RSS

Queen Of Babble 2 – In The Big City

29 May

  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    440 hlm ; 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    55.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2007
  • Cetakan                   :    Mei 2011
  • Tanggal Beli             :    16 Mei 2011

Lizzie Nichols menapaki trotoar New York City dengan senyum cemerlang. Ia kini tinggal bersama Luke, pacar liburan musim panasnya, di kota yang tak pernah tidur, di apartemen Fifth Avenue mewah milik ibu Luke.

Sayangnya ia kurang beruntung mencari pekerjaan sesuai kualifikasinya: ahli merombak gaun vintage. Demi kecintaan akan panggilan hidupnya, Lizzie mau bekerja di butik perombakan gaun pengantin, meskipun tidak dibayar. Untuk menyambung hidup, ia bekerja sebagai resepsionis paro waktu di kantor hukum ayah Chaz, pacar Shari, sahabatnya.

Tapi Lizzie bukan Lizzie kalau tidak terlibat masalah gara-gara hobi ngocehnya. Belakangan, kantor hukum memecatnya, ia menuduh ibu Luke berselingkuh, dan Luke pun ketakutan gara-gara Lizzie mengungkit-ungkit kata “menikah”.

Duh, bagaimana bisa kacau-balau begini?

Review :

Baru mulai baca udah senang. Rasanya begitu akrab dengan gaya bahasa Meg Cabot, tak ku sangka ternyata merindukannya setelah sekian waktu berselang nggak baca karangan Cabot. Bahasa yang dipakai tu bahasa sehari-hari dan dalam penyampaian ceritanya sangat lugas, jadi enak buat diikuti.

Sekarang Lizzie tinggal seapartemen dengan Luke di NewYork City sedangkan Shari, sahabat Lizzie, tinggal dengan Chaz, pacarnya. Luke sedang memulai sekolah pendidikan dokter nya di NY University sedangkan Lizzie berkelana mencari pekerjaan yang berhubungan dengan hobinya. Ternyata tidak semudah yang dibayangkannya. Memulai hidup di NY maksudnya.

Lizzie mendapat pekerjaan merombak gaun vintage di butik milik sepasang orang Prancis yang terkenal dengan panggilan Monsieur Henri. Sayangnya dia tidak di gaji, anggap saja pegawai magang lah. Nah, waktu sedang ke apartemen Chaz dan Shari untuk mengukur tirai jendela mereka ―karena Lizzie berjanji akan menjahitkan tirai untuk mereka― ada Chaz dirumah. Lizzie dan Chaz pun ngobrol dan berdebat. Lizzie mengatakan bahwa ia ingin menikah dengan Luke, tapi tanpa disangka-sangka ternyata Chaz yang sahabat Luke malah memperingatkan Lizzie untuk mempertimbangkan masak-masak keputusan itu. Lizzie merasa ada sesuatu mengenai Luke yang disembunyikan Chaz. Di lain pihak Chaz juga menawari Lizzie sebuah pekerjaan di firma hukum milik ayah Chaz sebagai resepsionis dari pagi hingga siang sebelum waktu dia berangkat kerja ke butik Monsieur Henri. Tentu saja Lizzie menerima penawaran itu dengan senang hati dan hari berikutnya ia langsung melakukan wawancara dengan pihak firma.

Di firma Lizzie berkenalan dengan Tiffany, resepsionis sore. Mereka jadi berteman. Sebenarnya Tiffany adalah seorang model, namun masih tergolong model baru, jadi dia menyambung hidup dengan bekerja sebagai resepsionis.

Kehidupan New York pun berlanjut. Tapi ada yang aneh dengan Chaz dan Shari. Puncaknya, saat malam Thanksgiving yang perayaannya diadakan di apartemen Luke, hanya Chaz yang datang. Akhirnya Lizzie menemukan fakta yang mengejutkan mengenai Shari. Tidak hanya bahwa ia sudah putus dengan Chaz dan keluar dari apartemen Chaz, tapi sekarang Shari memiliki kekasih baru, Pat, yang tak lain adalah bosnya sendiri, dan ia adalah seorang WANITA!! Lizzie jelas aja syok. Aku aja yang baca juga ikut ‘nyengir’.. Few.. Siapa yang sangka coba?? Oke, Meg Cabot berhasil mengejutkanku dan ini kejutan yang membuatku bergidik.. Serius..

Seiring berjalannya waktu, Lizzie disibukkan dengan proyek membenahi sebuah gaun pengantin untuk seorang gadis biasa yang akan menikahi seorang pewaris tahta di kerajaan bisnis, lelaki terkaya di Manhattan, namun sayangnya calon ibu mertuanya tidak menyukainya dengan terang-terangan. Jill Higgins namanya. Ia bahkan sudah putus asa karena sang calon mertua menyuruhnya memakai gaun turun temurun untuk ukuran badan enam sedangkan Jill berukuran duabelas. Monsieur Henri saja skeptis gaun itu dapat di perbaiki. Tapi bukan Lizzie kalau tidak memiliki keberanian nekat. Alhasil, semua jerih payahnya tidak sia-sia. Ia mendapat imbalan yang setimpal dari usahanya. Ia mendapat pekerjaan tetap, gaji, asuransi, dan apartemen sendiri.

Yups, kehidupan cinta Lizzie sayangnya tidak semulus pekerjaannya. Ia putus dengan Luke di malam Natal, dan pergi dari apartemen Luke. Dan di malam Tahun Baru, di acara pernikahan Jill, Lizzie yang pergi dengan di dampingi Chaz terkejut saat lelaki itu nembak dia. Wow.. Yang lebih mengejutkan, hari berikutnya Luke kembali ke Amerika ―dari liburan Perancisnya― dan melamar Lizzie! Oh oh.. Kita benar-benar harus menunggu buku ketiga untuk tahu kelanjutannya. Semoga tidak butuh waktu lama..

Satu hal yang jadi bumbu sedap novel ini, di setiap awal bab baru kita selalu disuguhi mengenai berbagai tips ataupun ulasan tentang gaun pengantin dengan judul Panduan Gaun Pengantin dari Lizzie Nichols. Di setiap ulasan ini disetai dengan gambar ilustrasi yang cantik. Aku aja menikmati setiap ulasannya🙂

Ratingku buat novel ini : 8

 
2 Comments

Posted by on May 29, 2011 in ChickLit

 

2 responses to “Queen Of Babble 2 – In The Big City

  1. Langit Mularto

    June 18, 2012 at 4:07 pm

    Nice Review…. alurnya menggoda untuk terus membuka halaman demi halaman…
    Salam kenal… Izin copas bolehkah?

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: