RSS

Ghostgirl 2 – Homecoming

20 Jul

  • Pengarang               :    Tonya Hurley
  • Genre                      :    Drama, Mystery
  • Tebal                       :    350 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Atria
  • Harga                      :    50.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2009
  • Cetakan                   :    April 2010
  • Tanggal Beli             :    16 Juli 2010

Mana mungkin surga ternyata adalah sebuah kantor telepon?

Setelah lulus dari Kelas Pendidikan Kematian, Charlotte berharap pintu surga terbuka lebar untuk menyambutnya. Nyatanya, dia malah harus menangani hotline untuk remaja bermasalah. Dan yang lebih payah, sementara teman-temannya sibuk bekerja, teleponnya tidak sekali pun berdering! Rasa kesepian begitu menyiksa Charlotte jika bukan karena Maddy, teman barunya yang baik hati dan penuh perhatian.
 

Sementara itu, Petula terlempar ke pintu kematian gara-gara pedikur yang gagal. Scarlet pun rela mempertaruhkan hubungannya dengan Damen sekaligus nyawanya untuk menyelamatkan kakak yang dibenci-namun-disayanginya itu. Upaya Scarlet sekali lagi mempertemukannya dengan Charlotte. Dan bersama-sama, mereka menjelajahi Alam Kematian dan Alam Kehidupan demi Petula. Akankah upaya mereka berhasil? Mampukah Charlotte menahan diri dari godaan Alam Kehidupan dan Damen yang masih tampan dan menawan?

Dan yang terpenting, ketika kesempatan untuk menjadi seorang Ratu Homecoming hadir di depan matanya, mampukah Charlotte menolaknya?

Review :

Perjalanan ‘hidup’ Charlotte di mulai lagi. Kali ini ceritanya dia sudah lulus dari kelas Pendidikan Kematian dan sekarang ia dan teman-teman sekelasnya sedang menjalani semacam magang, mungkin istilahnya gitu, di sebuah kantor hotline untuk remaja bermasalah. Jadi intinya, mereka akan menangani satu saluran telepon dimana setiap anak yang mendapatkan ‘panggilan’ harus membantu si penelepon untuk menyelesaikan atau paling tidak membantu dengan memberi nasihat-nasihat yang baik. Mungkin kalo di kita jadi semacam perang batin gitu ya kalo kita lagi bingung?? Hhe.. Itu sih imajinasiku aja atas deskripsi yang digambarkan si pengarang, Tonya Hurley..

Kini Charlotte memiliki teman seapartemen ─yang akan menjadi asrama mereka selama mereka magang─ baru bernama Matilda MIner atau biasa di panggil Maddy. Sayangnya Maddy ini keseringan menghasut Charlotte agar dia membenci sahabat-sahabatnya, Pam dan Prue. Belum lagi ia sering membuat Charlotte terlibat masalah dengan Mr. Markov, pengawasnya di tempat magang. Tapi yang menyebalkan, Charlotte memakan umpan Maddy mentah-mentah dan ia mulai meluapkan kekesalannya pada sahabat-sahabatnya itu.

Di Hawthorne High, sahabat Charlotte yang masih bernyawa, Scarlet Kensington, sedang merenungkan hubungannya dengan sang kekasih, Damen Dylan. Kini Damen sudah kuliah dan diluar kota pula, sehingga mereka jarang bertemu dan akhir-akhir ini mulai jarang berteleponan. Belum lagi dengan kata-kata Petula, sang kakak, mengenai hubungan mereka ini dan ia menyebut Scarlet dengan anak SMA tolol yang mengejar-ngejar Damen. Ckck.. Tentu saja ini semakin menyuntikkan tambahan kebimbangan ke hati Scarlet.

Sementara itu, karena adanya insiden Pesta Dansa Musim Gugur yang lalu, Petula dan The Wendys jadi harus menjalani hukuman tinggal kelas selama setahun. Namun seperti halnya pribadi Petula, ia tidak pernah memusingkannya. Ia tetap aja seenak hati dan kali ini ia membolos sekolah hanya untuk pergi pedikur. Lucunya, ia bilang rencana pedikur ini adalah sebuah urusan yang mendesak karena ia sedang mempercantik diri untuk persiapan kencan besarnya dengan cowok yang lebih muda, Josh Valence, siswa senior di Gorey High yang menjadi saingan terberat Hawthorne High dalam olahraga futbol. Rupanya tujuan kencan ini untuk membuat sakit hati Damen. Ckck.. Anak inii..

Tapi pesta hampir tidak berjalan lancar, berakhir bencana malah.. Petula mulai merasa tidak enak badan dan muntah di mobil Josh. Cowok itu marah dan membawa Petula pulang. Tapi rupanya cowok itu cuma meletakkan Petula di halaman depan rumahnya, hingga akhirnya Scarlet yang baru saja pulang dari kerja yang menemukannya. Awalnya Scarlet duga Petula hanya keasyikan berpesta, mabuk berat. Namun semakin dibangunkan, kakaknya yang tidur terlentang di atas rumput itu tidak kunjung bangun. Ia menyentuh Petula yang ternyata sangat demam, iapun langsung menelepon 911. Petula pun dinyatakan  koma. Yang bodoh dan menyebalkan, The Wendys bukannya nolongin atau setidaknya duduk manis berdoa, mereka malah sibuk huru hara dan mondar-mandir di ruangan Petula. Bener-bener kurang kerjaan banget mereka ini. Njengkelin.

Kini Scarlet mulai menyadari bahwa sebenarnya ia juga menyayangi kakaknya yang menyebalkan ini. Scarlet terus menemani ibunya dan juga tinggal dirumah sakit untuk menunggui si kakak yang koma. Ia bahkan rela melepaskan Damen untuk si kakak kalau memang kakaknya masih mencintai Damen dan begitu juga Damen. Ia sangat sedih saat melihat raut wajah Damen yang terus memperhatikan Petula yang terbaring bisu. Bahkan Damen juga mengutarakan segala kenangannya bersama Petula agar gadis itu mendengarkan dan bisa siuman. Namun rupanya Scarlet merasa hatinya teriris-iris kalau mengingat pernah ada sejarah antara Damen dan Petula. Untuk ‘mengembalikan’ Petula, Scarlet tiba-tiba memikirkan Charlotte.

Kembali ke Charlotte. Seperti biasa, dia tidak mendapatkan satu telepon pun. Ia pun jalan-jalan ke kubikel Pam untuk mengobrol saat tiba-tiba teleponnya berdering. Deringan pertama sejak ia tiba di sini. Namun kebahagiannya dipenggal oleh Maddy yang mengangkat telepon itu dan menutupnya tidak lama kemudian. Charlotte sangat kecewa. Apalagi ia malah mendapat teguran dari Mr. Markov karena meninggalkan kubikelnya. Pam, Prue, Suze dan teman-temannya yang lain bertanya-tanya mengapa Maddy berbuat demikian. Padahal ia tahu kalau Charlotte sangat menantikan telepon itu. Mereka bahkan sempat memiliki ide untuk mengusahakan panggilan buat Charlotte. Baiknya mereka inii..

Kembali lagi ke Scarlet. Kini dia sudah yakin dengan rencananya. Ia sudah mengutarakannya pada Damen yang mulai ketakutan dengan rencana nekat Scarlet. Namun cowok itu tahu, ia tidak bisa merubah pendirian dan keputusan Scarlet. Dengan berat hati iapun mendukung rencana sang kekasih untuk menemui Charlotte dan meminta bantuannya. Kemudian, Scarlet pun ikutan koma! Kedua kakak adik ini kini terbaring koma bersama. Ya ampun, kasihan ibunya yang nggak tahu apa-apa..

Kini kita mulai bertemu dengan Petula yang tersadar di Dunia Lain. Ia terbangun di semacam rumah sakit namun kosong mlompong. Seperti kebiasaannya, ia terus saja marah-marah. Ia belum menyadari bahwa ia dalam kondisi koma. Di ruang tunggu inilah ia nanti berkenalan dengan seorang gadis kecil bernama Virginia. Gadis itu rupanya adalah seorang model dan sering ikut berbagai macam kontes. Namun mereka sama-sama memiliki watak yang keras. Seringkali mereka harus berdebat panjang lebar untuk mempertahankan argumennya atau sekedar untuk mematahkan argumen lawannya. Namun lama kelamaan mereka merasa aneh tinggal di tempat itu. Kenapa mereka memakai gaun rumah sakit? Mengapa tidak ada seorang pun yang terlihat di rumah sakit itu? Mereka belum menyadarinya..

Disisi lain, Scarlet menemukan Charlotte. Bersama Maddy mereka bertiga berusaha mencari Petula. Namun mereka tidak tahu bahwa Maddy menyembunyikan sesuatu. Saat mereka tiba di persimpangan, karena berbeda pendapat, Maddy dan Scarlet mengambil jalan yang berbeda. Namun sayangnya, Charlotte memihak Maddy. Disaat Scarlet bergentayangan entah kearah mana, ia ditemukan oleh Pam dan Prue. Ia sangat bersyukur setidaknya ia menemukan teman ‘dunia lain’nya yang lain. Sementara itu, Maddy dan Charlotte telah tiba di rumah sakit dimana tergeletak tubuh Petula dan Scarlet. Rupanya Maddy sangat ingin hidup lagi. Ia ingin memasuki tubuh Petula yang tak bernyawa dan memaksa Charlotte agar dia memasuki tubuh Scarlet yang terbujur kaku. Namun setidaknya Charlotte masih punya hati nurani.

Lalu tiba-tiba kehebohan terjadi, Damen dan The Wendys tiba di ruangan dan dengan kegilaannya, Damen akan membawa Petula ke Pesta Homecoming dalam keadaan koma! Ia bahkan memakaikan gaun Petula dan The Wendys membantunya untuk membawa kabur Petula dari rumah sakit. Yang parah, sekarang Maddy malah mengomporinya agar Charlotte mau masuk ke tubuh Petula dan menikmati kehidupan kembali, terutama menjadi seorang Ratu Homecoming yang akan dinobatkan kepadanya. Maddy meyakinkannya bahwa sebenarnya Damen masih mencintai Petula, itulah kenapa ia meninggalkan Scarlet untuk membawa Petula ke pesta Homecoming. Astaga.. Charlotte semakin bimbang dan ia pun memutuskan akan memasuki tubuh Petula.

Well, cerita yang ringan dan enak buat diikuti. Apalagi dengan perubahan karakter Petula yang  membuatku cukup senang. Penggambaran persahabatan Charlotte, Scarlet, Pam dan Prue juga membuatku terharu.  Walaupun lelucon yang disampaikan di buku ini kebanyakan adalah lelucon sarkastik, namun tetap saja akan membuat kita bisa tersenyum miring dan menggelengkan kepala.

Ratingku buat novel ini : 8

 
Leave a comment

Posted by on July 20, 2011 in Horror/Mystery

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: