RSS

Ingo 2 – The Tide Knot

28 Jul

  • Pengarang               :    Helen Dunmore
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    320 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    39.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2006
  • Cetakan                   :    Aguatus 2009
  • Tanggal Beli             :    28 Agustus 2009

Sapphire dan Conor tak bisa melupakan petualangan mereka di Ingo, dunia bawah laut yang misterius dan begitu memikat. Mereka ingin bertemu lagi dengan teman-teman Mer mereka, Faro dan Elvira.

Tapi sekarang Sapphire dan Connor sudah pindah dari rumah mereka di dekat ceruk yang menjadi pintu masuk ke Ingo. Ibu mereka ingin memulai hidup baru di kota pantai St. Pirans, jauh dari kenangan tentang ayah mereka yang hilang di laut setahun sebelumnya.

Namun ada bahaya yang mengintai jauh di bawah permukaan laut, di tempat makhluk Mer yang paling bijak, Saldowr, menjaga Simpul Ombak. Ingo sedang gelisah, dan tak lama lagi Sapphire dan Conor akan mendengar panggilan dari lautan dalam…

Review :

Satu tahun telah berlalu sejak pertama kali Sapphire ─untuk selanjutnya dipanggil Sapphy─ mengenal dunia Ingo. Kini bahkan Sapphy, Conor dan Ibunya tidak lagi tinggal di Senara, mereka pindah ke St. Pirans dimana rumah Roger tidak jauh dari rumah mereka. Dan akhirnya, Sapphy memiliki Sadie, anak anjing milik temannya yang sekarang ia pelihara.

Cerita dimulai oleh Sapphy yang sedang menyelam ke kedalaman Ingo di malam hari. Yang ia ingat dengan jelas bahwa ia merasakan panggilan kuat Ingo yang tidak bisa lagi ia tahan. Lantas iapun menyelinap ke Pantai Polquidden dan mengarungi kegelapan bawah laut seorang diri. Rupanya Faro sudah menantinya. Mereka pun melepas kerinduan dan melakukan petualangan kecil. Faro mengajak Sapphy mengunjungi Lost Island. Di sana memang sedang ada semacam pertemuan kaum Mer, dan Sapphy senang sekali, akhirnya ia bisa melihat kaum Mer dengan jelas. Selama ini ia tidak bisa menembus selubung perlindungan kaum Mer jadi ia tidak bisa melihat mereka.

Nah, bukan pertemuan ini tujuan Faro membawa Sapphy kesini, tapi ia ingin menunjukkan hasil kekuasaan Ingo, yaitu daratan yang sekarang menjadi milik lautan. Yups. Daratan-daratan yang sekarang sudah tenggelam dan berubah menjadi fosil-fosil laut, kota-kota mati bawah laut. Astaga. Entah kenapa aku miris ngebayangin rumah-rumah, bangunan-bangunan yang digambarkan oleh Helen Dunmore, yang dulu dihuni oleh manusia, di selimuti oleh kehangatan perapian, berisi dengan canda tawa, kini hanya tinggal bangunan-bangunan beku yang tertutupi oleh karang serta rumput laut dan sekarang dihuni oleh berbagai macam binatang laut. Ngeri banget ngebayanginnya (apalagi ini kan setting waktunya malem, jadi rasanya suram banget). Ditambah lagi dengan bagaimana cara Faro menyampaikan cerita-cerita tentang kekuasaan Ingo untuk menenggelamkan daratan. Hew.. Rasanya Faro nggak berperasaan saat mengatakan dengan datar tentang berapa banyak manusia yang meninggal karena amukan laut dan menenggelamkan banyak desa mereka. Faro malah terdengar bangga. Hhu..

Hari berikutnya, ia melakukan segala rutinitasnya di hari Sabtu, tanpa sekolah dan hanya bersih-bersih rumah. Setelah itu ia mengajak Sadie jalan-jalan ke Pantai Polquidden. Disanalah pertama kalinya ia berkenalan dengan seorang gadis kecil bernama Rainbow. Lucu ya namanya🙂 Sejak pindah ke St. Pirans, Sapphy memang tidak berusaha untuk menyukai desa ini. Ia tetap mencintai Senara dan berharap dapat kembali ke rumah tempat ia dilahirkan. Namun beberapa kenyataan memang sangat menyedihkan. Fakta bahwa ternyata ibunya berusaha menjauh dari kenangan akan ayahnya, dan fakta bahwa ia juga  ingin menjauhkan anak-anaknya dari teluk, dari apapun itu yang merubah sikap kedua anaknya, membuat Sapphy semakin sedih. Belum lagi dengan perubahan sikap Conor yang selain mulai menginjak dewasa, jadi semakin jarang bermain dengan Sapphy, juga karena Conor tidak suka membicarakan Ingo lagi. Ia seolah juga berusaha membuat Ingo hanya sekedar kenangan yang dapat ia tinggalkan di belakang bersama rumah dan teluk mereka. Sapphy sangat sedih dan merasa kesepian.

Lalu, saat Sapphy dan Conor sedang naik kapal bersama teman Conor, Mal, dan ayah Mal. Di sekitar mereka banyak lumba-lumba yang melakukan atraksi. Namun Sapphy tahu, ada satu lumba-lumba yang terfokus padanya dan berusaha menyampaikan sesuatu mengenai Ingo, namun Sapphy kurang cepat memahami bahasa lumba-lumba dan akibatnya ia tidak mengerti apa yang ingin disampaikan si lumba-lumba. Tapi yang jelas, pasti mengenai Ingo. Saat mereka kembali, Conor (yang menurutku sudah jauh lebih bijak) berusaha mengingatkan dan menasihati Sapphy mengenai kehidupan. Mau nggak mau, akhirnya mereka membicarakan tentang lumba-lumba tadi dan ia bercerita bahwa ia sebenarnya sering melihat Elvira, kakak Faro, bahkan saat mereka berada di dekat lumba-lumba tadi. Hanya saja sekarang Conor jadi sedih karena ia mengira Elvira tidak mau menemuinya lagi. Wah wah, terlihat jelas bahwa Conor jatuh cinta pada Elvira, oey.. Terlihat jelas kalau ia merindukan Elvira😀

Hari senin, Sadie jatuh sakit setelah malam sebelumnya Sapphy meninggalkannya terikat di pantai sementara ia pergi dengan Faro ke Ingo. Karena ternyata hari itu bukan jadwalnya dokter hewan praktek, tanpa sepengetahuan siapapun Sapphy membawa Sadie naik bus ke Senara, kerumah Granny Crane. Benar saja, dengan bantuan Granny Crane, kondisi Sadie membaik, namun perlu waktu. Untuk menemani Sadie, akhirnya Sapphy menginap di rumah Granny Crane dan nenek itu menghubungi ibu Sapphy untuk meminta ijin. Malamnya, Sapphy mendengar suara seseorang memanggilnya. Saat ia mengikuti suara itu dan semakin dekat ke sumbernya, ia semakin yakin bahwa pemilik suara itu adalah ayahnya yang menghilang tujuh belas bulan yang lalu. Akhirnya kepercayaan Sapphy dan Conor selama ini terbukti, bahwa ayahnya belumlah meninggal. Namun ternyata sang ayah kini menjadi seorang Mer dan tinggal di Ingo. Dengan melanggar banyak aturan Ingo, ayahnya datang menemui Sapphy hanya untuk memperingatkan Sapphy agar berhati-hati. Ia ingin Sapphy, Conor dan ibu mereka menjauh dari pantai. Ada sebuah bahaya yang mengancam namun ayahnya belum yakin bahaya macam apa. Yang jelas ia merasakan bahwa kekuatan Ingo sedang kuat-kuatnya dan ia ingin memberontak. Kalau tebakanku sih pasti berhubungan dengan banjir bandang, atau tsunami lah istilah kerennya..

Sapphy memberitahu Conor perihal pertemuan dan peringatan ayahnya. Dengan tenang Conor memikirkan segala sesuatunya. Kemudian, Conor dan Sapphy mencapai kesepakatan bahwa sebenarnya ayahnya tertawan di Ingo dan mereka akan menolongnya dengan mencari tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan ayahnya ke Udara. Mereka pun kembali ke Ingo dan mencari sebanyak mungkin informasi melalui Faro. Mereka bahkan memutuskan untuk menemui guru Faro yang bernama Saldowr. Namun ditengah jalan, karena sebuah arus yang kuat membuat Sapphy terpisah dari Conor dan Faro. Sapphy pun harus berusaha mencari jalannya sendiri. Tanpa sadar ia sudah memasuki Dasar Laut yang gelap dan berbahaya. Namun untungnya ada seekor paus betina  baik hati yang membantunya. Astaga. Aku suka bagaimana Dunmore menggambarkan petualangan-petualangan Sapphy di bawah laut🙂

Disisi lain, ternyata terjadi sebuah ancaman bencana. Hal ini dikarenakan Simpul Ombak yang selama ini berada dalam pengawasan Saldowr mulai longgar dan takkan kuat menahan deru ombak pasang. Kalau Simpul ini berhasil lepas, air laut akan meluap dan sebuah gelombang pasang dapat meluluhlantakan St. Pirans. Ayahnya lah yang kemudian datang lagi dan memperingatkan Sapphy bahwa Simpul Ompak sudah lepas. Buru-buru Sapphy memberi tahu Conor dan mereka memberi tahu Roger sebagai satu-satunya harapan mereka. Roger pun percaya dan ia segera memerintahkan Conor untuk membangunkan para warga yang terlelap. Setelah inilah segala hiruk pikuk kekacauan terjadi. Ya ampun, lagi-lagi aku terhisap kedalam cerita.. Masa waktu penggambaran tsunami akan datang sementara Sapphy masih di dalam rumah karena ibunya sedang sakit dan tidak kuat untuk bangkit dari kasur, aku merinding.. Serius.. Aku ngerasa bencana itu begitu nyata. Huft..

Well, di buku kedua ini aku jadi semakin suka dengan karakter Roger. Entah kenapa aku bisa ngerasain kebaikan hati pria ini. Ia bahkan mempercayai cerita Sapphy dan Conor yang di telinga orang pasti terdengar gila, saat memberitahunya bahwa akan datang ombak besar. Kemunculan karakter Rainbow sebenarnya cukup menarik. Setidaknya Dunmore menghadirkan seseorang sebagai ‘sahabat’ Sapphy.

Ratingku buat novel ini : 8

 
Leave a comment

Posted by on July 28, 2011 in Mermaids

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: