RSS

Mates, Dates 3 – And Portobello Princesses

16 Aug

  • Pengarang             :    Cathy Hopkins
  • Genre                    :    Teenlit
  • Tebal                     :    176 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                 :    Gramedia
  • Harga                    :    29.000 IDR
  • Pertama terbit        :    27 September 2001
  • Cetakan                 :    Maret 2004
  • Tanggal Beli           :    8 Juli 2011

Nesta akhirnya bertemu cowok idaman : cakep, selera humor oke, dan manis. Tapi masalah tetap saja ada. Simon berasal dari keluarga superkaya dan terbiasa dengan pergaulan kelas atas ─ gaya hidp yang sulit diikuti Nesta. Ditambah lagi ada Cressida sang putri portobello sombong yang selalu menempel Simon.

Tapi Nesta tidak mau menyerah, sia bertekat membuat kagum orang-orang gedongan itu walaupun harus berpura-pura. Teman-teman Nesta berusaha sebisa mungkin membantunya, tapi semua tidak ada gunanya. Hanya Nesta yang bisa membantu dirinya sendiri. Dan itu berarti cepat atau lambat dia harus jujur pada Simon.

Review :

Oke, sekarang kita akan diajak mengikuti cerita dari sudut pandang Nesta. Saat itu Nesta sedang terjebak dalam sebuah kereta yang mogok. Hari Sabtu saat libur Paskah dan kereta sangat penuh, namun entah kenapa kereta berhenti dan penumpangnya terjebak selama tiga jam di dalamnya  sementara seharusnya perjalanan ini memakan waktu tiga jam. Ckck.. Ia pun berkeluh kesah pada Lucy lewat telepon. Tapi untungnya saat itu kereta mulai bergerak dan Nesta keluar dari tempat persembunyiannya, toilet. Saat kembali ke tempat duduknya, rupanya kursi itu sudah terisi oleh seseorang dan hanya di depan seorang Cowok Keren yang kosong. Nesta berjalan ke sana namun tiba-tiba kereta tersentak dan Nesta jatuh terduduk di pangkuan si Cowok Keren. Jelas aja mereka lantas berkenalan. Simon Peddington Lee, tinggal di Holland Park dan berusia delapan belas tahun. Cowok tinggi, tampan, dan berkulit gelap itu berhasil memikat hati Nesta.

Begitu sampai di London, ia segera pergi ke rumah Izzie dimana ia, Izzie, dan Lucy berkumpul karena sudah tiga hari mereka tidak berjumpa. Nesta menceritakan pengalamannya dan menunjukkan bahwa ia terpikat pada cowok itu. Ahhai.. Sekarang giliran Nesta nih yang bakal dibikin pusing masalah cowok, dan pasti Izzie dan Lucy berusaha membantu sahabatnya ini.

Tapi sayangnya Nesta memulai hubungan ini dengan salah. Maksudku, dia nggak jadi dirinya sendiri. Pertama dia berbohong perihal sekolah, lalu ia juga ingin mengganti namanya menjadi dua nama belakang juga seperti halnya Simon, dan sekarang ia pura-pura bisa berkuda karena untuk kencan mereka besok mereka akan pergi berkuda. Alamak.. Izzie dan Lucy setidaknya sudah berusaha memberi saran agar Nesta menjadi dirinya sendiri, namun Nesta ngeyel..

Di rumah, ada kejadian yang lucu. Saat Ibunya mengajak dia dan Tony untuk bicara, Nesta langsung memohon agar Ibu dan Ayahnya mempertimbangkan dan berusaha untuk menjaga hubungan mereka. Nesta kira orang tuanya akan bercerai. Jelas aja Ibunya tertawa. Ternyata yang ingin di bicarakan Ibu Nesta adalah mengenai pengetatan keuangan keluarga terutama pengeluaran tambahan karena Ibunya terancam kehilangan pekerjaannya. Ibu Nesta adalah seorang pembaca berita senior di salah satu TV terkemuka. Tapi pihak produsen sedang memiliki agenda untuk membawa darah segar ke televisi mereka. Itu berarti posisi Ibunya bisa di gantikan oleh pembawa acara muda kapan saja. Dan itu berati pemasukan tetap dari Ibunya akan terhenti. Sementara Ayah Nesta adalah seorang sutradara lepas. Jadi kalau pas nggak ada kerjaan ya nggak ada pemasukan.

Hari berikutnya, Nesta berjumpa dengan Simon di Stasiun High Street Kensington, dekat dengan Istal dan Hyde Park, tempat mereka akan berkuda. Ternyata Simon tidak sendiri. Ada dua cewek bersamanya, yang satu adiknya, Tanya, dan satunya lagi teman adiknya, Cressida. Sikap Tanya sih  bersahabat, tapi kalau Cressida penuh permusuhan. Di akhir kencan itu, Nesta mulai menyadari lewat sikap Cressida, bahwa ada dua kemungkinan, Cressida dan Simon pernah berpacaran, atau kalau tidak Cressida diam-diam naksir Simon. Nesta berniat untuk mencari tahu nanti. Oia, disini lagi-lagi Nesta bikin kita ketawa lhoo.. Ada saat dimana kuda yang ia tunggangi lewat di bawah sebuah pohon yang punya batang melintang dan karena tidak melihat kemungkinan untuk menerobos, Nesta pun tersangkut di pohon sementara kudanya tetap berjalan meninggalkannya. Wkakaka.. Saat ini sungguh konyol menurutku..

Hari berikutnya, mereka ─Nesta, Lucy, dan Izzie─ jalan-jalan ke Notting Hill dan memasuki butik-butik  mentereng hanya untuk terkagum dan ngeri pada harga yang tertera di setiap label harga produk butik-butik itu. Mereka malah membandingkan dengan baju-baju buatan Lucy yang lebih unik dan orisinil. Lucy memang ingin jadi seorang perancang baju kelak selesai sekolah. Di toko terakhir sebelum mereka pulang sore itu, mereka berjumpa dengan salah satu Putri Portobello ─sebutan yang mereka berikan untuk Tanya dan Cressida─ yang juga sedang di toko itu, Cressida, si sombong. Tapi karena sebuah lelucon yang ─sumpa, aku aja ikut tertawa─ mereka buat, mereka bertiga meninggalkan toko dan Cressida dengan terbahak-bahak.

Hari berikutnya, mereka kumpul di rumah Nesta untuk sarapan dan ngobrol tentang hal-hal yang akan mereka lakukan kelak. Nah, saat inilah muncul Tony, dan ya ampun, cowok itu benar kena batunya. Ia sungguh cinta pada Lucy tapi Lucy lah yang sekarang memegang kendali. Sekarang kesannya Tony yang selalu berusaha memikat Lucy, padahal Lucy lah yang memutuskannya. Selama ini baru Lucy satu-satunya cewek yang berani mutusin Tony, makanya Tony shock.. Hha..

Well, kembali ke Nesta yang sedang berhasrat untuk memiliki duit banyak, makanya dia pergi ke East Finchley High Road, tempat dimana banyak kios-kios menjual kartu lotere. Ia sangat ingin memenangkan satu lotere yang bernilai ratusan ribu Pound. Tentu saja Izzie sudah mengingatkan bahwa perbandingan menangnya tu satu banding sejuta. Tapi Nesta yang keras kepala dan nekat akhirnya  menghabiskan uang 30 Pound terakhirnya dalam kekalahan. Akibatnya, malamnya saat ia, Izzie, dan Lucy pergi ke Cyberdog, tempat nonggkrong gaul dan keren dimana nanti Izzie bakal manggung bersama band cowoknya, Ben, yang bernama King Noz, Nesta nggak punya duit sama sekali dan harus jengkel karena tidak bisa membeli makanan dan gelang yang ia inginkan. Tapi setidaknya ia mendapatkan pelajaran dari sikap materialismenya🙂

Ternyata Simon dan Putri Portobello beneran datang ke Cyberdog. Nesta senang melihat Simon, cowok yang dia cintai dan juga melihat Cressida yang sangat sengsara berada di tempat yang ‘kumuh’ ini. Tapi Nesta masa bodo sama Cressida. Saat Nesta di dalam kamar mandi, ia mendengar pembicaraan antara Cressida dan Tanya tentang dirinya dan Simon. Tapi rupanya pembicaraan yang ia dengar dari bilik WC itu membuat hatinya sakit dan ia pun menangis karena ia tahu tentang motif Simon memacarinya. Tidak direncanakan, Nesta jadi terlalu mabuk dan saat Izzie dan King Noz tampil, cewek ini dancing heboh dan menarik perhatian penonton dari Izzie. Seusai mereka tampil, Izzie dan Lucy marah pada Nesta. Disinilah aku nggak suka pada sifat Nesta yang menyebalkan. Ia terlalu malu dan nggak mau Simon atau Cressida melihatnya masuk ke mobil orangtua Lucy yang saat itu menjemput mereka, VW kodok hijau toska bergaya hippie. Nesta pun memilih pulang dengan kereta api dalam keadaan mabuk. Sendiri.

Pagi berikutnya akhirnya ia sadar bahwa ia telah membuat marah OrangTua nya, Tony, Simon, Lucy dan terutama Izzie. Ia sangat sedih dan ingin menangis. Apalagi kalau mengingat segala hal tidak penting yang ia lakukan beberapa minggu terakhir ini karena sebenarnya ia memiliki segala kemewahan yang tidak dimiliki oleh banyak orang di luar sana. Ia kecewa pada dirinya sendiri dan ia pun berusaha memperbaiki segalanya.

Guys, dibandingkan buku pertama dan keduanya, aku lebih suka dengan buku ini, kenapa? Karena menurutku cerita di buku ini lebih asik dan banyak leluconnya. Aku suka karakter Nesta yang percaya diri dan humoris, jadi dia bisa menghidupkan suasana cerita. Belum lagi dengan adanya karakter Tony, kakaknya, dan bagaimana mereka digambarkan tidak pernah akur namun dalam artian yang lucu, bukan permusuhan. Hhihi.. Namun sangat digambarkan dengan jelas bagaimana Tony menyayangi adiknya ini. Padahal kalau mengingat hubungan mereka yang hanya se-ayah. Tapi aku salut pada hubungan persaudaraan mereka. Yah, intinya, aku suka keluarga Nesta yang hangat, Ayah dan Ibunya yang bijak, yang terutama sangat digambarkan di akhir cerita. Aku suka. Tapi jangan salah, kita juga dihadapkan dengan segala sifat Nesta yang cukup menyebalkan dan dari buku ini kita dapat suatu pelajaran, bahwa orang bisa sangat tamak pada satu kesempatan dan akhirnya sifat inilah yang membuat kita menghadapi hal-hal tidak mengenakan dan bahkan bisa membuat kita kehilangan orang-orang yang selama ini mendukung kita.

Ratingku buat novel ini : 7,4

 
Leave a comment

Posted by on August 16, 2011 in TeenLit

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: