RSS

The Mortal Instrument 2 – City Of Ashes

23 Jun

  • Pengarang               :    Cassandra Clare
  • Genre                      :    Fantasy, Adventure
  • Tebal                       :    616 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Ufuk
  • Harga                      :    99.900 IDR
  • Pertama terbit          :    2008
  • Cetakan                   :    Juli 2010
  • Tanggal Beli             :    7 September 2010

Clary hanya ingin hidup normal kembali, tapi ia telanjur terlibat dengan para Pemburu Bayangan yang bertugas membantai iblis. Masalah semakin menjadi-jadi karena ibunya tidak bisa dibangunkan dan Clary tidak bisa berhenti mencintai Jace. Tentu saja ini menyakiti hati Simon, yang mendadak pergi ke sarang vampir seorang diri. Valentine pun datang lagi, kali ini untuk mengambil Pedang Mortal. Lagi-lagi dia menawari Jace untuk ikut dengannya. Ketika Jace diketahui telah pergi untuk menemui Valentine, akankah Clary tetap memercayainya?

Review :

Cerita dibuka oleh Valentine yang memanggil iblis bernama Agramon. Tapi tujuan pemanggilan ini tidak dijelaskan dengan pasti. Kemudian cerita beralih pada Jace, Alec, dan Isabelle yang baru saja pulang dari memburu Iblis Dragonidae di terowongan bawah tanah. Namun rupanya Jace dan Alec harus berhadapan dengan lumpur sementara Isabelle tetap dapat mempertahankan dirinya dalam kondisi bersih dan ini menyulut rasa kesal sang kakak, Alec. Hhe..

Di seri ini, City Of Ashes, kita dikenalkan dengan pasangan Lightwood, Maryse dan Robert ―orang tua dari Alec dan Isabelle, dan Max, adik mereka. Namun yang lebih dominan perannya adalah Mrs.Lightwood. Kini sejak kemunculan Valentine kembali, Maryse Lightwood tidak sepenuhnya percaya pada Jace lagi. Bahkan ia meminta Jace untuk pindah dari Institut. Maryse takut kalau ternyata Jace adalah mata-mata Valentine dan dia menuduh Jace telah bersekongkol dengan Valentine dalam pencurian Piala Mortal. Ya Ampuun.. Bisa-bisanyaa.. Padahal Maryse udah membesarkan Jace sejak kapan coba?? Tega bener..

Awalnya Jace memang keluar dari institut dan menjadi tanggung jawab Magnus alias dia tinggal dengan Magnus dan ada dalam pengawasan Magnus atas izin dari sang Inkuisitor Imogen Herondale. Ya Ampuun.. Setiap kali karakter Magnus keluar, aku selalu tertawa. Karakter ini kan selalu digambarkan nyentrik dan… gemerlap, karena serbuk kilau. Jadi ngebayanginya juga dia ini sosok yang , wew.. Belum lagi kalau ada adegan yang melibatkan Magnus dan Alec bersama. Selalu ada kelucuan. Hhaha..

Selama selang waktu Jace tinggal dengan Magnus inilah, ia berbuat nekat. Ia menemui ayahnya, Valentine, di markasnya, sebuah kapal di tengah-tengah sungai East. Nah, ternyata saat Magnus membawa Jace pergi ke rumah Luke, mereka ―Jace, Alec, Isabelle, Clary, Luke, Maia― diserang oleh segerombol iblis yang menyebabkan Maia dan Luke dalam pengobatan Magnus, sang Warlock Tinggi Brooklin. Lalu muncullah Maryse, Robert dan sang Inkuisitor. Sayangnya ternyata selama ini Imogen tetap mengawasi Jace dan ia tahu mengenai kepergian Jace menemui Valentine. Semua orang yang ada di situ sangat terkejut dan kenyataan Jace menemui Valentine sangat menggoyahkan kepercayaan keluarga angkatnya, terutama Alec.

Kini Jace harus merasakan siksaan dari sang Inkuisitor yang mengorek sebanyak mungkin informasi dari Jace mengenai rencana Valentine karena mereka percaya Jace juga terlibat dalam rencana Valentine dalam pencurian Pedang Malaikat. Inkuisitor Herondale adalah wanita yang terus mengawasi gerak-gerik Jace alias Jonathan Morgenstern selama ini dan kenyataannya Ia sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan Valentine. Hal ini di karenakan oleh kematian anaknya dahulu, Stephen Herondale, yang saat mudanya ikut terlibat dalam jaringan organisasi Valentine, yaitu Lingkaran, bersama dengan Maryse dan Robert Lightwood. Bahkan Jace dikurung disebuah penjara di Idris yang tidak bisa dibobol. Namun beruntung Alec memiliki ide untuk membebaskan Jace. Ia merasa bersalah telah meragukan Jace.

Dan oh wow, sekarang Simon adalah Makhluk Malam juga lhoo.. Ia adalah seorang vampir baru. Nanti Simon diburu sama Valentine karena orang itu punya niat buat membangkitkan Iblis-iblis ke muka bumi ini. Untuk itulah ia membutuhkan darah vampir baru, werewolf, fae, dan warlock. Untuk darah fae dan warlock diceritakan Valentine udah punya. Untuk vampir baru ia kemudian menculik Simon, dan untuk darah werewolf, ia menculik Maia, ‘teman’ Luke yang masih berusia 15 tahun. Untuk menyelamatkan teman-temannya inilah mereka harus melakukan pertempuran di akhir-akhir cerita. Pertempuran di atas kapal. Seru lhoo.. Yang mengejutkan nii, sang inkuisitor terbunuh hanya untuk menyelamatkan Jace. Ow ow.. Ada apakah ini??

Di akhir cerita, Kita dikejutkan dengan kenyataan hidup Simon. Oke, Ia memang seorang vampir baru. Tapi vampir yang istimewa, karena ia tidak bisa terbakar sinar matahari! Wow.. Padahal kalau vampir-vampir yang lain kan harus bersembunyi di siang hari, tapi Simon nggak. Kenapa bisa gitu coba? Rahasianya ada di Jace. Walaupun hubungan Jace dan Simon tidak baik, namun sebenarnya mereka saling menghormati dan sesungguhnya aku malah suka dengan hubungan unik mereka. Candaan mereka sama-sama sarkastis kalau sedang bertemu. Jatuhnya malah lucu.. Hhe.. Nah, kembali ke masalah ke-vampir-an Simon yang unik. Rupanya ini disebabkan oleh darah Jace yang diminum Simon. Kan waktu ditemukan pasca di siksa oleh Valentine dan dikuras darahnya, Simon sekarat. Itulah kenapa Jace yang menemukannya mau nggak mau harus merelakan darahnya untuk dihisap Simon, Fana yang dibencinya. Hhe… Itulah rahasia vampir ini kenapa ia kemudian bisa berlenggang di bawah sinar matahari.

Pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan komentarku untuk buku sebelumnya. Aku masih menyukai novel ini, bahkan mencintainya.. Ceritanya sungguh lugas dan lucu namun juga miris dan kasihan kalau sudah beralih membicarakan kisah cinta Clary dengan sang kakak, Jace. Simon yang mencintai Clary pun tidak bisa mendapatkan cinta dari gadis itu. Ditambah lagi dengan Alec yang masih dibingungkan oleh perasaannya sendiri terhadap Magnus namun dilain pihak diam-diam ia mencintai Jace. Yah, yah.. sedikit rumit kan.. Tapi setidaknya kisah cinta mereka sedikit banyak menjadi bumbu cerita seri The Mortal Instrument inilah..

Ratingku buat novel ini : 8,8

 
4 Comments

Posted by on June 23, 2011 in Magic

 

Tags: , , ,

4 responses to “The Mortal Instrument 2 – City Of Ashes

  1. Jeffry Auco

    September 20, 2012 at 2:25 pm

    tny dnk book ke 3 ud hbs d jual d gramedia.tlg info y thanks

     
    • koleksinovelku

      September 24, 2012 at 7:51 am

      coba ke toko buku lain di kotamu, Jeffry. atau bisa juga langsung order ke Ufuk Press aja, kemungkinan besar masih ada barangnya kalau langsung penerbit🙂

       
  2. utty

    September 15, 2013 at 6:04 pm

    masih adakah bukunya??? kalau ada minat ni,thanks

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: