RSS

The Guardian Legacy 1 – Awakened

21 Jul

  • Pengarang               :    Ednah Walters
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    552 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Arah Publishing
  • Harga                      :    89.900 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
  • Cetakan                   :    Mei 2011
  • Tanggal Beli             :    5 Juli 2011

Lil Falcon, gadis 16 tahun, harus tinggal bersama kakeknya sejak kecil karena kedua orangtuanya telah tiada. Lil tak sadar kalau ia adalah seorang Guardian, makhluk dengan kekuatan super yang ditugaskan untuk membunuh iblis dan melindungi umat manusia. Kekuatan terpendamnya mulai terungkap saat ia bertemu Bran, seorang pemuda tampan dengan kemampuan luar biasa. Saat hubungan mereka semakin dekat, ada suatu rahasia besar Bran yang belum diketahui Lil. Apakah rahasia itu akan menghancurkan hubungan mereka? Apa yang selanjutnya akan terjadi setelah Lil tahu kalau ternyata ayahnya sebenarnya masih hidup? 

Review :

Uum, satu hal yang menarik perhatianku dari buku ini selain covernya adalah sinopsisnya. Sekalinya aku baca, entah kenapa pikiranku langsung melayang ke The Mortal Instruments Series. Kata-kata “…makhluk dengan kekuatan super yang ditugaskan untuk membunuh iblis dan melindungi umat manusia.” mengingatkanku pada tokoh Nephilim di seri The Mortal Instruments. Begitu aku baca halaman-halaman awal, wah iya nih, tema tokoh-tokohnya kurang lebih sama, tentang Nephilim walaupun kalau di The Mortal Instruments, mereka disebut kaum Pemburu Bayangan, sedangkan di buku ini disebut sebagai Guardian. Hem, gimana tema ceritanya ya?? Yah, harusnya sih beda, tapi kita lihat aja nanti deh.

Yang jelas, bab I buku ini masih berupa perkenalan dengan si tokoh utama, Lil Falcon, gadis berusia 16 tahun namun memiliki tinggi 180 cm dan rambut merah menyala. Selama ini ia menyangka ia hanya seorang anak keturunan kaum gipsi biasa. Namun semenjak ia menginjak usia 16 tahun, ia semakin sering mendengar suara-suara di kepalanya, dan suara kali ini menyuruhnya untuk menemui seseorang. Yah, dengan keberanian yang dipaksakan, Lil menemui sang pemilik suara. Rupanya ia adalah seorang  pemuda berusia 19 tahun yang tampan dan terkesan arogan bernama Bran Llyr. Cowok itu berusaha meyakinkan Lil bahwa mereka berasal dari kaum yang sama dan merupakan keturunan Guardian dan kakek Lil adalah seorang Kardinal Guardian Psi dan selama ini kakeknya hanya menyamarkan identitas dan hidup sebagai seorang Gipsi Sirkus untuk menutupi tugas-tugasnya sebagai Guardian, yaitu mengejar para iblis alias demon. Lil menolak mentah-mentah kabar itu dan tetap berdiri pada keyakinannya bahwa ia hanyalah seorang gipsi biasa. Namun Bran tetap memaksa Lil untuk menyampaikan sebuah rangkaian pesan kepada kakek Lil. Pesan-pesan itu terdengar aneh di telinga Lil, namun Bran bilang bahwa kakeknya pasti akan mengerti.

Dengan perasaan bingung, Lil pulang. Namun rupanya ia telah menimbulkan sebuah badai listrik akibat dari suasana hatinya yang gundah, marah, bingung, dan takut. Ia yang tinggal di RV Park tanpa sadar  membuat daerah itu porak poranda. Untung kakeknya segera datang dan menenangkannya. Akhirnya rahasia jati diri pun terkuak. Ia akhirnya tahu bahwa semua yang dikatakan Bran memang benar. Ia memang keturunan dari Guardian dan memiliki kemampuan dasar berupa telepati dan teleportasi. Disini disebutkan bahwa ia adalah kasus yang spesial karena ia dilahirkan di ‘bumi’ dan, syukurlah, setidaknya Lil memang memiliki darah gipsi dari neneknya. Kini setelah Lil tahu, kakeknya bisa menggunakan kekuatannya di depan Lil, terutama saat membereskan isi trailer mereka yang berantakan akibat badai buatan Lil. Sang kakek menggunakan kemampuan Telekinetisnya. Lil bahkan tidak tahu harus bereaksi gimana lagi selain marah karena merasa telah ditipu selama bertahun-tahun.

Tapi hanya Grampa Ares Falcon inilah satu-satunya keluarga yang ia punya, dan ia tidak mampu marah terlalu lama padanya. Akhirnya Ares bercerita bahwa ia adalah seorang Kardinal Guardian Psi dimana dia bisa mengendalikan pikiran dan ingatan orang. Ia juga seorang Empath, yaitu seorang yang memiliki kemampuan merasakan emosi orang lain. Kalau dari sepemahamanku ya, para Guardian ini bekerja dalam satu tim dan setiap tim terdiri dari enam Guardian yang menguasai masing-masing elemen, yaitu Psi, Energi, Tanah, Udara, Air, dan Waktu. Guardian yang sudah tua alias master disebut sebagai Kardinal Guardian, sedangkan yang masih muda disebut para trainee Guardian. Lalu ada juga yang namanya Guardian Sipil, alias mereka yang tidak duduk dalam jabatan penting, atau semacam orang sipil karena kekuatan mereka yang rendah.

Sebentar kemudian, Lil  pun mengenal anggota tim kakeknya dan ternyata kakeknya tu semacam pemimpin dalam tim. Ada seorang Kardinal Guardian Waktu bernama Hsia. Hsia ini bisa mengendalikan, menghentikan, atau mengembalikan waktu. Lalu ada Janelle, sang Kardinal Guardian Tanah, Elvira sang Kardinal Guardian Api,  dan Seth sang Kardinal Guardian Udara, sedangkan Tariel sang Kardinal Guardian Air menghilang lima puluh tahun yang lalu. Dan untuk Guardian yang lainnya nanti bakalan muncul seiring perkembangan cerita. Nanti juga ada para Guardian Trainee atau Guardian yang masih dalam masa-masa pelatihan, yang akan menjadi teman-teman Lil di sekolah barunya. Selama ini, mereka ─para Guardian─ memang menyembunyikan identitas mereka dengan hidup berbaur ditengah kaum manusia.

Benar saja, belum juga dia masuk ke kelas barunya, sudah bertemu dengan Remy dan Sykes, dua cowok trainee  Guardian yang menyamar sebagai atlet. Kurasa kedua cowok ini bakal asyik😉 Lagian kedua cowok ini memperingatkan anak-anak tim futbolnya agar menjauhi Lil. Mereka bilang, Lil terlarang buat mereka. Hhaha.. Lil yang hampir-hampir nggak punya teman dari setiap sekolah yang pernah ia masuki sebelumnya, kini di sekolah barunya ia malah mendapat perhatian dan perlindungan dari dua cowok keren😀 Tapi lagi-lagi Bran muncul. Dan kali ini ia memaksa Lil agar melihat sebuah tanda yang tertato di dada Bran, sebuah bentuk 2 segitiga terjalin yang membentuk sebuah bintang dengan segi enam di bagian tengahnya. Bran menginstruksikan agar Lil menyampaikan gambar itu kepada Grampa-nya karena keluarga Bran sedang dalam masalah dan membutuhkan bantuan Kardinal. Bran tahu bahwa pesan sebelumnya pasti sulit untuk dipercayai oleh para Kardinal, itulah kenapa ia mendatangi Lil dan memaksa gadis itu agar melihat tanda di dadanya, sehingga kakek Lil dapat melihat gambarannya dari dalam pikiran Lil.

Setelah bertemu dengan Remy dan Sykes, akhirnya Lil juga bertemu dengan dua trainee Guardian yang lain, yaitu Isadora dan Pilar, atau yang lebih suka di panggil Izzie dan Kim. Rupanya keempat orang ini termasuk dalam anak-anak populer di sekolah, sehingga sedikit banyak membuat Lil jengah karena ini diluar kebiasaannya untuk menarik perhatian banyak orang padanya di sekolah, karena mau nggak mau sekarang Lil terikat dengan mereka. Remy ternyata trainee Guardian Tanah, Sykes trainee Guardian Energi, Izzie trainee Guardian Waktu, dan Kim yang sedikit keras kepala dan menyebalkan adalah trainee Guardian Udara. Mereka mengobrol sejenak untuk membicarakan tentang latihan bersama yang harus ia jalani bersama keempat pemuda ini dan ia juga mendapat beberapa informasi mengenai kehidupan Guardian. Ia juga tahu bahwa ternyata setiap Guardian akan mendapatkan amulet pelindung ─seperti liontin kalung berbentuk bintang sudut enam Lil yang ia dapatkan dari neneknya─ saat seorang anak mulai mendapatkan kekuatannya. Namun Lil tidak mengungkapkannya bahwa ia mendapatkan kalung itu sejak ia kecil.

Sepulang sekolah, Lil yang sudah mendapatkan beberapa teman baru seperti Kylie, Amelia, Nikki, Zack, dan Cade, diajak untuk berenang bersama oleh mereka. Akhirnya ia pun bisa merasakan kehidupan yang lebih ‘normal’. Karena ia sering pindah sekolah, ia nggak punya teman. Ia pun mengiyakan ajakan ini. Namun di kolam renang itu ia mendapatkan kunjungan dari Bran yang ingin berpamitan. Aiai, bibit-bibit saling suka mulai muncul disini oey.. Disini Bran mengakui bahwa ia adalah seorang Hermonite, kaum Nephilim jahat yang dipimpin oleh demon wanita Coronis dan memilih kehidupan kekal serta kekuasaan atas umat manusia. Demon-demon ini mengumpulkan jiwa-jiwa manusia. Namun Lil yakin, Bran tidaklah jahat. Akhirnya Bran sedikit membuka diri. Ia bercerita bahwa ia membutuhkan bantuan Kardinal untuk menolong adik serta ibunya yang tertawan di pulau Coronis, Xenith. Ternyata ia juga punya seorang kakak bernama Gavyn, yang kemudian muncul dan aku langsung tahu kalau Gavyn ini tokoh antagonisnya. Huft.. Bran bercerita bahwa dulu kakek neneknya yang Guardian diculik oleh Coronis dan anak lelaki mereka satu-satunya dipaksa menikahi seorang wanita demon Lazarus, yaitu ibu Bran. Alhasil, Bran dan kakak serta adik perempuannya setengah demon. Nanti ya teman-teman, kalau kalian baca novel ini, banyak istilah-istilah yang diperkenalkan pada kalian. Tapi jangan kuatir, kita diberi glosarium dan penjelasan kok di awal dan akhir buku ini😉

Pokoknya intinya, Gavyn ini sangat menyeramkan. Ia sangat menyukai takdirnya terlahir sebagai seorang demon dan dia melarang adiknya, Bran, berganti haluan menjadi Kaum Buangan, yaitu para demon dan anak-anak Hermonite yang tidak suka menyakiti manusia dan bahkan beberapa juga malah menolong manusia. Gavyn sangat marah saat tahu Bran berniat meninggalkan kehidupan lamanya. Lalu ia tahu, bahwa salah satu penyebabnya adalah Lil, maka Gavyn menggunakan Lil sebagai ancaman buat Bran. Seperti yang sudah kita duga, hubungan Lil dan Bran berkembang. Mereka sering berkomunikasi melalui telepati dan ini menenangkan Lil walaupun kakeknya menentang dan meminta Lil agar menjauhi pemuda itu sebelum identitas aslinya terbukti, benarkah Bran cucu dari Kardinal Guardian Tariel yang lima puluh tahun yang lalu diculik. Dan guys, rupanya para Guardian ini berumur panjaaang.. Kakek Lil bahkan akan berulang tahun yang ke dua ratus delapan puluh. Whahaha.. Ngerii..

Nah, kembali lagi ke Lil yang sekarang menjadi anggota Dojo C12, tempat dimana ia dan ke empat trainee Guardian berlatih. Di sekolah rupanya mereka juga di sebut sebagai kaum Elite karena merupakan anggota dari Dojo. Udah populer, elit pula.. Ckck.. Pantas teman-teman manusianya jadi bingung bagaimana kalo berhadapan sama Lil. Untung Lil tidak lupa pada mereka, teman-teman pertamanya, dan tetap menjadi teman mereka. Di Dojo, Lil berlatih di bawah pengawasan Azure yang kebetulan adalah seorang Guardian Sipil dan bekerja sebagai guru di sekolahnya dan bernama Ms. Deveraux. Kemudian perlahan kekuatan-kekuatan Lil muncul. Selain Telepati dan Empath, dia juga bisa Telekinetis, menggerakkan benda-benda dengan pikirannya. Suatu kali, selesai latihan, dia mendengar perbincangan teman-teman trainee Guardiannya bahwa kemampuan-kemampuan Lil ini tidak wajar kerena tidak ada dalam sejarah Xenithian, bahwa ia bisa menciptakan badai listrik, dan bahkan menghentikan omni seperti yang ia lakukan saat ia berhadapan dengan Gavyn. Belum lagi keempat temannya ini membicarakan tentang pernikahan grampa dengan grandma dulu. Apa yang salah? Kini batinnya semakin dibingungkan dengan sejarah keluarganya secara keseluruhan. Bahkan ternyata ada ramalan tentang gadis berambut merah yang akan menguasai keenam elemen alam dan akan membantu kaum Hermonite menguasai dunia. Mungkinkah gadis itu Lil? Lil pun marah dan terlibat adu mulut dengan Kim yang paling keras kepala.

Nah, terlepas dari itu semua, suasana hati Lil yang sedang marah berubah jadi senang saat akhirnya Bran mendatanginya segera ─maksudku dengan segera yaitu memang dengan segera, menggunakan teleportasi, ckck.. asik yaa..─ setelah ia merasakan suasana hati Lil. Ooh, manisnyaa, kupikir. Dan ehm, aku suka dengan karakter Bran. Rasanya bener-bener tipikal cowok idaman. Hhaha.. Di imanjinasiku ya, Bran ini cowok yang gentle, keren, manis, baik bangeet dan romantis.. Aku suka. Aku suka kalau dia muncul😀 Rasanya cocok banget sama Lil. Kini mereka bahkan sedang berkencan. Ahhahaii.. Untung Grampa sudah nggak mempermasalahkan hubungan mereka. Apalagi akhirnya Bran menunjukkan bukti yang lebih kuat lagi bahwa ia memang cucu dari Tariel, yaitu sayapnya dan, wow, aku bener-bener ikut terpesona oleh gambaran Ednah Walters mengenai keindahan sayap ini. Wew..

Tapi tiba-tiba sebuah kabar datang menghampiri dan memaksa Bran untuk pulang ke LA. Sang kakak, Gavyn, sedang dalam masalah karena dituduh telah membunuh sepasang demon kembar yang menjadi bawahannya. Mau nggak mau Bran yang sangat menyayangi keluarganya ini harus pergi ke LA untuk membantu kakaknya. Dia memberitahu perihal kepergiannya ini kepada para dewan dan ia bahkan berjanji akan kembali dalam 2 hari. Namun ternyata ia tidak kembali. Lil sangat cemas, begitu juga dengan para Kardinal. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mencari jejak Bran dan menghubungi semua kontak yang Bran tinggalkan kepada Hsia, Kardinal yang selama ini menampungnya. Namun hari berganti hari dan Lil serta trainee Guardian lainnya malah juga kehilangan kontak dengan para Kardinal yang pergi, termasuk Grampa-nya. Sisa Kardinal yang ada mulai ikut mencari. Akhirnya Lil, Sykes, Remy, Kim dan Izzie semakin dilanda kecemasan, hingga akhirnya mereka pun beraksi😀

Hadoo, dari semua kemampuan para Guardian, aku paling suka dengan Teleportasi. Ini semacam kemampuan dasar buat mereka. Jadi kalau mau kemana, mereka tinggal, cling, menghilang, lalu tiba-tiba udah ada di tempat baru. Huh.. Asyik banget. Loncat-loncat antar benua pun bisa. Ckck..

Tapi untungnya novel ini nggak membuatku bosan dari segi kepadatan buku. Walaupun buku ini tebal, tapi cukup enak buat dibaca karena halamannya cukup leluasa, hanya 28 baris perhalaman dan menggunakan spasi yang cukup lebar. Yang pasti, mata ini nggak gampang capek waktu baca dan dengan kerengangan halamannya membuatku cukup cepat membalik setiap halamannya. Taulah, aku paling suka saat-saat membalik halaman sebuah novel, rasanya membuatku senang aja. Semakin banyak kubalik halamannya dengan cepat, biasanya malah membuatku tidak merasakan karena tahu-tahu aku udah sampai ke bagian akhir buku. Hhe.. Tapi jangan salah, baca buku ini memang bikin aku pingin cepet-cepet membalik halamanku, asyik tau mengikuti alur ceritanya, apalagi semakin mendekati akhir saat  dimana peperangan sedang berlangsung. Aku hampir tidak pernah menutup bukuku pada bagian ini😀

Tapi ada satu kekurangan dari buku ini, astaga, lumayan banyak kata-kata yang salah ketik, entah itu kurang huruf, atau kelebihan huruf atau memakai sebuah kata dua kali atau bahkan ada kata yang hilang, pokoknya cukup banyak kesalahan. Jadi kesimpulannya, bagian editing ─atau bagian manapun yang bertanggung jawab dalam pengetikan─ dari penerbit ini kurang bekerja secara maksimal. Kurasa mereka harus bisa lebih teliti lagi. Yah, walaupun nggak fatal-fatal amat sih, tapi kan bikin risih kalo baca kok ada kata yang kurang hurufnya. Dan frekuensinya bisa terbilang cukup sering lho kalau dibanding dengan novel lain yang selama ini kubaca. Bahkan di halaman terakhir dari cerita pun juga ada kesalahan. Nama  yang harusnya ‘Bran’ jadi ‘Gran’. Pew.. Sejujurnya, kalau menurutku pribadi, penerjemahan atas novel ini juga kurang bagus. Aku merasa ada beberapa saat dimana aku bingung akan maksud suatu kalimat atau paragraf. Sayang sekali ya.. Padahal ceritanya bagus🙂

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
9 Comments

Posted by on July 21, 2011 in Magic

 

Tags:

9 responses to “The Guardian Legacy 1 – Awakened

  1. Princess U

    July 21, 2011 at 9:59 am

    Dr penerbit ini emang srg ada kslhn ketik. Syg bgt sih,apa lg penerbit ini yg akhir2 ini selalu ngeluarin novel2 bagus. Aku setuju kalo ada jg yg ga aku ngerti di bbrp paragraf. Tdnya aku pikir mgkn akunya yg dodol,hehe..
    Tp ada jg yg lmyn ganggu. Yg “Ciaat. Ciaat” “Cring. Cring”. Coba ga usah ada efek itu. Hehe pndpt pribadi sih,soalnya aku jg udah bs ngebayangin tnpa efek itu.
    Dan.. Aku suka review ini.. Dr penerbit ini suka ngadain lomba nulis resensi,mgkn km bs ikutan..:-)

     
    • koleksinovelku

      July 21, 2011 at 10:42 am

      yups. tul bgt, bbrapa novel fantasi terbitan ufuk memang lgi q ikutin.. aku suka crita”nya.. hha..
      yah, mgkn sbaiknya pihak pnerbit hrus lebih mmperhatikan dan evaluasi hsil pengetikan juga terjemahan, jd qt sbgai pmbaca nggk merasa dbingungkan deh.. smoga untuk cetakan berikutnya sudah mrka perbaiki ksalahan”nya ^^
      hhe.. makasiii.. tpi lain kli aja deh, q lum pernah iqt lomba” gt.. hhe..😛

       
  2. kesuma

    June 5, 2012 at 12:55 pm

    eh ada yg tau nggak klo buku kedua Betrayed udah terbit di Indonesia?

     
    • koleksinovelku

      June 5, 2012 at 5:19 pm

      setau aku Betrayed belum terbit.. hhe..

       
      • fauzan

        September 26, 2013 at 10:07 am

        Betrayed kpan nongol ny . . . ?

        awakeneed very amazing. .

         
    • fauzan

      September 26, 2013 at 10:08 am

      Kpan terbt ny?

       
  3. arbi

    June 20, 2015 at 2:16 pm

    aku udah lama bgt ngincer ini novel. tapi ga ktmu2.huhuhu. bisa di dpetin dmn ya?? atau ada yg mau ngirimin ke padang ga?? hickhick

     
  4. frank

    June 19, 2016 at 5:26 pm

    susah nih nyari lanjutan novel2 terjemahan ….padahal versi imported dah selesai….bukan cuma buku ini saja, banyak buku2 yang aku ikutin tapi gak ketemu2 lanjutannya d toko buku…😦

     
    • koleksinovelku

      November 26, 2016 at 2:45 pm

      setuju banget frank. ada beberapa judul yang niat aku ikutin malah jadi mangkrak deh. heuuu

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: