RSS

Ghostgirl 3 – Lovesick

27 Jul

  • Pengarang               :    Tonya Hurley
  • Genre                      :    Drama, Mystery
  • Tebal                       :    378 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Atria
  • Harga                      :    50.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1 Januari 2009
  • Cetakan                   :    Februari 2011
  • Tanggal Beli             :    25 Februari 2011

Setelah melalui perjalanan panjang di dunia dan akhirat, Charlotte akhirnya bisa beristirahat dengan damai.

Tetapi, kenyataannya tidak sesederhana itu. Satu tugas lagi masih menunggunya. Bukan tugas biasa, karena dia dan teman-teman sekelasnya harus kembali ke lokasi kematian tragisnya: Hawthorne High.

Charlotte berhadapan kembali dengan sosok-sosok yang pernah mengisi kehidupannya.Dan dunia ternyata tidak seceria yang diingat Charlotte. Scarlet, sahabat terbaiknya, kini kehilangan jati diri. Damen, mantan pujaan hatinya, kebingungan menentukan arah. Petula, idola sejatinya, terlibat dalam kegiatan misterius setiap tengah malam. Dan kehadiran Darcy, seorang siswa baru di SMA mereka, semakin memperkeruh suasana.

Sanggupkah Charlotte mengemban tugasnya sebagai malaikat pelindung dan meluruskan masalah teman-temannya? Dan di tengah kepungan tugasnya, mampukah Charlotte mempertahankan cintanya?

Review :

Buku ketiga dimulai oleh Scarlet yang membeli sebuah rangkaian bunga mawar berbentuk hati untuk sahabatnya terkasih, Charlotte. Kala itu menjelang Valentine dan ia berjalan menyusuri pemakaman untuk kemudian singgah di makam Charlotte yang sudah di beri nisan dan sebuah patung peringatan ─berbentuk gambaran surgawi Charlotte─ oleh Scarlet untuk Charlotte. Ia merasa sangat berhutang budi pada Charlotte karena telah menyelamatkan dirinya dan Petula (di cerita sebelumnya) dan ia juga mempersembahkan patung ini karena ia merasa Charlotte pantas mendapatkannya, mengingat Charlotte tidak pernah mendapatkan upacara pemakaman yang layak karena kondisi keluarganya. Ya ampun, aku terharu banget sama apa yang Scarlet perbuat T.T Ia bahkan meninggalkan sebuah surat di makam Charlotte, berharap sahabatnya itu membacanya.

Di sisi lain kehidupan, hari ini merupakan hari terakhir Charlotte menjadi pegawai magang di kantor akhirat. Hal lain yang membuat ia lebih bahagia adalah kenyataan bahwa sekarang ia tinggal bersama kedua orang tuanya yang telah lama meninggal, sehingga setiap ia bangun pagi, ia akan mendengar suara ibunya yang sangat ia rindukan. Seperti biasa, pagi itu ia berangkat ke kantor magang bersama kedua sahabatnya, Pam dan Prue. Mereka membicarakan ‘kekasih’ Charlotte. Yups! Sekarang Charlotte punya cowok oey.. Namanya Eric. Eric ini seorang pemusik kala masih hidup dan ia udah meninggal cukup lama dan ia sekarang menempati bilik di samping Charlotte di kantor magang. Sayang, kedua sahabatnya ini tidak menyetujui hubungan Charlotte dan Eric. Mereka terus-terusan mengingatkan Charlotte agar memikirkan kembali hubungan cinta ini. Sebenarnya Pam dan Prue hanya cemas kalau Eric itu cowok brengsek karena mereka baru saja kenal tapi udah langsung pacaran. Mereka tidak ingin kalau Charlotte harus sakit hati nantinya. Waduh, kalo itu mah resiko, iya nggak sih?? Hhe.. Memang sih, kalau bisa dihindari ya dihindari aja😉

Nah, kita beralih ke Petula yang berubah sejak ia ‘kembali’ dari pengalaman di ambang maut. Kini ia lebih memperhatikan sekelilingnya dan bahkan ia merawat bayi boneka yang menjadi tugas dari sekolahnya dengan sungguh-sungguh. The Wendys pun ikut dibuat pusing dengan perubahan sikap Petula. Tapi lucunya, The Wendys menganggap bahwa ini merupakan tanda-tanda kegilaan dari Petula. Walaupun begitu, Petula tetap merasa superior kalau disekolah. Ia sekarang punya seorang musuh yaitu Darcy, anak baru pindahan dari Gorey High. Kebelakangnya, Darcy nanti terus merongrong Petula dan menghasut The Wendys agar mereka menjadi pengikutnya. Keadaan pun berbalik, kini Petula yang terasing.

Perubahan juga terjadi pada Scarlet. Kini cewek itu berubah, tidak lagi berdandan seperti dulu yang cenderung seperti ratu rock. Kini ia menyingkirkan semua pakaian lamanya dan mengganti dengan pakaian baru yang lebih rapi. Namun yang mengherankan Scarlet, kakaknya, Petula, malah meminta pakaian-pakaian Scarlet yang akan ia sumbangkan dengan alasan membuat prakarya. Padahal kenyataannya, tanpa sepengetahuan siapapun, Petula pergi di tengah malam dengan membawa kantung-kantung pakaian dan membagikannya pada para gelandangan. Sayangnya, The Wendys mengikuti Petula dan mereka jijik dengan apa yang telah dilakukan Petula.

Kembali ke Charlotte. Rupanya hari terakhir Charlotte dan kawan-kawan di tempat magang bukan berarti mereka akan naik ke surga🙂 Tapi mereka mendapatkan tugas selanjutnya di tempat kejadian perkara. Mereka kembali ke Hawthorne dan mendapatkan tugas untuk mengawasi dan berusaha menjadi ‘angel’ buat seseorang. Jadi misi mereka kali ini adalah menolong mereka yang masih hidup mengatasi masalah mereka, yah, masalah sepele kehidupan lah.. Masing-masing anak mengawasi satu orang. Tebak siapa yang menjadi tanggung jawab Charlotte?? Tentu saja Damen!! Ahhahai.. Sedangkan CoCo mendapatkan Petula, Pam dan Prue mendapatkan The Wendys, dan Eric mendapatkan Scarlet. Saat pengumuman, Eric merasakan gejolak emosi asing, bahwa ia cemburu! Ihir.. Masalahnya ia salah tangkap dengan reaksi takjub yang diperlihatkan Charlotte. Sebelum pengumuman tu Charlotte udah girang setengah mati bahwa ia kemungkinan besar akan mendapatkan Scarlet sebagai pasangannya, tapi ternyata nama Damen yang keluar dari mulut Mr. Markov, tentu saja ia melongo, dan Eric salah menafsirkan arti muka Charlotte. Eric pikir Charlotte senang mendapat Damen sebagai pasangannya. Ckck..

Kemudian, saat Eric sedang menyendiri dan merenung di sebuah klub tempat band-band baru biasa manggung, Scarlet yang saat itu sedang keluyuran karena kegundahan hatinya terhadap segala perubahan yang ia jalani, juga pergi ke klub ini. Klub ini belum waktunya buka, namun saat itu ada sebuah band yang sedang berlatih, Scarlet melihat Eric yang berdiri sendirian di bawah bayang-bayang, iapun menghampirinya dan mengajak bicara. Eric kaget saat ada cewek yang mengajaknya ngobrol. Mereka pun berkenalan. Ternyata perbincangan mereka nyambung, dan segera mereka menjadi dekat. Selanjutnya, mereka pun jadi sering melakukan latihan gitar bersama-sama dan bahkan curhat tentang masalah mereka. Sayangnya Scarlet nggak tahu kalau Eric ini udah meninggal. Disisi lain, hubungan Scarlet dan Damen meregang. Entah kenapa Scarlet uring-uringan dan saat Damen mendatanginya di sekolahnya, Scarlet malah nggak suka. Padahal Damen cuma mau memberi kejutan pada Scarlet, apalagi sekarang ia sedang magang di sebuah stasiun radio yang berada di Hawthorne, setidaknya ini karena Damen ingin dekat dengan Scarlet. Namun reaksi Scarlet membuat Damen sedih dan patah hati. Aduuh, aku kasihan sama Damen😦 apalagi saat ia tanya pada Scarlet, “Scarlet, apakah kau menyukai orang lain?” awaw.. Damen, Damen, malangnya nasibmu nak..

Suatu hari, saat Charlotte ingin mengunjungi Scarlet, ia malah mendapati Scarlet sedang asyik bermain gitar bersama Eric. Charlotte hanya bisa memandang pasangan ini dari balik kaca. Charlotte merasa sepasang punk ini saling melengkapi dan cocok satu sama lain. Ia mengikuti segala perbincangan Scarlet dan Eric, segala canda tawa mereka, hingga akhirnya ia mendapati Eric senang saat cowok itu  menganggap pertemuannya dengan Scarlet berikutnya adalah sebuah kencan. Gantian Charlotte yang cemburu. Belum lagi dengan perkara putusnya Damen dan Scarlet. Haduh, membuat Charlotte semakin sedih dan berusaha lebih keras agar hubungan Damen dan Scarlet membaik. Sayangnya, Eric menolak untuk membantu. Ia malah beranggapan bahwa bisa jadi misi mereka kali ini bukan untuk semakin menyatukan hubungan Scarlet dan Damen, tapi bisa jadi malah untuk memisahkan pasangan ini. “Pernahkah terpikir olehmu,” kata Eric, “bahwa kita mungkin dikirim kemari untuk memisahkan mereka?” Alamak.. Semakin keruh juga hubungan Charlotte dan Eric. Semuanya jadi berantakan..

Apa yang harus Charlotte, Scarlet, Damen dan Eric lakukan untuk memperbaiki keadaan?? Yah, setidaknya akhir ceritanya cukup bagus😀 Tapi kok lagi-lagi ada satu kata yang diikuti sebuah tanda tanya besar, tamat? Oh tidaaak..! Jangan sampai ada lanjutannya deh. Cukup sampai disini aja. Sampai sini udah cukup bagus kok, jangan sampai bikin kami bosan.. Hhu..

Yah kita kembali ke pendapatku mengenai buku ini aja deh. Ehm, aku secara keseluruhan lebih suka buku ini daripada kedua buku sebelumnya. Kenapa? Karena menurutku di buku ini kita lebih banyak menemukan campur aduk perasaan. Dalam artian, cerita kali ini bumbu percintaannya lebih banyak dan melibatkan berbagai macam emosi. Jadi cerita tidak hanya berkutat mengenai sebuah teka-teki dan misteri yang harus dipecahkan dengan segera, seperti halnya kedua buku sebelumnya, tapi juga mengenai hubungan percintaan, dan juga mengenai perubahan sifat yang positif dari seseorang yang memiliki pengalaman nyaris mati.

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
Leave a comment

Posted by on July 27, 2011 in Horror/Mystery

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: