RSS

The Calypso Chronicles 2 – Stealing Princes

30 Jun

  • Pengarang               :    Tyne O’Connell
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    296 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    35.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2005
  • Cetakan ke-5            :    November 2010
  • Tanggal Beli             :    21 Januari 2011

Semenjak pertama kali Calypso Kelly menginjakkan kaki ke lapangan sekolah asrama St. Augustine, sudah jelas semester ini akan kacau balau. Garis perang sudah ditarik di antara Calypso dan musuh bebuyutannya, Honey O`Hare—cewek populer psikopat dan teman sekamar baru Calypso. Lebih buruk lagi, Calypso tidak diundang ke Pesta Dansa Tahunan Bangsawan Eropa, dan sms rayuannya dengan putra mahkota Pangeran Freddie dan kapten anggar Eades, Billy, bisa jadi akan berakhir pada petaka.

Calypso mungkin berhasil memenangkan pertandingan anggar di piste, tapi dia benar-benar harus berusaha keras jika ingin mempertahankan salah satu cowoknya, menjaga persahabatan dengan sobat-sobatnya, dan menjalani metamorfosis dari pemain anggar ke putri bangsawan tepat waktu untuk pergi ke pesta dansa…
Siapa cowok yang akhirnya berhasil digaet Calypso dan mendampinginya ke pesta dansa?

Review :

Nah, memang agak rumit kisah Calypso kali ini. Dia bener-bener terjebak diantara dua lelaki ini, Billy Pyke dan Pangeran Freddie. Tanpa sepengetahuan masing-masing, Calypso ber-SMS-an dengan keduanya. Haiiz.. karena menyadari bahayanya tingkah dia ini, dia memutuskan untuk segera mengakhiri salah satunya dan mendapatkan salah satunya lagi. Tapi ternyata tak semudah yang ia bayangkan.

Tahun ini, Calypso harus berbagi kamar dengan musuh bebuyutannya, Honey O’Hare, seorang cewek bangsawan manja dan sangat terobsesi pada Pangeran Freddie. Jadi dia sangat marah saat tahu Freddie berkencan dengan Calypso dan memutuskan untuk mengerjai cewek ini sepenuh hati. Teman sekamar Calypso yang lain adalah Lady Portia Herrington Briggs. Setidaknya Calypso sedikit banyak mengenal Portia karena cewek itu ada di tim anggar yang sama dengan Calypso. Tapi tidak bisa dipungkiri, ia merasa sedih dan kecewa karena kedua sahabatnya, Star dan Georgina, satu kamar. Ditambah lagi mereka memiliki teman sekamar anak baru yaitu seorang Putri dari Nigeria yang bernama Indiamaca atau yang biasa dipanggil Indie. Nanti Calypso sedikit jengkel karena kedua teman baiknya ini semakin klop dengan Indie dan banyak menceritakan tentang Indie, jadi membuat Calypso merasa tersisih. Dan cemburu.

Namun perlahan, ia mulai mengenal Portia lebih jauh. Portia sedang berusaha melewati masa berkabung karena ibunya baru saja meninggal sebab kecelakaan. Jadi, selain Honey, teman-temannya yang lain berusaha menghibur Portia. Kini bisa dibilang hanya Portia lah teman ‘seperjuangannya’ karena Star memutuskan untuk berhenti main Anggar untuk memulai karir musiknya, mengikuti jejak sang ayah dan karena ‘pengaruh’ dari Indie. Tahun ini Calypso harus menghadapi GCSE, Ujian Nasional, dan yang paling penting, pertandingan Uji Coba Anggar Nasional besok bulan Desember. Jadi secara tidak langsung, Portia adalah teman dan lawan yang harus ia hadapi. Calypso sangat ingin bertanding di Kejuaraan Nasional. Itulah kenapa ia harus mendapatkan peringkat di pertandingan Uji Coba ini. Belum lagi sekarang mereka berdua punya pelatih baru, Mr. Wellend yang cukup tertib dan keras. Seperti anak didiknya, ia juga terobsesi menang di pertandingan besok.

Yang lebih menarik di buku ini, kali ini ada karakter Miss Bibsmore sebagai pengawas asrama mereka. Dan Honey lah Musuh Nomor Satu Miss Bibsmore karena cewek itu sudah cari gara-gara bahkan sejak awal mereka memasuki kamar mereka. Miss Bibsmore selalu mengincar Honey. Jadi bakal ada kelucuan tersendiri saat keduanya bertemu.

Namun Calypso mulai menghadapi masalah aneh tapi bikin sedih. Kini kedua cowok yang sering mengiriminya SMS mulai jarang meng-SMS-nya. Tapi nanti ujung-ujungnya ketahuan kok apa penyebabnya. Lagi-lagi Honey yang berulah. Sungguh, waktu aku baca novel ini, yang ada aku sering dibikin gemes ma tingkah Honey. Anak itu kenapa sih sebegitu nyebelinnya. Tapi ya memang gitu sih karakternya. Antagonis. Hha..

Akhir minggu mereka mendapatkan kesempatan untuk berlibur sejenak dari asrama dan pergi ke Windsor. Orang Eades pertama yang bertemu dengan Calypso dan Portia adalah Billy. Namun ada yang aneh dari sikap Billy. Ia mengacuhkan Calypso dan malah ngobrol sama Portia. Ya okelah, Portia dan Billy sedikit banyak memang sudah saling kenal karena kakak Portia, Tarquin, adalah teman seangkatan Billy. Bahkan Billy dan Portia pergi bersama untuk mencari Tarquin sedangkan Calypso ngeloyor pergi tanpa tujuan. Untung dia bertabrakan dengan Freddie yang sedang jalan dengan Kevin, adik Billy. Kevin pun memisahkan diri buat nyari Star sedangkan Freddie dan Calypso pergi ke sebuah restoran pizza. Lagi-lagi Freddie mempertanyakan kenapa Calypso tidak membalas SMS darinya (tuduhan yang sama yang dilontarkan Billy sebelumnya). Namun Calypso hanya menganggap aneh aja, belum curiga.

Nah disini Calypso mengungkit tentang Pesta Dansa La Fiesta yang sudah sangat ingin ia datangi. Tapi dengan kecewa ia mendengar bahwa Freddie tidak bisa menghadiri pesta itu karena ia harus menghadiri semacam Pesta Bangsawan Eropa Tahunan. Calypso benar-benar kecewa. Belum lagi saat kembali ke asrama, Calypso merasa marah dan cemburu karena Portia kehilangan ponselnya dan meminta Freddie untuk terus menelepon ponselnya yang ternyata ponsel itu tertinggal di asrama. Ditambah lagi dengan santainya Portia bilang kalau Freddie menemaninya makan Pizza karena ia sangat kelaparan. Sepeninggalnya Calypso pula! Nah loo, makanya dia mulai marah sama Portia. Ditambah lagi, hari-hari kedepannya si Honey banyak ‘ngomporin’ Calypso. Bahkan suatu ketika ponsel Portia berdering sedangkan Portia di dalam kamar mandi dan Honey lah yang membuka SMS itu lalu diserahkan pada Calypso dan memaksa cewek itu buat baca karena itu pesan dari Freddie. Saat Calypso baru membaca satu garis, Portia dengan marah menyambar ponselnya. Namun ia terlalu anggun untuk menunjukkan kemarahannya, dan aku suka sikap Portia ini.

Yang jelas teman-teman, masalah tidak berhenti sampai disini. Masalah semakin runyam dan Calypso merasa sangat kacau. Segalanya kacau. Belum lagi ia masih sangat ingin menghadiri Pesta Dansa La Fiesta ini walaupun temannya secara tidak sengaja membuat Calypso jengkel karena mereka mengatakan sudah bosan ikut acara-acara pesta dansa kaya gini. Bagi teman-temannya yang rata-rata bangsawan memang sudah jadi hal biasa untuk pergi ke pesta dansa, tapi bagi Calypso yang hanya rakyat Amerika ―rakyat jelata― biasa ini merupakan suatu pengalaman pertama. Disinilah aku gemes ama tingkah Calypso. Memang wajar kalau ia masih tetap ingin pergi ke pesta dansa sementara Star dan kawan-kawannya memilih untuk mengadakan pesta sendiri di rumah Star. Tapi ya ampun, maksa banget dia ini.. Untung saja teman-temannya menyelamatkan dirinya dari rasa malu di akhir-akhir cerita.. Teman-teman yang manis🙂 Bahkan Indie yang selama ini kurang ia sukai, juga menolongnya. Dan dengan Portia tentu saja, ia telah salah paham. Ia sadar ia sudah berlebihan karena terlalu marah pada Portia, karena tentu saja, Portia punya alasan kenapa ia berlaku seperti ini. Akhir yang membahagiakan..

Ratingku buat novel ini : 7,2

 
Leave a comment

Posted by on June 30, 2011 in TeenLit

 

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: