RSS

Jane Eyre

15 Jul

  • Pengarang               :    Charlotte Brontë
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    688 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    80.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1847
  • Cetakan                   :    Oktober 2010
  • Tanggal Beli             :    27 Juni 2011

Jane Eyre adalah salah satu karya fiksi klasik terpopuler sepanjang masa. Walaupun miskin dan tidak cantik, Jane memiliki jiwa dan semangat yang tak terkalahkan, serta kecerdasan dan keberanian besar. Sebagai anak yatim-piatu, Jane menghabiskan masa kecilnya bersama keluarga bibinya yang kejam. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Lowood, dia bekerja sebagai pengajar bagi anak perempuan Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang sinis dan misterius. Padang belantara Yorkshire menjadi latar belakang kisah cinta yang lambat laun berkembang antara Jane Eyre dan Mr. Rochester, namun begitu banyak rintangan dan tragedi yang mesti dihadapi, perpisahan yang mesti dijalani sebelum mereka bisa bertemu lagi.

Review :

Kisah Jane Eyre dimulai dari saat ia masih anak-anak berusia 10 tahun. Ia anak yatim piatu dan tinggal bersama dengan orang tua asuhnya, Mrs. Reed, beserta ketiga anaknya, Eliza, John, dan Georgiana Reed. Ketiga anak ini, terutama John sang anak lelaki tunggal, sangat senang menganggu dan bahkan menyiksa Jane. Walaupun tindakan ini dilakukan di depan Mrs. Reed sekalipun, wanita tua itu tidak pernah menyalahkan John, dan terkesan buta tuli terhadap kondisi lingkungannya. Jane yang sadar akan kedudukannya akhirnya hilang kesabaran saat suatu kali John mengganggunya lagi. Jane memberontak dan menyebabkan ia mendapatkan hukuman kurungan di ruang merah. Bahkan Bessie dan Miss Abbot, pelayan di rumah itu pun tidak menyukai sifat keras Jane. Hew, kasihannya Jane kecil..

Ruangan merah ini sebenarnya  adalah sebuah ruangan besar dan mewah, namun sangat suram. Ruangan ini adalah ruangan dimana Mr. Reed menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya sembilan tahun yang lalu. Pada dasarnya Mr. Reed adalah pamannya, saudara lelaki ibu Jane, dan beliau lah yang memutuskan untuk merawat Jane sejak Jane yatim piatu, sejak ia masih bayi. Namun semenjak meninggalnya sang paman, Jane merasa seperti tinggal dengan keluarga asing, begitu juga dengan perasaan keluarga Reed terhadapnya.

Terlepas dari ruang merah, Jane di kurung di ruang anak-anak dan dipisahkan oleh sepupu-sepupunya. Selama tiga bulan dia hidup dalam kesendirian, hanya Bessie yang kadang-kadang dengan baik hati mengajaknya bicara. Pada pertengahan bulan Januari itulah akhirnya ia mendapat kabar bahwa ia akan dikirim ke sebuah sekolah berasrama. Mr. Brocklehurst lah lelaki jangkung yang akan mengurus tentang pendidikannya selama di sekolah Lowood. Setibanya di sekolah asrama ini, tenyata keadaannya sangat memprihatinkan, dalam artian pendidikan yang diterima seperti pendidikan sekelas ‘pelayan’, bukan pendidikan tempat orang kaya bersekolah. Jelaslah, cuma 12 Pound pertahun dan mereka disokong oleh dana perwalian, mungkin semacam beasiswa kali ya..

Nah, di Institut ini Jane berkenalan dengan seorang gadis yang lebih tua darinya namun ia banyak menerima teguran bahkan cambukan rotan dari gurunya, Miss Scatcherd. Gadis ini bernama Helen Burns. Dia sangat suka membaca dan melamun saat pelajaran. Oia, kalo aku nggak salah mengerti, sistem pembelajaran di sekolah ini tu dibagi jadi empat kelompok dan kegiatan belajar mengajar diadakan dalam satu ruangan besar semacam aula dan masing-masing kelompok mengelilingi satu orang pengajar. Wah wah.. Tapi setidaknya Jane lebih betah tinggal di sekolah ini dengan segala keterbatasannya di bandingkan dengan rumah keluarga Reed dengan segala kemewahannya. Walaupun sangat memprihatinkan kalau melihat kondisi kesehatan terutama asupan gizi mereka. Sebagian besar pengajar disitu sangat kejam dan tidak menyenangkan. Hanya Miss Temple ─pengawas sekolah ini─ yang dihormati Jane karena kepribadiannya yang baik dan hangat. Jane mulai banyak belajar dan semakin tumbuh dewasa. Terutama setelah wabah tifus menyerang dan menewaskan banyak penghuninya, tidak terkecuali sahabat Jane, Helen Burns yang meninggal karena tuberculosis. Akhirnya tersingkap penyebab wabah bisa menyerang sekolah ini, yaitu karena gaya hidup tidak sehat yang mereka jalani. Akhirnya sistem sekolah pun berubah, semacam ‘komite sekolah’ dibentuk sehingga sekarang Mr. Brocklehurst bukanlah pengelola sekolah ini satu-satunya. Kehidupan terasa lebih manusiawi, dan Jane Eyre tumbuh menjadi seorang murid dan guru, delapan tahun kemudian.

Sungguh. Aku sangat suka bagaimana cerita ini dituturkan. Sangat apik dan lugas. Diambil dari sudut pandang Jane Eyre sendiri dimana seolah ia sedang menceritakan kisah hidupnya, menulis autobiografinya, dan membawa kita untuk turut menyelami segala kejadian penting dan bermakna dalam hidupnya yang penuh warna. Dengan kata lain, cerita ini beralur mundur. Segala kejadian digambarkan dengan sangat nyata dan menarik segenap perhatian hingga membuatku terus membalik tiap halaman dan membacanya. Jane Eyre sendiri adalah sosok yang sangat berkarakter. Ia gadis yang pandai dan tangkas. Walaupun ia pantang menyerah dan keras, ia juga digambarkan tidak mudah puas sehingga ia selalu berusaha untuk memenuhi rasa penasarannya. Ia selalu ingin mencoba hal yang baru, bahkan walaupun suatu hal itu sangat beresiko tinggi.

Diceritakan akhirnya Jane Eyre keluar dari kehidupan asrama Lowood di usia 18 tahun dan menjadi seorang guru pribadi bagi bocah berusia 7 tahun bernama Adele Varens. Adele adalah bocah yang berbahasa Prancis dan kurang bisa berbahasa Inggris. Anak ini adalah anak asuh dari Mr. Rochester, seorang tuan tanah yang bahkan lumayan jarang tinggal di rumah megah bernama  Thornfield Hall. Jane berteman baik dengan Miss Fairfax, seorang wanita tua yang menjabat sebagai kepala pelayan, dan sangat ramah, baik hati, juga berwatak tenang. Hubungan Jane dan Adele sangat baik, apalagi hanya Jane ─selain Sophie, pengasuhnya sejak kecil yang mengikuti Jane kemana bocah itu singgah pasca kematian orang tua Adele─ yang dapat ngobrol dengan bocah itu. Pasalnya Adele berbahasa Prancis, dan beruntungnya Jane, ia mendapatkan pendidikan bahasa Prancis selama di Lowood, jadi ia tidak merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan Adele. Adele sendiri adalah anak yang lincah dan kadang bandel, pandai namun tidak mau berusaha. Kedepannya, Adele ini memiki peran yang cukup penting dan pribadi kecilnya sangat manis. Aku aja senyum membaca penggambaran tingkah Adele di novel ini. Belum lagi nanti diketahui bahwa ibu Adele ternyata memiliki sejarah asmara dengan Mr. Rochester. Ohoh..

Waktu terus bergulir, rupanya perlahan Jane menyimpan perasaan cinta pada sang majikan yang jarang dirumah. Perbedaan umur tidak menjadi masalah bagi Jane karena, teman-teman, umur Mr. Rochester tu hampir-hampir bisa jadi sosok ayah bagi Jane. 20 tahun oey, perbedaan umur mereka.. wow.. Tapi Jane hanya memendam perasaannya, bahkan ia mati-matian untuk membunuh perasaannya ini. Kenapa? Karena selain perbedaan status, sayangnya Mr. Rochester memiliki seseorang yang kabarnya akan ia pinang. Miss Blance Ingram yang jelas-jelas sederajat dengan majikannya dan sangat menawan. Bahkan Jane melihat kedekatan keduanya dengan mata kepala sendiri saat Thornfield Hall kedatangan rombongan tamu teman-teman Mr. Rochester selama kurang lebih dua minggu. Mr. Rochester dan Ms Ingram sangatlah dekat hingga tanpa sadar Jane cemburu. Namun apa yang bisa ia buat? Belum lagi ia tahu bahwa wanita itu bukanlah sosok yang tepat buat Mr. Rochester karena terlihat dengan jelas bahwa wanita ini hanya mengincar harta dan yang terpenting, wanita itu sangat tidak menyukai sosok mungil Adele. Untuk menentramkan hatinya sendiri, Jane memiliki satu keyakinan bahwa dua orang ini akan menikah hanya karena untuk kepentingan politik saja.

Suatu hari tiba-tiba panggilan datang, Jane harus mengunjungi bibi Reed nya yang sedang sakit. Belum lagi bersama dengan panggilan itu ia mendapat berita bahwa John Reed, sepupu yang dulu sering menindasnya, meninggal karena hidup berantakan dan terlilit hutang akibat kecanduan judinya. Dengan melupakan dendam masa lalu, Jane pun meminta ijin pada majikannya untuk mengunjungi bibinya. Sang majikan sangat berat melepas Jane, apalagi setelah tahu jarak yang ditempuh Jane mencapai seratus enam puluh kilometer. Dan memaksa gadis itu berjanji bahwa ia harus kembali segera setelah urusannya kelar. Walaupun sebenarnya ia hanya diberi waktu ijin seminggu, Jane membutuhkan waktu hingga sebulan untuk kembali. Rupanya dalam perpisahan mereka, semakin menguatkan perasaan diantara mereka.

Pada dasarnya teman-teman, aku suka dengan sikap romantis dan perasaan sayang yang Mr. Rochester tunjukkan pada Jane. Dan dari percakapan mereka pun kadang menimbulkan gelak tawa tersendiri, sangat manis, walaupun tidak aku pungkiri bahwa seringkali aku bingung dengan bahasanya yang cukup berat dan berbelit. Bahasanya kakuu bangeet😉

Setelah perpisahan mereka, akhirnya Mr. Rochester melamar Jane. Dan wow, kejadiannya menurutku malah lucu walaupun sangat manis dan sedikit romantis. Hanya sedikit😛 Sebulan kemudian mereka akan menikah, namun saat janji setia akan terucap, muncul seorang laki-laki yang meminta pernikahan ini tidak dilaksanakan. Akhirnya, sebuah rahasia besar terkuak. Rupanya ada sosok Mrs. Rochester dalam kehidupan Mr. Rochester! Yups, Mr. Rochester pernah dan masih berstatus menikah sejak lima belas tahun yang lalu hingga detik ini dengan wanita bernama Bertha Mason. Ya ampun.. Kebayang kan gimana patah hatinya Jane. Pernikahan pun dibatalkan dan ia bahkan memutuskan untuk meninggalkan Thornfield Hall. Huft..  Kasihan Jane.. Perjalanan panjang yang ia lalui dan hampir-hampir merenggut nyawanya karena gadis ini tidak memiliki uang sepeser pun untuk makanan, bahkan ia harus tidur beberapa malam dibawah naungan langit malam.. Disaat ia berada di puncak kemalangannya, seorang pria menyelamatkan nyawanya dan perlahan, kehidupannya mulai tertata lagi. Keberuntungan demi keberuntungan, kebahagiaan demi kebahagiaan mulai menghinggapinya dan pria ini menjadi bagian dari kehidupannya untuk selamanya.😀

Lantas, gimana dengan perasaan Jane pada Mr. Rochester? Bagaimana nasib pria malang itu? Well, kalian temukan sendiri jawabannya ya guys.. Asal dari awal kalian udah meniatkan baca novel ini lho ya..Kenapa? Karena seperti yang aku sudah bilang sebelumnya, tata bahasa buku ini cukup baku dan menurutku buku ini lumayan padat, dalam satu halaman ada 35 baris (itu udah tergolong padat banget buat buku ukuran 20 cm) dan satu buku ada 686 minus 6 halaman awal. Ckck.. mantap lah ngebacanya. Tapi kelebihan dari novel klasik yang sudah berumur 164 tahun ini adalah penggambaran dari cerita yang diambil dari sudut pandang Jane, narasi yang disampaikan sangat pribadi, tanpa basa-basi dan sangat deskriptif. Dan bagaimana kita dihadapkan dengan sosok Jane sendiri yang pemberani, bijaksana, mandiri, dermawan, cerdas, dan teguh pada prinsipnya menjadi nilai positif tersendiri. Yang jelas, aku baca buku ini aku merasa membaca buku diary Jane.🙂

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
6 Comments

Posted by on July 15, 2011 in Classics

 

6 responses to “Jane Eyre

  1. melmarian

    March 9, 2012 at 3:29 pm

    Reblogged this on Baca Klasik.

     
  2. nitta c sasmita

    November 26, 2012 at 6:16 am

    Waaahhh….baru semalam nonton filmnya di HBO, menawan dan terbawa arus sebagai sosok Jane…😀 setelah nonton filmnya, karena penasaran, saya cari review ttg film ini, eeeh nemu sinopsis novelnya, ternyata ceritanya dari novel dg judul yg sama, dan apa yg digambarkan novel ternyata sama persis dg filmnya, waah jd penasaran pengen baca bukunya, pasti lebih lengkap ceritany… Btw.. Salam kenal…🙂

     
  3. Alfiana lampung

    December 2, 2013 at 2:37 pm

    Di HBO udh prnah nnton smpe 3x..tp emg bner crta’ny ga bkin bosen..proud deh sma jane….she’s really great

     
  4. capule

    June 19, 2014 at 10:37 pm

    Ceritanya mirip film The Sound Of Music yang bagian hub Jane sama majikannya dan calon pinangan itu. Di lamarnya juga setelah pisah, cuma kalau Jane disini mau jenguk orangtua asuh kalau Maria di TSOM memang pergi karena difrontalin calon pinangan si Majikan karena ngeganggu mereka (si CP tidak suka anak2 juga dan ia cuma mengincar harta)

     
  5. karisma

    October 10, 2016 at 10:10 pm

    jadi pengen baca buku ini. penasaran dgn ceritanya dan ternyata ada film ny jg ya…..

     
    • koleksinovelku

      November 26, 2016 at 2:34 pm

      iya karisma, silakan dibaca. klo ngga salah sekarang sudah cover baru lagi novelnya. hhe..

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: