RSS

Heather Wells 2 – Size 14 Is Not Fat Either

21 Apr

heather wells 2-size 14 is not fat either

  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama, Mystery
  • Tebal                       :    400 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    55.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2006
  • Cetakan                   :    April 2011
  • Tanggal Beli             :    21 April 2011

Mantan bintang pop Heather Wells telah berhasil membiasakan diri dengan kehidupan barunya sebagai asisten direktur asrama di New York College, karier yang tidak memaksa tubuh ukuran rata-ratanya dengan busana mini. Dia bahkan bisa menerima dengan baik rencana pernikahan mantan pacarnya yang selebriti. Tapi jelas dia menghadapi kesulitan saat berurusan dengan masalah di dapur kafeteria asrama, tempat seorang pemandu sorak kehilangan kepalanya, pada hari pertama semester dimulai.

Dikelilingi mahasiswa yang histeris—dengan ayah mantan narapidana yang tiba-tiba muncul dan mantan pacar yang menghujaninya dengan telepon yang tak diinginkannya—Heather menyambut kesempatan untuk menjadi detektif… lagi. Jika kesibukan itu bisa mengalihkan pikirannya dari masalah pribadi—dan menyatukannya kembali dengan detektif swasta tampan pemilik rumah batu-pasir tempatnya tinggal—tidak ada masalah. Tapi jejak pembunuhan itu membawa dia memasuki dunia gelap. Dan jika tidak berhati-hati melangkah, tak lama lagi dia akan menyanyikan lagu kematiannya sendiri. 

Review :

Ya ampunn.. Sapa yang mau sih bakal ngeliat kepala orang terpenggal dan diletakkan di dalam panci rebus? Amit-amit.. Tapi itulah ceritanya. Heather Wells memulai semester di tempat kerjanya dengan penemuan heboh itu. Sekali lagi di Asrama ―Gedung Tinggal― New York College bernama Fischer Hall terjadi pembunuhan. Kini gedung itu mendapat julukan Asrama Kematian. Hew..

Awalnya Heather mendapat peringatan dari berbagai pihak agar tidak ikut campur dalam penyelidikan, namun ternyata jiwa detektifnya tidak mau menyerah. Walaupun tidak mengakui kalau ia mengadakan penyelidikan, kenyataannya ia selalu mencari info kesana kemari. Cooper Cartwright ―seorang detektif asli, induk semang Heather, kakak mantan tunangannya, dan lelaki yang sekarang Heather cintai diam-diam― berusaha menjauhkan Heather dari rutinitas penyelidikan.

Di ceritakan, dalam sehari Heather harus menanggung banyak kejadian. Ia menemukan mayat ―kepala, sebenarnya, karena badannya entah dimana― Lindsay Combs, seorang pemandu sorak dan homecoming queen. Lalu ia mendapat tawaran untuk manggung lagi di sebuah kafe oleh sahabatnya, masalahnya, ia sudah bertahun-tahun tidak manggung. Belum lagi Jordan yang terus menghubunginya dan memohon agar Heather mau hadir ke pernikahannya dengan Tania Trace, wanita yang menyebabkan putusnya Heather dan Jordan. Lalu yang lebih menganggetkan, ayahnya menghubunginya! Ternyata sang ayah sudah bebas dari penjara dan ingin menemui Heather, anak yang hampir tidak di kenalnya karena saking lamanya ia mendekam di penjara, hampir 20 tahun oey..

Seperti novel Cabot lainnya, cerita kali ini juga menarik dan guyonannya fresh. Suatu saat Heather menjalani penyelidikan yang dibantu Gavin McGoren, salah satu mahasiswa badung di Gedung Tinggalnya. Gavin memasukkan Heather ―dan Jordan, sayangnya, karena dia membuntuti Heather― ke sebuah pesta fraternitas yang dipimpin oleh Winer bersaudara. Steve dan Doug Winer sedang menjadi tersangka Heather atas kasus Lindsay. Saat awal memasuki pesta, Heather dan Gavin terus berdebat dan membuatku tertawa. Tapi sayangnya, pesta itu tidak berakhir menyenangkan. Heather dan Gavin harus kabur dan menyeret Jordan yang mabuk. Bagian saat Heather menyusun rencana untuk membawa Jordan kembali ke rumah tanpa sepengetahuan Cooper sangat―SANGAT― lucu, sampai aku ngakak. Apalagi saat Cooper tiba-tiba muncul di balik pintu depan rumah dan Heather malah mau ambil langkah seribu buat kabur. Konyoool minta ampun! Hhhahaha..

Nah, esok hari saat Heather memulai hari kerja, ia mendapat kabar tentang penemuan sisa tubuh Lindsay. Beberapa fakta penting mulai terungkap dan itu mengarahkan Heather pada orang yang tahu mengenai siapa yang melakukan pembunuhan keji itu namun ia terus tutup mulut, membuat Heather jengkel setengah mati. Malam harinya, ia mendapat telepon mengenai penculikan dan penganiayaan terhadap Gavin yang memaksa Heather kembali beraksi.

Well, keren banget Cabot bisa mengambarkan detail setiap emosi Heather tanpa cela. Saat Heather senang, sedih, atau juga marah digambarkan dengan mantap. Dari awal hingga akhir cerita selalu ada bumbu lelucon yang mengundang tawa. MEG CABOT favoritku pokoknya!

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
1 Comment

Posted by on April 21, 2011 in ChickLit

 

One response to “Heather Wells 2 – Size 14 Is Not Fat Either

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: