RSS

Mates, Dates 2 – And Cosmic Kisses

08 Aug

  • Pengarang             :    Cathy Hopkins
  • Genre                    :    Teenlit
  • Tebal                     :    184 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                 :    Gramedia
  • Harga                    :    29.000 IDR
  • Pertama terbit        :    19 April 2001
  • Cetakan ke-2          :    Mei 2004
  • Tanggal Beli           :    8 Juli 2011

Malam Kamis : tidak ada telepon.

Malam Jumat : tidak ada telepon.

Jumat pagi : TIDAK ADA TELEPON.

Izzie mulai panik, berbagai kemungkinan berkelebat di kepalanya : Mungkin Mark kehilangan nomor teleponku? Mungkin dia menyimpan kartuku di jinsnya dan jins itu tercuci ibunya? Mungkin dia bilang bakal menelepon hanya untuk mengusirku?

Mungkin. Mungkin. Mungkin.

Tidak ada pilihan lain kecuali melihat apa kata bintang dan tetap berada di rumah, siapa tahu Mark menelepon.

Cowok itu akhirnya menelepon, mengajak keluar bareng, dan mengecupnya ─kecupan kosmis yang membuatnya melayang jauh dari bumi─ hanya untuk kembali menghilang. Izzie jadi panik lagi dan mudah marah. Lucy dan Nesta berusaha mengembalikan sahabat mereka itu ke bumi. Meskipun mungkin ada beberapa hal yang sebaiknya Izzie tak pernah tahu….

Review :

Buku kedua kali ini cerita diambil dari sudut pandang Izzie Foster. Konflik yang dialami Izzie adalah ia  merasa tidak akan pernah bertemu dengan cowok idaman. Latar belakang keluarga nya yang bercerai membuat cewek satu ini nggak benar-benar percaya pada cinta sejati dan pernikahan. Tapi  diam-diam dia merasa iri juga melihat kedua sahabatnya, Nesta Williams dan Lucy Lovering, yang menurut Izzie punya nasib berbeda yang lebih baik. Kita tengok Nesta yang eksotis karena cewek ini  perpaduan Jamaika dan Italia. Wuih, aku aja ngebayanginya ni cewek bener cantik, eksotik banget, apalagi dengan gen yang dia punya, mantap🙂 Yah, kalo menurut Izzie sih, Nesta ini supercakep dan magnet cowok di London Utara. Sedangkan Lucy cewek yang imut mirip elf dengan penampilan khas mawar Inggris karena rambut pirang dan mata birunya. Oia, disini Lucy ceritanya udah punya cowok lhoo.. Hhe..

Oke. Kita mulai dari awal cerita ya. Izzie sedang bersiap untuk pernikahan kakak tirinya yang seorang akuntan, Amelia, dan ia harus menjadi pendamping mempelai dan memakai gaun yang menurut Izzie sangat memuakan. Gaun berbahan Satin warna hijau zamrud dengan model kerajaan Prancis abad ke-19. Alamak. Parahnya lagi, disini Izzie bertindak nekat dengan mengecat rambutnya menjadi hijau. Wuuw.. Tanda pemberontakan oey.. Akhirnya sudah pasti ia mendapat amukan dari sang ibu. Jelas aja lah, secara ga langsung ia malah menarik perhatian para tamu dari sang mempelai dan Amelia sangat marah padanya. Ckck.. Begitu pulang kerumah, Ibunya langsung membawa Izzie ke kamar mandi dan Izzie harus menghapus cat hijau itu dalam pengawasan sang Ibu. Hhihi..

Keesokan harinya, ketiga sahabat ini pergi ke Camden buat jalan-jalan. Saat Izzie sedang berada di gerai minyak aromaterapi, itulah pertama kalinya ia melihat Mark dan jatuh cinta padanya. Mark ternyata menjaga gerai Ibunya. Hanya sesaat mereka mengobrol dan Mark meminta nomor ponsel Izzie dengan alasan akan mengabarinya karena minggu depan ibu Mark akan ikut pameran di Alexandra Palace, siapa tahu Izzie tertarik untuk datang. Nah, sejak itulah Izzie selalu menunggu dan berharap ada telepon dari Mark. Sejak pertemuannya itu Izzie tidak bisa memikirkan hal lain selain Mark, tidak bisa melakukan hal lain selain menunggu telepon dari cowok tersebut. Namun hingga pameran menjelang, Mark tidak kunjung meneleponnya. Akhirnya ketiga sahabat ini jadi punya semacam misi, kalo Mark nggak telpon, Izzie yang harus menemuinya lagi. Hha.. Benar saja, mereka menghadiri pameran dan mencari kesana kemari. Walaupun mereka sudah memutari gerai-gerai aromaterapi, mereka tidak menemukan Mark. Sayangnya Izzie tidak mengingat merek dagang aromaterapi milik Ibu Mark, jadi mereka tidak tahu pasti mana gerai Ibu Mark. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah dan memantau sekeliling untuk kemudian saling mengabari posisi. Wkakaka.. Dasar.. Kurasa tema buku kali ini serupa dengan buku pertamanya, yaitu cinta pada pandangan pertama. Dan untuk menggaet cowok itu, mereka memainkan peranan dan melancarkan aksi pedekate tanpa terlalu kentara serta terlalu berharap. Intinya, mereka selalu jaim dan berusaha agar si cowok lah yang mau ngejar mereka. Hhi.. Ada-ada aja..

Nah, sepulang mereka dari pameran, Izzie yang jalan sendiri malah berpapasan dengan Mark yang awalnya seolah tidak mengenalnya, tapi lalu Mark kembali dan mengajak bicara Izzie yang hampir patah hati. Kemudian lagi-lagi Mark berjanji akan menelepon Izzie minggu depan, tapi sampai akhir minggu minggu depan, Mark juga nggak kunjung meneleponnya. Disaat Izzie sedang membawa jalan-jalan adiknya yang masih berusia tiga tahun, Tom, ke taman, disanalah ia berjumpa dengan Mark yang juga membawa adik kecilnya jalan-jalan. Seharian mereka bermain-main dan ini momen yang membahagiakan buat Izzie. Hanya saja, hari Senin berikutnya, Nesta dan Lucy mengungkapkan keraguaannya perihal Mark dan ini membuat Izzie sedih. Ia merasa sahabat-sahabatnya tidak mendukungnya dan malah membuatnya kecewa. Izzie dan Nesta marahan.
Keadaan pun kembali membaik ketika Mark akhirnya menelepon dan mengajaknya keluar bareng. Dan saat Mark memberinya kecupan kosmis, Izzie merasa seperti berada di langit ketujuh. Hhaha.. Tapi mungkin kenyataan tak seindah impian bagi Izzie, waktu berusaha membagi kebahagiaan bersama Nesta dan Lucy, keduanya malah tampak muram dan menyembunyikan sesuatu. Izzie bertambah kecewa ketika ramalan kedua sahabatnya itu terwujud, Mark kembali lenyap ditelan bumi sejak kencan mereka.

Akhirnya, Izzie memutuskan untuk melupakan cowok itu, walaupun pada praktiknya sangat sulit. Tapi ia berusaha. Hingga kemudian saat dia, Nesta, dan Lucy berada di acara pesta dansa (atau disko) sekolah, Izzie menyadari bahwa seseorang yang selama ini ia anggap culun, ternyata tidak seperti dugaannya. Ben ternyata cowok yang keren dan ‘senada’ dengan Izzie. Disaat Ben sedang ngedeketin Izzie inilah sosok Mark kembali muncul dan baru memperlihatkan gelagat bahwa ia ngejar Izzie. Aduh, telat banget sih.. Oia, sekedar info nih, Lucy terpaksa mutusin Tony dan cowok itu kalut karena ia belum pernah diputusin cewek sebelumnya. Yah, habisnya selama ini ialah yang memutuskan cewek-ceweknya. Ckck.. Hebat Lucy. Kurasa alasanmu tepat buat mutusin cowok ini🙂

Ehm, walaupun konflik dari cerita Izzie ini lebih beragam, dan aku suka, tapi sayangnya aku sempat merasakan kejenuhan karena ada saat yang lumayan membosankan. Jadi, yah, menurutku rating buku ini dan buku sebelumnya tidak ada perbedaan :-]

Ratingku buat novel ini : 7

 
1 Comment

Posted by on August 8, 2011 in TeenLit

 

One response to “Mates, Dates 2 – And Cosmic Kisses

  1. C.A.S

    January 3, 2014 at 12:50 am

    aahhh mau pinjem novel nya hehehe

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: