RSS

Truth, Dare, Kiss or Promise

25 Jul

  • Pengarang               :    Cathy Hopkins
  • Genre                      :    Teenlit
  • Tebal                       :    200 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    27.500 IDR
  • Pertama terbit          :    2002
  • Cetakan                   :    April 2005
  • Tanggal Beli             :    8 Juli 2011

Cat selalu jadi anak baik. Dia teman yang setia, pacar yang selalu mendukung, pengasuh ketiga adiknya, juga peringan beban sang ayah sejak ibunya meninggal.

Permainan Truth, Dare, Kiss or Promise membuat Cat deg-degan waktu dia mendapat giliran Truth — harus menjawab pertanyaan dengan jujur. Kira-kira apa yang akan ditanyakan sahabat-sahabatnya? Dia gak siap mengungkapkan kebenaran karena sebenarnya banyak rahasia yang disimpannya: dia naksir cowok gebetan sahabatnya dan gak mau menyakiti pacarnya walau tahu hubungan mereka sudah lama mendingan. Sebaiknya jujur atau bohong, ya?

Review :

Cerita dimulai oleh Cat, Becca, Mac, dan Squidge yang sedang bermain Truth, Dare, Kiss or Promise di tepi pantai di desanya, Kingsand, Cornwall. Ini saat-saat akhir liburannya sebelum mereka harus kembali sekolah Senin besok. Cerita diambil dari sudut pandang Cat, remaja berusia empat belas tahun yang cukup mandiri dan menyenangkan. Di awal-awal cerita ini, kita masih diperkenalkan oleh para tokoh-tokohnya, bahwa Squidge adalah pacar Cat dan Becca serta Mac adalah sahabatnya. Hubungan Cat dan Squidge tidak seromantis dulu. Sekarang bahkan Cat lebih merasa bahwa Squidge hanyalah sosok kakak baginya. Sementara itu, diam-diam Mac menyukai Becca walaupun Becca menyukai cowok paling keren di Cornwall bernama Orlando Axford atau biasa disapa Ollie. Ollie ini adalah anak dari seorang penyanyi Rock Amerika bernama Zac Axford. Ibunya pun seorang mantan model. Pokoknya, digambarin oleh Cathy Hopkins ─sang pengarang─ bahwa Ollie ini tipe cowok pujaan. Well,  ternyata tanpa sepengetahuan teman-teman dan pacarnya, Cat juga diam-diam naksir Ollie. Alamak..

Baru awal aku baca novel ini, aku langsung suka dengan gaya bahasanya. Sangat enak buat diikuti, santai dan lugas. Ceritanya pun cukup menghibur, sangat ringan dan mantap. Belum lagi dengan font tulisannya yang mantap, gede-gede. Asik lah pokoknya. Cuma satu yang aku kurang suka, karena kertas yang dipakai tipis, jadinya tulisannya ‘njiplak’ ke halaman sebaliknya. Jadi ada bayang-bayang gitu.. Tapi nggak parah kok😉

Nah, konflik utama dari Cat ini adalah dia ingin menyudahi hubungannya dengan Squidge, hanya saja cowok itu sangat baik dan baik juga baik sekali, jadi Cat bingung bagaimana caranya buat bilang sama Squidge. Ia dan Squidge udah pacaran bertahun-tahun dan mereka berteman sejak kecil. Masalahnya, Cat merasa hubungannya dengan Squidge hanya jalan ditempat, itulah kenapa ia ingin melakukan sesuatu yang baru dan lain. Diantara teman-temannya, hanya Becca yang tahu rahasianya ini.

Kemudian kita akan diajak untuk mengenal kehidupan rumah Cat, dan astaga! Ramai oey.. Hmm, ceritanya gini. Ibu Cat meninggal saat Cat masih berusia sembilan tahun. Sejak itulah Cat membantu ayahnya untuk merawat dan mengawasi adik-adiknya, Luke, Joe, dan Emma. Suasana rumahnya selalu ramai dan lucu. Biasa, kita disajikan oleh sebuah cerita kenakalan anak-anak pada umumnya. Lebih banyak konyolnya😀 Masa Joe ─adik keduanya─ bisa-bisanya tanpa sengaja mengelem gigi-gigi gerahamnya. Wkakaka.. Bodoh, konyol, lucu, ada-ada ajaaa..

Tapi ada kalanya Cat suka menyendiri, terutama kalau ia sedang merindukan ibunya. Seperti halnya kali ini, ia duduk sendiri di teluk Cawsand, di desa sebelah. Saat itulah muncul Ollie Axford yang tiba-tiba duduk di sebelahnya dan mengajaknya ngobrol. Hhaha.. Taulah gimana reaksi Cat saat lelaki pujaannya yang notabene adalah cowok paling populer, tiba-tiba muncul di depan matanya. Lucuu.. Tapi oooh, rupanya Ollie sudah memperhatikan Cat sejak lama, dan dia mencium Cat hari itu juga! Ckck, padahal mereka baru menghabiskan sore bersama, beli es krim, trus ngobrol. Ampun.. Tapi Cat malah merasa bersalah lhoo.. Karena Ollie kan ‘milik’ Becca. Jadi dia seperti menghianati Becca. Akhirnya dia memutuskan untuk melupakan Ollie, dan mencari cowok lain buat gebetannya, besok setelah putus sama Squidge tentu saja. Nah, rupanya ada satu hal lagi. Ollie ini ‘nitip’ kepada Cat buat ngawasin adiknya ─Lia─ yang baru saja pindah dari sekolah di London ke sekolah Cat. Ternyata Cat dan Lia seumuran.

Benar saja, Lia satu kelas dengan Cat dan Becca. Segera, mereka jadi teman baik. Ini kesempatan juga buat Becca untuk bertanya dan ‘mempelajari’ Ollie lebih jauh. Ckck.. Tapi lagi-lagi Cat harus berbohong. Ada gosip mengenai Ollie yang mencium seorang gadis di desa ini, namun Cat tidak bisa berkata jujur bahwa gadis yang dimaksud adalah dia. Ia bahkan merubah sebagian besar detail cerita pertemuannya dengan Ollie sebelumnya agar Becca tidak marah. Sebenarnya ya, Cat ini selalu saja melakukan bohong putih, bohong demi kebaikan. Ia tidak ingin persahabatannya dengan Becca rusak hanya karena cowok. Tapi ia tahu, kebohongan-kebohongan ini tidak akan berdampak baik, dan malah akan semakin membuatnya merasa bersalah.

Pokoknya ya kawan, inti buku ini tentang kegundahan hati seorang remaja yang terus-menerus melakukan kebohongan-kebohongan kecil yang sebenarnya menurut dia itu ia lakukan untuk kebaikan bersama. Memang sih, kebohongan-kebohongannya tu bersifat ringan dan keseringan kepada Becca, ayahnya, guru-gurunya, Squidge, bahkan kadang pada teman-teman atau bahkan neneknya. Aku baca buku ini jadi ingat kebohongan- kebohongan kecilku yang kadang juga aku lakukan. Hhe.. Jadi itu kupikir wajar-wajar aja sih. Kan demi kebaikan, yah, walaupun jelas, nggak nyampe sesering seperti halnya yang dilakukan Cat sih.. Masa tiap hari bohong😉

Seperti yang sudah diperingatkan Lia, kakak cowoknya ini memang terkenal suka main cewek. Bahkan saat bertemu dengan Lia, Cat, Becca, dan Jude, Ollie terlihat biasa aja waktu Jude terus-terusan menggelayutinya. Tentu saja Becca cemburu. Cat juga sebenarnya, tapi ia tidak mungin berbicara blak-blakan seperti halnya Becca. Dari teman-temannya, hanya Lia yang bisa menebak perasaan Cat, bahwa Cat juga suka pada Ollie. Bahkan ternyata Ollie bercerita pada Lia bahwa kakaknya itu juga tertarik pada Cat dan bertanya banyak hal tentang Cat pada Lia. Wew.. Bagaimana kelanjutan cerita ini yaa? Padahal Cat belum berhasil memutuskan hubungannya dengan Squidge. Tapi tepatkah keputusan Cat untuk memutuskan cowok yang sudah menjadi sahabat serta pacar untuk waktu yang cukup lama ini? Kalau aku sih, sayang juga yaa.. Apalagi cowok itu sayang banget sama Cat. Tapi apa boleh buat sih kalau udah nggak merasakan sesuatu pun terhadap cowok itu. Sama aja bohongin diri sendiri dan cowok itu dong😉

Lah, kembali ke urusan Cat dan kawan-kawan! Ternyata ayah Ollie dan Lia akan mengadakan sebuah pesta ulangtahun dan Jude mendapakan undangan langsung dari Ollie. Ia bangga setengah mati, hingga sifat sombongnya meletup-letup. Becca jengkel banget. Namun tidak berlangsung lama karena Lia pun mengundangnya dan Cat ke pesta ini. Yah, ada masalah yang terjadi di pesta ini. Lagi-lagi Ollie mencium Cat di ruang kerja ayahnya, dan Becca memergoki mereka! Ckck.. Untungnya Cathy Hopkins langsung menyajikan pemecahan masalahnya saat itu juga. Tahu sendirilah, buku ini buku tunggal dan termasuk cerita yang singkat, jadi Hopkins berusaha agar tidak berbasa-basi terlalu banyak. Sebenarnya aku cukup suka dengan cara Hopkins menyelesaikan masalah ini. Akhirnya Cat dan Becca kembali berteman, bahkan hubungan mereka jadi lebih baik setelah kejujuran demi kejujuran hadir dalam hubungan persahabatan mereka. Namun lagi-lagi ada masalah, gaun Cat yang sebenarnya hanya ‘meminjam’, rusak. Cat pun kena marah ayahnya dan harus bekerja paruh waktu sebagai pengantar koran. Wah, aku juga suka pengambaran kondisi keluarga Cat. Entah kenapa keluarga ini menurutku sangat manis🙂 Tapi masih ada satu lagi masalah, dengan Squidge. Yah, ehm, sebenarnya aku kurang suka dengan keputusan Hopkins dalam hal bagaimana ia mengakhiri intrik keduanya. Cat dan Squidge, maksudku. Kurang bikin greget dan, entahlah, tidak terlalu berkesan bagiku. Sayang sekali ya😉

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
Leave a comment

Posted by on July 25, 2011 in TeenLit

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: