RSS

Sookie Stackhouse 3 – Dead To The World

03 Aug

  • Pengarang        :    Charlaine Harris
  • Genre               :    Fantasy, Drama
  • Tebal                :    462 hlm ; 18 cm
  • Penerbit            :    Esensi
  • Harga               :    77.000 IDR
  • Pertama terbit   :    4 Mei 2004
  • Cetakan            :    2010
  • Tanggal Beli      :    18 September 2010

Tidak setiap hari kau berpapasan dengan seorang pria setengah telanjang di pinggir jalan. Itulah kenapa Sookie Stackhouse, sang pelayan bar, tidak melewatkannya begitu saja. Ternyata, pria yang malang itu mengalami amnesia. Dialah Eric si vampir, tapi sekarang ia adalah Eric yang lebih baik hati serta lemah lembut. Dan Eric yang ketakutan, karena siapa pun yang menghapus ingatannya sekarang berniat membunuhnya. Penyelidikan Sookie untuk mengetahui siapa dalang dari semua itu mengantarnya ke tengah pertempuran antara penyihir, vampir, dan werewolf. Tapi, bahaya yang lebih besar justru mengancam hatinya, karena versi Eric yang berbeda ini sulit sekali untuk ditolak….

Review :

Sudah satu minggu sejak peristiwa penculikan Bill oleh sekelompok vampir di Mississippi dan salah satu anggota kelompok itu adalah Lorena, mantan kekasih Bill. Namun sejak itu Bill dan Sookie tidak pernah saling bicara hingga suatu hari Sookie menemukan surat yang ditulis Bill dan mengijinkan Bill untuk masuk kerumahnya ─vampir harus mendapat undangan untuk bisa masuk ke rumah seseorang. Mereka ngobrol dan Bill menjelaskan perihal kejadian yang lalu, yang mana ia mencampakan Sookie untuk kembali pada mantan kekasihnya, Lorena. Hati Sookie sangat sakit, namun ia bertahan. Beberapa saat kemudian, Bill berpamitan. Bill akan pergi ke Peru atas tugas yang diberikan oleh Ratu Lousianna untuknya. Yah, inilah akhir hubungan Bill dan Sookie.

Hari berganti dan perayaan Tahun Baru akhirnya selesai. Merlotte’s sangat ramai pengunjung untuk merayakan Tahun Baru bersama. Saat Sookie pulang pagi itu setelah selesai memberesi Merlotte’s, diperjalanan ia melihat seseorang yang berjalan hanya mengenakan Jins. Sookie menghampirinya dan ia kaget karena ternyata itu Eric. Yang mengherankan, Eric tidak mengenali Sookie dan ia juga menunjukkan paras takut pada Sookie. Bahkan Eric yang selama ini selalu tampil percaya diri kini tampak bingung dan linglung. Karena kasihan, Sookie pun mengajak Eric pulang kerumahnya. Kemudian ia menghubungi Fangtasia yang ternyata sedang terjadi huru-hara. Pam meminta Sookie untuk menampung Eric sementara karena saat itu matahari pagi akan menjelang beberapa jam lagi. Eric kemudian ‘tidur’ di kamar rahasia buatan Bill dulu.

Sore hari menjelang senja, kakak Sookie berkunjung. Ia kemudian kaget saat melihat sosok Eric yang baru saja terbangun dari tidur siangnya. Sookie minta tolong Jason untuk membeli beberapa botol TrueBlood dan pakaian ganti buat Eric. Sekembalinya Jason dari Wal-Mart ia mendapati Pam dan Chow di rumah Sookie. Awalnya timbul ketegangan saat Jason muncul, tapi menurutku situasi ini agak lucu, karena memang kadang-kadang ada bumbu lelucon yang disajikan oleh Charlaine Harris untuk novel serinya. Jadi nggak bakal membosankan dan karena cerita juga beralur cepat, maka semakin asik buat mengikuti seri Sookie Stackhouse ini🙂

Well,  akhirnya Pam pun bercerita tentang asal mula kejadian Eric amnesia. Rupanya ada sekelompok penyihir yang datang ke kota dan mereka ingin mengambil alih usaha Eric atau setidaknya Eric harus membayar upeti kepada mereka kalau tidak ingin diganggu. Ternyata penyihir juga manusia, butuh duit😛 Nah, awalnya pemimpin sekte ini yang bernama Hallow melakukan penawaran. Sayangnya ia kemudian ‘bernafsu’ pada Eric. Ia meminta agar Eric mau menemaninya selama tujuh hari dan sebagai balasannya ia hanya akan mengambil seperlima dari bisnis Eric, alih-alih setengahnya. Namun ternyata Eric menolak tawaran itu dengan mengunakan istilah-istilah yang cukup menghina. Hallow marah dan memutuskan untuk mengutuk Eric. Wew, Eric yang saat itu ikut mendengarkan kisah ini juga ikut meringis. Ia sama sekali tidak ingat dengan kejadian apapun dan juga pada siapapun. Bahkan saat mendengar cerita ini Eric duduk bersila di lantai dan memeluk kaki Sookie ─yang duduk di sofa─ dengan erat. Ya ampuuun.. Eric pokoknya di gambarkan kaya anak kecil yang ketakutan dengan lingkungannya dan hanya mempercayai Sookie. Hhihi..

Jadi, karena keadaan belum terlalu membaik, ditambah lagi dengan pengumuman yang tersebar di kota tentang orang hilang dan menawarkan uang sebesar lima puluh ribu dolar sebagai imbalan menemukan Eric, Pam akhirnya meminta Sookie dan Jason untuk menampung, merawat, dan menjaga Eric sementara waktu. Tentu saja dengan imbalan yang lumayan tinggi. Dan tentu saja ini bukan inisiatif Sookie. Jason lah yang melakukan penawaran dan mau nggak mau Sookie jadi punya tanggung jawab seorang bayi gede’. Hhe.. Eric jadi manis banget waktu amnesia gini. Jadi bener-bener kayak anak kecil yang polos😀

Pagi hari berikutnya Sookie mendapat telepon dari Catfish, bos Jason yang bertanya tentang keberadaan Jason. Rupanya Jason tidak berangkat kerja, setelah di cek, mobilnya ada di depan rumah, kunci masih tergantung dan pintu mobil dalam posisi terbuka. Sookie jadi cemas dengan keberadaan abangnya yang menghilang itu. Seharian ia terpaksa meninggalkan Eric yang sedang tidur dan pergi kesana kemari untuk mencari informasi tentang keberadaan Jason karena polisi belum mau mengambil tindakan atas laporan Sookie. Pertama, ia pergi kerumah Jason, lalu ke tempat Tara ─sahabat SMAnya. Di tempat Tara ia berkenalan  pertama kali dengan Claudine ─yang nanti kebelakangnya bakal cukup berperan. Ia bahkan pergi mengunjunggi Holly atas saran Tara. Holly ternyata seorang Wiccan, penyihir yang menganut suatu ajaran (kepercayaan Pagan). Holly memberi Sookie cukup banyak informasi walaupun ia sendiri sangat ketakutan. Sebenarnya Sookie mendapat informasi ini secara tidak langsung, yaitu dengan membaca pikiran Holly. Kadang kelebihan Sookie ini bisa sangat berguna😉

Ternyata sekte penyihir yang dipimpin Hallow adalah penyihir-penyihir yang mempraktikan sihir gelap,  peminum darah vampir dan sebagian dari mereka adalah Werewolf. Holly memperingatkan Sookie untuk menjauhi mereka, namun tentu saja Sookie tidak menuruti saran itu. Karena waktu masih tengah hari Sookie memutuskan untuk pergi ke Shreveport untuk menemui Carla Rodriguez, mantan pacar Jason. Tapi ia tidak mendapat petunjuk apapun. Ia pun kemudian pergi ke Fangtasia, Bar milik Eric. Ia tahu kalau masih siang gini nggak ada seorang vampirpun. Tapi yang mengejutkan ia malah menemukan dua karyawan Fangtasia dalam kondisi kaki tertekuk kebelakang karena disihir dan salah satunya sudah meninggal. Setelah mendapat informasi dari salah seorang yang masih hidup, ia lalu menghubungi polisi dan segera pergi meninggalkan TKP. Tanpa sadar ia berkendara tanpa tujuan dan tersesat di kota asing itu. Saat itulah ia menghubungi Alcide Herveaux, dan lelaki werewolf itu membimbing Sookie ke alamat kantornya. Sekedar informasi, Sookie pernah terlibat asmara singkat dengan Alcide dimana hubungan mereka ini menyulut amarah dari mantan tunangan Alcide yang pencemburu, Debbie Pelt. Tapi Debbie ini emang nyebelin sih orangnya😉

Oke, perjalanan Sookie berlanjut. Setelah ia bercerita pada Alcide tentang informasi yang ia punya, bahwa ada penyihir yang seorang Were dan peminum darah vampir, Alcide pun membawa Sookie kepada packmaster nya ─packmaster atau pack adalah pemimpin sekawanan werewolf untuk suatu daerah tertentu. Kolonel Flood, si packmaster, mendengarkan cerita Sookie dan ia segera memerintahkan kelompok pelacak untuk melacak keberadaan para penyihir. Ternyata ia sedang mempertanyakan kredibilitas wakilnya sendiri karena si wakil ini tidak hadir dalam suatu pertemuan kelompok, jadi ada kamungkinan si wakil ─Adabelle─ juga terlibat dengan sekte penyihir ini.

Sebelum mengantar Sookie kembali ke mobilnya yang ia tinggal di kantor Alcide, Alcide dan Sookie  mampir ke rumah dan butik Adabelle. Sayangnya hari itu adalah hari menemukan mayat bagi Sookie. Alcide dan Sookie menemukan Adabelle sudah tak bernyawa dengan tubuh yang tercincang. Dan dari hasil penyelidikan sementara polisi ternyata potongan-potongan tubuh itu berasal dari dua orang. Dugaan sementara Sookie dan Alcide, Adabelle berhasil melawan seorang penyihir sebelum penyihir lain membunuhnya dan karena potongan tubuh tercampur, penyihir yang lain itu kesulitan membawa pergi tubuh temannya. Setelah pihak kepolisian melepaskan Sookie dan Alcide yang merupakan saksi penemuan, Sookie segera kembali ke Bon Temps karena hari sudah cukup sore dan ia ingin kembali sebelum Eric bangun dan ketakutan karena tidak menemukan Sookie di rumah.

Di perjalanan pulang Sookie bertemu dengan Hoyt Fortenberry, sahabat Jason. Hoyt mengungkapkan kecurigaannya bahwa bisa jadi Jason ada di rumah cewek yang dikencani Jason malam tahun baru kemarin. Crystal Norris, seorang shapeshifter yang tinggal di Hotshot. Dengan informasi dari Sam, bosnya di Merlotte’s, hari berikutnya Sookie pun pergi ke Hotshot. Ia langsung kerumah Crystal dan menemuinya. Saat itulah muncul Calvin Norris, paman Crystal yang tegas dan rupanya semacam packmaster di Hotshot. Hotshot adalah sebuah komunitas were dimana mereka memiliki kebiasaan inses (kawin dengan keluarga). Setelah mendapatkan informasi dari Crystal, Sookie berpamitan dan yang mengejutkan Calvin ternyata tertarik pada Sookie dan dengan sopan menanyakan apakah Sookie mau menjadi ibu dari anak-anaknya, karena Sookie akan menjadi induk yang baik. Yah, intinya sih Hotshot memerlukan sebuah darah baru untuk keturunan mereka karena dengan kebiasaan inses ini kekuatan kelompok ini semakin menurun. Hhe.. ada-ada aja..

Sore harinya ia bekerja di Merlotte’s. Saat itulah muncul seorang wanita cantik dan laki-laki tampan yang ingin meminta ijin untuk memasang poster perihal menghilangnya Eric. Sookie langsung tahu kalau perempuan itu adalah Hallow dan adiknya. Mereka bertanya pada Sookie dan Sam tentang seorang vampir yang tinggal di Bon Temps, Bill Compton tentu saja, dan mereka menanyakan alamat Bill. Rumah Bill dan Sookie hanya dipisahkan dengan sebuah kuburan. Itulah kenapa Sookie cemas kalau kedua penyihir ini bakal mampir ke rumah Sookie sementara Eric ada dirumah. Setelah keduanya pergi, Sam mengizinkan Sookie pulang. Ternyata Eric sudah menantikannya di rumah. Saat mendengar peringatan Sookie dan perintah Sookie untuk bersembunyi, sifat keras kepala dan harga diri Eric yang asli muncul. Ia malah menggendong Sookie melintasi pekuburan dan bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Benar saja, di depan rumah Bill sedang ada dua penyihir itu. Si penyihir cowok merasakan ada seseorang disitu, lalu iapun berubah wujud menjadi serigala. Saat keberadaan Sookie mulai terancam, muncul serigala-serigala lain yang menolong Sookie. Sayangnya ada satu serigala yang berhasil di tabrak Hallow dengan mobilnya dan serigala wanita itu terluka parah. Setelah Hallow dan saudaranya pergi, Sookie membawa serigala yang sudah berubah menjadi gadis bernama Maria-Star ini kerumah sakit. Ternyata para serigala itu adalah kawanan Kolonel Flood.

Sepulang Sookie dari rumah sakit, ia sangat kelelahan dan hampir tertidur di mobil. Beruntung ada Claudine yang tiba-tiba muncul dan duduk di samping Sookie, dan membangunkan Sookie sebelum terjadi kecelakaan. Ternyata Claudine adalah seorang peri dan semacam pelindung Sookie saat ia dalam bahaya. Kenapa baru muncul sekarang?? Padahal sebelum-sebelumnya Sookie selalu terlibat dalam bahaya. Hhe.. Yah, pokoknya setelah itu mereka pergi ke Merlotte’s yang tampaknya sekarang menjadi tempat perkumpulan para makhluk supranatural. Ada Sam, Alcide, Kolonel Flood dan kawanannya, Eric, Pam, Chow dan seorang vampir lain, dan sekarang ada si peri Claudine yang berhasil menarik perhatian mereka semua dengan pesonanya padahal saat itu Sookie sungguh tidak berniat lagi buat melakukan hal lain karena ia sangat kelelahan dan ingin tidur. Inilah yang aku suka dari novel ini. Seiring dengan perjalanan waktu selalu ada adegan yang terjadi dan terjadinya pun tidak penuh basa-basi alias disampaikan dengan cepat dan lugas. Baca buku ini bener-bener kayak nonton film..

Hari berikutnya, polisi datang dan mengabari tentang jejak darah dan kaki binatang sejenis panther di rumah Jason. Hari itu juga warga Bon Temps melakukan pencari bersama-sama ke dalam hutan belakang rumah Jason untuk mencari jejak Jason karena mereka menduga Jason diserang panther itu dan dibawa ke dalam hutan. Saat itu Sookie satu tim dengan Calvin, Crystal, dan Felton Norris. Sayangnya Crystal diserang babi hutan dan Calvin dan Felton hampir saja kelepasan dengan berubah wujud akibat bahaya yang mengancam. Inilah dimana ia melihat keanehan tangan Felton yang tidak seperti Calvin, berubah jadi tangan yang berbulu. Namun Sookie tidak memikirkan lebih jauh. Malam harinya Sookie melakukan perjalanan ke Shreveport bersama Eric karena inilah saat peperangan yang sudah mereka rencanakan. Kaum vampir dan Were akan berperang melawan Hallow dan penyihir yang lain. Di perkumpulan sebelum berperang, Sookie tidak menyangka akan bertemu dengan Bill yang sudah pulang dari Peru, lalu ada Bubba si vampir yang lucu, dan yang paling membuatnya kesal, ada Debbie Pelt. Sookie kaget ternyata Alcide dan Debbie udah balikan, namun kemudian Alcide harus mengingkari keberadaan Debbie ─itu semacam putus hubungan dan yang melakukan pengingkaran biasanya tidak ingin berhubungan dan bertemu lagi dengan orang yang diingkarinya. Pengingkaran Alcide terhadap Debbie dikarenakan oleh Bill yang membuka kebusukan Debbie, bahwa Debbie terlibat dalam penyiksaan Bill saat ia diculik oleh Raja Mississippi, dan fakta bahwa Debbie berusaha membunuh Sookie. Alcide marah pada Debbie dan Debbie semakin marah pada Sookie. Tapi yah, lupakan masalah ini untuk sesaat karena mereka harus bertarung segera. Saat peperangan ini terjadi, diceritakan dengan sangat mantap dan, wew, cukup ngeri dan brutal. Tentu saja Sookie terlibat di dalamnya. Sayangnya ia sedih karena tidak menemukan Jason yang semula ia kira diculik oleh para penyihir.

Sekembalinya Sookie dan Eric kerumah mereka dikejutkan oleh Debbie yang duduk dan mengacungkan pistol pada Sookie. Pistol meletus dan Eric berhasil menghalangi peluru untuk mengenai Sookie, tapi malah kini bersarang ke tubuhnya sendiri. Spontan, sebagai tindak pertahanan Sookie mengambil senapan Jason dan menembakkan isinya pada Debbie. Kini Sookie benar-benar telah membunuh Debbie dan kejadiannya sangat cepat. Eric ─yang sembuh dengan cepat─ yang akhirnya membersihkan tubuh  Debbie dan menguburnya di suatu tempat di hutan yang Sookie sendiri tidak tahu dimana itu, bahkan untuk selamanya. Bahkan Sookie juga tidak tahu kemana Eric membawa pergi mobil Debbie karena ia sudah sangat kelelahan. Sookie bertugas memberesi rumahnya yang terciprat darah Debbie. Kemudian  iapun pergi tidur karena matahari terbit menjelang dan Eric sudah kembali ke lubang persembunyiannya untuk tidur juga.

Sookie baru bangun menjelang senja, dan tenyata Eric bangun lebih awal. Eric menunjukkan bahwa ia tidak mengingat kejadian beberapa hari terakhir dan ini artinya Pam berhasil memaksa Hallow untuk menarik kutukan dan Eric sudah kembali menjadi dirinya yang dulu. Nah kan, Eric aja nggak tahu menahu bahwa malam sebelumnya ia sudah mengubur mayat entah dimana. Sookie pun bungkam dan tidak mengungkitnya.

Sookie pergi ke Merlotte’s untuk shift malam, meninggalkan Eric dan Pam dirumah untuk membicarakan ‘waktu yang telah berlalu’ tanpa ia ingat. Sam berkata bahwa Calvin sempat mampir dan mengatakan bahwa ia serius dengan lamaran yang diajukannya pada Sookie. Satu lagi masalah yang harus Sookie hadapi😉 Sam pun bercerita tentang Calvin dan yang mengejutkan, ternyata selama ini Sookie salah mengerti. Ternyata Hotshot bukan komunitas Were. Maksudnya, mereka bukanlah Were dengan huruf kapital W (Were merupakan singkatan dari Werewolf, manusia yang berubah menjadi serigala). Ternyata masyarakat Hotshot adalah were-panther! Inilah titik terang yang dibutuhkan Sookie. Kini ia tahu siapa yang menculik Jason. Belum lagi ternyata Felton cinta mati sama Crystal sementara Crystal menyukai Jason. Akhirnya, motifnya jadi semakin jelas. Sookie pun segera mendatangi Hotshot dan menemukan Jason. Namun kondisinya sangat mengenaskan dan, umm, melihat bekas gigitan berulang di tubuh Jason, ada kemungkinan kakaknya itu akan berubah menjadi were-panther juga.

Sayangnya ada kekacauan dari novelku. Entah ini terjadi pada semua buku Sookie Stackhouse 3 – Dead to The World, atau hanya terjadi pada buku yang aku punya. Saat mencapai halaman 454, halaman selanjutnya kembali menjadi halaman 447. Kemudian saat aku mulai melanjutkan ke halaman 455 dan mencapai halaman 460 aku dihadapkan dengan selembar kertas, halaman bolak balik kosong sebelum kemudian lembar berikutnya kembali mengulang ke halaman 455 dan berakhir di 460. Aduh.. payah pokoknya. Jadi intinya aku dapat bonus halaman yang malah bikin pusing. Hha..

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
3 Comments

Posted by on August 3, 2011 in Dark Fantasy

 

Tags: , ,

3 responses to “Sookie Stackhouse 3 – Dead To The World

  1. nina

    August 15, 2011 at 11:01 am

    SEruu bgt. Sayang lanjutannya masih gantung ntar kalau ada lanjutannya tulis lagi ya

     
    • koleksinovelku

      August 16, 2011 at 7:50 am

      siip.. ada lanjutannya kok. Sookie Stackhouse 4 – Dead As A Doornail. aku usahain review nya segera deh..

       
  2. Putri

    June 6, 2013 at 6:39 pm

    Serial Sookie Stackhouse ini emang wajib baca deh ^^

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: