RSS

Tunnels 4 – Closer

29 Jun

  • Pengarang               :    Roderick Gordon & Brian Williams
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    628 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan
  • Harga                      :    79.500 IDR
  • Pertama terbit          :    2010
  • Cetakan                   :    November 2010
  • Tanggal Beli             :    12 Januari 2011

Will dan ayahnya bertualang semakin dalam ke pusat bumi. Melewati garis gravitasi nol yang hampir merenggut nyawa mereka. 

Mereka masuk ke sebuah dunia luar biasa, di mana pasukan Nazi hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk dari zaman dinosaurus. Mungkinkah ini Taman Matahari Kedua yang menjadi legenda di Koloni? Apakah mereka akhirnya akan bebas dari kejaran Limiter dan Dua Rebecca, sekaligus berhasil menyelamatkan Bumi dari ancaman virus Dominion? 

Sementara itu, di permukaan bumi Drake bertemu dengan sekutu yang tak disangka, seorang Styx. Akankah persekutuan itu membawa hasil, atau malah sebuah jebakan?

Review :

Pembuka cerita kali ini adalah si kembar Rebecca. Ternyata dari ledakan yang dibuat oleh Elliot ―cerita buku ketiga, mereka berdua selamat dengan menyelam ke dalam kolam dan menemukan sebuah lorong dari dalam kolam. Namun Rebecca Satu menderita luka tembak di pinggangnya sehingga Rebecca Dua harus merawatnya.

Akhirnya Chester berhasil mencapai Dunia Atas Topsoil bersama Martha. Namun semakin lama Chester semakin tidak nyaman dengan keberadaan Martha yang menurut Chester tingkahnya aneh, terlalu protektif terhadap Chester dan ia tidak suka itu. Digambarkan seolah Chester itu anak Martha, jadi Martha sangat menyayanginya dan memanggil Chester dengan panggilan ‘sayang’. Di satu sisi Chester sangat risih namun di sisi lain ia takut pada Martha, takut kalau-kalau wanita tua itu meledak-ledak marah.

Saat Rebecca tiba di suatu tempat terbuka, ia menyadari bahwa sedari tadi ia berjalan di dalam sebuah gunung. Dari tempatnya berdiri sekarang ia dapat melihat sebuah kota yang tergolong besar di kejauhan. Di situ ia juga melihat sebuah kembang api yang meluncur ke langit dan ternyata itu adalah sinyal dari Styx untuk berkomunikasi dengan prajurit Limiter yang lain. Sebuah Prosedur Operasi Standar Limiter. Rebecca senang bukan main dan ia yakin bahwa tanda itu ditujukan kepada dirinya dan kembarannya. Ia kemudian mencari cara untuk menunjukkan lokasinya kepada pasukannya. Setelah itu Rebecca Dua membawa saudari nya yang terluka menuju ke kota itu. Disitu ia dihadang oleh sepasukan prajurit pertahanan yang ternyata berbicara dengan Bahasa Jerman. Tepat saat itulah pasukan Limiter juga tiba, jadi memaksa dua kompi pasukan ini saling menodong. Rebecca bertindak sebagai penengah. Dengan wibawa nya, ia memerintahkan tim medis untuk merawat Rebecca Satu yang terluka terlebih dahulu sedangkan ia sendiri menanyakan keberadaan peradaban ini yang kemudian di jawab oleh sang perwira Jerman ―Kapten Franz― bahwa peradaban ini bernama New Germania dan pendahulu mereka yang tertua tiba di sini pada tahun 1944 yaitu sebelum masa perang berakhir. Rebecca Dua menduga bahwa penduduk New Germania ini adalah keturunan dari para Ilmuwan yang dulu melakukan Ekspedisi Third Reich ke Kutub-Kutub Bumi untuk menyelidiki teori Bumi Berongga namun ia tidak tahu bahwa Ekspedisi itu berhasil. Mengingat bahwa Styx cabang Inggris dan Jerman melakukan kerjasama, Rebecca Dua kemudian mengeluarkan perintah kepada si Perwira Jerman untuk pergi berkonsultasi dengan atasan-atasannya tentang Suplemen enam puluh enam Unternehmen Seelӧwe ―Operasi Singa Laut, sebuah cetak biru Nazi akan serangan terhadap Inggris yang disusun antara tahun 1938-1940, dengan referensi kepada “Mephistopheles” ― Mephistopheles adalah nama sandi bagi orang-orang Styx. “Haiyah, apa ituu??” komentarku waktu aku baca bagian ini.. Tapi sampai akhir cerita aku masih nggak ngerti sama bagian ini. Hha..

Nah, kini bagian Drake yang muncul. Karena stress akibat kehilangan tangan kanannya ―Letherman―  dan ibu Will ―Mrs.Burrows― dalam melaksanakan misinya yang ternyata gagal, Drake jadi suka mabuk. Beberapa kali ia harus diawasi oleh seorang lelaki yang ternyata adalah mantan Limiter. Yups.. Disini kita dikenalkan oleh karakter baru yang bernama Edward James Green atau yang Drake panggil dengan Eddie si Styx. Yang lucu disini adalah seharusnya seorang Styx yang merupakan serdadu mengerikan, harus dipanggil dengan panggilan nama Topsoiler umum. Kata Drake, terasa absurb, dan menurutku iya juga sih.. Tapi aku suka bagian cerita ini. Saat Drake dan Eddie berdiskusi mengenai rencana mereka untuk melawan Styx. Dan ternyataaa, Eddie si Styx ini adalah ayah kandung Elliot lhoo🙂

Di buku Closer, karakter Will baru muncul setelah kita masuk ke bab 6. Will, Elliot, dan Dr.Burrows masih berada di sekitar piramida karena Dr. Burrows belum menyelesaikan risetnya. Selain itu Elliot tidak ingin mereka berpindah tempat ke lokasi yang belum ia jelajahi namun mereka tetap memikirkan kemungkinan itu, apalagi sejak Dr. Burrows melihat sebuah pesawat Stuka ―sebuah pesawat pengebom Jerman dari Masa Perang Dunia Kedua. Mereka berspekulasi bahwa sebenarnya ada manusia lain yang mendiami permukaan Bumi bagian dalam ini. Ya memang ada. Tapi kan mereka belum pernah bertemu dengan seorang diantara manusia ini karena mereka terus berada di dalam hutan. Suatu hari Elliot mengajak Will untuk berkeliling dan menunjukkan pada Will beberapa gua yang telah ia temukan dimana ia menyimpan persediaan makanan untuk jaga-jaga siapa tahu mereka harus bersembunyi dengan segera. Saat inilah mereka berdua menemukan sebuah tanda penunjuk arah bagi kaum Limiter. Elliot dan Will jadi bersiaga full karena dengan adanya  penemuan ini menunjukkan bahwa ada banyak Limiter di tempat ini dari pada yang mereka duga sebelumnya.

Cerita beralih pada Drake yang sekarang sedang disibukkan dalam penelitiannya sendiri mengenai teknologi Styx. Kini ia tinggal dengan Eddie yang ternyata di bawah apartemen mewahnya terdapat ruang rahasia luas yang ia bangun untuk menyimpan segala macam senjata, baik senjata Topsoiler atau Styx dan banyak teknologi Styx yang sangat menarik perhatian Drake. Mereka kini bekerja sama demi tujuan yang berbeda karena Eddie ingin menyelamatkan Putrinya, Elliot, dan ia menolong Drake karena ia berhutang budi pada Drake yang sudah merawat dan melindungi Elliot saat berada di Deeps. Eddie sendiri sejak menyamarkan kematiannya sebagai Styx kemudian hidup sebagai seorang Topsoiler. Ia tidak mau terlibat lagi dengan rencana-rencana Styx. Belum lagi sebenarnya ia sudah melanggar hukum sakral kaum Styx, yaitu memiliki keturunan dengan wanita diluar kaumnya, dalam hal ini ia memiliki anak dengan seorang wanita Colony yang sangat ia cintai. Itulah kenapa Elliot sebenarnya spesial karena ia memiliki darah Styx di dalam nadinya dan ia termasuk ‘spesies’ yang sangat langka yang biasa disebut sebagai kaum Soiler. Walaupun tidak bisa secara langsung, namun sebenarnya Eddie sangat ingin melindungi Elliot. Ooh, so sweet..

Dilain pihak nii, bukannya bisa bertemu dengan Ayah dan Ibunya, Chester sekarang malah menjadi tawanan Martha yang semakin menggila. Chester dipukul hingga pingsan saat Martha memergoki Chester yang sedang berusaha menelepon keluarganya. Sejak saat itu, dan sudah berminggu-minggu, Chester dikurung di ruangan kecil bawah tangga dan diikat kaki serta tangannya. Ya Ampun.. Aku ketawa waktu baca komentar dia, “Harry Potter, aku tahu apa yang telah kau alami.” katanya.

Oia, masih ingat dengan Mrs. Celia Burrows kan? Well, di buku sebelumnya dia kan sebenarnya nggak mati ―tapi Drake nggak tahu kalau sebenarnya Celia nggak mati dan malah diculik Styx― dan di bab 8, Celia kembali diceritakan. Pasca interogasi ganas yang telah dilakukan Styx padanya, kondisi mental Celia sangat buruk. Bahkan ia mengandalkan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari karena dia seperti seorang yang menderita koma dan tidak berespon terhadap sekitarnya. Kini Celia dalam perawatan si Opsir Dua ―masih ingat dia juga kan? Yang dulu di buku satu, Tunnels, kepalanya dipukul oleh Will pake sekop waktu mau membawa kabur Chester dari penjara. Hhe.. ― yang entah kenapa dia merawat Celia sepenuh hati. Aku aja sampe nebak, mungkinkah kelak Celia dan Dr. Burrows cerai lalu Celia sama si Opsir Dua ini??? Soalnya kan Celia sama Dr. Burrows udah menunjukkan dengan jelas bahwa mereka udah nggak sejalan lagi waktu di buku ketiga, FreeFall. Tapi itu cuma satu dari banyak spekulasiku siihh😉 Tapi, tapi tunggu dulu.. Ternyata Celia hanya berakting! Pada dasarnya dia sudah sadar sepenuhnya namun dia pura-pura tidak menunjukkan respon apapun. Bahkan karena kerusakan otaknya yang parah, kini dia memiliki beberapa kelebihan disamping kenyataan bahwa sekarang matanya  hampir buta sama sekali. Alamak.. Apa rencananya kali ini ya?

Di Closer ini, entah kenapa aku lebih menantikan cerita Chester dan Drake daripada Will yang tokoh utama. Menurutku kali ini perjalanan Will agak membosankan karena diceritakan dia terus saja disibukkan oleh Dr. Burrows yang memang sepertinya selalu berusaha membuat Will sibuk dan menjauhkannya dari Elliot. Sementara itu Will juga sedang dibingungkan dengan perasaannya antara menuruti terus ayahnya atau menemani Elliot berkeliling. Dan ada perasaan baru niih, rupanya Will diam-diam mulai menyukai Elliot🙂  Sedangkan Chester dan Drake lebih ada petualangannya. Ceritanya menurutku lebih seru, apalagi setelah Drake bisa menemukan Chester karena bocah itu mengaktifkan pelacak yang dulu diberikan oleh Will sehingga Drake yang ditemani sahabat barunya, Eddie si Styx, dapat menemukan Chester dengan sistem pemancarnya. Aduuh, untung deh Chester.. Aku kasihan banget waktu dia terus menerus di ‘manja’ oleh Martha yang, amit-amit, ternyata seorang kanibal! Chester selama ini diberi makan daging ―yakss― manusia! Hiiiiih… Kasihannya Chester.. Tapi kemudian dia dirawat baik oleh Drake dan Eddie. Bahkan setelah menyerah dengan paksaan Chester, kedua orang ini membawa Chester kembali ke orang tuanya untuk menemui mereka namun tetap dalam pengawasan Drake dan Eddie. Ya Ampun, lagi-lagi kasian Chester. Rupanya orangtua Chester udah terpengaruh oleh Cahaya Gelap ―alat yang digunakan untuk mengintrogasi seseorang, sama halnya yang digunakan pada Mrs.Burrows. Tapi karena Mrs.Burrows punya suatu sistem pertahanan, para Styx membutuhkan hingga 6 atau 7 perangkat Cahaya Gelap untuk mengintrogasinya― yang dilakukan para Styx. Chester sedih bukan main karena orangtua nya yang selama ini sangat ia rindukan ternyata sudah tidak mengenalinya lagi, bahkan mengusirnya dari rumah.

Disisi lain, dengan bantuan pasukan Jerman, si kembar Rebecca dan pasukan Limiternya hampir berhasil menangkap Will dan Mr. Burrows. Hampir. Kalau saja tidak tiba-tiba Will dan Dr.Burrows yang sudah tersudut, jatuh ke dalam perut piramida yang sedang Dr.Burrows teliti. Ternyata itu semacam pintu rahasia. Kedua orang ini menemukan suatu hal yang menakjubkan di dalam sini, selain dinding-dindingnya yang penuh gambar. Yaitu mereka menemukan suatu spesies purba yang aneh. Aku sih menggambarkannya semacam manusia pohon, tapi Dr.Burrows menyebut mereka sebagai kaum bushman. Hadoo.. Ada-ada aja.. Tapi bolehlah, soalnya ceritanya menjadi lebih seru dari sini. Apalagi setelah Will dan Dr.Burrows tertangkap dan Elliot berusaha menolongnya. Sayangnya nanti Dr.Burrows mati di tangan Rebecca😦 Untung Elliot berhasil menyelamatkan Will yang setengah depresi dan kini malah membenci Elliot karena cewek itu menyerahkan Dominion kepada Rebecca sebagai kompensasi pembebasan Will.

Di permukaan bumi yang lain, Drake dan Eddie sudah siap untuk kembali ke Eternal City dan meledakkan populasi siput yang menjadi media pembiakan virus Dominion. Itulah kenapa mereka berharap dengan musnahnya siput-siput itu para Styx tidak akan dapat mengembangkan Dominion lagi. Namun ternyata kejadiannya tidak sesuai rencana. Chester ikut terlibat dan terjadi penghianatan Drake kepada Eddie dan Eddie kepada Drake.Ya  Ampunn.. Kacau. Tapi untungnya Celia Burrows berhasil diselamatkan oleh Chester, Drake dan si Opsir Kedua yang ternyata memang jatuh cinta sama Celia! Aiihh..🙂

Akhir cerita ditutup dengan sebuah adegan yang memberitahu kita mengenai inti cerita di novel selanjutnya. Yaitu perang antara Topsoiler dan Kaum Styx di permukaan bumi. Yang jelas aku penasaran sama cerita selanjutnya. Sisa dua buku lagi sebelum petualangan Will dan kawan-kawan berakhir, dan buku selanjutnya, Spiral, masih entah kapan sampai di Indonesia. Sabar-sabar..

Mengenai Closer sendiri, menurutku pribadi ceritanya dikemas dengan apik. Seringnya pergantian plot dalam satu waktu mengurangi rasa bosan dan menambah rasa penasaran. Jadi kita dibuat tidak terlalu lama meninggalkan satu tokoh dan tidak terlalu lama juga membahas tokoh yang lain. Belum lagi disini kita mulai disuguhkan dengan adegan percintaan. Maksudku, gimana ya… yah, semacam feeling of love lah. Chester, Elliot dan Will terlibat dalam cinta segitiga gitu.. Menarik.. Jadi bumbu cerita tersendiri. Oia, hampir akhir-akhir cerita kita juga dikenalkan dengan tokoh, yang menurutku, lucu.. Dia adalah ayahanda dari Drake😉

Ratingku buat novel ini : 8

 
2 Comments

Posted by on June 29, 2011 in High Fantasy

 

2 responses to “Tunnels 4 – Closer

  1. Fenella

    September 5, 2011 at 4:37 pm

    tar klo dah tau kapan spiral keluar beri tau gw yah^^
    thnx

     
    • koleksinovelku

      September 5, 2011 at 5:18 pm

      gimana kalo km subscribe blog ini aja, jadi tar kalo ada info baru km dpt emailnya. hhe..

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: