RSS

Mates, Dates 1 – And Inflatable Bras

01 Aug

  • Pengarang             :    Cathy Hopkins
  • Genre                    :    Teenlit
  • Tebal                     :    160 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                 :    Gramedia
  • Harga                    :    29.000 IDR
  • Pertama terbit        :    8 Februari 2001
  • Cetakan                 :    Januari 2004
  • Tanggal Beli           :    8 Juli 2011

Lucy Lovering panik ketika Miss Watkins menyuruh kelasnya membuat esai untuk memilih jurusan di sekolah. Di tengah kepanikan mencari tahu bidang apa yang hendak ia tekuni, Lucy mendapati Izzie, sahabatnya sejak kecil, mulai menjauh dan lebih suka bergaul dengan Nesta, anak baru di sekolah.

Lucy tidak menyukai Nesta. Cewek yang lebih tinggi, cantik, keren, dan glamor itu sepertinya terus berusaha merebut Izzie. Lucy yang sudah merasa kurang percaya diri semakin minder saat berjumpa cowok misterius yang menawan. Ia yakin cowok itu bakal lebih menyukai Nesta yang tampak dewasa daripada dirinya yang berdada rata. Mungkinkah bra tiup bisa membuatnya tampil lebih dewasa, mengembalikan kepercayaan dirinya, dan yang terpenting: memikat di dia?

Review :

Lucy Lovering, cewek 14 tahun dengan tubuh kurus pendek dada rata, merupakan anak dari orang tua yang nyentrik dan adik dari dua orang kakak bernama Steve (17) yang jago komputer dan Laurence alias Lal (15) yang menyedihkan, wajahnya berbintik-bintik dan sangat jorok, tapi merasa dirinya sangat keren. Hidupnya bisa terbilang sangat membosankan namun ramai. Dia memiliki seorang sahabat bernama Izzie dan dua ekor anjing setia bernama Ben dan Jerry.

Di awal cerita, kita disajikan oleh kepanikan dari cewek yang punya hobi nonton film-film kuno dan menjahit ini ketika ia mendapat tugas dari gurunya untuk membuat esai yang bisa membantunya memilih penjurusan. Tentu saja dalam sekejap mata hidupnya yang selama ini adem ayem berubah total karena Ia harus mencari jati diri, minat, dan cita-citanya. Yang lucu, ia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang semua itu! Satu-satunya yang ia tahu hanyalah bahwa Ia suka menjahit. Titik.
Tapi masalah lain timbul ketika Izzie Foster, sahabatnya sejak kecil, mulai berteman dengan Nesta Williams, anak baru di sekolah. Mau nggak mau kehadiran Nesta tanpa sengaja membuat Lucy melihat kekurangan-kekurangan yang selama ini tidak disadarinya. Ia merasa terintimidasi. Kenapa? Kulit Nesta tampak eksotik, wajahnya cantik, tubuhnya tinggi dan langsing, dan secara keseluruhan dia tampak dewasa dan glamor. Ke mana pun dia pergi, cowok-cowok pasti meliriknya. Sebaliknya, Lucy merasa kulitnya terlalu pucat, tubuhnya pendek, wajahnya terlalu imut, dan ia kelihatan seperti anak kecil, orang-orang bahkan sering mengira ia masih duduk di kelas 8 atau 7. Hhaha.. Sebenarnya intinya ia berbadan imut. Tapi yang menjadi ganjalan di hati adalah ketika mereka jalan bertiga, cowok-cowok hanya memandang Izzie dan Nesta, sementara Lucy dilirik pun tidak. Selain itu, sikap Nesta yang tampaknya berusaha memisahkan Izzie darinya membuat Lucy semakin menjaga jarak dari cewek itu. Wew.. Aku aja sampai kasian waktu Izzie pergi diam-diam sama Nesta buat nonton sedangkan Lucy nggak diajak. Memang sih, Lucy tahu pasti kenapa ia nggak diajak, tapi tetep aja kasihan😦 Pokoknya cewek ini bener-bener dilema tipikal anak nggak populer yang temenan sama dua cewek yang bisa jadi populer kalo melihat penampilan elegan dan paras cantik mereka. Ckck..
Nah, di tengah semua kekacauan ini, Lucy tiba-tiba menemukan ‘secercah cahaya’ dalam wujud seorang cowok cakep yang melintas di hadapannya saat ia akan kerumah Izzie. Wkakaka.. Ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama oey. Di rumah Izzie, ia bercerita tentang cowok ini dan Izzie yang memang mahir dalam meramal dengan segala media kali ini meramal Lucy dengan kartu Tarot dan ramalan bintang. Keduanya menunjukkan bahwa Lucy akan mendapatkan cinta dengan sebuah pengorbanan berupa pilihan dan dengan melakukannya ia akan mendapatkan kebahagiaan, kekuatan, dan kesuksesan. Hhihi.. Jelas aja Lucy senang bukan main.

Hari-hari berikutnya, Lucy dan Izzie melakukan pengintaian untuk menemukan si ‘Cowok Misterius’ ini. Mereka naik bis ke daerah Highgate dan berkeliaran di sekitar sekolah St. Michael’s tempat Lucy pertama kali melihat cowok itu keluar dari sana. Awalnya Lucy senang karena beberapa hari ini ia hanya pergi dengan Izzie sementara Nesta sedang ada latihan drama, namun tidak hari ini, Nesta tiba-tiba muncul karena latihannya dibatalkan. Lucy langsung lesu. Ia tahu, perhatian cowok-cowok pasti langsung terhisap pada Nesta kalau ia berjalan dengan cewek itu. Yah apa boleh kan.

Dan benar saja. Saat Nesta pergi sebentar ke sebuah toko sementara Izzie dan Lucy masuk ke kafe tempat nongkrong anak-anak St. Michael’s, saat itulah Lucy melihat si CM (‘Cowok Misterius’)! Akhirnya setelah berhari-hari nggak menemukannya.. Hatinya sempat membuncah hingga ia melihat siapa yang ada di samping cowok itu. Nesta! Astaga.. Baru dua menit cewek itu di dalam toko, keluar-keluar udah ngobrol sama CM, bahkan dengan senyum dan tawa di wajah mereka pula! Aduh Lucy.. Kasihannya dirimuu.. Yang lebih memalukan, wajahnya merah padam saat Nesta dan CM masuk ke kafe dan mengenalkan mereka. Alamak.. Ternyata eh ternyata, CM ini bernama Tony dan ia adalah kakak Nesta! Wkwkwk.. Lucy langsung melongo.. Rupanya Tony dan Nesta saudara satu ayah.. Bertambah lah alasan kenapa Lucy tidak bisa menceritakan siapa cowok yang ia suka, bahkan kepada Izzie sekalipun. Kalau ia bilang bahwa Tony lah yang selama ini ia cari, semuanya pasti jadi lebih kacau lagi. Yah, saat Nesta bilang pada Tony bahwa Lucy sedang mencari seseorang di St. Michael’s, dan Tony bersedia membantu buat mencari cowok itu, Lucy hanya bisa menggambarkan sosok lain selain Tony😉

Itulah kenapa kali ini ia bertekad menjadi cewek yang layak buat dilirik Tony. Maka ia pun berencana mengubah penampilan. Sebagai langkah pertama, ia akan potong rambut! Tapi karena uang sakunya terbatas, Lucy memilih potong rambut gratis di kursus penata rambut. Ouch, sialnya cewek yang memotong rambutnya sedang bermasalah dengan pacarnya dan melampiaskan kemarahan pada rambut Lucy! Alhasil, alih-alih tampil cantik dan keren, Lucy malah kelihatan semakin seperti anak kecil dan berambut jelek! Aduduh.. Semakin prihatin aku sama nasib ni cewek.. Sial kali😉

Tapi tenang aja. Segalanya mulai membaik setelah Lucy menangis dan mencurahkan isi hatinya kepada kedua temannya. Nesta dan Izzie pun mencari cara untuk membantu temannya ini. Akhirnya, setelah segala salah paham ini, mereka bertiga bisa bersenang-senang bersama sebagai sahabat, sangat menikmati hari-hari mereka, dan bagi Lucy, pergi ke acara Pergelaran Busana bersama kedua sahabatnya memberikan hikmah tersendiri. Akhirnya ia tahu apa jawaban atas pertanyaan Mrs. Watkins, Apa yang menjadikanku “Aku”?

Tidak heran kalau novel ini bergenre Teenlit karena cerita novel ini bener-bener tentang kehidupan remaja yang baru puber. Hhe.. Cerita yang disajikan sangat ringan dan menurutku pribadi sih biasa aja. Tapi kurasa buat kalian yang nggak suka cerita berat dan pecinta novel remaja, novel ini bisa di jadikan pilihan. Oia, ada 2 quotes yang aku suka dari buku ini nih :

Orang-orang yang berhasil dalam kehidupan ini adalah orang-orang yang bangkit dan mencari situasi yang mereka inginkan. Dan jika mereka tidak menemukannya, mereka menciptakannya ─George Bernard Shaw─

 Dan

 Kalau kau ingin mendapatkan teman, jadilah seorang teman.

Ratingku buat novel ini : 7

 
4 Comments

Posted by on August 1, 2011 in TeenLit

 

4 responses to “Mates, Dates 1 – And Inflatable Bras

  1. ana iluy

    February 1, 2012 at 11:51 am

    dia tanpa aku , udah ga ada tagh ?
    ak pgen bca bku itu ..

     
    • koleksinovelku

      February 1, 2012 at 11:37 pm

      maksudnya g ada tu gmn Ana? kmrn dulu aku dpt novel ‘dia, tanpa aku’ di Gramedia masih banyak kok, soalx habis di cetak ulang. hhe..

       
  2. hazell_charcy@hotmail.com

    April 6, 2012 at 1:40 pm

    Beli novel mates dates series di mana sih? Soalnya aku cari di mana2 udah ngga ada😦

     
    • koleksinovelku

      April 24, 2012 at 11:44 pm

      hhehe, klo aku dulu belinya nyebar hazell.. hunting di banyak toko buku, makax ni lum lengkap serinya, masi dalam proses hunting niih😀

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: