RSS

Ingo 3 – The Deep

05 Aug

  • Pengarang               :    Helen Dunmore
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2007
  • Cetakan                   :    Januari 2010
  • Tanggal Beli             :    8 Januari 2010

Petualangan Sapphire dan kakaknya, Conor, di dunia bawah laut masih berlanjut. Banjir dahsyat telah menerjang batas-batas antara dunia manusia dan Ingo, dan sekarang, jauh di dasar laut sana, sesosok monster menggeliat bangun dari tidurnya. Menurut legenda bangsa Mer, hanya mereka yang berdarah campuran Mer dan manusia yang bisa menjinakkan monster ini. Sapphy harus kembali ke Dasar Laut, dengan bantuan ikan paus sahabatnya, untuk berhadapan dengan makhluk menakutkan itu. Tetapi Conor dan sahabat Mer-nya, Faro, tidak mau membiarkan Sapphy pergi tanpa mereka…

Review :

Pasca bencana tsunami di St. Pirans, Sapphy, Conor, dan Ibunya terpaksa kembali lagi ke Senara, ke pondok kecil mereka. Sapphy sangat senang ternyata ada dampak positif yang diberikan bencana itu padanya. Banjir telah merusak rumahnya di St. Pirans hingga tidak layak huni lagi, itulah kenapa ibunya terpaksa membawa kedua anaknya kembali ke Senara sedangkan keluarga Fortune yang menyewa pondok itu akhirnya menyewa pondok lain di dekat rumah Sapphy. Bahkan Gloria Fortune dengan baik hati mengunjungi dan membawa makanan ke rumah Sapphy pada hari pertama Sapphy dan keluarganya kembali. Sekarang, Roger, pacar ibunya juga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Sapphy. Walaupun Sapphy membencinya karena merasa perlahan Roger semakin menempati posisi ayahnya baik di hati ibunya maupun di rumahnya, Sapphy tidak bisa lama-lama marah pada lelaki itu. Tuh kan apa ku bilang sebelumnya (di review buku sebelumnya, maksudku), Roger tu emang baik banget! Dia bahkan sering meyakinkan Jennie, ibu Sapphy, untuk mulai melepas kedua anaknya karena mereka sudah cukup besar dan bertanggung jawab. Roger juga meminta agar Jennie jangan terlalu mengekang anak-anaknya. Aduh, baiknya orang ini, kubilang. Sapphy tahu tentang obrolan ini pun bukan karena Roger melakukannya di depan kedua bocah ini, tapi karena seringkali tidak sengaja Sapphy mendengar Roger membela hak-hak kedua bocah ini dibelakangnya, saat hanya mengobrol dengan Jennie. Sapphy pun berhenti membencinya, walaupun sayangnya terkadang rasa benci itu muncul lagi. Well, dia belum bisa menerima kehadiran Roger secara utuh di dalam kehidupannya😉

Suatu hari di bulan April, tiga bulan setelah kepindahannya kembali ke Senara, Faro mengajaknya untuk menghadiri sebuah Rapat Besar. Namun rupanya perjalanan ke tempat Rapat Besar diadakan sangatlah berbahaya. Dan lagi sikap Faro sangat aneh. Ia seperti tidak nyaman dan cemas, selalu melihat ke sekeliling seolah ada yang mengawasi mereka. Mereka bahkan bertemu dengan Makhluk Capit ─wanita yang sangat cantik namun memiliki kaki berupa capit tunggal dan memburu mereka untuk dimangsa. Setelah terlepas dari kejaran Makhluk Capit, mereka masih harus menjalani beberapa rintangan lagi untuk mencapai balairung Rapat Besar.

Sesampainya mereka di balairung, mereka telah dinantikan oleh ribuan kaum Mer yang terkumpul jadi satu. Rupanya bener-bener Rapat Besar. Hhe.. Nah, disini kita dikenalkan dengan tokoh-tokoh baru. Ada Morlader yang tadi menjemput Faro dan Sapphy di teluk. Lalu ada Ervys, paman Morlader dan pemimpin rapat ini. Ervys ini semacam tokoh antagonisnya. Kurasa ia tidak menyukai segala macam yang berhubungan dengan Saldowr. Yah, yang jelas pertemuan ini banyak mengulas tentang keberhasilan Sapphy yang pernah selamat dari Dasar Laut. Dan juga membicarakan tentang kondisi Saldowr yang bisa dibilang sedang sekarat walaupun Faro sebagai murid dan penerus ─scolhyk dan holyer─ Saldowr menolak mengakui bahwa Shaldow sedang bersiap untuk ke Limina, tempat dimana kaum Mer siap untuk menjemput ajal. Huft.. Untungnya ketegangan antara Faro dan Ervys pun lewat. Kini kembali ke topik utama Rapat Besar ini. Ternyata ada makhluk penghuni Dasar Laut bernama Kraken yang selama ini tertidur nyenyak, tiba-tiba terbangun. Hhe.. Kayak apa aja🙂 Nah, intinya adalah, makhluk ini sangat berbahaya dan kaum Mer sedang mendiskusikan tentang bagaimana caranya untuk ‘menidurkan’ Kraken lagi. Memang ada sebuah legenda, bahwa mereka harus mengorbankan seorang anak laki-laki dan perempuan untuk dilahap Kraken, barulah ia tidur lagi. Tapi ini hanyalah legenda. Selain itu juga ada cerita tentang seorang bernama Mab Avalon yang juga berhasil masuk ke Dasar Laut dan ‘menidurkan’ Kraken lagi, sehingga namanya sangat dihormati karena ia membawa kedamaian pada Ingo. Kejadian ini sudah lima puluh  generasi yang lalu, tapi sejauh ini yang mereka tahu sebatas bahwa Mab Avalon ini adalah seorang berkaki belah, seperti halnya Sapphy.

Akhirnya Sapphy tahu apa maksud pertemuan ini. Mereka ingin minta tolong pada Sapphy untuk kembali masuk ke Dasar Laut dan menenangkan Kraken. Akhirnya Sapphy memutuskan bahwa ia membutuhkan waktu untuk berkonsultasi dulu dengan Saldowr. Sebenarnya Ervys berang karena Saldowr masih dibutuhkan di sini. Namun ia tidak bisa menyangkal keputusan dari kaum Mer, yang jelas-jelas memberikan kesempatan pada Sapphy sebelum gadis ini memutuskan untuk membantu kaum Mer, membantu Ingo, atau tidak. Setelah pertemuan, Elvira menghampiri Sapphy dan menitipkan sebuah jimat berupa ukiran berbentuk manusia kecil untuk Conor. Sapphy pun menerima jimat itu.

Sekembalinya Sapphy ke rumah, ia baru sadar bahwa ia meninggalkan rumah lebih dari sehari. Beruntung saat kembali, kondisi rumah sedang kosong. Ia menelepon Conor dan kakaknya ternyata masih ada di rumah Rainbow dan Patrik untuk membantu membenahi rumah mereka yang rusak karena terjangan tsunami. Kakak yang baik. Karena tahu apa ─atau tepatnya kemana─ Sapphy pergi, dan tidak ingin membuat ibunya cemas karena menghilangnya Sapphy, Conor berbohong kalau ia dan Sapphy menginap di rumah Rainbow di St. Pirans. Pew.. Dalam perjalanan ke St. Pirans untuk menemui Conor, Granny Carne menghadangnya. Mereka mengobrol sebentar lalu Granny Carne memberinya sebuah jimat berupa beri-beri rowan. Hha, lucu.. Sapphy yang dominan kaum Mer malah mendapat jimat Udara sedangkan Conor yang dominan unsur Udara malah mendapat jimat kaum Mer. Tapi Granny Carne berpesan pada Sapphy agar membawa jimat kemanapun ─kemanapun─ ia pergi dan jangan memberitahu siapapun mengenai jimat ini, bahkan Conor.

Nah setelah bertemu dengan Conor, Sapphy pun bercerita mengenai Rapat Besar itu. Tapi sayang kakaknya itu sedang terlalu terpesona pada jimat yang diberikan Elvira padanya sehingga membuat Sapphy jengkel setengah mati. Hari berikutnya mereka pulang kerumah. Dari pembicaraan demi pembicaraan, akhirnya Sapphy menyadari ada perubahan pada ibunya. Kini ibunya tidak tampak tirus lagi, tapi tampak lebih bahagia. Sapphy tahu bahwa sebagian besar penyebabnya adalah kehadiran Roger. Tapi eh, ternyata sebenarnya Roger tahu kalau ada sesuatu yang disembunyikan Sapphy dan Conor lhoo.. Tapi baiknya dia, dia nggak memaksa mereka untuk bercerita dan tidak mencari tahu apa itu hal yang disembunyikan kakak beradik ini. Intinya, ia tetap menjaga privasi kedua bersaudara ini, walaupun sebenarnya ia sangat ingin bisa masuk dan menjadi bagian dari keluarga kecil ini.

Well, akhirnya sudah saatnya Sapphy dan Conor kembali berpetualangan. Bersama Faro, mereka masuk ke dalam kuatnya lontaran-lontaran arus untuk menemui Saldowr. Disini ia kembali bertemu dengan paus keibuan yang sebelumnya pernah menyelamatkannya dari Dasar Laut. Astaga. Aku suka banget sama paus ini. Manis, ramah, dan sangat hangat🙂 Setelah Sapphy menyampaikan permintaan tolongnya, akhirnya si paus pun dengan senang hati membantu Sapphy, Conor dan Faro menuju Dasar Laut. Uhm, ada yang lucu di bagian ini, saat Elvira datang untuk merawat luka-luka Saldowr akibat bencana Simpul Ombak yang lalu. Perhatian Conor terus terpusat pada Elvira, Sapphy jengkel dan cemburu karena kakaknya ‘nyuekin’ dia. Faro paham apa yang sedang dirasakan Sapphy dan ia hanya bisa tersenyum menggoda melihat tingkah ketus Sapphy pada Elvira. Hhaha.. Selesai mereka melakukan persiapan, berangkatlah mereka ke Dasar Laut. Wow. Petualangan yang menarik. Tapi tentunya kalian udah menebak kan kalau mereka pasti berhasil melawan Kraken. Bahkan dengan cara yang cukup lucu😉

Sekembalinya mereka ke dunia manusia, rupanya masalah tidak berhenti di situ saja. Kini Sapphy harus menghadapi kenyataan hidup bahwa Roger dan Ibunya memutuskan untuk tinggal di Australia dan akan membawa Conor serta dirinya. Sapphy bingung, marah, dan sedih. Ia baru saja kembali ke rumahnya, ke teluknya, dan sekarang ia harus meninggalkannya lagi? Meninggalkan gerbang utama ke Ingo? Sapphy semakin bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.. Padahal ia sangat ingin mengikuti Penyeberangan Ingo juga. Astaga. Hanya sebuah keajaiban yang bisa membuat ibunya mengabulkan keinginannya untuk tinggal di sini sementara yang lainnya tetap pergi ke Australia.. Ia tidak sanggup harus jauh dari rumah, teluk, lingkungan yang ia kenal, dan yang terutama, jauh dari Sadie, anjing kesayangannya..

Ratingku buat novel ini : 8

 
2 Comments

Posted by on August 5, 2011 in Mermaids

 

2 responses to “Ingo 3 – The Deep

  1. siti

    November 6, 2013 at 10:50 pm

    paus itu bukannya lumba-lumba ya?

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: