RSS

Bartimaeus Trilogy 1 – Amulet of Samarkand

10 Jun

  • Pengarang               :    Jonathan Stroud
  • Genre                      :    Magic, Adventure
  • Tebal                       :    512 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    55.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2003
  • Cetakan ke-3            :    Oktober 2007
  • Tanggal Beli             :    8 November 2009

Nathaniel, si penyihir muda, diam – diam memanggil jin berusia 5.000 tahun bernama Bartimaeus. Tugas untuk Bartimaeus tidak gampang — ia harus mencuri Amulet Samarkand yang berkekuatan dahsyat dari Simon Lovelace, master penyihir yang kejam dan ambisius.

Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dan pembunuhan.

Review :

Di buku pertama ini masih diceritakan tentang Nathaniel kecil dan bagaimana akibat jangka panjang dari sifat kekanakan, egois dan keras kepalanya. Nathaniel adalah seorang penyihir muda yang masih dalam tahap pelatihan dibawah didikan Mr. Arthur Underwood, seorang asisten menteri urusan dalam negeri. Disini yang menarik, setting cerita novel ini di London, Inggris, dimana perdana menteri dan seluruh anggota parlemennya adalah para penyihir kuat. Manusia biasa seperti kita ini tidak ambil bagian dalam sistem pemerintahan penting. Hhe.. Sayangnya Mr. Underwood ini tidak tertarik dengan Nathaniel dan seolah mengabaikannya. Nathaniel yang tergolong murid berambius dan bertekat kuat, belajar sendiri secara diam-diam dan tidak menunjukkan kemampuannya di depan siapapun.

Nah, nanti cerita bermula saat Arthur menjamu para penyihir dirumahnya dalam sebuah acara makan malam. Nathaniel diinterogasi oleh beberapa orang teman Arthur dan salah satunya adalah Simon Lovelace. Simon sangat merendahkan Nathaniel dan ternyata Nathaniel sakit hati. Itulah kenapa nanti dia nekat memanggil Jin ternama yang berusia 5000 tahun, Bartimaeus, dan memerintahkannya untuk mencuri sesuatu dari Lovelace.

Aku suka karakter Bartimaeus. Dia itu angkuh, cerewet, sarkastik, trus sinis tapi juga narsis. Hha.. Aku suka penggambaran karakter ini. Jadi entah kenapa rasanya cocok dengan karakter Nathaniel yang sama-sama angkuh dan sinis. Oia, dan keras kepala juga.🙂

Dalam cerita, bagi Jin manapun atau penyihir manapun yang mengetahui nama sejati seorang penyihir, maka penyihir itu bisa dibilang tamat riwayatnya. Itulah kenapa nama sejati hanya orang-orang tertentu dan terpercaya saja yang boleh mengetahuinya. Untuk selanjutnya nanti Nathaniel mendapatkan ‘nama penyihir’ nya sebagai John Mandrake. Sayangnya, nanti Bartimaeus mengetahui nama sejati Nathaniel sehingga ia mengancam Nathaniel agar bocah itu membebaskannya dari mantra yang mengikatnya dengan Nathaniel. Namun tahulah, Nathaniel memiliki siasat tersendiri untuk selalu memanfaatkan Bartimaeus dengan ancaman belenggu terhadap Bartimaeus untuk selamanya. Mau nggak mau Bartimaeus menuruti aturan main Nathaniel.

Nah, setelah pemanggilan Bartimaeus, Nathaniel memerintahkan Jin itu untuk mencuri sesuatu yang berharga milik Simon dengan motif balas dendam tanpa tahu dampak yang bisa diakibatkannya. Bartimaeus mencuri Amulet Samarkand dan Nathaniel menyembunyikannya di ruang kerja Arthur. Ternyata, Amulet itu sangat powerfull, itulah kenapa nanti keberadaannya akan terlacak―walaupun pada prosesnya banyak kejadian yang menyertainya, dan percayalah, ceritanya sangat seru dan asik :-)― dan ini menyebabkan kematian Mrs. Underwood, wanita tua yang sangat Nathaniel sayangi, tidak seperti Mr. Underwood yang ia benci. Kematian Mrs. Underwood menyiksa batin Nathaniel dengan rasa bersalah. Kalau saja waktu itu Bartimaeus telat sebentar saja, Nathaniel pasti tidak akan selamat dari eksekusi Lovelace. Tapi kalo Nathaniel mati, cerita novel ini berhenti lah ya?? Hha.. Bodoh..

Tapi karena Nathaniel selamat, kini dimulailah misi pelarian dan menyelamatkan diri dari kejaran Lovelace. Disamping itu ia juga merencanakan penuntutan balas atas kematian Mrs. Underwood yang ia sayangi. Lagi-lagi Bartimaeus dipaksa untuk mengikuti rencana Nathaniel yang nekat. Belum lagi ternyata Nathaniel menjadi semacam buronan polisi karena dituduh telah membakar kediaman Underwood yang menewaskan pasangan Underwood tersebut. Dalam keadaan diburu Lovelace dan polisi, Nathaniel tetap nekat menjalankan rencananya. Untuk membalas dendamnya, Nathaniel berniat menjebak Lovelace agar pihak pemerintah tahu bahwa Lovelace lah yang telah mencuri Amulet dari seorang penyihir di pemerintahan bernama Beecham. Dilain pihak, ternyata Lovelace dan kroni-kroninya punya rencana untuk menghancurkan Parlemen dengan menggunakan Amulet. Wah, akhir yang seru dah.. Saranku, jangan lewatkan seri Bartimaeus ini ya.. Ada tiga buku, The Amulet Of Samarkand, The Golem’s Eye, dan Ptolemy’s Gate. Mantap!

Buku Bartimaeus yang pertama ini terdiri dari tiga bagian dan kalian tidak akan menyesal setelah membacanya. Memang awalnya mungkin terasa bosan. Tapi setelah jalan beberapa saat, akan mulai terasa intriknya. Disinilah mulai seru ceritanya. Karena buku ini bercerita dari dua sudut pandang yaitu Nathaniel dan Bartimaeus, memberikan warna tersendiri saat membacanya. Pertama, kalau dari sudut pandang Nathaniel, bocah itu cenderung keras kepala, egois, cerdik, dll, memberikan kita hiburan berupa keberanian dan tekad bocah yang kuat. Tapi kalau dari sudut pandang Bartimaeus tidak jarang dibumbui dengan guyonan sarkastik yang ―bagiku, sangat! sangat― menghibur. Mantaplah karakter Bartimaeus! Apalagi saat membaca nama Nathaniel dipanggil Natty oleh Bartimaeus saat ia ingin membuat bocah  jengkel. Hhe.. Lucunya.. Musuhan tapi juga saling membutuhkan.

Ratingku buat novel ini :  8,4

 
10 Comments

Posted by on June 10, 2011 in Magic

 

10 responses to “Bartimaeus Trilogy 1 – Amulet of Samarkand

  1. annisaanggiana

    June 10, 2011 at 11:53 am

    Waa.. Aku belum baca ini buku tapi ebooknya udah lama nangkring di ebook reader.. Jadi pengen baca.. *antrian buku yg mau dibaca makin banyak aja..

     
    • koleksinovelku

      June 10, 2011 at 1:39 pm

      hu um, cb dbaca aja.. klo aku pribadi, dan bbrapa tmenku yang udah baca juga, bilang kalo seri ini bagus.. enak buat diikuti.. hhe.. sipsip, sbaiknya km masukkan ke antianmu dan sgera dbaca yap =D

       
  2. dradmawati

    July 22, 2011 at 6:20 pm

    Ah fave gw jugaaaa

    catatan kakinya suka bikin terpingkal2

    dulu pertama kali liat boxnya langsung tertarik. Beli beneran isinya bagus

     
    • koleksinovelku

      July 22, 2011 at 6:41 pm

      pokoknya Bartimaeus lah tokoh favoritku. Dia yg paling bikin gemes ma kangeen😀

       
  3. dradmawati

    July 22, 2011 at 7:17 pm

    Masih mengharapkan nathaniel hidup:/

    Bartimaeus emang fav bgt, ga ada dia ga rame. :p

     
    • koleksinovelku

      July 22, 2011 at 7:35 pm

      😦 jadi keinget Nathaniel.. akhir bukunya, hhuhu.. baguuus.. jadi kangen mereka nih.. terutama Barty!

       
  4. dradmawati

    July 22, 2011 at 7:47 pm

    Sama berharap setidaknya hub nathaniel ama Katty/ Kitty whoever she is itu

     
    • koleksinovelku

      July 23, 2011 at 6:49 am

      iy jg sih ya.. syg ga ada perkmbangan hub ke arah asmara. nggk smpat. heu..

       
  5. dewiyani

    December 19, 2011 at 1:16 pm

    salken ya…

    blogwalking ketemu sama blog anda, kebetulan saya baru saja selesai baca barti #01. reviewnya bagus sekali sangat informatif.

    btw ijin ngelink blognya ya🙂

     
    • koleksinovelku

      December 19, 2011 at 4:40 pm

      salken juga😀 trimakasih dan silakan kalau mau ngelink.. hhe..

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: