RSS

The Calypso Chronicles 1 – Pulling Princes

27 Jun

  • Pengarang               :    Tyne O’Connell
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    248 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    29.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2004
  • Cetakan ke-2            :    Februari 2005
  • Tanggal Beli             :    21 Januari 2011

Segala hal pada diri Calypso Kelly membuatnya berbeda. Dia orang Amerika dengan aksen “aneh” di sekolah putri di Inggris, dia bisa dibilang “miskin” jika dibandingkan teman-temannya yang mayoritas bangsawan Inggris, dia hobi main anggar-olahraga yang nggak masuk kamus keren cewek populer, dan dia berteman dengan Star, yang seluruh koleksi bajunya berwarna hitam.

Tapi di kelas sepuluh ini, Calypso bertekad mengubah semua itu. Ia berencana menciptakan image baru-cewek keren yang gaul. Dia sampai mengaku-ngaku dapat pacar ganteng semasa liburan musim panas! Tak disangka, rencana-rencana Calypso manjur banget. Bahkan pangeran Inggris sendiri tertarik padanya! Mungkinkah semudah itu menggaet pangeran?

Review :

Diceritakan bahwa Calypso Kelly adalah cewek Amerika empat belas tahun yang bersekolah di sekolah asrama putri di Inggris, yaitu di Saint Augustine. Sayangnya sejak pertama kali ia masuk ke sekolah ini, kehidupannya bagaikan di neraka. Karena  aksen Amerikanya, ia sering diejekin. Belum lagi dengan fakta bahwa ia tergolong ‘miskin’ dan intinya, ia jauh dari kategori kalangan cewek keren lah. Itulah kenapa, di hari pertama setelah liburan, ia kembali kesekolah dengan sebuah rencana besar yang ia yakini akan merubah kehidupan sekolahnya yang membosankan jadi menarik. Ia akan menggaet cowok yang bener-bener oke. Well, sayangnya ternyata menurut pembagian kamar, ia ditempatkan bersama Yang Mulia Georgina Castle Orpington, salah satu cewek dari geng keren, sahabat Honey O’Hare yang sangat membenci Calypso si Amerika Aneh.

Dilihat dari status sosial rata-rata anak di sekolah ini, Calypso memang tidak masuk kualifikasi apa-apa. Orang tua Calypso ―yang nyentrik, lucu, dan memperbolehkan Calypso memanggil mereka dengan nama kecil mereka, yaitu Sarah dan Bob― hanyalah seorang penulis naskah Hollywood yang menurut Calypso keduanya sangat tidak keren. Hadoo.. Mereka menganggap LA bukan tempat yang tepat untuk membesarkan anak remaja karena kalau Calypso bersekolah di LA, ia akan menjadi ‘terlalu Hollywood’. Wkakaka.. Makannya waktu kecil Calypso di sekolahkan di Le Lycée Français de Los Angeles dan menyebabkannya jadi cinta dan senang bermain anggar. Belum lagi ternyata yang menyebabkan Calypso terdampar di sekolah ini adalah karena sang Ibu, Sarah, adalah orang Inggris dan dulu ia juga bersekolah di Saint Augustine dan SANGAT MENYUKAI masa-masa sekolah disini. Namun pada kenyataannya bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Calypso.

Di sekolah ini Calypso memiliki sahabat baik yaitu Star, yang dianggap sama-sama aneh oleh teman-temannya yang lain. Namun kalau Star orangnya santai, berani, dan masa bodo.. Jadi waktu tahu Calypso juga satu kamar dengan Star, mereka sangat senang. Hanya Georgina yang hampir gila. Namun rupanya tar nggak seburuk itu kok keadaannya. Pribadi Georgina yang lain mulai tampak dan ternyata ia tidak sejahat sahabatnya, Honey. Georgina nanti masih bisa diajak main dan bercanda, bahkan mereka ―Georgina dan Calypso serta Star― bisa berteman akrab.

Tapi kini kita bahas rencana Calypso buat jadi salah satu anak keren ―ntah kenapa ia terobsesi buat jadi anak keren. Nah, ada satu sekolah asrama putra yang berjarak tidak jauh dari Saint Augustine yang bernama Eades College. Diceritakan Eades College ini adalah sekolah asrama cowok yang elit banget, tempat cowok-cowok paling keren di dunia menuntut ilmu dalam kemewahan dan diajari seni menebar pesona secara alami. Whahaha.. bahasanyaa.. Jadi, kalau ada cewek Saint Augustine yang bisa nggaet cowok Eades, ‘derajatnya’ bakal meningkat drastis di Saint Augustin. Ampun..

Tapi beda dengan Calypso, rencana awal dia buat jadi populer adalah kembali ke Inggris dan mengatakan pada teman-temannya bahwa ia punya seorang kekasih yang bernama James alias Jay. SEBENARNYA, Jay adalah asisten pribadi ibunya yang sangat baik dan sering menemani Calypso berkeliling di studio Hollywood. Sayangnya Jay ―dan hanya Calypso yang tahu― seorang gay dan gaya jalannya aja berjingit. Hhaha.. Rupanya rencana ini memang ide Jay setelah mendengar curhatnya Calypso. Jay bahkan memberikan beberapa fotonya yang keren agar Calypso bisa menempelnya di dinding kamar dan memamerkannya pada teman-teman kerennya. Rupanya rencana ini sangat berhasil. Kini perlahan Calypso jadi mulai berteman dengan para cewek keren.

Anggar adalah oleh raga yang tidak populer di Saint Augustine, maka pesertanya hanya ada 20 anak dan itu termasuk Calypso, Star, dan Portia dimana ketiganya adalah anggota tim Sabre ―kayaknya semacam tingkatan tertinggi di Anggar, ku juga belum ngerti banget sih, soalnya banyak istilah anggar yang dipakai disini. Tapi sebenarnya kalian bisa belajar dari sini lho mengenai seluk beluk anggar. Yah, buat pengetahuan umum aja sih. Hhe.. Nah, karena jarak antara Saint Augustine dan Eades kurang dari lima kilometer dan hanya merekalah masing-masing sekolah yang terdekat, maka mereka sering mengadakan latih tanding bersama. Kalo di Saint Augustine, Calypso adalah sang kapten, sedangkan di Eades, Billy lah sang kapten. Tenyata di sini ada tokoh yang bernama Pangeran Freddie. Ia adalah urutan kedua takhta Inggris setelah ayahnya, Prince George. Freddie juga bermain anggar dan nanti ia akan menjadi lawan tanding Calypso. Hari berikutnya, datang surat dari Jay yang menimbulkan kegemparan dan iri dari anak-anak cewek. Lalu ada satu surat lainnya yang ia nggak tahu siapa pengirimnya. Waktu ia baca isi suratnya, ia sangat terperangah hingga Star merebut dan membacanya keras-keras. Rupanya itu surat dari Pangeran Freddie yang mengatakan bahwa ia senang berkenalan dengan Calypso dan mengharapkan ia bisa bertemu dengan Calypso lagi di pesta dansa. Honey yang cinta mati sama Freddie langsung kalap dan menampar Calypso serta memakinya. Calypso langsung linglung. Baru saja dia menimbulkan rasa iri pada teman-temannya, sesaat kemudian dia menjadi pesakitan karena surat Freddie. Ia bahkan tidak tahu kalau Freddie naksir dia. Alamak..

Tapi nanti disaat hubungan Calypso dan Freddie mulai berkembang, Honey membuat masalah. Di pesta dansa yang hampiiiir saja Calypso tidak bisa datangi karena sakit, di saat Calypso dan Freddie berciuman, seseorang memfotonya dan timbullah kekacauan. Foto itu muncul di surat kabar dan menimbulkan fitnah yang membuat Freddie jadi membenci Calypso dan tidak memberikan kesempatan pada Calypso buat menyangkal atau bahkan menjelaskan apa-apa. Mereka sama-sama terpuruk. Bahkan orang tua Calypso terpaksa datang ke Inggris untuk menenangkan putri tunggal mereka. Perlahan, Calypso mulai pulih dan bangkit lagi. Ia bahkan bermain anggar lagi pada sebuah turnamen.

Di akhir cerita, karakter Billy menjadi sosok yang kuat dalam artian kemungkinan besar cowok ini bakalan jadi tokoh penting di novel selanjutnya. Bahkan Calypso bertanya pada Star dan Georgina, “Mungkin tidak kita naksir dua cowok pada saat bersamaan?” Hhe.. yang agak susah ya itu, ternyata Billy itu mantannya Poppy, kakak Honey, dan Poppy sampai sekarang masih saja mengiriminya SMS dan berlagak mereka masih pacaran. Yah, kurasa cerita dari buku selanjutnya bakal menjelaskan tentang kemungkinan cinta segitiga dan bagaimana kerumitan hubungan mereka ini..

Ratingku buat novel ini : 7,2

 
3 Comments

Posted by on June 27, 2011 in TeenLit

 

3 responses to “The Calypso Chronicles 1 – Pulling Princes

  1. stacey

    August 23, 2011 at 5:28 pm

    belinya dimana? kok di gramedia pim &matraman udh gaada ya. Pengen banget koleksi ak udh punya yg ke 2 sm 3 tp yg 1 belom niih. Minta infonya ya.
    thanks!

     
  2. stacey

    August 23, 2011 at 11:06 pm

    oh maaf kamu gak di jakarta ya hehehe sorry😛

     
    • koleksinovelku

      August 24, 2011 at 8:04 am

      iy, aku d Jogja. jadi maaf jg y nggak bisa bntu. hhehe..🙂 aku nggak tw bnyk sih ttg tokobuku d Jakarta, tp gmn dgn tokobuku lain, km uda nyoba cari dsitu?

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: