RSS

Lima Sekawan 11 – Sarjana Misterius

17 Aug

lima sekawan 11-sarjana misterius

  • Pengarang               :    Enid Blyton
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    192 hlm, 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    23.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1957
  • Cetakan ketigabelas :    Agustus 2006
  • Tanggal Beli             :    –

Petualangan KESEBELAS mereka yang seru dan mengasyikkan!

LIMA SEKAWAN sedang berlibur dengan karavan di dekat sebuah puri kuno yang nyaris runtuh! Tapi puri itu ada penghuninya Lima Sekawan melihat seraut wajah di jendela menaranya!
Siapakah yang tinggal disana?

Review :

Kali ini George harus ketinggalan waktu liburan bersama sepupu-sepupunya karena ia dilarang pergi oleh orang tuanya. Ia harus menghabiskan awal liburannya di atas kasur karena ia terserang batuk dan pilek. Jadi ibunya memaksa dia untuk beristirahat. Tentu saja George terus-terusan merajuk karena dilarang pergi. Julian dan adik-adiknya sekarang sedang berkelana dengan karavan pinjaman mereka. Tentu saja George ingin segera bergabung dengan mereka. Untungnya ia berhasil meyakinkan ibunya bahwa ia sudah sembuh dan akhirnya ibunya mengijinkannya untuk menyusul Julian, Dick, dan Anne ke bukit dekat Puri Faynights.

Hari berikutnya, George naik kereta ke Faynights dan saudara-saudaranya sudah menantikan kedatangannya. Untung kemarin George sudah mengirim kartu pos untuk mengabari kedatangannya. Setelah berkumpul, mereka pun pergi ke sebuah toko yang menjual es krim untuk merayakan kedatangan George dan Timmy. Dari ibu penjual, mereka mendapat informasi bahwa akan ada pasar malam yang menghadirkan banyak atraksi yang cukup berbahaya. Tentu saja anak-anak sangat tertarik untuk datang ke pasar malam. Apalagi tempat mereka memarkir karavan sekarang akan menjadi tempat utama pemberhentian karavan-karavan orang pasar malam. Pasti suasana akan seru dan mengasyikan bagi mereka.

Saat di desa ternyata Julian tidak lupa membeli koran. Dengan koran itu mereka mengecek ramalan cuaca. Lalu perhatian mereka terhisap ke sebuah berita menganai dua sarjana terkenal yang menghilang dan diduga melarikan diri ke Prancis dengan membawa dokumen-dokumen penting. Kedua sarjana itu bernama Derek Terry-Kane dan Jeffrey Pottersham. Kemarin saat mendengar kabar itu Julian sempat membuat kaget Bibi Fanny dengan menanyakan apakah Paman Quentin ada dirumah, menghilang atau tidak? Hhaha.. Rupanya ia takut kalau sarjana yang dimaksud adalah paman mereka dan Paman Quentin menghilang karena diculik. Tapi kini mereka lebih tenang karena selain mendapat konfirmasi bahwa pamannya baik-baik saja, mereka juga sudah tahu nama kedua sarjana ini.

Saat  mereka kembali dari jalan-jalan, mereka melihat beberapa karavan lain yang sudah terparkir di dekat karavan mereka. Hati mereka langsung membuncah. Pasti itu karavan orang-orang pasar malam. Sayangnya perkenalan pertama mereka dengan orang pasar malam kurang mengesankan. Masalahnya, saat mereka tiba di salah satu karavan, Timmy terus menggongong di dekat sebuah kotak persegi besar yang rupanya isinya adalah dua ular sanca besar-besar yang membuat anak-anak ngeri, bahkan juga Timmy. Sang pawang ular marah-marah pada anak-anak ini dan memperingatkan mereka agar tidak mendekati karavannya lagi. Saat itulah datang karavan dengan nama tertera “Pak Karet”. Yah, sudah pasti ialah si manusia karet yang tadi sempat dibicarakan oleh penjual eskrim di desa. Yang mereka tahu selanjutnya adalah bahwa orang yang menghuni satu lagi karavan disitu bernama Bufflo dan Skippy, namun mereka belum tahu apa profesi keduanya. Kini mereka semakin tidak sabar menantikan karavan-karavan yang lain tiba🙂

Hari berikutnya mereka memang benar, kira-kira ada lima karavan lain yang sudah datang. Seusai sarapan, Anne dan George pergi ke desa terdekat untuk belanja dan mereka pergi bersamaan dengan tiga wanita dari kelompok orang pasar malam. Sedangkan Julian dan Dick memutuskan untuk berkeliling dan menyapa para artis pasar malam. Tapi ternyata dua kelompok kecil ini tidak mendapat sambutan yang baik, baik itu Anne dan George ataupun Julian dan Dick. Orang-orang pasar malam selalu memperingatkan mereka agar menjauh dari tanah perkemahan mereka. Lah, padahal kan Lima Sekawan duluan yang tinggal di sini. Julian pun sempat marah karenanya. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk menyuekin orang pasar malam. Seusai makan siang, mereka membaca surat dari Bibi Fanny yang mengatakan bahwa Paman Quentin terus marah-marah setelah mendengar kabar tentang menghilangnya dua sarjana karena salah satunya dulu sempat menjadi rekan kerja Paman Quentin dan beliau tidak percaya kalau Terry-Kane ini adalah pengkhianat negara, mencuri dokumen rahasia dan menjualnya pada negara lain. Saat membaca koran, ada secuil berita juga mengenai dua sarjana ini. Well, cukup untuk berita tentang sarjana ini. Karena cuaca hari itu cerah sekali, mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai yang berjarak dua mil dari tempat mereka memarkir karavan. Yah, setidaknya mereka ke sana dengan bus sebelum kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Keindahan laut membuat mereka takjub, bahkan Anne ingin berenang, padahal saat itu masih bulan April, tentu saja air laut masih sedingin es. Lantas mereka pergi ke dermaga dan mengobrol dengan sejumlah nelayan yang ramah. Senangnya disambut dengan ramah begini, tidak seperti orang-orang pasar malam yang kasar dan suka memelototi mereka. Karena hari menjelang sore, mereka berpamitan dan memutuskan kembali ke perkemahan karavan dengan berjalan kaki. Sesampainya di perkemahan, mereka tertegun, dua karavan mereka hilang! Astaga. Jahatnya orang-orang pasar malam itu!😦 Ternyata karavan mereka dipindahkan ke lapangan sebelah karena orang-orang pasar malam tidak suka dengan kehadiran anak-anak di sekitar mereka. Karena hari sudah malam, anak-anak memutuskan untuk beristirahat dan akan mendiskusikan hal ini keesokan harinya. Benar saja, belum juga mereka bangun, seseorang sudah menggedor pintu karavan dan ia marah-marah. Rupanya orang itu adalah sang pemilik tanah pertanian dimana sekarang dua karavan ini tertambat. Orang itu mengusir anak-anak dan mengancamnya. Anak-anak semakin bingung, namun Julian tetap bisa bersikap tenang sementara adiknya, Anne, cemas bukan main.

Julian dan Dick kembali lagi ke perkemahan orang-orang pasar malam, meminjam kuda untuk menghela karavan-karavan mereka kembali ke tempat semula. Saat ketegangan terjadi, muncul seorang kenalan lama yang membuat mereka semua tercengang. Ternyata anak itu adalah Jo, si gelandangan. Diceritakan Jo ini sedang menyusul pamannya yang berkemah disini, dan ya, pamannya adalah Pak Alfredo, si penelan api. Ckck.. Lalu dengan semangat Jo pun bercerita pada orang-orang pasar malam mengenai petualangannya bersama Lima Sekawan, sementara Julian dan Dick kembali ke tempat Anne dan George menunggu dan mereka bercerita tentang kemunculan Jo. Tentu saja Anne senang, hanya saja George sedikit tidak senang karena ia sebenarnya iri pada Jo yang terlalu mirip dengannya dan bisa lebih banyak hal daripada dirinya. Namun berkat bantuan Jo, akhirnya kedua karavan bisa kembali ke tempat semula. Tapi Julian sudah memutuskan, mereka tetap akan pergi dari perkemahan esok hari. Walaupun George dan Anne mengatakan sudah tidak masalah lagi tinggal disana, apalagi sekarang orang-orang pasar malam bersikap sangat baik dan manis. Namun Julian tetap bersikukuh akan pergi karena ini mengenai harga diri, dan Dick memahami perasaan abangnya itu. Akhirnya Julian memutuskan, mereka bisa tinggal kalau ada keadaan yang memang memaksa mereka untuk tinggal.

Sore harinya, saat waktunya minum teh, terjadi sesuatu yang aneh. Dick sedang asyik melihat burung-burung  yang beterbangan di sekitar menara Puri Faynights dengan teropong George saat tiba-tiba ia melihat seraut wajah. Julian pun mengatakan hal yang sama. Hanya saja saat George dan Anne yang melihat, wajah itu sudah menghilang. Nah, ini baru benar-benar aneh karena waktu menunjukkan sudah lewat waktu berkunjung di Puri. Dan lagi wajah itu terlihat bingung. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengunjungi dan menyelidiki Puri itu esok harinya, dan itu berarti mereka akan menunda kepindahan mereka.

Malam harinya mereka diundang untuk makan malam bersama Pak Alfredo. Mereka pun berkumpul di sekitar api unggun dan terjadi hal-hal yang menarik. Pak Alfredo melakukan pertunjukkan menelan api nya dan ini membuat anak-anak terkagum-kagum. Belum lagi Jo yang bermain dengan salah satu ular sanca tanpa terlihat takut sama sekali. Pokoknya malam itu berlalu dengan indah🙂

Hari berikutnya mereka beneran mengunjungi Puri, dan mengamati sekeliling. Saat meneliti satu-satunya menara yang masih tampak utuh, mereka kecewa. Ternyata bangunan itu tidak seutuh yang dikira. Tangga menuju puncak menara sudah runtuh, dan pintu masuk terhalang oleh batu-batu besar dari tembok dalam yang sudah ambruk. Jadi bagaimana mungkin orang yang Dick dan Julian lihat itu bisa naik ke atas? Kini mereka meragukan penglihatan mereka kemarin sore. Mungkin saat itu memang pembiasan cahaya. Namun mereka menemukan beberapa keganjilan. Dan tentu saja hal ini semakin membuat mereka ingin menyelidiki lebih lanjut, apalagi dugaan mereka mengarah pada kemungkinan hal ini berkaitan dengan dua sarjana yang menghilang, karena kata nenek tua penjual tiket di pintu gerbang mengatakan bahwa seminggu yang lalu datang dua orang dari kantor Perhimpunan Kelestarian Bangunan-bangunan Kuno. Namun setelah Julian mengkonfirmasi, ternyata orang terakhir yang dikirim  pihak kantor untuk mendatangi Puri Faynights adalah dua tahun yang lalu. Nah loo..

Kini dimulailah petualangan seru mereka yang sesungguhnya.Sekali lagi mereka melihat sesosok wajah dari balik teropong, malamnya pun mereka memutuskan untuk mencari tahu dengan mendatangi Puri. Dan tentu saja, mereka menemukan sebuah lorong rahasia dan menemukan siapa orang yang tinggal  dibalik menara. Belum lagi mereka malah terpergok oleh salah satu penjahat itu, dan mereka dikurung di dalam menara! Aduuhh.. Tapi tenang saja. Mereka selalu ada ide untuk meloloskan diri dari masalah-masalah ini. Lima Sekawan getoh😀 Apalagi sekarang ada Jo si gelandangan cilik dan para artis pasar malam yang terlibat. Jadi semakin seru deh..

COVER BARU (NC)

 
2 Comments

Posted by on August 17, 2011 in Kids

 

2 responses to “Lima Sekawan 11 – Sarjana Misterius

  1. Yondi

    January 14, 2012 at 6:01 am

    Wah~ waktu aku smp lima sekawan adalah favoritku sampai kini! Jadi teringat masa lalu.

     
  2. Alvina

    November 19, 2012 at 11:11 pm

    dari sd aku suka lima sekawan!!! I love it!

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: