RSS

Books of Faerie 1 – Lament

07 Aug

  • Pengarang               :    Maggie Stiefvater
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    400 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    69.900 IDR
  • Pertama terbit          :    2008
  • Cetakan                   :    Agustus 2010
  • Tanggal Beli             :    22 Juli 2011

Tahukah kau, apa yang menimpa orang-orang yang bisa melihat peri 

tapi tidak sanggup mengendalikan kemampuan itu? 

Deirdre Monaghan adalah gadis enam belas tahun yang luar biasa pemalu sekaligus musisi yang sangat berbakat. Tapi ada sesuatu yang selama ini tidak diketahuinya—dia adalah cloverhand, orang yang bisa melihat peri.

Tak disangka-sangka Deirdre dibuat mabuk kepayang oleh cowok misterius bernama Luke, yang sepertinya masuk begitu saja ke dalam kehidupan sehari-harinya. Persoalannya, Luke yang tampan itu ternyata adalah peri pembunuh yang tak kenal kasihan. Lalu ada satu lagi peri yang tak kalah keren dan sama berbahaya, Aodhan, yang juga menguntit kehidupan Deirdre. Luke dan Aodhan sama-sama mendapat tugas maut dari Ratu Peri untuk membunuh Deirdre sebelum musiknya menggugah perhatian para peri dan mengancam kedaulatan sang Ratu. Tetapi Luke justru jatuh cinta kepada Deirdre.

Bahaya pun mengintai Deirdre, juga orang-orang di dekatnya. Termasuk James, sahabatnya yang suka mengkritik tapi sangat setia. Memang, pada mulanya Deirdre berharap musim panasnya tidak membosankan. Tapi berhadapan dengan Ratu Peri yang berumur ratusan tahun tidak termasuk dalam rencananya.

Review :

Huum, entah kenapa aku selalu suka dengan tampilan halaman-halaman awal buku-buku terbitan Ufuk, tidak terkecuali Lament ini. Menurutku pribadi sangat menarik (atau mungkin terkait dengan jenis kertas yang Ufuk pakai ya??). Yah, intinya aku jadi selalu semangat buat mengawali buku-buku ini lah. Walaupun sayangnya halaman cover novel ini tidak masuk favoritku sih😉

Awal mula cerita, kita di sajikan dengan sebuah prolog yang menyinggung tentang seorang pemuda yang tampaknya berada di dalam sumur dan seorang wanita yang sedang menyiksa sebuah merpati di tempat yang berbeda. Di saat si pemuda hampir meninggal karena tenggelam, muncul sosok ketiga yang menyelamatkannya. Waktu aku selesai membaca dua lembar prolog ini entah kenapa aku nggak mengerti dan kalian pasti juga belum ngeh apa maksud dari adegan-adegan ini sama halnya denganku. Tapi tenang aja, nanti melewati tengah cerita kita bakal dapat penjelasannya kok.

Sebagai informasi awal, buku ini terdiri dari enam bagian yang mana masing-masing bagian mengangkat topik yang berbeda. Oke, kita mulai dari bab I dimana kita masih dikenalkan dengan tokoh utama kita, Deirdre Monaghan. Sang pengarang, Maggie Stiefvater, memakai sudut pandang Deirdre dalam bercerita. Saat itu Deirdre yang seorang pemain harpa sedang mengikuti sebuah kompetisi musik 26th Annual Eastern Virginia Arts Festival yang diselenggarakan di SMA-nya. Deirdre yang mengidap katagelofobia (takut merasa malu di depan umum), segera merasa mual dan ingin muntah begitu mobil yang dikendarai Ibunya masuk ke lapangan parkir. Deirdre masuk kedalam gedung, melakukan daftar ulang, dan segera melesat ke kamar mandi. Untung saat itu kamar mandi sepi. Namun ternyata muncul cowok yang sebelumnya ia mimpikan ─yang benar-benar hanya ada di mimpinya, Luke Dillon, cowok yang sudah membuatnya tergila-gila karena ketampanannya. Luke membantu menenangkannya dan kemudian berlatih musik bersamanya. Luke adalah seorang pemain flute kayu. Bersama, akhirnya mereka memutuskan untuk duet, dan mereka berhasil memukau para penonton serta juri dengan permainan musik dan lagu mereka. Aku aja bisa tersenyum membayangkan keberhasilan mereka🙂

Sejak saat itu hubungan Deirdre dan Luke berkembang. Mereka berjumpa lagi sore harinya saat resepsi pasca kompetisi. Dan esok harinya Luke mendatangi rumah Deirdre dan mengajaknya untuk makan es krim bersama. Deirdre nggak tahu dari mana Luke tahu alamatnya, bahkan Luke juga tahu dimana Deirdre kerja parttime. Namun rupanya mereka punya perjanjian tersirat bahwa mereka tidak akan menanyakan perihal kehidupan mereka sebelum mereka bertemu. Namun Luke kadang bersikap aneh. Selain itu, akhir-akhir ini Deirdre juga sering mencium aroma herbal. Awalnya aroma ini muncul bersamaan dengan kemunculan seorang cowok yang tiba-tiba menghampiri, mengajak ngobrol, dan terus menerus mengamati Deirdre, saat ia sedang di resepsi. Namun sejak itu berulang kali ia jadi sering mencium aroma herbal ini. Disamping masalah aroma herbal ini, Deirdre juga jadi sering menemukan daun semanggi berkelopak empat yang tergolong langka. Ia jadi penasaran apa makna penemuan daun semanggi ini. Well, di penghujung acara makan es mereka, Luke memberi Deirdre sebuah kunci kecil, tebal, bergaya kuno dan setitik karat di salah satu isinya. Deirdre menerimanya walaupun ia tidak tahu itu kunci apa.

Setibanya ia dirumah, suasana sudah cukup ramai. Kemarin ultah Deirdre dan hari inilah perayaannya. Ternyata neneknya juga datang. Tapi lagi-lagi ada hal yang aneh namun Deirdre tidak menyadarinya. Nenek Deirdre bertemu dengan Luke dan anehnya wajah Luke terlihat sedih dan terintimidasi sementara neneknya terlihat marah dan tidak suka pada Luke. Kalau spekulasiku sih nenek Deirdre ini tahu siapa Luke sebenarnya dan beliau punya kekuatan melihat peri, seperti yang kemudian juga dimiliki oleh Deirdre. Nenek Deirdre menyuruh Luke pergi dan Luke dengan patuh dan sedih pergi dari rumah Deirdre. Deirdre sedih dan marah pada neneknya atas kepergian Luke. Namun kemudian neneknya ini memberinya sebuah hadiah ultah berupa cincin yang sudah turun temurun dipakai. Saat itu juga aku langsung menebak, kurasa itu cincin penangkal peri jahat😛 hhaha.. Seenak hati main tebak..

Nah, setelah neneknya masuk ke rumah, gantian James ─sahabat baik dan satu-satunya teman yang ia punya─ datang. Akhirnya Deirdre bercerita tentang Luke dan neneknya dan pemberian mereka masing-masing, kunci dan cincin. James berkomentar bahwa ini aneh, kedua benda itu terbuat dari besi sedangkan besi dianggap sebagai penangkal makhluk supranatural yang jahat. Kemudian James teringat pada cerita Deirdre  tentang percobaan Deirdre menggerakkan daun, keduanya pun mencoba melakukan percobaan kecil itu yang lantas membuat James berkesimpulan bahwa Deirdre memiliki kekuatan telekinetis.

Saat memasuki bagian kedua dari buku, Deirdre mulai menyadari apa dirinya sebenarnya. Dengan bantuan Luke, ia mulai mengetahui sedikit banyak tentang peri dan ia jadi tahu bahwa ada bahaya yang mengancamnya. Ada yang ingin menculiknya, dan membunuhnya. Namun sayang suatu pagi Deirdre menemukan kenyataan pahit. Ia mendengar seseorang bicara dengan Luke dan ternyata orang yang diperintahkan untuk membunuh dirinya adalah Luke sendiri. Cowok yang semakin hari semakin mengisi hatinya.

Hari itu Deirdre menjalani harinya tanpa semangat. Ia harus mengisi acara musik di sebuah pesta pernikahan yang untungnya berjalan lancar walaupun sebelumnya ia harus menjalani ritual muntah sebelum manggung dan ia kehilangan cincin pemberian neneknya karena jatuh di saluran wastafel. Saat menunggu jemputan dari sang nenek, ia mendapat serangan dari seekor kucing raksasa supranatural dan mendapat beberapa luka cakar dan memar. Untung Luke menyelamatkannya. Secara tidak langsung ini memang salah Deirdre karena tidak memakai sebuah besi pun di tubuhnya. Sebelum turun dari mobil ibunya tadi, ia terpaksa melepas kalung berbandul kunci besi pemberian Luke karena ibunya tidak suka Deirdre memakai kalung itu. Akibatnya karena tanpa pertahanan sama sekali, ia pun diserang.

Di rumah neneknya ia membersihkan luka dan saat sedang bosan menunggu neneknya yang sibuk di sanggarnya untuk membuat sebuah ramuan, James datang menyelamatkannya dari kebosanan. James mengajaknya makan malam dan saat James menceritakan tentang ciri-ciri cewek yang disukainya, saat itulah Deirdre sadar bahwa ia bisa ‘melihat’ pikiran James. Dan sayangnya ciri-ciri cewek yang di deskripsikan James berbeda dengan yang di pikirkan James. Dalam pikiran James, Deirdre melihat gambaran dirinya sendiri. Aiih.. Sudah pasti cinta segitiga niih.. Diam-diam James suka Deirdre sementara Deirdre lagi cinta mati sama Luke. Ckck.. Tapi yang pasti, Ibu dan Nenek Deirdre tidak suka dengan hubungan Deirdre dan Luke. Ternyata, nenek Deirdre mengenali Luke karena dua puluh tahun yang lalu ia pernah melihat Luke dan Luke sedang mengganggu Delia, bibi Deirdre yang menyebalkan. Dan kata nenek Deirdre, wajah Luke nggak berubah sama sekali! Wow.. Kayaknya mimpi Deirdre memang benar, bahwa Luke sudah berumur seribu tiga ratus empat puluh delapan tahun! Hheheh.. Suka-suka pengarang lah mau kasi umur Luke berapa.. Tapi ini mantap kali, lewat dari seribu tahun oey.. Nggak sanggup aku ngebayanginya, udah ngapain ajaaa ya dengan waktu hidup selama itu😉

Well, dini hari, sekitar pukul dua Deirdre terbangun dari tidurnya dan mendapati Luke di luar jendelanya. Mereka pun pergi keluar rumah dan sekali lagi Deirdre bertanya tentang siapa Luke sebenarnya, dan lagi-lagi juga Luke menjawab bahwa dia tidak bisa memberitahu, tidak pada dia, tidak pada siapapun. Tapi Deirdre punya ide, kalau Luke tidak bisa memberi tahunya, biar Deirdre yang mencari tahu lewat pikiran Luke. Ya. Deirdre melihat pikiran-pikiran Luke dan Luke mengizinkan. Kemudian Deirdre menemukan fakta yang membuatnya marah, sedih, dan kecewa. Bukannya seks liar, atau obat-obatan terlarang, atau koleksi mammoth dalam poster Britney Spears yang ditemukan dalam kepala Luke, melainkan gambaran-gambaran kematian. Bukan hanya kematian, tapi juga pembunuhan. Ternyata Luke bukan peri baik, melainkan pembunuh. Dari pikiran Luke, Deirdre banyak melihat korban-korban Luke yang manusia. Deirdre marah pada Luke dan keheningan mengiringi perjalanan kembali mereka ke rumah Deirdre. Sayangnya, beberapa meter dari rumah, mereka di hadang oleh Eleanor, wanita rupawan yang sebelum juga pernah bertemu dengan Deirdre dan Luke di resepsi tempo hari dan Luke  menunjukkan sikap takut namun juga menantang pada Eleanor. Seperti hal nya kali ini. Dan sekarang Luke bertindak sebagai pelindung Deirdre karena Eleanor sempat ingin menyentuh Deirdre namun untungnya cewek itu mengenakan kalung kuncinya. Dan saat inilah momen yang menurutku cukup romantis.

                “…Katakan kepadanya…Katakan aku tidak sanggup melakukannya dan aku memohon maaf kepadanya.

                Eleanor tampak kebingungan, “Kau tidak bisa membunuh gadis ini? Mengapa?

                “Aku mencintainya.

Ooh, tentu saja lutut Deirdre langsung lemas. Luke secara tidak langsung menyatakan perasaannya padanya sih. Eleanor yang mendengar pengakuan itu dengan senang hati pergi dan akan menyampaikan pesan Luke pada ‘bos’ nya, sang Ratu. Namun ternyata ia sempat mengambil energi Deirdre hingga cewek itu tiba-tiba merasa sangat lelah dan mengantuk. Sesampainya di rumah pun ia langsung tertidur pulas.

Hari berikutnya James ternyata terus meneleponnya. Entah kenapa ia punya firasat nenek Deirdre sedang dalam masalah. Benar saja, saat ia turun dan bertemu dengan ibunya dan Delia, mereka sedang akan kerumah sakit karena neneknya jatuh atau semacamnya. Tapi Deirdre tidak percaya. Saat akan berangkat kerja, Luke menelepon Deirdre dan bercerita, rupanya selama ini ia tidak bisa mengatakan apapun kepada Deirdre perihal kehidupannya karena saat akan melakukannya Luke pasti akan merasa kesakitan dan lehernya seperti di cakar sedangkan ia sendiri tidak tahu cara untuk menghentikannya. Makanya lebih baik ia mengindarinya selama ini. Ia hanya meminta Deirdre untuk memperhatikan isi pikiran Luke dengan seksama dan menemukan sesuatu yang dapat membantah segala tindakan yang telah Luke lakukan selama ini. Yah, semacam pembelaan lah🙂

Di Dave’s Ice, tempat kerja Deirdre, ia didatangi oleh Aodhan, cowok beraroma herbal yang juga ditemukan Deirdre di dalam ingatan Luke. Untung ada James yang datang dengan memanggul sekop (kurasa karena sekop ini satu-satunya barang berbahan besi yang ditemukan James. Hha..). Aodhan pergi. James membawa Deirdre ke rumah sakit menjenguk neneknya. Ternyata nenek Deirdre memang diserang Mereka (dibuku ini peri-peri jahat di sebut dengan ‘Mereka’), dan kini beliau koma. Karena Deirdre setelah itu ada jadwal mengisi acara pernikahan sementara James ada acara dan tidak bisa mengantarnya, akhirnya Luke yang menjemput Deirdre di rumah sakit. Saat di rumah untuk mengambil harpa, Luke mendapat serangan batin. Dadanya merasa kesakitan dan dengan kekuatannya, Deirdre dapat melihat seseorang membakar sayap burung merpati di dada Luke. Nah, kurasa inilah saatnya menghubungkan dengan cerita di bagian prolog😀

Setelah kondisi Luke membaik, mereka pun berangkat ke acara nikahan itu, tapi setibanya di sana ternyata masih sepi sekali. Deirdre dan Luke pun berlatih dengan harpa dan flute mereka. Mereka berkolaborasi. Lalu muncullah Brendan dan Una, dua peri berwarna hijau yang memegang biola dan gendang kecil. Mereka mengenal Luke, begitu juga sebaliknya. Namun Luke tidak mau menurunkan tamengnya, ia tetap berusaha melindungi Deirdre sekalipun pada peri yang ia kenal baik ini. Tapi dari kedua peri baik ini Deirdre jadi tahu tentang Luke dan bagaimana hubungan Luke dengan Sang Ratu. Dan teman-teman, saat ini lah muncul adegan yang cukup membuat sedih dan pilu. Kasihan Luke. Well, saat Deirdre dan Luke sedang berciuman, muncullah si pemilik rumah. Ia kaget melihat Deirdre di sini karena ternyata pesta baru akan diadakan minggu depan. Ya ampuun..

Saat Deirdre makan malam bersama Luke, Ibunya menghubungi dan menyuruh Deirdre segera pulang. Tenyata nenek Deirdre meninggal. Tanpa Deirdre tau ternyata James juga sedang mengalami bencana. Ia kecelakaan dan mobilnya hancur sementara tubuhnya belum ditemukan. Padahal malam itu tiga jam sebelum ia pulang kerumah James mengiriminya SMS yang sangat singkat, ‘d. I love u.Well, gimana nggak bikin hati bersedir cobaa?? Tapi entah kenapa Deirdre digambarkan seperti mati rasa. Entah itu saat mendengar kabar neneknya, atapun kabar James keesokan harinya. Ia seperti tidak punya emosi sedih, takut, cemas, atau apa. Yang jelas, ia yakin kalau James masih hidup. Dengan bantuan Sara, teman kerjanya, ia pergi ke lokasi kecelakaan James. Ia bertekad untuk mencari James, kemanapun. Sayangnya, apa yang ditemuan disana tidak hanya bukti akan menghilangnya James, tapi juga Luke. Ia menemukan barang-barang Luke diantara cipratan-dipratan darah, bahkan juga ponsel yang masih saja Deirdre coba hubungi namun tidak pernah diangkat, ponsel Luke. Dengan petunjuk dari Una, Deirdre mencari jalan untuk menyelamatkan sahabat dan kekasihnya.

Ada beberapa hal yang aku kurang suka dengan buku ini, kadang aku dibikin bingung dengan perubahan setting dan alur. Pernah suatu ketika saat Deirdre sedang berdiam diri dan sebuah flashback terjadi tapi aku nggak menyadari kalau ternyata adegan itu flashback, karena itu aku harus membalik lagi untuk membaca ulang. Hhe.. Kurasa aku harus lebih ekstra konsentrasi mengingat ada saat dimana buku ini  memakai sistem teka-teki karena ketidak mampuan Luke bercerita tentang sesuatu menyangkut dirinya dan upaya Deirdre untuk menebaknya. Aku jadi ngerasa lemot disini. Hhaha..

Well, selain beberapa salah ketik di sana-sini, kurasa overall novel ini patut di pertimbangkan kok. Kalau aku bilang sih ceritanya lumayan bagus, romansa antara Deirdre dan Luke juga cukup menarik. Hanya saja aku merasa belum mengenal karakter Deirdre Monaghan dengan baik. Semoga novel berikutnya bisa memberi lebih banyak warna buat karakter Deirdre. Dan satu lagi, menurut pendapat pribadiku sih cover novel ini kurang menarik😉 Mengingat bahwa cover adalah daya tarik tersendiri buat sebuah buku, kurasa buku satu ini harus benar-benar mengandalkan sinopsisnya agar seseorang tertarik untuk  membacanya. Atau mungkin juga dengan beberapa endorsement alias pendapat dari nama-nama orang ternama seperti Richelle Mead, penulis Vampire Academy yang kebetulan di cantumkan di halaman cover. Tapi sayangnya pihak Ufuk salah mengetik namanya, yang seharusnya Richelle Mead tertulis Rachelle Mead. Hhe..

COVER BARU (NC)

Ratingku buat novel ini : 7,4


 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2011 in Fairies

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: