RSS

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

24 Jul

  • Pengarang               :    Robert Louis Stevenson
  • Genre                      :    Classic
  • Tebal                       :    128 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    30.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1886
  • Cetakan                   :    Mei 2011
  • Tanggal Beli             :    8 Juli 2011

Dalam usaha mencari jati dirinya, Dr. Henry Jekyll yang cemerlang justru menemukan monster.  Dia berhasil memisahkan sisi baik dan sisi buruk dirinya, namun ketika sisi buruk itu mulai menguasainya, Dr. Jekyll menyadari bahwa dia tak mungkin terus menjalani kehidupan gandanya.

Kisah klasik yang mendebarkan ini merupakan kajian tentang dualitas sifat manusia, dan melalui karyanya ini Robert Louis Stevenson kian memantapkan reputasinya sebagai pengarang.

Review :

Kisah ini dipaparkan oleh seorang pengacara bernama Mr. Utterson. Inti masalah awalnya adalah Mr. Utterson menangani sebuah kasus surat wasiat atas nama Henry Jekyll, M.D., D.C.L., LL.D., F.R.S., &c. (Gelar di bidang kedokteran dan hukum, serta keanggotaan Royal Society), yang menyatakan bahwa semeninggalnya dirinya, maka semua harta miliknya akan diwariskan kepada “teman dan pelingdungnya Edward Hyde”. Selain itu juga terdapat pernyataan apabila Dr. Jekyll menghilang atau tidak bisa dijelaskan ketidakberadaannya selama jangka waktu apapun yang melebihi tiga bulan kalender, maka Edward Hyde akan mengambil alih posisi Henry Jekyll tanpa penundaan lebih lanjut, dan dibebaskan dari segala beban dan kewajiban, dengan pengecualian sejumlah kecil uang kepada para pembantu yang bekerja di rumah dokter tersebut. Masalahnya adalah, ia jengkel dengan ketidak tahuannya pada Mr. Hyde ini. Setiap ia mencari, ia tidak pernah menemukan kejelasan. Barulah setelah ia berbicara pada dua temannya secara terpisah, Mr. Richard Enfield dan Dr. Lanyon, ia mendapat sedikit gambaran. Di satu sisi, suatu hari saat sedang jalan-jalan dengan Mr. Enfield, Mr. Utterson mendapatkan sebuah kisah  dimana kemudian diketahui bahwa orang yang diceritakan oleh Mr. Enfield ini bernama Hyde. Namun saat didesak lebih jauh, Mr. Enfield sendiri tidak bisa memberikan informasi tambahan selain mengenai sebuah rumah yang dimasuki oleh Hyde, sebuah rumah tanpa jendela di lantai satu, tiga jendela di lantai dua yang selalu tertutup dan hanya berpintu satu. Disisi lain, Dr. Lanyon yang juga seperti Mr. Utterson, adalah sahabat lama Henry Jekyll, mengatakan bahwa ia belum pernah sekalipun bertemu dengan Jekyll sejak lama dan tidak tahu menahu tentang nama Hyde.

Well, disini aku mulai meyakini, novel ini semacam novel detective. Dengan sajian beragam misteri dan teka-tekinya, cukup menarik dan enak diikuti. Terlepas dari tuanya cerita ini (buku kali ini tahun 1886, oey! Ckck.. masih sering aku takjub melihat angka-angka tahun terbit buku-buku klasik.. padahal udah lumayan (banyak lah) novel klasik yang kubaca dalam setahun ini.. wow..), bahasa yang digunakan untungnya nggak sekaku beberapa novel klasik lainnya, malah menurutku penuturan novel ini terasa wajar saja. Tanpa kerumitan bahasa untuk mencernanya.

Mr. Utterson semakin menyelidiki identitas si Mr. Hyde ini. Ia menjadi lebih sering memperhatikan rumah berpintu satu itu, ingin melihat wajah Mr. Hyde yang diceritakan Mr. Enfield. Dan akhirnya kesabarannya membuahkan hasil. Suatu malam ia akhirnya bisa menyapa Mr. Hyde ini dan melihat wajahnya dinginnya. Namun Mr. Hyde dengan kasar meninggalkan Mr. Utterson karena tidak ingin lelaki itu ikut campur. Sepulangnya, Mr. Utterson mendatangi rumah Henry Jekyll, namun rupanya sahabatnya itu sedang tidak ada dirumah. Barulah dua minggu kemudian ia bisa menemui Jekyll saat jamuan makan malam. Mereka mengobrol, dan lagi-lagi Mr. Utterson mengangkat topik mengenai wasiatnya. Jekyll meminta Mr. Utterson untuk berjanji dan memastikan agar Hyde mendapatkan apa yang tertulis di wasiatnya, entah itu Mr. Utterson menyukainya atau tidak. Jekyll sendiri berjanji akan menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Hyde tanpa campur tangan siapapun. Terpaksa, Mr. Utterson mengucapkan  berjanjinya.

Sebulan kemudian, sebuah peristiwa mengemparkan terjadi. Seorang laki terpandang bernama Sir Danvers Carew terbunuh dengan sadis. Seorang saksi mata mengenali Mr. Hyde sebagai pelakunya. Sayangnya, Sir Carew ini meninggal dengan memegang sebuah surat untuk Mr. Utterson. Yups, rupanya Sir Carew adalah salah satu klien dari Mr. Utterson. Kepada pihak berwenang, Mr. Utterson menunjukkan rumah dari Mr. Hyde. Ya ampunn.. Sebenarnya Mr. Hyde ini siapa sih. Habisnya karakter Dr. Jekyll sendiri digambarkan sebagai lelaki yang baik dan adem ayem.. Aku sampai mikir, jangan-jangan pemuda bernama Hyde ini anaknya yaa?? Huh.. Tapi kalau baca sinopsisnya, kayaknya lebih mengarah ke kepribadian ganda. Tapi kenapa perawakan mereka beda, dan Mr. Utterson nggak mengenalinya kalau emang mereka ternyata satu orang? Trus apa maksud dari “kehidupan ganda”? Alamak, ini semua Cuma satu spekulasi dariku😉

Nah, dari saksi dan bukti-bukti, ternyata memang Mr. Hyde lah tersangka utamanya. Namun kini pemuda itu sedang buron. Mr. Utterson mendatangi Dr. Jekyll, namun lelaki itu bersumpah tidak menyembunyikan, dan berjanji tidak akan berurusan lagi dengan pemuda itu. Tapi kenapa Dr. Jekyll harus memalsukan tanda tangan Mr. Hyde? Lagi-lagi Mr. Utterson kembali dibingungkan oleh tindakan sahabat baiknya ini. Belum lagi, kini Dr. Jekyll lebih banyak mengurung diri dan menolak kunjungannya. Bahkan hampir dua bulan berlalu. Hanya Guest, penasihat di kantornya, yang bisa ia ajak diskusi mengenai kasus Dr. Jekyll ini. Saat Mr. Utterson mengunjungi sahabat satunya, Mr. Lanyon, keadaannya tidak jauh lebih baik. Beberapa minggu kemudian, Mr. Lanyon sakit, lalu meninggal dunia. Beliau meninggalkan sebuah surat bersegel untuk dibaca sendiri oleh Mr. Utterson. Saat Utterson membuka segelnya dan mengeluarkan suratnya, ternyata surat di dalamnya juga tersegel dan ada sebuah kalimat diatasnya, jangan dibuka sebelum kematian atau menghilangnya Dr. Henry Jekyll. Nah lhoo, kata-kata ‘menghilang’ muncul juga di surat ini. Ada apa sebenarnya? Kenapa kedua sahabatnya ini selalu menganggap Henry Jekyll akan menghilang.

Wah, aku suka banget ngikuti novel misteri ini. Disampaikan dengan sangat lugas dan jelas. Nggak bertele-tele. Enak buat diikuti dan terus mengambangkan rasa penasaran. Sampai akhirnya, kita dipuaskan dengan penjelasan yang panjang lebar oleh Dr. Jekyll sendiri, dari awal sampai akhir,  mengenai situasi yang aneh ini. Sebenarnya nggak masuk di akal ceritanya, tapi yah, seperti yang sudah di sebutkan dalam sinopsisnya, kisah ini memang MENGGAMBARKAN dualisme sifat manusia. Antara sifat baik dan sifat buruk. Dan setidaknya Dr. Jekyll sudah berusaha mempertahankan sisi ke-manusiawian-nya sampai akhir.

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
2 Comments

Posted by on July 24, 2011 in Classics

 

2 responses to “The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

  1. melmarian

    March 9, 2012 at 3:28 pm

    Reblogged this on Baca Klasik.

     
  2. yuni prema vahini

    December 1, 2012 at 10:57 pm

    kalau bole tau< dimana ya beli novel itu sekarang?

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: