RSS

Skulduggery Pleasant 1

15 Aug

  • Pengarang               :    Derek Landy
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    280 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    38.500 IDR
  • Pertama terbit          :    19 Maret 2007
  • Cetakan                   :    2010
  • Tanggal Beli             :    30 Juli 2011

Gordon, paman Stephanie, adalah penulis novel horor fiksi. Setidaknya itu yang Stephanie pikir, sampai Gordon meninggal dan mewariskan rumahnya pada Stephanie. Kemudian Stephanie menemukan bahwa buku-buku Gordon mungkin memang horor, tapi tidak benar-benar… yah, fiksi.

Terlempar masuk ke dunia vampir, penjahat, dan para Manusia Hampa yang mengerikan, Stephanie mendapatkan bantuan dari seseorang yang tidak lazim: Skulduggery Pleasant, kerangka penyihir mati yang suka melontarkan komentar-komentar sarkastis. Saat kekacauan terjadi, Stephanie beruntung karena ia bukan gadis dua belas tahun biasa ─dan Skulduggery beruntung karena ia sebenarnya sudah mati.

Apakah kejahatan akan menang? Apakah Stephanie dan Skulduggery akan berhenti cekcok cukup lama untuk menyelamatkan dunia? Satu hal yang pasti: orang-orang jahat itu tidak tahu apa yang akan menimpa mereka. Karena Skulduggery dan Stephanie suka mencari masalah, terutama dengan orang-orang jahat.

Review :

Waktu pertama aku buka halaman buku ini, astaga, kataku.. Kenapa? Habisnya buku ini termasuk padat oey.. 34 baris perhalaman. Belum lagi tulisannya yang rasaku kecil, jadi terkesan tiap halamannya tu padet banget. Hhe..

Awal cerita kita bertemu dengan Stephanie Edgley. Ia sedang menghadiri pemakaman pamannya, Gordon, yang meninggal tiba-tiba. Di pemakaman inilah Stephanie melihat seseorang yang berdiri jauh dari kerumunan, lelaki bermantel coklat muda, terkancing rapat meski siang itu cuaca panas, dengan syal menutupi separuh bagian bawah wajahnya, dan memakai topi lebar dan kacamata hitam raksasa. Stephanie penasaran. Namun kemudian lelaki itu pergi dan menghilang di balik deretan batu nisan.

Hari berikutnya ia dan kedua orangtuanya mendatangi rumah Mr. Fedgewick, pengacara Gordon, untuk mendengarkan pembacaan surat wasiat. Setibanya disana, sudah ada paman dan bibinya yang menyebalkan, Fergus dan Beryl. Dari awal cerita ini, kita jadi tahu bahwa ayah Stephanie tiga bersaudara, Gordon, Desmond, dan Fergus. Gordon tidak pernah menikah tapi punya harta kekayaan yang melimpah. Desmond, ayah Stephanie, menikah dengan ibu Stephanie yang ternyata pernah berkencan dengan Gordon, namun beliau malah jatuh cintanya sama Desmond, menikah, dan punya anak tunggal, ya Stephanie ini. Lalu yang terakhir adalah Fergus. Fergus adalah saudara yang tamak, tidak berbeda dengan istrinya, Beryl, yang juga mata duitan, bahkan kedua anak kembar mereka pun juga menyebalkan, Crystal dan Carol.

Nah, saat pembacaan surat ini, ternyata tidak hanya dihadiri keluarga yang bersangkutan, tapi juga seorang lelaki bernama Mr. Skulduggery Pleasant, dan ternyata eh ternyata, lelaki ini adalah lelaki yang dilihat Stephanie di pemakaman. Saat pembacaan surat wasiat muncul kehebohan dari  Fergus dan Deryl yang sangat mengharapkan harta benda Gordon. Tapi ternyata mereka hanya mendapat sebuah kapal, mobil, dan hadiah berupa bros. Bagi mereka ini sangat ─sangat─ mengecewakan karena ternyata vila indah Gordon di Prancis diwariskannya pada Desmond dan istrinya. Itu baru kehebohan pertama. Keadaan sedikit tenang saat diumumkan wasiat kepada sahabat Gordon, Skulduggery Pleasant, yang hanya berupa sebuah nasihat, yang menurutku sih tersirat pesan di dalamnya. Saat diumumkan bahwa seluruh harta benda, aset dan royalti buku-buku Gordon diwariskan kepada Stephanie, muncullah kehebohan kedua. Wow.. Anak umur dua belas tahun tiba-tiba punya seluruh harta, rumah mewah, dan royalti yang tentu saja tidak sedikit karena selama ini buku Gordon selalu menjadi bestseller dan mendapat berbagai macam penghargaan. Ckck..

Siang itu Stephanie dan ibunya berkendara dari Haggard menuju properti Gordon. Saat memasuki rumah itu, Stephanie merasakan sesuatu yang lain saat tahu bahwa semua ini sekarang adalah miliknya. Selama ini ia memang menyukai pamannya yang unik ini. Yah, kalau dari surat wasiat dan cerita-cerita singkat sebelumnya sih bisa dibilang kalau Stephanie kayak anak kesayangan Gordon gitu. Nah, sepanjang sore itu Stephanie dan ibunya berkeliling rumah. Baru saat akan pulang tiba-tiba mobil ibunya tidak bisa menyala dan butuh diderek. Dengan berat hati ibunya meninggalkan Stephanie untuk pergi ke bengkel sedangkan Stephanie malah senang karena akhirnya ia punya waktu buat menyendiri karena sifatnya yang suka kesendirian. Saat itu hujan sangat lebat dan jalan juga terblokir jadi ibunya tidak bisa kembali menjemput Stephanie. Malam itulah malam pertama Stephanie tinggal di rumah sendiri. Rumah yang besar pula. Namun waktu Stephanie tanpa terasa berlalu dengan cepat karena ia sangat terhanyut membaca naskah novel Gordon yang belum sempat dikirim ke pihak penerbit. Menjelang tengah malam, ia mengambil makan malam dan pergi ke depan televisi. Tiba-tiba telepon rumah Gordon berbunyi. Stephanie memberanikan diri untuk mengangkatnya. Seorang lelaki yang bicara dan terus menanyakan siapa Stephanie. Terjadi perdebatan karena Stephanie tidak mau memberitahukan namanya dan dengan nekat menutup telepon. Tidak lama kemudian pintu rumah digedor. Stephanie tidak mau membuka, maka lelaki itu masuk rumah dengan memecah kaca jendela. Lelaki itu langsung bersikap kasar pada Stephanie hingga gadis itu tak mampu menahan tangis lagi. Barulah kemudian muncul seseorang yang menolongnya, Skulduggery Pleasant. Terjadi pergumulan antara lelaki itu dengan Skulduggery. Akhirnya lelaki itu kabur setelah Skulduggery melemparkan bola api yang keluar dari tangannya dan menembakkan revorver kunonya pada si lelaki jahat. Saat usai masalah itulah Stephanie terpana melihat bahwa ternyata di balik topi, rambut wig, kaca mata hitam, dan syal, terdapat kepala berupa tengkorak putih, tanpa daging, kulit, mata, dan wajah.

Barulah setelah itu Stephanie menyadari siapa ─atau apa─ itu Skulduggery Pleasant. Dan yang lucu, masa waktu Skulduggery melihat Stephanie akan pingsan, ia bertanya, “Apakah kau ingin aku menahanmu kalau kau terjatuh, atau…?” “Kalau kau tidak keberatan melakukannya, boleh” “Tidak masalah.” “Terima kasih.” Gubraaak.. Stephanie pun pingsan. Ampuuun.. Apa pula maksudnya.. Wkakaka.. Mau pingsan aja sempet-sempetnya..

Yah, setelah sadar kembali, akhirnya mereka ngobrol. Pembicaraan yang kebanyakan seputar si Skulduggery. Yang paling lucu saat pembicaan mereka tentang kepala Skulduggery. Skulduggery bilang kalau kepala yang terpasang di tubuhnya bahkan bukan kepala dia. Wkakaka.. Jadi waktu Skulduggery tidur, ada goblin yang mencuri kepalanya dan dia nggak sadar. Capee dee.. Tapi aku suka gaya cerita Derek Landy. Asyik dan lugas😀

Saat waktunya Skulduggery akan pergi untuk menyelidiki siapa lelaki yang menyerang tadi dan siapa yang memerintahkannya, Stephanie mau ikut tapi Skulduggery melarang. Akhirnya manusia kerangka itu mengizinkan karena Stephanie menyandra topi Skulduggery. Astaga.. Sudah pasti inilah awal mula petualangan Stephanie. Selama perjalanan, Skulduggery banyak bercerita. Bahwa ada dua jenis mage atau penyihir ─Adept  mempraktikan satu cabang sihir seperti berubah wujud, membaca pikiran, dan lain-lain, sedangkan Elemental mempraktikkan yang lain yang lebih bersifat elemen seperti tanah, air, api dan udara. Dan Skulduggery termasuk tipe Elemental. Mereka pergi ke sebuah apartemen tua yang hampir roboh dan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan dengan pesonanya, hampir saja mengikat Stephanie dalam keterpesonaan berkelanjutan. Jadi rupanya lantai tiga bangunan itu berupa perpustakaan yang besar dan terlihat sangat bagus dibandingkan dengan kondisi gedung yang sesungguhnya. China Sorrows, nama wanita itu, adalah kenalan Skulduggery.

Setelah mendapat informasi yang dibutuhkan, mereka pergi. Saat perjalanan kembali, mobil Bentley Skulduggery di tabrak oleh lelaki yang sebelumnya menyerang Stephanie di rumah Gordon. Stephanie keluar dari mobil yang penyok di sana sini ini, dan lari. Si lelaki terus mengejar Stephanie hingga gadis itu terpaksa terjun ke sungai. Namun ternyata hal ini jadi keuntungan tersendiri. Karena suatu sebab, lelaki itu kesakitan dan hancur larut dalam air. Fajar merekah saat Skulduggery mengantar Stephanie kembali ke rumah Gordon dengan tubuh yang babak belur tentu saja, dan setengah jam kemudian ibunya datang menjemput Stephanie.

Stephanie tertidur hingga lewat tengah hari. Kemudian ia jalan kaki berkeliling kompleks saat Skulduggery menghampirinya dan mengajaknya pergi berpetualangan. Yah, tidak sesimpel itu juga sih🙂 Maksudnya, setelah Stephanie mengkonfirmasi bahwa dugaan pamannya dibunuh itu benar, ia kemudian memaksa ikut untuk menyelidiki sehingga Skulduggery dan Stephanie kemudian pergi untuk menemui Ghastly Bespoke si tukang jahit buruk rupa. Ghastly ini sahabat Skulduggery. Jadi Skulduggery datang kesini untuk bantuan Ghastly. Ia bercerita tentang dugaan pembunuhan Gordon Edgley yang kemungkinan dilakukan oleh Nefarian Serpine, si penguasa di dunia sihir dan dulu adalah tangan kanan Mevolent, seorang penyihir jahat yang berkuasa saat masa Perang Rahasia. Namun sayang, pertemuan itu malah menyisakan kemarahan di hati Stephanie.

Hari berikutnya, Skulduggery menjemput Stephanie dan mereka pergi ke sebuah museum lilin yang ternyata terdapat kehidupan di bawah tanahnya. Yups, mereka menemui Penyihir Sesepuh. Tapi kali ini giliran para Sesepuh yang membuat Skulduggery jengkel. Hha.. Yah, setidaknya Skulduggery sudah memperingatkan mereka tentang Serpine yang sedang mencari Tongkat Tetua yang keberadaannya selama ini dianggap hanya dongeng, dan setidaknya Skulduggery juga sudah memperingatkan akan adanya ancaman terhadap Gencatan Senjata. Saat keluar dari museum, muncullah Mr. Bliss. Dia semacam polisi ─atau detektif─ yang bekerja pada Penyihir Sesepuh.

Setelah berpisah dengan Mr. Bliss, Stephanie dan Skulduggery kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya, kembali ke Galeri Seni Kota Dublin dimana tersimpan lukisan, karya sastra, buku-buku koleksi tentang segala hal yang dapat memberi petunjuk tentang keberadaan Tongkat Tetua. Namun sangat beresiko tinggi untuk kesana karena Galeri dijaga oleh dua vampir yang bisa jadi sangat brutal. Masalahnya, apa yang dicari Skulduggery dan Stephanie terletak di bawah Galeri, yaitu di dalam ruang besi dengan perlindungan yang lebih ketat lagi. Namun tetap saja hal ini tidak mengurungkan niat Skulduggery dan Stephanie untuk mencari tahu. Dengan segala peralatan yang telah mereka siapkan, mereka pun menyusup ke dalam Galeri. Namun ternyata, tidak sesulit yang dibayangkan dengan adanya kemampuan Skulduggery dalam memanipulasi elemen. Hhe..

Dengan sifat detektif Skulduggery, mereka berhasil menemukan sumber informasi yang cukup unik. Yaitu semacam memori seseorang, tapi bisa ngobrol sama kita. Dari sumber yang bernama Oisin ini, Skulduggery dan Stephanie diyakinkan bahwa Tongkat Tetua itu memang ada. Sekarang giliran Skulduggery dan Stephanie yang harus mencarinya, agar Tongkat itu tidak jatuh ke tangan yang salah, terutama Serpine. Berkat Oisin, Skulduggery mendapat bayangan dimana Gordon menyimpan Tongkat itu. Yups, menurut dugaan mereka selama ini Gordon memang sempat menemukan Tongkat Tetua sebelum meninggal dan untungnya Gordon berhasil menyembunyikannya karena tahu Tongkat itu berbahaya. Dan Gordon menyembunyikannya di dalam rangkaian gua bawah tanah di bawah rumah Gordon.

Sekembalinya mereka ke rumah Gordon, mereka diserang oleh Manusia Hampa dan Skulduggery ditangkap oleh mereka. Manusia Hampa ini adalah anak buah Serpine. Kemudian, dengan bantuan Ghastly, dua Penjagal milik para Penyihir Tetua, dan Tanith Low ─kiriman bantuan dari Mr. Bliss, mereka menjalani misi penyelamatan Skulduggery. Berlima mereka pergi ke kediaman Serpine yang sudah pasti memiliki penjagaan banyak. Bisakah kelima orang ini mengatasinya? Tentu saja bisa. Bahkan saat menemukan Skulduggery, kerangka itu sedang bernyanyi karena ia akhirnya tahu dimana letak kunci yang selama ini mereka cari. Dengan segala aksi yang mereka lakukan, akhirnya mereka berhasil lolos dari kediaman Serpine. Namun sayangnya, Serpine menangkap salah satu Penjagal dan melakukan eksperimen terhadapnya. Disisi lain, Skulduggery dan Stephanie ─yang sekarang memakai  nama Valkyrie Cain untuk melindungi nama lahir dan nama sejatinya─ berdiskusi tentang cara mendapatkan kunci itu. Rupanya, kunci yang dimaksud berada di tangan paman dan bibi Stephanie, Fergus dan Deryl. Saat pembacaan wasiat, paman dan bibinya mendapatkan sebuah bros, dan rupanya bros itulah kunci yang selama ini mereka cari. Jadi, dengan paksaan dari Skulduggery, Stephanie harus mengunjungi keluarga pamannya yang ia benci ini.

Ternyata tidak butuh waktu lama bagi Stephanie untuk mendapatkan apa yang ia mau, walaupun tentu saja dengan kedongkolan hati karena bertemu dengan sepupunya yang menyebalkan. Sekembalinya dari rumah bibinya ia melakukan perbincangan ringan dengan ayahnya. Dari cerita ayahnya akhirnya ia tahu bahwa keluarganya merupakan keturunan penyihir yang disebut Tetua Terakhir. Hanya saja, dari keluarga Edgley, hanya Gordon yang mempercayainya. Dan kini Stephanie. Dengan segenap keyakinan dan kemampuan sihir yang mulai diasah Stephanie, dan juga dengan didampingi oleh  seorang sahabat kerangka, Skulduggery Pleasant, yang baik, setia, namun santai, Valkyrie Cain melanjutkan petualangannya.

Well  guys,  walaupun tulisan di buku ini termasuk padat, ternyata aku cukup enak kok bacanya. Entahlah, apa karena aku saking menikmatinya, jadi nggak kerasa ato gimana, aku juga nggak ngerti. Yang jelas, entah kenapa aku malah suka dengan kerapatan tulisannya. Hhe.. Aneh. Selain itu, dialog yang dilakukan cukup banyak, jadi kita nggak dibuat bosen dengan penjelasan yang biasanya disajikan  dalam bentuk paragraf yang dibeberapa buku, panjangnya minta ampun. Untuk ceritanya sendiri, alurnya sangat cepat dan yang pasti, sangat ringan. So, menurutku buku ini bisa jadi bacaan anak yang mengasyikan nii🙂

Ratingku buat novel ini : 8

 
4 Comments

Posted by on August 15, 2011 in Magic

 

4 responses to “Skulduggery Pleasant 1

  1. nurul salamah mahza

    September 13, 2011 at 9:53 am

    HEYY!!! kok gue gak nemu ya novel nya? malah dapet yang skulduggery pleasent playing with fire.

     
    • koleksinovelku

      September 13, 2011 at 11:51 am

      hmm, coba cari di toko buku lain di kotamu. jgn cuma di satu tempat. siapa tahu km nemu.. intinya, hrus teliti dan bersabar, hhe🙂

       
  2. anjar maulisandy

    October 16, 2011 at 5:02 pm

    nyari yang pertama ngk ada malahan yang ketiga dapet a

     
    • koleksinovelku

      October 16, 2011 at 6:28 pm

      hhaha, padalah agakagak nerusin cerita sebelumnya buku ini. tapi bukan berarti bikin bingung sih. tapi lebi baek baca yg pertama dulu aj.. ayo berjuang buat dapetin buku pertamanya!😀

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: