RSS

Brokeback Mountain

30 May

  • Pengarang               :    Annie Proulx
  • Genre                      :    Drama, Romance
  • Tebal                       :    80 hlm ; 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    10.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1997
  • Cetakan                   :    Februari 2006
  • Tanggal Beli             :    14 Maret 2011

      “Kita bisa punya hidup yang menyenangkan bersama-sama, hidup yang benar-benar menyenangkan. Kau tidak mau, Ennis, jadi yang kita punya sekarang Cuma Gunung Brokeback. Segalanya dibangun di atas itu. Hanya itu yang kita punya… Hitung berapa kali kita bisa ketemu selama dua puluh tahun ini.

      “Kau sama sekali tidak tahu seburuk apa keadaanku… Kau terlalu hebat buatku, Ennis… Kalau saja aku tahu bagaimana caranya meninggalkanmu.”

Ennis merasa seakan isi perutnya ditarik keluar perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Dia berhenti di tepi jalan, dan dalam sebuan salju yang baru turun dia berusaha muntah, tapi tidak ada yang keluar. Belum pernah dia merasa seburuk ini, dan butuh waktu lama hingga perasaan itu hilang.

Review :

Ya ampun, kisah cinta yang menyedihkan. Walaupun buku ini sudah cukup tua, hampir dua puluh tahun sejak ia pertama terbit, buku ini masih memberikan efek yang, wew. Padahal aku sendiri sudah nonton filmnya. Aku awalnya nggak sadar kalau ada bukunya, sampai suatu hari ada obral buku di sebuah toko buku, aku lihat novel ini. Alhasil, aku mendapatkan novel ini hanya dengan merogoh kocek sebesar 10rb rupiah. Hhe..

Novel karya Proulx ini mengangkat kisah percintaan sesama jenis antara Ennis Del Mar dan Jack Twist. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1963 ketika sama-sama melamar pekerjaan di Kantor Tenaga Kerja Pertanian dan Peternakan. Mereka bahkan belum genap dua puluh tahun saat itu. Mereka bekerja sebagai penggebala domba dan penjaga kemah di utara Signal. Pekerjaan musim panas ini berlangsung di tanah Dinas Kehutanan di Gunung Brokeback dibawah pengawasan Joe Aguirrek, sang mandor.

Selama mengawasi gembala mereka, mereka hanya berdua, dengan ribuan domba, kuda-kuda, anjing-anjing, coyote yang harus dihalau, berkaleng-kelang bir, api unggun dan sebuah tenda. Mereka bekerja bergantian mengawasi domba. Pertemanan mereka berjalan lancar, hingga akhirnya rasa kesepian membuat hubungan kedua pria muda itu jadi lebih dekat dan suatu malam di musim panas yang beku, terjadilah untuk pertama kalinya hubungan ‘intim’ dalam kemah gembala itu. Terjadi begitu saja, tanpa dimulai dengan rayuan atau peristiwa-peristiwa romantis sebagai pendahuluan. Itulah yang terjadi. Mereka tidak pernah bicara seks, membiarkannya terjadi begitu saja, mulanya hanya di kemah pada malam hari, lalu pada siang hari bolong di bawah sinar matahari terik, dan pada malam hari di dekat api unggun. Mereka tidak sadar bahwa ternyata Joe mengawasi mereka.

Ketika musim penggembalaan selesai dan mereka berpisah, Ennis menikah dengan tunangannya, Alma Beers dan memiliki dua orang putri sedangkan Jack pergi ke Texas dan menikah dengan Laureen. Jack bermain rodeo, seperti cita-cita awalnya. Butuh empat tahun bagi mereka untuk berjumpa lagi. Suatu hari di bulan Juni Ennis mendapat surat pos dan Jack untuk pertama kalinya sejak mereka berpisah. Jack mengatakan bahwa ia akan berkunjung. Tentu saja Ennis sangat bersemangat dan menantikan kedatangan Jack dengan mondar mandir. Begitu mereka bertemu, luapan perasaan cinta dan kerinduan selama ini tidak bisa mereka bendung lagi. Sayangnya Alma melihat adegan mesra suaminya dengan sang teman. Hew.. Kasihan Alma..

Sedangkan Jack sejak awal mengajak Ennis untuk hidup bersama, menjalankan sebuah peternakan kecil-kecilan, tapi Ennis menolak. Ia terlalu takut akan penilaian masyarakat. Pada masa itu, ketahuan sebagai homoseks berarti kematian. Masyarakat akan menghukum mereka dengan siksaan sampai mati : dipukuli dengan kunci ban, diseret di atas kerikil hingga hidungnya lepas, dan dibiarkan mati dalam selokan. Namun ternyata ancaman itu tidak menyurutkan mereka untuk terus bertemu.

Sejak saat itu Jack dan Ennis rutin bertemu. Setidaknya dua kali dalam setahun dan mereka melakukan perjalanan ke gunung untuk bersenang-senang. Sementara itu hubungan Ennis dan Alma semakin renggang dan puncaknya ketika anak pertama mereka berumur 9 tahun, Alma menceraikan Ennis dan menikah dengan toko pemilik bahan makanan di Riverton.

Tahun1983 mereka bertemu untuk terakhir kalinya. Hingga berbulan-bulan sejak pertemuan terakhir mereka baru Ennis tahu perihal kecelakaan yang menewaskan Jack. Kesedihan mahadasyat menghajar Ennis habis-habisan. Ennis menebak bahwa kematian Jack pasti karena ‘kunci ban’ bukan kecelakaan seperti halnya yang di bilang Laureen, istri Jack. Dua puluh tahun hubungan mereka berakhir tragis.

Yang aku kagumi dari novel ini, meskipun ini kisah tragis dengan akhir yang menyayat hati, tetapi Annie Proulx tidak membuatnya menjadi kisah cinta cengeng penuh ratapan serta merengek-rengek meminta belas kasihan seperti kebanyakan drama pada umumnya. Cerita ini hadir secara wajar dan manusiawi dalam narasi yang memikat. Brokeback Mountain ini menurutku tidak hanya bercerita dari segi homoseksualitas nya, tetapi juga mengenai dua orang manusia biasa yang terjebak dalam situasi luar biasa, bagaimana mereka terikat, bagaimana hubungan dapat berlangsung selama bertahun-tahun dalam kebisuan, kenyataan hanya milik mereka sendiri, dan semua ini karena perasaan mereka yang kuat satu sama lain.

Aku tidak bisa bilang aku setuju dengan hubungan macam ini. Tapi kalau aku dihadapkan dengan ―dan memang aku pernah mengalaminya― seseorang disekitarku yang mengalami hal ini, aku tidak menyangkal bahwa bergidik adalah reaksi pertamaku, perasaan tidak percaya jelas membayangi mataku, tapi kemudian kupikir, ini hak mereka untuk mencintai siapa, yang kulakukan sebagai teman hanya bisa mengingatkan dia dan memberikan dukungan secara moril. Tidak mudah tau memberikan reaksi yang tepat untuk mereka tanpa melukai perasaan atau terkesan dibuat-buat.. Hew..

Nah, kembali ke topik. Seperti yang aku sudah bilang di awal, novel ini memang sudah difilmkan. Karena aku nonton filmnya sudah bertahun-tahun silam aku hanya ingat sepotong-potong ceritanya. Tapi sejauh aku baca novelnya, aku bisa sedikit ingat dan ingatanku mengatakan bahwa antara film dan bukunya tidak banyak perbedaan. Bahkan kurasa versi filmnya dibuat semirip mungkin dengan versi novel. Film yang direlease tanggal 16 Desember 2005 (USA) oleh Alberta Film Entertainment dan Focus Features ini mendapatkan 3 penghargaan di 78th Academy Awards, 4 penghargaan di 63rd Golden Globe Awards, 4 penghargaan di 59th BAFTA Awards, dan masih banyak lagi.

Film yang memakai judul yang sama dengan bukunya ini diperankan oleh Jake Gyllenhaal sebagai Jack Twist, Heath Ledger sebagai Ennis Del Mar, Michelle Williams sebagai Alma, dan Anne Hathaway sebagai Laureen. 

Sebelum Brokeback Mountain, Jake Gyllenhaal membintangi beberapa film dan salah satunya adalah The Day After Tommorow. Belum lama ini ia bermain di Prince of Persia: The Sands of Time sebagai sang tokoh utama.

Heath Ledger, aktor kelahiran Perth, Australia ini adalah si Joker dalam film The Dark Knight. Sayangnya ia meninggal muda. Ia meninggal pada tanggal 22 Januari 2008 di usia 28 tahun karena intoksisitas obat-obatan untuk penyakit-penyakitnya dan ditemukan oleh pembantunya di apartemen miliknya di kawasan SoHo, Manhattan.

Michelle Williams sendiri adalah pemeran Jen Lindley di serial TV Dawson Creek yang sangat terkenal di masanya. Film ini jaman aku SD dan aku bela-belain nonton malam-malam sendirian pula. Hhaha..  

Dan yang terakhir ada Anne Hathaway. Kalau aktris ini tidak usah di pertanyakan lagi. Dia sudah main di banyak judul film, sebagian darinya adalah The Princess Diaries, The Devil Wears Prada, Passengers , Alice in Wonderland, dan Love and Other Drugs dimana dia bertemu dengan Jake Gyllenhaal lagi sebagai lawan mainnya.

Ratingku buat novel ini : 8,4

 
3 Comments

Posted by on May 30, 2011 in Drama/Romance

 

3 responses to “Brokeback Mountain

  1. MqQueen

    September 18, 2011 at 5:59 pm

    SANGAT MEMILUKAN…:(…walau seratus kali ku baca dan ku tonton tetap aku selalu meneteskan air mata…

     
    • koleksinovelku

      September 18, 2011 at 7:40 pm

      setuju. ceritanya emg so sad banget😦

       
  2. Apri

    August 19, 2013 at 1:59 am

    Film nya membuat kebawa bgt sma alur nya itu. Pokoknya yg gk tahu atau gk nonton. Jgn harap bisa pacaran dulu. Kalau gk tw arti cinta

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: