuh terbesar kaum Moroi adalah kaum Strigoi. Jadi selama ini mereka dilatih untuk mempertahankan diri dan melawan Strigoi yang dengan senang hati membunuh Moroi, apalagi Moroi bangsawan. Dalam kasus Rose, ia selalu dianggap beruntung karena tidak bertemu dengan Strigoi selama pelarian. Belum lagi karena ketertinggalan pelajaran yang dialami Rose, ia jadi mendapat kecaman dari Garda yang lain, terutama Garda Alto. Karena itu, Ia harus mengikuti sesi tambahan dengan Dimitri alias Garda Belikov, yang jelas membuat hari-harinya sangat padat dan melelahkan.

Hari-hari terus berlalu. Semakin banyak detail yang diungkapkan oleh Richelle Mead mengenai dunia imajinasi ini. Dia menggambarkannya dengan sangat jelas dan terperinci hingga mampu membuat kita menganggap bahwa dunia ini memang ada. Tentang bagaimana kaum Moroi dan dhampir saling memerlukan, juga tentang kekuatan elemental yang dimiliki kaum Moroi namun tidak oleh kaum dhampir ataupun Strigoi. Kita juga akan mendapat banyak informasi mengenai perbedaan kaum Moroi dan Strigoi, bahwa Moroi adalah vampir hidup, sementara Strigoi adalah vampir mati yang memburu darah Moroi untuk mendapatkan kekuatan dan kehidupan abadi. Walaupun Moroi dan dhampir hidup berdampingan, namun ada silsilah ‘perkembang biakan’ yang cukup rumit namun simpel diantara mereka, bahwa dhampir hanya bisa memiliki anak dengan Moroi, sementara hubungan Moroi-dhampir tidak pernah berlangsung lama karena Moroi cenderung ingin memiliki dan merawat anak Moroi sendiri, jadi pada akhirnya ia akan kawin dengan Moroi untuk mendapatkan keturunan Moroi. Anak Moroi-dhampir adalah seorang dhampir. Sementara hubungan dhampir-dhampir atau dhampir-manusia tidak bisa memiliki keturunan. Namun yang mengkhawatirkan, kebanyakan kaum Moroi wanita tidak suka berhubungan dengan dhampir laki-laki, sedangkan Moroi laki-laki sukanya ‘main-main’ dengan dhampir wanita. Itulah kenapa banyak dhampir laki-laki yang tidak memiliki keturunan sehingga meyakini bahwa menjadi pengawal adalah kewajibannya satu-satunya. Dan disisi lain, banyak dhampir wanita yang kemudian harus menjadi orangtua tunggal karena hubungan Moroi-dhmapir, seperti halnya ibu Rose.  Walaupun begitu, kita akan diberi tahu bahwa ternyata seorang Moroi yang meminum darah dhampir dianggap sebagai aib. Terutama bagi dhampir, tentu saja. Jadi Rose dan Lissa berusaha untuk menyembunyikan hal ini dari warga sekolahnya karena mereka tidak mau diasingkan dari kehidupan sosial. Ada sebuah komunitas yang disebut pelacur darah, yaitu dhampir-dhampir yang menyediakan darah bagi kaum Moroi dan hal ini biasanya identik dengan semacam… prostitusi ─kali ya?─ kalau di dunia manusia. Alamak.. Detail kan? Yang jelas, kalian baca novel ini, seperti dikenalkan dunia lain yang ternyata cukup menarik untuk dikenal dan ditelusuri lebih jauh. Aku nggak menyangkal kalau aku menikmati karya Richelle Mead ini. Apalagi dengan konflik-konflik yang disajikan. Terasa cukup rumit namun bikin kita penasaran dengan cerita selanjutnya. Alhasil, aku jadi terus menerus membalik setiap halamannya karena keayikan. Dan satu lagi, karakter-karakter ciptaan Mead menurutku cukup kuat. Terutama Rose si tokoh utama. Perangainya yang santai, tegas, simpel, ramah, tapi kadang sinis, berani, humoris, pantang menyerah, dan easy going membuat dia jadi sosok yang, well, asyik menurutku..

Oke. Cerita berlanjut. Benih-benih hubungan mulai terlihat. Maksudku, aku main tebak kalau nanti pasti Rose jadian sama Dimitri dan Lissa dengan Christian Ozera. Christian ini seperti Moroi yang terbuang di sekolahnya. Hampir sepanjang waktu orang-orang tidak memperhatikan keberadaannya. Kenapa? Karena sejarah keluarganya. Orang tua Christian ternyata dulunya adalah Strigoi, walaupun, well, keluarga Ozera adalah satu dari dua belas bangsawan. Karena reputasi dan perangainya yang tertutup inilah tidak ada yang mau berteman dengan Christian. Rose pun memperingatkan Lissa untuk menjauhi Christian karena ia merasa Christian berbahaya. Namun kekuatan cinta tidak bisa dilawan, rupanya.. hha..

Nah, dengan berlalunya waktu, kehidupan Lissa dan Rose ternyata semakin sulit. Banyak cobaan yang menghadang dan menguji persahabatan mereka. Teman-teman Rose semakin menyudutkannya, apalagi dengan ─akhirnya─ tersebarnya kabar tentang ‘pelacur darah’ itu. Rose semakin terdesak. Giliran Lissa yang merasakan kemarahan yang membuncah. Selama ini Rose lah yang melindunginya. Tapi kini gantian ia yang bertekad akan melindungi Rose. Namun Rose dapat merasakan kebencian kelam di hati Lissa dan Rose jadi semakin takut karenanya. Ia takut Lissa malah terjerumus dalam kegelapan. Rose harus mengembalikan Lissa pada keceriaannya dulu. Tapi bagaimana?

Benar  saja apa yang dicemaskan Rose. Lissa menggunakan kemampuan kompulsi nya untuk memperngaruhi orang-orang agar meyakini bahwa Rose bukan pelacur darah. Kini popularitas Lissa pun semakin menanjak karena banyak teman-temannya yang memujanya. Dia jadi senang berpesta dan semakin menjadi-jadi dalam pengunaan kompulsi. Rose tahu ia harus segera bertindak.

Belum lagi Rose juga semakin dihadapkan oleh kecemasan akan ‘kemampuan’ sahabatnya. Akhirnya kita tahu apa yang menyebabkan kedua sahabat ini memutuskan untuk kabur dulu. Lissa menunjukkan tanda-tanda bahwa ia tidak memiliki spesialisasi terhadap elemen tertentu. Padahal seorang vampir yang tidak mengalami spesialisasi elemen sama halnya dengan seseorang yang tidak mengalami puber. Dan ini sangat jarang terjadi. Dilain sisi, Lissa malah memiliki kemampuan menyembuhkan dan menghidupkan makhluk mati. Lissa lah yang menghidupkan Rose saat Rose seharusnya mati dalam kecelakaan yang merenggut nyawa keluarga Lissa yang lain. Namun kemampuan ini hanya Rose, Lissa dan seorang mentor bernama Ms.Karp yang tahu. Tapi sayangnya, Ms. Karp dibawa pergi dan tidak pernah terdengar kabarnya lagi. Dari Ms. Karp lah Rose mendapat peringatan untuk melindungi Lissa dan menyuruh gadis itu membawa pergi Lissa dari Akademi atau kalau nggak mereka akan menangkapnya juga. Kini Rose mulai menyelidiki tentang kemampuan Lissa yang ternyata sepanjang pengetahuan dan hasil penyelidikannya, hanya dimiliki Ms. Karp dan St. Vladimir ─si pemilik nama sekolah ini─ sendiri. Tentu saja kalau kemampuan St. Vladimir banyak orang yang tahu karena kisahnya tertuang di banyak catatan sejarah. Tapi Ms. Karp dan Lissa? Hanya mereka yang tahu karena Rose pernah disembuhkan oleh Ms. Karp diam-diam. Belum lagi dengan kemampuan super-kompulsi yang sama-sama mereka miliki. Rose menyebut hal ini dengan ‘teori Lissa-Karp-Vladimir’, dan bingung harus berbuat apa untuk menyelamatkan Lissa. Christian lah orang yang pertama ia mintai tolong. Cukup ironis mengingat sikap Rose sebelumnya pada Christian. Tapi kini mereka sudah berbaikan dan saling melempar ejekan sarkastis seperti seorang teman lama. Selain Christian, ada Dimitri juga, yang sekarang diam-diam menyimpan perasaan pada Rose, begitu pula sebaliknya. Cihui..🙂

Oia, ternyata masalah tidak sebatas ini saja lho. Ternyata selama ini ada seseorang yang tahu dan ingin memanfaatkan kekuatan Lissa hingga membuat orang itu melakukan pengkhianatan besar-besaran dan menculik Lissa. Belum lagi ambisi ngeri yang dimiliki orang ini. Umm, kurasa pasti orang ini bakal lebih berperan aktif di buku keduanya🙂

Oke. Sejauh ini aku menyukai Vampire Academy.. Walaupun alur cerita yang diambil maju mundur, namun tidak membuat kita kebingungan kapan flashback terjadi karena pemaparannya cukup jelas. Hanya saja ada satu hal yang membuatku kecewa saat membaca buku ini. Aku menemukan kerusakan pada beberapa halaman buku yang aku miliki. Entah ini hanya terjadi di bukuku atau semua cetakan Vampire Academy edisi ini juga bermasalah. Saat aku mencapai halaman 146, dua halaman dihadapanku terlihat kacau karena blur, seolah terjadi dua kali penge-print-an di halaman yang sama namun kertas yang dimasukkan dalam posisi tergeser, jadi tulisan yang terbentuk jadi tumpang tindih. Selain halaman 146-147, kejadian serupa juga terjadi di halaman 150-151, 154-155, dan 158-159. Huh. Menyebalkan memang.. Tapi sayang saat aku ingin menukarkannya, ternyata notaku udah hilang entah kemana. Yasuda deh.. Apa bole buat kan😉

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
7 Comments

Posted by on August 21, 2011 in Dark Fantasy

 

Tags:

7 responses to “Vampire Academy 1

  1. dradmawati

    August 22, 2011 at 6:39 pm

    wah panjang banget reviewnya

    salah satu 1 novel vampire YA fave gw. Ceritanya memang menarik banget (btw ada lagi lho judul lain soal sekolah vampir)

    satu yang gw suka disini adalah penokohannya (yah objektif sih, gw lebih suka cewe yg tough :p)

    btw spin offnya terbit tahun ini (oh, tidak rela Adrian sama yg lain)

    ga sabar liat versi movienya (entah kapan castnya dkasih tau)

     
    • koleksinovelku

      August 22, 2011 at 8:22 pm

      😀 aku terlalu bersemangat bikin review ini dan aku gemes karena terlalu banyak detail cerita yang ingin aku masukan tapi nggak mungkin. hhe..
      iy, aku jg suka penokohan di novel ini, tapi aku belum kenal Adrian..? kan aku baru baca buku pertamanya. buku kedua masi antri nih. Hhaha..

       
  2. dradmawati

    August 22, 2011 at 11:55 pm

    tapi ini aja udah detail banget🙂 , sudah jelas banget, kecuali yang soal2 elemen itu sih. Lissa elemennya beda ama yang lain (walau sudah digambarkan di atas elemennya dia ngapain, tapi ada namanya)

    Adrian itu love interestnya si Rose juga. Lebih lanjutnya monggo baca buku selanjutnya (gw lupa dia muncul di buku brp)

    Masih ada 5 buku menanti nih buat di review. hahahaha

     
    • koleksinovelku

      August 23, 2011 at 11:21 am

      hhehe.. iya jg sih. um, jdi pnasaran sama Adrian🙂 tp ada bbrpa buku sblm vampire academy 2 nii yg hrus q baca, jdi agak bsok” deh q bacanya😦 oia, yg baru diterjemahin ke Indo baru sampe buku 3 kan y? km uda baca versi English nya y?

       
  3. dradmawati

    August 23, 2011 at 6:00 pm

    Spoiler sih Adrian itu tipe2 bad boy… hihihihi

    semangat baca buku2nya🙂

    yup, baru tiga bukunya yang diterjemahkan. Jedanya juga lumayan lama

    iya, saya baca yang versi english🙂

     
    • koleksinovelku

      August 24, 2011 at 8:08 am

      siip😀 aku ngikutin versi Indo aj deh.. biar ada pnantian buat buku selanjutnya. whahaha.. gaya. pdhal ya karna ga bisa baca english😉

       
  4. dwjuliana

    April 23, 2013 at 7:02 am

    vampire academy emang keren banget banget ya!😀. dulu nggak sengaja baca krn aku emang cuma novel jenis vampir gitu. cuma waktu itu bacanya ebook nya biar bisa gratisan hehehhee. jadi versi englishnya. setelah tau di indo ada yang mau terbitin, langsung excited dan beli dua novel awalnya. tp agak kecewa deh, soalnya rose nya kurang fierce aja di novel terjemahan ini. jadi nggak dapet feelnya sama sekali tentang rose yang jagoan banget. karakternya nggak keluar. hmmm coba yang dapat hak terbit gramedia hehehhe. ya cuma pendapat si heheheh. tau nggak kalo mau di filmin? judulnya blood sister kalo nggak salah. skr lagi syuting. cant waittttt

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: