RSS

Nicola And The Viscount

06 Jun

  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama Historical
  • Tebal                       :    288 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    40.000 IDR
  • Pertama terbit          :    23 Juli 2002
  • Cetakan                   :    Mei 2011
  • Tanggal Beli             :    1 Juni 2011

Nicola Sparks yakin dirinya menjadi sumber rasa iri wanita-wanita muda lain. Bagaimana tidak, ia bertunangan dengan Lord Sebastian Bartholomew, pria yang sangat tampan, kaya, dan baik. Ditambah, dirinya bakal mendapat gelar viscountess setelah menjadi istri Lord Sebastian. 

Hidup Nicola sempurna, hingga Nathaniel Sheridan mulai menanam benih-benih keraguan di benaknya. Awalnya, Nicola yakin Nathaniel hanya ingin merusak kebahagiannya. Namun, lama-lama ia mulai mempertanyakan perasaan cinta sang viscount padanya. Dan mulai mempertanyakan perasaannya sendiri pada Nathaniel.

Review  :

Cerita  bersetting tempat di London tahun 1810. Hari itu adalah hari terakhir Nicola Sparks dan sahabatnya, The Honorable Miss Eleanor Sheridan, di sekolah mereka, Vieuxvincent Seminary for Young Ladies. Di halaman 18, menurutku ada satu kesalahan penyebutan. Karakter Victoria tersebut, padahal seharusnya Nicola lah yang dimaksud. Victoria kan karakter Meg Cabot di bukunya yang lain, Victoria and The Rogue. Hhe..

Nah, di hari terakhir inilah Nicola ―Nicky― bertemu lagi dengan Lord Sebastian Bartholomew, kakak dari Lady Honoria Bartholomew, teman satu asrama Nicky. Nicky juga menghabiskan beberapa waktu untuk tinggal bersama keluarga Bartholomew. Saat itulah ia sangat mendambakan dan berharap Lord Sebastian melamarnya. Mereka berdua sering berdansa bersama saat acara pesta dansa, namun sayangnya selalu ada Nathaniel Sheridan yang mengganggunya.

Nathaniel Sheridan adalah kakak dari Eleanor. Nathaniel ini memang hobi menggoda Nicola dan Eleanor hingga kedua gadis ini jengkel. Saat pertama kali Nathaniel mendengar bahwa Nicola jatuh cinta pada Sebastian, ia dan Nicky sampai berdebat dan sama-sama geram karena komentar masing-masing. Hhi.. Entah kenapa tebakan awalku sebenarnya Nathaniel menyukai Nicky, tapi ia tidak bisa mengungkapkannya. Dan sebenarnya selama ini saat mereka berdebat, Nathaniel malah menikmatinya. Lain halnya dengan Nathaniel, Nicky selalu emosi kalau berhadapan dengan Nathaniel. Padahal Nicky juga tidak memungkiri pesona Nathaniel :p

Suatu hari Nicky dikejutkan kabar dari sepupunya ―yang juga walinya sejak kedua orangtuanya meninggal, Norbert Blenkenship alias Lord Renshaw, tentang seseorang yang ingin membeli Beckwell Abbey, rumah dan properti satu-satunya warisan dari sang ayah. Tentu saja Nicky menolak mentah-mentah rencana itu. Biar bagaimanapun ia akan mempertahankan kediaman tunggalnya karena di tempat itu juga tinggal Nana dan Paddy, sepasang lansia yang sudah Nicky anggap sebagai nenek dan kakek sendiri.

Beberapa hari kemudian ia kembali dikejutkan dengan lamaran tak terduga yang datang dari anak Lord Renshaw yang eksentrik ―dan dari penggambaran yang ku tangkap, aduh, amit-amit deh orangnya, selera fashionnya bener-bener aneh― Harold Blenkenship. Serta merta Nicky yang sejak kecil tidak menyukai Harold, menolak. Eehh, dihari yang sama ternyata lelaki yang selama ini ia idamkan juga melamarnya! Nicola Sparks dan Lord Sebastian Bartholomew pun bertunangan. Padahal umur Nicky masih 16 tahun. Ckck..

Tapi sayangnya Nathaniel Sheridan mulai menanam benih-benih keraguan di benaknya. Nathaniel menantang Nicky untuk menanyakan apakah Sebastian mencintai Nicky. Selain itu Nathaniel juga meminta Nicky untuk mencari tahu siapa itu Edward Pease dan apa hubungannya dengan Sebastian. Nicky yang ingin menyangkal tuduhan dan membuktikan bahwa anggapan Nathaniel selama ini salah, mulai melakukan penyelidikan yang membawanya pada satu fakta yang paling ia takuti. Padahal tanggal pernikahannya tinggal menghitung hari saja. Kini perasaannya sungguh kacau. Apa yang harus ia lakukan? Dengan kebulatan tekat, ia melakukan sesuatu yang menurutnya memang seharusnya ia lakukan. Ia memutus pertunangannya dengan Lord Sebastian.

Sudah pasti untuk sementara ia merasa sedih dan terpuruk. Hanya keluarga Sheridan lah pelipur lara nya, tidak terkecuali Nathaniel. Disinilah cinta mereka berdua muncul ke permukaan. Terutama setelah Nicky bebas dari penculikan terhadap dirinya. Sesungguhnya aku agak nggak suka di bagian ini. Aku merasa agak…ehm, dipaksakan. Tapi yasudahlah. Toh happy ending kok. Hanya ada sesuatu yang kurang sreg aja menurutku..

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
2 Comments

Posted by on June 6, 2011 in TeenLit

 

2 responses to “Nicola And The Viscount

  1. Ica

    September 14, 2011 at 3:40 pm

    Hmm.. kok kayaknya jalan ceritanya hampir sama dengan Victoria and The Rogue yaa?? ^.^

     
    • koleksinovelku

      September 14, 2011 at 5:44 pm

      inti ceritanya memang kurang lebih sama. cinta segitiga dimana lelaki yang dicintai si wanita ternyata tidak sebaik yang ia kira🙂

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: