RSS

Shopaholic 3 – Shopaholic Ties The Knot

17 Jul

  • Pengarang        :    Sophie Kinsella
  • Genre               :    Drama
  • Tebal                :    576 hlm ; 18 cm
  • Penerbit            :    Gramedia
  • Harga               :    55.000 IDR
  • Pertama terbit   :    2002
  • Cetakan ke-4     :    Januari 2011
  • Tanggal Beli      :    17 Februari 2011

Hidup Becky Bloomwood sungguh mulus: dia punya pekerjaan yang menyenangkan, dia tinggal di apartemen Manhattan bersama pacarnya, Luke, dan mereka membuka rekening gabungan (walaupun belum sepakat apakah rok Miu Miu termasuk pos pengeluaran rumah tangga).

Kemudian Luke melamarnya! Dan hidup Becky jadi rumit lagi. Ibunya ingin mereka menikah di Inggris, mengenakan gaun pengantinnya dulu. Ibu Luke ingin mereka menikah di Plaza Hotel New York, dengan pesta mewah, kue pengantin hebat, dan kada-kado luar biasa.
Becky harus mengambil keputusan—tapi sulit sekali! Waktu terus berjalan, padahal ada dua rencana yang sedang digodok di dua negara. Becky pun menyadari dia punya masalah besar.

Review :

Kita sampai di buku ketiga dari Shopaholic Series. Yeii..!!

Kali ini, cerita diawali oleh Becky yang dengan susah payah ingin memasukkan lemari koktail 1930-an barunya ke dalam sebuah taksi hanya karena ia ingin sedikit menghemat biaya ongkos kirim. Jelas aja, soalnya sayang juga sih, toh rumah dia hanya di ujung jalan tapi ongkos kirimnya mahal banget. Tapi lucu juga, masa idenya pake taksi?? Terang aja gagal. Bahkan sang sopir taksi meninggalkannya begitu saja. Akhirnya ia menyerah dan memakai jasa layan antar itu. Ckck..

Anyway, Becky udah setahun tinggal di New York bersama Luke looh.. Di sebuah apartemen indah di West 11st Street. Di ceritakan malam hari itu mereka akan bersiap terbang kembali ke London untuk menghadiri pernikahan sahabatnya, Suze, dengan Tarquin! Alamak.. Jadinya mereka menikah?! Lucu juga ya nikah sama sepupu sendiri🙂 Nah, disini kita dikenalkan dengan sosok Danny, tetangga Becky, yang juga seorang desainer baju. Bahkan gaun pendamping wanita Becky, Danny yang buat.. Tapi orangnya agak santai dan konyol dan bodoh menurutku. Apalagi saat membujuk Becky untuk segera menikah, di depan Luke pula..! Hhaha.. Tapi taulah, Becky orangnya gimana. Dia gampang membela diri namun biasanya malah menjerumuskan dirinya sendiri ke masalah yang lebih pekat. Yups, dia bilang pada Danny (di depan Luke juga) bahwa ia tidak ingin menikah dalam waktu dekat, setidaknya tidak dalam 10 tahun kedepan. Nah looh.. Gimana reaksi Luke?? Wajah dia mah pandai menyembunyikan suasana hati, tapi tingkah lakunya kadang menunjukkan dengan jelas apa yang terjadi padanya.

Esok harinya, mereka sudah tiba di London dan segera menuju Hampshire, ke rumah Suze, Harborough Hall. Kedua sahabat ini bersuka cita karena pertemuan mereka. Mereka menikmati hari yang mereka lewatkan bersama hingga pernikahan Suze menjelang. Astaga, rupanya Suze hamil! Tapi dia nanggapinnya dengan santai dan sejauh ini berhasil menyembunyikannya, bahkan dari orangtua dan Tarquin sendiri. Hha.. Aku masih geli lho, tahu Suze mau nikah sama Tarquin. Ya ampun, bahkan namanya bakalan nggak ada perubahan sama sekali, tetep Susan Cleath-Stuart. Ckck.. Tapi memang sudah jadi hal yang cukup umum sih nikah sama sepupu sendiri, tapi setidaknya di lingkunganku belum pernah nemuin yang begini. Hem, kayak cowok di dunia ini cuma sebatas keluarga sendiri aja. Pew.. Namanya cinta yaa.. nggak pandang bulu siapa orangnyaa..

Well, beginilah pernikahan ala bangsawan Skotlandia. Aku juga baru ingat kalau Suze dan Tarquin masih keturunan bangsawan. Makanya pernikahan ini sangat mewah, namun karena keluarga mereka sudah terbiasa mengadakan pesta, jadi persiapannya tidak perlu ambil pusing. Dan ohh.. Akhirnya Suze dan Tarquin resmi menjadi suami istri! Dan heiiii, Suze juga bertunangan dengan Luke!! Astaga..! Tanpa di duga lhoo.. Aku aja nggak nyangka.😀 Manis banget.. Tanggal pernikahan pun sudah ditetapkan kemudian, yaitu 22 Juni yang artinya hanya beberapa bulan lagi sebelum keduanya menjadi suami istri. Ibu Becky dengan senang hati dan penuh semangat merencanakan pernikahan putri tunggalnya ini.

Tapi sayangnya lagi-lagi Elinor Sherman, ibu Luke, tidak meninggalkan kesan yang baik, kali ini di depan orang tua Becky. Di ceritakan kebetulan Elinor sedang singgah di London sebelum melanjutkan perjalanannya ke Swiss untuk operasi facelift nya. Namun di pertemuan makan siang itu, mereka hanya bertemu 12 menit sebelum kemudian Elinor pergi lagi. Ckck.. Nah, kembalinya Luke dan Becky ke New York, Becky terkejut saat Elinor ingin menemuinya. Ternyata Elinor memperkenalkan seorang wanita bernama Robyn de Bendern, ia adalah wedding planner. Rupanya tanpa sepengetahuan Becky, Elinor telah merencana pernikahan putranya ini di Plaza Hotel dengan segala kemewahannya. Ya ampun, bertolak belakang dengan rencana Ibu Becky, dan yang terpenting, di New York pula! Ia ingin menikah di kampung halamannya, di Oxshott. Ketegangan antara Becky dan Elinor semakin parah. Keduanya sama-sama keras kepala, dan sayangnya Luke pasti memihak ibunya. Tapi rupanya kunjungan singkat Becky ke Plaza Hotel membuatnya terpesona. Belum lagi Robyn terus-terusan memberinya laporan perkembangan persiapan pernikahan yang semakin hari semakin keren aja. Aku bisa ngebayangi kalau emang pernikahan kayak gini bener-bener terwujud, pasti sangat mewah, megah, dan.. wow! Mantaplah. Dan yang lebih ngeri, Elinor yang membiayai segala macamnya. Orang kayaaa..

Lalu gimana dengan keluarga Becky? Pernah Becky mencoba bicara pada ibunya melalui telepon, namun rupanya tidak berjalan lancar. Belum lagi ternyata sang ibu selama ini terus menerus menyiapkan pernikahannya. Lagi-lagi dilema dan membuatnya semakin merasa bersalah. Akhirnya dua persiapan pernikahan untuk hari yang sama, tanggal yang sama, namun di dua benua yang berbeda tetap berlanjut tanpa ada kepastian dari Becky mana yang akan ia pilih. Tapi Luke yang memasrahkan segalanya pada Becky membuatku takjub. Ia tidak mau bertengkar hanya karena tetek bengek pernikahan dan ia ingin Becky yang memilih karena ingin Becky bahagia. Ya ampun cowok ini, baiknyaa..

Becky pun meyakinkan diri bahwa seusai pesta pertunangannya, ia harus bisa memutuskan, dimana pernikahan ini akan diadakan. Ya, pesta pertunangan Becky dan Luke. Rupanya Elinor mengadakan sebuah pesta pertunangan buat mereka. Acara diadakan di apartemen mewah Elinor. Sayangnya dari semua undangan yang ada, tidak ada yang Becky kenal dengan baik kecuali Michael Ellis. Ia teman baik Becky dan rekan bisnis serta sahabat Luke. Kalau kalian ingat, di buku kedua, Michael cukup membantu Becky tentang banyak hal. Tapi nanti Michael dan Luke malah bertengkar hebat dan membuat Luke keluar dari ruangan. Ya Ampun.. Tapi hei, setidaknya Becky tidak sesendiri yang ia kira. Sahabatnya, Suze dan Tarquin, datang mengunjunginya. Belum lagi Danny, tetangganya yang desainer. Ia sangat bahagia setidaknya sahabatnya itu ada bersamanya.

Hari berikutnya, mereka berdua jalan-jalan untuk mencari gaun pengantin. Akhirnya Suze tahu mengenai rencana pernikahan Becky di New York dan ia marah sekali. Kenapa? Karena Suze sudah melihat sendiri bagaimana Ibu Becky menyiapkan segala macam untuk pernikahan Becky! Aku setuju sih sama Suze. Menurutku disini emang Becky keterlaluan. Dia bisa membuat Ibunya sedih banget kalau ia membatalkan pernikahannya di London. Apalagi alasan Becky semata karena segala kemewahan yang ditawarkan pesta New York. Ya ampun. Mengecewakan memang. Banget.. Yang lebih mengecewakan, walaupun akhirnya Becky sudah memutuskan akan menikah di London, ia terus menerus menunda untuk mengatakannya pada Elinor atau setidaknya Robyn, sehingga mereka bisa menghentikan usaha persiapan ini. Keseringan Becky menemukan alasan lain untuk menunda-nunda, tapi kemudian karena sebuah rasa gengsi terhadap Alicia Billington, ‘saingan’ dulu, ia berubah pikiran lagi. Buh.. Di buku kali ini kita bener-bener dihadapkan oleh sikap nggak tegas Becky yang menyebalkan ─aku aja sampai gondok banget sama dia. Bahkan agenda belanja yang di dua buku sebelumnya lumayan banyak, kali ini sedikit berkurang dan digantikan dengan segala macam tetek bengek persiapan pernikahan dan masalah batin yang melanda Luke. Kasihan sebenarnya si Luke ini. Walaupun caranya salah, tapi segala tindakan yang ia lakukan untuk Elinor terlihat jelas didasarkan atas rasa haus akan kasih sayang dan perhatian dari sang Ibu. Hew.. Inilah yang menimbulkan pertengkarannya dengan Michael dan beberapa hari kemudian Luke mendapat kabar mengenai serangan jantung Michael. Luke sangat hancur dan merasa bersalah. Belum lagi ditambah dengan masalah dengan ibunya. Pokoknya keadaan Luke sangat berantakan. Hhu..

Walaupun aku tidak begitu greget pada perjalanan panjang buku ini, setidaknya aku menyukai akhir ceritanya. Seperti biasa, Sophie Kinsella memberi akhir cerita yang ringkas, cepat dan tepat sebagai penyelesaian atas segala konflik yang disajikan. Walaupun sebenarnya dari awal aku udah menebak kalo solusi masalah-masalah Becky pasti begitu, yah, inti penyelesaiannya aja maksudku, kerana detail pelaksanaannya kan aku nggak mungkin setepat itu juga. Hhe.. Tapi senang juga karena setidaknya tebakanku benar😀 Anyway, aku juga suka membaca surat-surat yang Becky dapatkan kali ini. Ada beberapa yang menurutku konyol banget. Hhe..

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2011 in ChickLit

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: