RSS

Firelight 1 – Firelight

07 Jul

  • Pengarang               :    Sophie Jordan
  • Genre                      :    Fantasy
  • Tebal                       :    426 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Atria
  • Harga                      :    55.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
  • Cetakan                   :    April 2011
  • Tanggal Beli             :    10 Juni 2011

Jacinda adalah gadis yang unik. Dia tidak hanya draki—manusia keturunan naga—tetapi juga jenis draki penyembur api pertama sejak empat ratus tahun. Karena kelangkaannya, sang ketua kelompok hendak menikahkannya dengan sang putra mahkota, Cassian, supaya menghasilkan draki-draki penyembur api lainnya.    

Ibu Jacinda yang merasa keberatan anaknya hendak “dibiakkan” membawa kabur Jacinda dan saudara kembarnya, Tamra, dari perkampungan draki untuk menjalani kehidupan normal sebagai orang biasa. Ibunya berharap, naluri draki Jacinda perlahan-lahan akan padam seperti halnya dirinya.

Namun, ternyata naluri draki Jacinda tidak semudah itu dimusnahkan. Dia ingin sekali kembali ke kelompoknya, di mana udara sejuk dan kabut pegunungan menyegarkan kulitnya. Diam-diam, dia sering menyelinap pergi ke hutan terdekat untuk memelihara kemampuan terbangnya. 

Hingga akhirnya dia bertemu Will, pemuda yang bisa menghidupkan naluri drakinya, bahkan di gurun gersang sekalipun. Tetapi Will ternyata adalah orang yang sangat berbahaya, dan Cassian berhasil menemukannya serta mengklaimnya untuk kembali …

Review :

Satu kalimat yang membuatku ingin membaca novel ini adalah kalimat ‘manusia keturunan naga’ yang ada di bagian sinopsis. Well, saat itu aku nggak habis pikir, okelah, kita tahu ada cerita tentang manusia serigala, shifter, atau yang lainnya. Namun baru kali ini aku dengar manusia keturunan naga. Aku aja sampai kejauhan ngebayanginya. Apa mungkin manusia yang badannya badan naga? Atau manusia yang kepalanya kepala naga?? Ya ampun, aku bego banget! Rupanya yang dimaksud manusia keturunan naga ―atau yang disebut draki, dicerita ini― adalah manusia yang bisa berubah jadi naga.. Ckck.. rupanya buruk kali pola pikirku. Kejauhan.. Dan berlebihan pula.. Hha..

Tapi yang unik dari cerita ini, naga bukan hanya berkemampuan nyemburi api ―seperti yang kita kenal selama ini mengenai legenda naga― tapi disini justru naga yang bisa nyemburin api inilah yang langka. Draki-draki ini memiliki bakat yang berbeda-beda, seperti draki air, draki phaser, draki visiokriptor, draki onyx, draki verda dll.. lucu ya.. Kupikir, “Bolehlah ide ceritanya..” hingga bikin aku jadi lebih penasaran lagi.

Tokoh utama kita bernama Jacinda jones, gadis berusia enam belas tahun, yang memiliki saudara kembar bernama Tamra, sahabat bernama Azura, ‘tunangan’ bernama Cassian, dan lelaki yang ia cintai bernama Will Rutledge. Jacinda adalah naga penyembur api pertama sejak empat ratus tahun yang lalu, dan fakta ini menyebabkan ia harus menikah dengan sang putra mahkota, Cassian, cowok yang tidak ia suka dan ia adalah seorang draki onyx, draki yang paling gagah dan keren dengan kecepatan terbang dan kekuatan  melebihi draki yang lainnya. Ayah Jacinda dulu juga seorang draki onyx, sementara Ibu Jacinda adalah draki verda, draki yang bisa mengenali daun-daunan yang berguna dan dapat membuatnya sebagai ramuan masakan atau untuk obat-obatan.

Di pembuka cerita, kita dikenalkan dengan karakter Jacinda dan Azure yang sedang asik menikmati kebebasan karena kabur dari kelompoknya. Mereka bermain-main di danau, lalu berubah wujud sebagai naga dan terbang bebas. Rupanya Azura adalah draki air dan ia bisa tahan di dalam air untuk…selamanya. Sayangnya kesenangan mereka ini berubah jadi mencekamkan dengan kemunculan para pemburu. Para pemburu ini adalah mereka yang menangkapi naga dan menjualnya pada para enkros yang terobsesi untuk mendapatkan kekuatan dari darah naga, dan memanfaatkan daging, tulang dan kulit serta kemampuan naga dalam mendeteksi batu permata di dalam tanah. Namun fakta bahwa sebenarnya naga-naga ini adalah draki tidak ada yang tahu. Kelompok Jacinda selalu menyembunyikan jati diri mereka dengan berwujud manusia dan selalu mempertahankan kerahasiaan kelompok ini apapun resikonya. Ada seorang draki bernama Nidia yang adalah seorang shader. Ia menciptakan kabut agar keberadaan kota kecil tempat mereka tinggal tidak terlihat dari udara.

Saat dikejar-kejar oleh para pemburu itulah Jacinda bertemu untuk pertama kalinya dengan Will, seorang lelaki yang secara tidak langsung telah menyelamatkan nyawanya dari para pemburu padahal dia sendiri termasuk anggota pemburu. Setelah terbebas dari kejaran dan kembali dengan selamat, Severin, ayah Cassian yang seorang raja mengambil keputusan yang memaksa Ibu Jacinda membawa kabur kedua anaknya, Jacinda dan Tamra pergi dari kelompok itu malam harinya. Jacinda sangat menentang keputusan Ibunya yang memaksa Jacinda jauh dari kaumnya. Rupanya, ibu Jacinda membunuh naluri drakinya sejak lama sementara Tamra sendiri tidak bisa berubah menjadi naga. Sehingga sejak kematian ayahnya, Jacinda seperti kehilangan pegangan.

Kini Jacinda terpaksa tinggal di Chaparral, sebuah kota yang terletak di tengah gurun, seratus empat puluh lima kilometer di luar kota Vegas. Disini Jacinda serasa memiliki asma karena tingginya suhu dan kelembaban yang membuat nafasnya sesak dan kulitnya terasa kering. Pada dasarnya, ini memang rencana ibunya untuk membunuh naluri draki Jacinda. Namun demi kebahagiaan ibunya dan adiknya yang terenggut sejak mereka tinggal di tengah kelompoknya, ia berusaha bertahan. Disini Jacinda dan Tamra kembali bersekolah, dan akhirnya di atas penderitaan yang ia rasakan, ia melihat senyum bahagia Tamra yang seperti menemukan kehidupannya lagi. Walaupun tinggal di tengah gurun dan sangat beresiko kalau ia berubah, ia tetap akan mengambil resiko itu untuk sesekali berubah, agar nalurinya tidak menghilang. Namun rupanya diluar dugaan, naluri ini malah semakin kuat dan semakin mempermudah ia untuk berubah. Kenapa? Karena ia menemukan lelaki yang ia sukai, yang tanpa benar-benar ia sadari, telah menjerat hatinya. Will Rutledge. Lelaki yang pernah menyelamatkannya dari para pemburu di pegunungan dulu.

Namun ia tahu bahwa mendekati Will sangat beresiko tinggi. Selain Will memiliki sepupu yang juga anggota pemburu, Xander dan Angus ―dan rupanya seluruh anggota keluarga Will adalah pemburu!!― Will rupanya juga seorang bintang sekolah. Brooklyn Davis adalah cewek paling populer di sekolah dan ia mengklaim Will adalah miliknya walaupun Will sendiri sejauh ini tidak pernah terlihat tertarik pada cewek manapun. Itulah kenapa saat Will malah mendekati Jacinda, itu seolah menarik magnet kebencian cewek-cewek padanya. Hhe.. Ini yang aku suka. Ada perpaduan unsur menegangkan dari kehidupan Jacinda yang ‘rahasia’ dan dari konflik kehidupan remaja pada umumnya. Kedua unsur ini dapat dipadukan oleh Sophie Jordan, sang pengarang, dengan sangat lugas dan apik. Sangat menarik.

Semenjak Jacinda tinggal di tengah gurun ini, ia sangat menyadari bahwa kekuatannya melemah. Suatu malam ia nekat keluar rumah hanya untuk merenggangkan otot-otot naganya. Namun rupanya ia membutuhkan tenaga ekstra untuk berubah dan mempertahankan wujudnya sementara ia sendiri menahan sakit dari tarikan-tarikan otot yang semakin kaku. Akhirnya ia menyerah dan kembali ke wujud manusianya. Dia berjalan lunglai ke rumahnya. Saat itu lewat tengah malam dan saat ia sudah dekat dengan rumahnya, ia melihat mobil Land Rover milik keluarga Will. Saat matanya terkejut itulah si pengemudi menyadari posisi Jacinda yang juga mengintai. Land Rover mengejarnya dan rupanya Will yang ada di balik kemudi. Hanya Will. Will kemudian menyadari bahwa tangan Jacinda terluka dan berdarah, dan Will memberikan kaosnya untuk menahan perdarahan. Dalam suasana sunyi di tengah kegelapan dan luapan perasaan masing-masing, mereka pun berciuman. Ternyata memang hanya Will yang dapat membangkitkan sisi naga Jacinda di tengah gurun yang perlahan namun pasti membunuhnya ini. Jacinda hampir saja menampakkan wujud aslinya kalau ia tidak cepat-cepat keluar dari mobil Will. Namun begitu mobil Will menghilang, ia melupakan satu fakta penting yang dapat membahayakan dirinya, ibunya, adiknya, dan bahkan seluruh spesiesnya. Jacinda melupakan kaos Will yang pasti sekarang sudah berlumuran darah ungunya.

Hari berikutnya, Jacinda langsung berlari ke rumah Will yang sangat jauh. Di sana dia disambut oleh keluarga besar Will yang sedang mengadakan bebakaran bersama. Demi mendapatkan kaos itu, mau nggak mau Jacinda membaur. Ia sadar bahwa ia sedang masuk ke sarang macan yang selama ini memburunya. Namun Will tidak terlihat senang dengan kedatangan Jacinda. Ia bahkan sangat waspada.

Suatu saat, Jacinda meminta ijin untuk ke kamar kecil, padahal aslinya ia naik ke lantai atas dan menjelajah ruangan demi ruangan sampai ia menemukan kamar Will dan kaos itu. Saat ia berada di koridor, terdengar langkah kaki menaiki tangga, memaksa ia segera masuk ke ruangan terdekat. Sayangnya ruangan itu di desain penuh dengan kulit draki. Ke manapun ia memandang, ia melihat kulit-kulit draki, baik di sofa, meja , hiasan dinding, pokoknya dimana-mana. Jacinda langsung sempoyongan. Apalagi saat ia mengenali kulit yang ia yakin milik ayahnya. Lalu Xander masuk ke ruangan dan menanyakan apa yang dilakukan gadis itu mengendus-endus ruangan ini? Saat Jacinda mulai tersudut penuh amarah dan ketakutan, muncul Will yang membela Jacinda. Sayangnya Xander berhasil merebut kaos yang dipegang Jacinda dan baik Xander maupun Will menyadari apa yang menempel di kaos itu. Walaupun Xander nggak tahu kalau itu darah Jacinda, namun Will sangat tahu. Xander mencurigai Jacinda sementara Will dengan perasaan bingung tetap membela cewek itu.

Hari-hari berikutnya di sekolah, Xander terus menggoda Jacinda agar mengakui sesuatu sementara Jacinda sendiri menghindari Will. Malamnya, saat Ibu Jacinda dan Tamra sedang menunggu Pizza mereka dan Jacinda sendiri ke persewaan video, sebuah tangan merengkuhnya dari dalam kegelapan gang kecil. Cassian! Ia berhasil menemukan Jacinda. Hadoo.. Pastinya lah.. Tapi ia membuat kesepakatan dengan cewek itu bahwa ia akan datang lagi dalam waktu 5 minggu dan akan membawa dia pulang ke kelompoknya.

Selang waktu lima minggu itu hubungan Jacinda dan Will berkembang. Kini mereka berpacaran. Dan sayangnya, karena suatu insiden yang disebabkan oleh Brooklyn, Will jadi mengetahui jati diri Jacinda sesungguhnya, bahwa ia adalah seekor draki. Belum lagi nanti ternyata Tamra berkencan dengan Xander dan membuat mereka ―Tamra dan Jacinda― terjebak di sebuah pesta para pemburu. Disini posisinya Tamra nggak tahu kalau keluarga Will itu pada pemburu yang selama ini mengejar para Draki, makanya ia menolak saat Jacinda memaksa Tamra buat pergi bersamanya.

Nah, disinilah lagi-lagi Cassian muncul dan kali ini dengan amarah karena melihat Jacinda dan Will berciuman. Terjadi pergumulan antara Cassian dan Will dan nggak sengaja Will jatuh ke jurang dan menyebabkan Jacinda harus berubah wujud di depan Xander. Ckck.. Gawat-gawat.. Ditambah lagi nanti Jacinda mengetahui satu rahasia besar Will selama ini, bahwa laki-laki yang ia cintai ini juga berdarah Draki..!! Wow..

Kalau aku pribadi aku memang suka dengan ide cerita dan konflik yang disajikan. Tentang naga, gitu.. Jarang-jarang lhoo. Habisnya akhir-akhir ini keseringan tema cerita tentang vampir ato werewolf sih.. Hanya saja entah kenapa aku merasakan sedikit kebosanan saat aku berulang kali membaca bagian dimana Jacinda selalu menyesal tidak bisa membuat Ibu dan adiknya selama ini hidup bahagia dan ia akan berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya agar kedua keluarga tercintanya itu juga bahagia. Namun nyatanya seringkali aku malah mendapat kesan sifat egois yang dominan tergambar dalam diri Jacinda. Tapi mungkin memang itulah yang ingin disampaikan si pengarang, yaitu pergulatan hati yang terus menerus. Kuakui, aku cukup penasaran sama seri keduanya, Vanish. Aku pingin tahu gimana hubungan Jacinda dan Tamra selanjutnya, trus gimana Will menemukan Jacinda, dan benarkah Cassian akan melindungi Jacinda dari keputusan para tetua kelompoknya untuk memangkas sayapnya?? Kita tunggu aja buku keduanya😀

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2011 in Dragons

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: