RSS

Category Archives: TeenLit

Airhead 3 ─ Runaway


airhead 3-runaway

  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Drama, Fantasy
  • Tebal                       :    328 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    45.000 IDR
  • Pertama terbit          :    20 April 2010
  • Cetakan                   :    Mei 2012
  • Tanggal Beli             :    24 September 2012

“Di mana kau akan bersembunyi, kalau orang-orang tahu siapa dirimu?”

Em Watts kaget ketika Nikki Howard bilang dia menginginkan tubuhnya kembali; tubuh supermodel yang bukan lagi miliknya, tapi milik Em.

Sementara itu, selain menginginkan Nikki untuk menguak rahasia keji ayahnya, Brandon Stark juga menginginkan Em.

Dan Christopher juga berniat memanfaatkan Em untuk menyakiti Brandon… karena telah merebut Em dari sisinya, dan untuk menghancurkan Stark Enterprises.

Em sudah lelah. Lelah dimanfaatkan. Lelah dibohongi. Lelah diperintah siapa yang boleh dan tidak boleh dia cintai. Lelah pada kebohongan yang harus dia jalani.

Tapi ketika menemukan kebenaran tentang rahasia Nikki, Em tahu hanya ada satu orang yang bisa diandalkan.
Apakah Christopher bisa mengesampingkan perasaannya dan membantu Em mengungkapkan kejahatan Robert Stark pada dunia? Tapi memangnya adil melibatkan Christopher? Karena kalau cowok itu bersedia membantu, Stark Enterprises akan berusaha membuat mereka tewas, dan kali ini, untuk selamanya.
Mungkin lebih baik Em terus lari saja…

Review :

Astagaaa, akhirnya jumpa lagi nii. Maapkan aku ya teman”, dua bulan kemarin ngga sempat buat update. Aku sibuk banget sama koas ku. Bener-bener ngga sempat buat baca novel segala macem. Hhu.. Alhamdulillah ini ada senggang dan aku kangen banget buat otak atik blog lagi. Alhasil, posting deh review kali ini tentang Airhead 3 ─ Runaway. Selamat membaca dan semoga bermanfaat! :D

Emerson ─Em─ Watts a.k.a Nikki Howard ─sekarang─ sedang menjadi tawanan Brandon Stark. Kepada media, Brandon seolah membawa Nikki berlibur romantis di rumah pantai miliknya di South Carolina. Tapi ternyata, bersama mereka ada Nikki Howard yang asli, Steven Howard ─kakak Nikki, dan ibu mereka. Mereka sedang bersembunyi dari ayah Brandon yang kebetulan juga dibenci oleh Brandon.

Saat ini adalah saat dimana Em paling merana, terkucil. Karena selain fakta ia terjebak dalam tubuh supermodel yang supersibuk hingga menghancurkan nilai-nilai sekolahnya, tapi juga karena Nikki Howard terang-terangan menyatakan bahwa ia membenci Em dan menginginkan tubuhnya kembali saat itu juga. Ya, maksudnya saat itu juga adalah saat itu juga. Saat mereka sedang berada dalam pelarian. Nikki meminta Brandon untuk menyiapkan sebuah pembedahan lagi untuk menukar kembali otak keduanya. Hhm.. Bukannya ngga mau, tapi Em mulai membiasakan diri menjadi Nikki, dan sekarang Em merasa keberatan untuk kehilangan kehidupan barunya. Egois memang. Tapi sayang ia harus mengalah dengan Nikki.

Nah, disaat Em terpuruk, datang Christopher, cowok yang dulu sahabatnya, dan sekarang cowok yang ia cintai. Christopher akan menyelamatkannya, tapi Em menolak karena Christopher enggan membawa serta Nikki. Well, biar Nikki mengesalkan, Em masih punya perasaan dan tidak ingin meninggalkan Nikki dan keluarganya di tangan Brandon. Alhasil, Christopher marah dan pergi meninggalkan Em. Tapi esoknya, datang bala bantuan lain. Ternyata Frida ─adik Em, dan Lulu ─sahabat Em, datang menolong. Mereka juga ingin membawa kabur Em, tapi kali ini akhirnya seluruh keluarga Howard ikut serta. Bahkan Brandon terpaksa di buat pingsan dan di ikat agar tidak memberontak.

Sekembalinya mereka di New York, Em kembali ke kehidupan normal, setidaknya bagi Em akhir-akhir ini. Selain itu, Em sudah berhasil mengatasi Brandon dengan memaksa cowok itu berjanji agar tidak mengganggu teman-temannya lagi. Sedangkan keluarga Howard kini sedang mengungsi di tempat Gabriel Luna, seorang penyanyi yang sedang naik daun. Pagi itu, Em mendapat telepon dari ibunya bahwa ibu dan ayahnya ingin menemuinya. Kemudian Em pun menuju kafe yang sudah di janjikan. Orang tuanya membawa kabar mengejutkan, bahwa mereka memutuskan untuk membawa Em ke pusat pemulihan karena mereka menilai Em sedang sangat tertekan. Tentu saja Em langsung berpamitan. Ia tidak ingin mendengar lebih jauh lagi apa rencana orangtuanya.

Seakan belum cukup buruk, saat Em keluar dari pintu cafe, ia melihat seseorang yang berdiri mengawasinya. Ya, lelaki itu ternyata menguntit dirinya. Christopher yang lagi-lagi menyelamatkannya. Tapi kini ia jadi merasa tidak cukup aman untuk mengunjungi keluarga Horward, takut kalo Robert Stark tahu bahwa Nikki Howard yang asli masih idup. Hhe..

Alih-alih ke tempat Gabriel, Christopher dan Em pergi ketempat Felix, sepupu Christopher yang sedang melakukan riset pada sistem keamanan Stark Enterprise. Yang mengejutkan, Felix dan Christopher menemukan fakta bahwa Stark sedang menjalankan Proyek Phoenix, yang entah bagaimana cara kerjanya, dan entah bagaimana melibatkan Em dan Nikki dulu. Disinilah peran Em kemudian. Saat malam tahun baru, sebelum dan seusai Pagelaran Stark Angels, Em mempertaruhkan nyawanya untuk mencari tahu apa itu Proyek Phoenix. Nah, akhir bahagia pun terjadi, tentu saja :D

Asal kalian tahu yaa, aku selalu suka mengikuti petualangan Em. Bahkan saat akhir-akhir diceritakan berbagai kisah menyenangkan dari para tokohnya. Bahkan Nikki Howard yang sangat menyebalkan pun bisa berubah lebih baik dan kini malah jadi sosok yang karakternya akhirnya terbentuk sempurna, dan aku membayangkannya sebagai gadis manis yang imut, bukan lagi seorang gadis cantik supermodel yang sombong ;) Akhir cerita yang menyenangkan buat segala pihak. Silakan baca buku ini guys kalau anda tertarik. Dari aku pribadi, ngga mengecewakan kok, menyenangkan malah :D Sampai jumpa di review selanjutnyaaaaaa…

Ratingku buat novel ini : 8,8

 
1 Comment

Posted by on January 7, 2013 in TeenLit

 

Beauty and the Best


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    37.000 IDR
  • Pertama terbit          :    Juni 2006
  • Cetakan                   :    November 2010
  • Tanggal Beli             :    7 Oktober 2011

Ira punya semua yang diinginkan cewek seusianya: kecantikan, profesi model, kepopuleran di sekolah, dan cowok yang keren dan tajir. Cuma satu kelemahan Ira: kalo ulangan pelajaran eksakta, nilainya nggak pernah lebih dari empat! Ini jelas lampu kuning buat Ira, apalagi dia udah kelas tiga SMA.

Karena itu, saat Ira nerima tantangan untuk bertaruh, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, jelas teman-temannya nggak percaya. Jelas itu mission impossible! Gimana nggak? Lawannya Kelly, cewek paling pinter di sekolahnya!
Tapi Ira cuek. Dengan segala cara dia berusaha memenangkan taruhannya dengan Kelly, termasuk meninggalkan dunia model, dan minta diajar privat Aldo, anak “aneh” dan nggak punya teman di kelas, tapi pinter banget. Ira ingin ngebantah mitos yang mengatakan cewek cakep tuh kemampuan otaknya payah. Ira pengin semua orang tahu model kayak dia juga bersaing dengan ribuan lulusan SMA lain, dan masuk perguruan tinggi negeri terfavorit di negeri ini melalui jalur SPMB.

Review :

Oh Well, satu lagi novel Indonesia yang aku baca. Hhehe.. Beauty and the Best. Tapi menurutku nii, karena cerita novel ini terlalu simpel dan cukup mudah ditebak jalan ceritanya, aku ngga harus bikin review yang panjang lebar. Kalian cukup baca sinopsinya dan ,voila, kalian uda dapet garis besar ceritanya. Serius. Cerita ini enaaaaaak banget diikutin. Bacaan yang ringan tapi bermakna. Yang jelas, dari novel ini kalian akan mendapatkan sebuah kisah yang enak buat dinikmati sambil bersantai, dan yang jelas lagi, sebuah pelajaran mengenai pantang menyerah.

Tokoh Susana Irawani alias Ira, seperti yang suda kalian tahu, menerima tantangan dari cewek paling pinter di sekolahnya, Kelly. Tema nya, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, dia yang menang dan dia berhak buat menyuruh yang kalah melakukan apapun yang dia mau. Hmm.. Sudah ketebak lah yang menang siapa. Tapi ternyata akhirnya ya ngga sampai disitu aja.

Melalui karakter Ira, kita diharapkan bisa menjadi seseorang yang pantang menyerah, jangan pesimis hanya karena mendengar pendapat buruk orang disekitar kita dan membuktikan, bahwa kita memang mampu mencapai apa yang menjadi target kita. Tapi melalui karakter Kelly, kita juga bakal mendapat pelajaran, bahwa kita harus yakin apa yang terbaik untuk kita dan jangan pernah takut mengambil keputusan, karena hidup kita ada di tangan kita sendiri, bukan tangan orang lain. Pada akhirnya, mereka menjalin persahabatan dengan menerima kekurangan masing-masing dan menjadikannya sebuah kelebihan dari masing-masing ^.-d

Terlepas dari itu semua, sejujurnya, aku lebih suka karya Luna yang lain, Mawar Merah. Lebih hidup rasanya. Hmm, mungkin karena ada actionnya yaa.. Hhi :D

Ratingku buat novel ini : 7

 
1 Comment

Posted by on November 4, 2012 in TeenLit

 

Dark Love


  • Pengarang               :    Ken Terate
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    248 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    40.000 IDR
  • Pertama terbit          :    6 September 2012
  • Cetakan                   :    September 2012
  • Tanggal Beli             :    10 September 2012

Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil…

Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.

Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.

Review :

Dark Love adalah novel karya Ken Terate pertama yang aku koleksi. Padahal guys, sebelum ini beberapa novel beliau suda aku baca lhoo. Tapi dulu kalo ngga pinjem di perpus sekolah ya pinjem dari temen aja. Hhihi.. Maklum, SMA awal aku belum begitu mengenal baik karya sastra bentuk novel ini ^.-v Akhirnya sekarang aku punya salah satu novel beliau. Dan aku suka novel ini. Serius :D Hmm, ada sedikit cerita ni tentang Kak Ken Terate. Sebenernya, Kak Ken Terate dulu istri guru les ku jaman aku masi SMA. Maksudku, sampai sekarang Kak Ken Terate masih istrinya Pak Sus (itu panggilan kami buat beliau) ^^ Dulu waktu aku SMA, aku les di sebuah lembaga bimbingan belajar di Jogja. Naaah, Pak Sus ini tentor les ku, dan  ternyata lagi, beliau ini suami dari Kak Ken Terate :D Bahkan duluuu, saking bengak nya otak aku di pelajaran matematika, aku sama dua temanku sampai les privat sama beliau oey. Hhaha.. Semoga Pak Sus dan Kak Ken Terate sehat dan bahagia selalu yaaaa.. Apalagi sekarang uda ada si kecil. Selamaaat! :D

Aduh, kenapa jadi kaya curhat gini. Hhihi.. Ga papa yaa aku singgung dikit memori terdahulu. Yah, walaupun uda memori 4 tahun yang lalu sih. Alamak, jadi kangen masa SMA ;) Aaah, sudalah. Balik ke Dark Love. Hhehe.. Novel ini, walaupun mengangkat tema yang cukup umum terjadi di sekitar kita, mengenai kehamilan remaja, namun penuturan ceritanya memberikan sudut pandang tersendiri dan sejujurnya, aku sangat suka.

Cerita di sampaikan oleh sang tokoh utama, Kirana, dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi kita bakal diajak untuk merasakan apa yang Kirana rasakan. Yang aku suka, Kak Ken Terate berhasil membuat tokoh Kirana begitu hidup, sifatnya sangat khas anak remaja. Ditambah dengan keresahan dan keputusasaan yang kerap di rasakan oleh Kirana terkait konflik cerita.

Satu lagi yang aku suka dari novel ini, dari awal Kak Ken Terate ngga ada menyebutkan siapa sih cowoknya Kirana ini?? Dari awal, Kirana hanya mengenalkan cowoknya dengan panggilan “My Prince”. Sebenernya, kita di beri pilihan tebak, yaitu 3 cowok yang menjadi teman main Kirana. Tapi sumpa, saking penasarannya, langsung aku lahap ni novel selama 4 jam. Hhaha.. Abisnya, rasanya tanggung terus tiap mau tutup buku. Alhasil, jam 2 malam aku baru kelar baca ni novel :P Tapi tenang, ngga mengecewakan kok. Aku suka akhir ceritanya. Dan sejujurnya aku salah tebak siapa sih cowok Kirana. Hhihi.. Abisnya, clue nya bener-bener samar atau kadang menjebak siih :D Tapi aku salut lah sama Kak Ken Terate. Asik novelnya ^.-d

Jadi gini cerita Dark Love secara garis besar. Kirana, sekarang kelas 3 SMA, bersiap untuk ujian akhir dan daftar kuliah. Di sekolah, dia punya sahabat-sahabat baik, Maria dan Chacha, serta 3 cowo cakep dan pinter, yah, tipe idola banget lah di sekolah. Mereka Alvin, Banyu, dan Andra. Mereka berenam punya band, tapi karena mereka harus fokus ujian, mereka membubarkan diri. Tapi sebenernya, ada hal lain yang membuat pertemanan mereka sedikit renggang, karena ada yang cinlok. Yups. Sejak awal terbentuk band ini, mereka punya aturan, sesama anggota dilarang ada yang pacaran. Nah lhooo.. Itulah kenapa akhir-akhir ini keadaan berubah kacau. Karena Maria suka salah satu cowo itu, dan Chacha juga sepertinya melakukan pdkt, sementara Kirana sendiri, well, dia menyembunyikan fakta bahwa ia berpacaran dengan salah satu cowo itu dan bahkan sedang mengandung anaknya! -.-a

Kemudian, masalah lain bagi Kirana adalah fakta bahwa ia menjadi anak kebanggaan dan harapan bagi kedua orang tuanya. Hal ini dikarenakan oleh keadaan kakak Kirana, Kak Rani, yang memutuskan untuk membangkang dan keluar dari kampusnya, yang jelas membuat murka ayahnya sehingga kini Kak Rani tidak lagi di bawah naungan orang tua Kirana. Itulah kenapa Kirana jadi harapan kedua orangtuanya, dan jelas, kehamilannya bakal jadi guncangan tersendiri bagi kedua orang tua yang tidak ingin ia kecewakan ini. Tapi yang jelas, saat Kirana membutuhkan dorongan, aku suka bagaimana sang kakak yang berusaha untuk melindungi Kirana dari amukan ayahnya. Ikatan saudara yang manis J

Kemudian masalah ketiga yang harus dihadapi Kirana, adalah masalah akademis. Kirana sosok yang tekun, pintar dan kebanggan sekolah. Tipe pelajar teladan. Nah, karena kehamilannya ini, jelas ia akan mendapat ancaman dikeluarkan dari sekolah bahkan sebelum ujian akhir. Hhu.. Lika-liku kehidupan Kirana yang rumit dimulai sejak ia mendapati dirinya hamil. Itulah kenapa guys, Ken Terate memberikan cukup banyak pelajaran dari novel karyanya ini. Semoga dapat bermanfaat dan semoga kejadian yang dialami oleh Kirana bisa menjadi gambaran buat para remaja untuk menjaga diri dari godaan nafsu. Pintar-pintar menjaga diri yaaa J

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
6 Comments

Posted by on October 31, 2012 in TeenLit

 

Lovasket 2 – For the Love of the Game


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    264 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    44.000 IDR
  • Pertama terbit          :    Juni 2010
  • Cetakan ke-3            :    Juli 2011
  • Tanggal Beli             :    29 September 2011

Vira senang bukan main saat terpilih menjadi anggota tim junior Jawa Barat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Nggak cuman Vira yang terpilih, Rida juga.

Tapi kegembiraan Vira nggak ber-langsung lama. Tanpa diduga, dia kembali bertemu bekas teman yang sekarang jadi seterunya, Stella. Luka lama pun terkoyak kembali. Perseteruan mereka nggak cuman ber-langsung di luar lapangan, tapi juga ke dalam tim.

Stella hanya satu dari berbagai masalah yang menghampiri Vira untuk menggapai impiannya bermain di Kejuaraan Nasional. Masalah lain muncul silih berganti di dalam tim, yang memengaruhi emosi dan pikiran Vira. Belum lagi soal hubungan Niken dan Rei yang lagi renggang. Vira tahu sebuah rahasia tentang Rei, dan dia harus menyimpan rapat-rapat rahasia tersebut dari Niken, apa pun yang terjadi.

Di sisi lain, Stella juga punya masalah pribadi yang nggak kalah peliknya, yang memengaruhinya dalam tim. Belum lagi kenangan masa lalunya, yang membuatnya selalu memusuhi Vira.
Jalan untuk jadi pemain basket profesional emang nggak mudah!

Review :

Mari kita nikmati Lovasket 2 J  Anyway, aku baca novel ini di dalam kereta saat perjalanan ke jakarta lho :D

Yasuda, kita mulai saja mengikuti perjalanan karir Vira, sang tokoh utama kita. Tapi eitz, buat yang udah lupa ma cerita buku satu, tenang aja, di awal buku dua ni kita disuguhi ringkasannya kok. Cerita buku kedua dimulai oleh dialog antara Niken dan Rei. Ternyata, sekarang Niken dan Vira jadi soulmate gitu. Udah tiga bulan mereka tinggal serumah di rumah yang dulu dikontrak mama Vira. Tapi sekarang rumah itu udah dibeli ortu Vira dan direnovasi untuk rumah tinggal Vira di Bandung sementara kedua ortunya tinggal di Jakarta.

Nah, suatu hari Vira di datangi Pak Andryan, mantan pelatihnya dulu di SMA Altavia. Pak Andryan meminta kehadiran Vira dan Rida hari berikutnya ke GOR Padjadjaran, namun mereka tidak tahu dalam rangka apa. Barulah hari berikutnya mereka tahu bahwa mereka dikumpulkan untuk mengikuti seleksi pembentukan tim junior Jawa Barat untuk kejuaraan beberapa bulan lagi. Bukan rahasia lagi lah, Vira ma Rida pasti kepilih. Tapi ternyata saingan Vira, Stella, pun juga kepilih. Ada juga Alexa dan Stephanie, kenalan-kenalan lama Vira di SMA Altavia, yang juga kepilih. Apa jadinya lah kalo musuh bebuyutan maen dalam satu tim? Bahkan pelatih mereka aja tau kalo mereka musuhan. Heuu..

Kemudian, sebuah tragedi terjadi hingga memaksa Stella harus melepas keanggotaannya dalam tim junior Jawa Barat. Kini, tim hanya diperkuat oleh Vira dan Stephanie. Suatu ketika saat melawan tim Banten di babak semifinal, tim Jawa Barat terpaksa kalah karena sebuah skenario. Walau kalah mereka tetap lolos babak final. Tapi satu hal yang membuat Vira dan teman-temannya dongkol, ternyata yang kelak maju ke babak final bukannya tim junior, melainkan tim senior yang sombong dan marai mosi. Huft..

Tapi kemudian, di suatu kesempatan entah kenapa kedua tim ini malah ditandingkan oleh para pelatih dengan janji, siapa yang menang akan maju tanding di babak final. Buat Vira dan timnya, inilah kesempatan untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu. Well, aku ga bisa menjelaskan panjang lebar gimana pertandingan ini. Tapi yang jelas, guys, pertandingan mereka kereen :D  Apalagi ada elemen kejutan dan teknik permainan yang menurutku digambarkan dengan cukup apik. Hhe.. Udah ketebak kan gimana hasil akhir pertandingannya?? Tapi lagi-lagi mereka harus kecewa, karena para petinggi tidak menepati janji. Mereka hanya mengambil enam orang dari tiap tim, baik tim senior maupun junior untuk dibentuk sebuah tim baru. Mengecewakan. Vira dan kawan-kawan pun mengambil keputusan yang cukup berat bagi mereka.

Nah, ternyata cerita tidak hanya melulu tentang basket. Kita kembali ke hubungan asmara Vira dengan Kak Aji, kakak Niken. Ternyataaa, mereka udah putus. Yah. Gimana dengan Rei dan Niken? Sama aja. Mereka juga putus. Ampun.. Tapi eh tapi, sapa yang tahu kebelakangnya kaaan?? Hhihi..

Yang paling aku suka dari novel kedua Lovasket ini, sikap Vira yang tenang namun bijaksana. Aih, asik kali.. Ditambah dengan hubungan Vira-Stella yang unik, saling membutuhkan, saling melengkapi tapi nggak mau saling mengakui :) Buku ketiga, SOON!! :D

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
3 Comments

Posted by on January 22, 2012 in TeenLit

 

D’Angel 2 – D’Angel : Rose


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama, Action
  • Tebal                       :    296 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    32.000 IDR
  • Pertama terbit          :    Mei 2008
  • Cetakan ke-2            :    November 2010
  • Tanggal Beli             :    5 September 2011

Sebenarnya Fika bertekad melupakan hidupnya yang hancur dan memulai hidup baru yang tenang di Malaysia. Tapi, pihak intelijen Indonesia menemukannya, dan memintanya kembali ke Jakarta untuk membantu misi mencari anak seorang koruptor.

Fika jadi seolah kembali ke kehidupannya yang lama. Ia masuk SMA tempat anak koruptor itu bersekolah, dan memakai nama Ista. Fika segera terbuai kehidupan remaja yang belum puas dinikmatinya. Ia segera mendapat sahabat-sahabat baru, ikut terlibat dalam pertandingan voli antarkelas, juga pemilihan ketua OSIS.
Tapi, penyamarannya lalu terbongkar, dan Fika harus kembali kepada kenyataan dan tugasnya. Ia juga harus kembali menghadapi Jenderal Rastaji, orang yang menghancurkan hidupnya. Bukan hanya itu, ternyata Rastaji membawa kejutan besar bagi Fika!

Review :

Rafika Handayani atau yang biasa disapa Fika ini sekarang memakai nama Arista Rayesti alias Ista sebagai nama samarannya. Ia murid baru di sebuah sekolah swasta favorit di Jakarta, SMA Triasa. Kini ia penghuni kelas 2IPA1.

Seminggu sebelumnya, dua anggota BIN (Badan Intelijen Nasional) mendatangi tempat persembunyian Fika di Johor Baru, Malaysia. Selama ini Fika tinggal di sebuah panti asuhan dan hidup tentram dan damai hingga akhirnya datang dua orang ini. Pak Sarwan dan Aditya menawari Fika untuk kembali ke Indonesia, menyamar, dan kalau tugasnya berhasil, semua tuduhan yang ditujukan padanya selama ini akan dihapuskan. Termasuk tuduhan pembunuhan terhadap ibunya.

Tugas Fika adalah membaur di SMA Triasa dan mencari anak Sudarmadi ─seorang koruptor  buronan yang belum lama di temukan tewas di Paris─ yang misterius karena keberadaannya baru diketahui akhir-akhir ini. Tidak ada yang tahu siapa pembunuh Sudarmadi. Sayangnya pemerintah hanya berhasil menemukan aset Sudarmadi di luar negeri yang hanya sekitar lima puluh juta dolar AS sementara dua ratus juta dolar lainnya belum diketahui keberadaannya. Bahkan istri dan anak-anaknya tidak tahu dimana Sudarmadi menyembunyikan uang itu.

Karena tidak mungkin dirawat oleh Sudarmadi sendiri, maka anak ─yang masih misterius─ ini dititipkan pada sahabat karibnya. Tidak ada yang tahu mengenai keberadaan si anak kecuali Sudarmadi dan sahabatnya. Namun Sudarmadi selama ini tetap mengawasi dan berhubungan dengan anaknya itu hingga ia meninggal. Hanya saja pihak Interpol tidak ada yang tahu siapa anak itu, siapa orang tua angkatnya, dan bahkan jenis kelaminnya pun tidak ada yang tahu. Inilah tantangan Fika alias Ista kali ini :-)

Di sekolah barunya, Fika punya dua teman, Viana dan Dina. Viana ini lagi deket ama anak IPS yang namanya Angga. Nah, disini ada Dessy sebagai tokoh antagonis. Yah, biasalah, tipe-tipe cewek pentolan jahat di sekolahnya. Dia punya dua kroni yang lebih cocok disebut kacung daripada sohibnya. Untuk mendapatkan posisi ketua OPTRI (semacam OSIS), Dessy mengancam Viana untuk mengundurkan diri sebagai kandidat, atau kalau nggak, Dessy bakal ngebocorin rahasia Viana tentang ayahnya. Wah, apa yaa??

Oia, di sekolah ini Fika nggak kerja sendiri. Ada Aditya yang juga menyamar sebagai guru baru di SMA TRIASA ini. Guru olahraga. Dan entah kenapa Fika sama Aditya digambarin sebagai bebuyutan. Yah, ceritanya sih Aditya belum percaya akan kemampuan Fika gituu.. Nah, kalo di kalangan guru, ada seorang guru bahasa inggris yang masi muda dan menurut Fika, Bu Rena ini menyimpan rahasia di balik senyumnya. Lum tau juga, apakah guru ini memiliki peran lebih atau nggak kebelakangnya. Ato jangan-jangan malah jadian ma Aditya?? Hha.. Let’s check this out!

Yang jelas, pertemanan Fika dan Viana semakin baik. Akhirnya Viana mulai membuka diri dan menceritakan tentang kondisi keluarganya yang ternyata hidup susah. Kemudian di sekolah pun Fika semakin terkenal setelah tanding Voli membela kelasnya. Belum lagi sekarang Fika juga lagi deket sama kakak Viana yang bernama Ryan.

Namun suatu hari, setelah kurang lebih dua bulan ia bersekolah di SMA Triasa, keanehan terjadi. Suasana sekolah tidak seperti biasanya. Saat masuk kekelasnya, semua mata memandanginya. Aneh. Ternyata penyamarannya sudah terbongkar. Mereka tahu nama asli Ista adalah Rafika Handayani. Mereka tahu kalau Fika adalah agen inteligen. Tapi yang menyakitkan hatinya, menurut teman-temannya, Fika masuk ke SMA ini untuk memata-matai Viana menyangkut masalah ayahnya. Tentu saja Fika menyangkal dan  sedih.

Segera Aditya menghubungi Fika dan memerintahkan cewek itu buat segera pergi dari sekolah. Adit yang akan mencari tahu siapa yang membongkar rahasia ini. Well, sampai di bagian ini, aku jadi curiga sama Ronald, anak baru yang masuk di kelas 2IPS1, sekelas ama Dessy. Entah kenapa gelagatnya aneh. Pasti dia anak buah Rastaji, si tokoh jahat yang masih mengincar Fika. Tapi entah juga sih, cuma tebakankuu :-P

Kemudian ada hal lain yang mengejutkan. Viana menghilang! Bahkan Dessy yang semula jadi tersangka Fika, juga ikut menghilang. Alamak. Rupanya mereka diculik. Selain itu dua kompi pasukan yang menghilang dari pangkalan ─kemungkinan besar adalah para pengikut Jenderal Rastaji─ kini dilaporkan sedang melakukan pergerakan. Pak Sarwan, Aditya, Fika, polisi, juga pihak AD akhirnya bekerja sama untuk menghadapi masalah ini. Pertempuran kecil pun terjadi, dan Fika harus berhadapan dengan kembarannya! Huum..

Well, well, well.. Sumpah, aku sama sekali nggak nyangka kalo anak Sudarmadi yang selama ini dicari ternyata DIA!! Whahaha.. Aku terkecoh :-D Habisnya, siapa sangka kalo Luna Torashyngu mempersiapkan alur cerita yang sedikit rumit itu. Mana ketebak kan??! Atau kalian ternyata bisa menebaknya? Wah, salut deh kalo emang iya.. Berarti imajinasiku kurang ‘liar’ ;-)

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2012 in TeenLit

 

Mates, Dates 10 – And Chocolate Cheats


  • Pengarang             :    Cathy Hopkins
  • Genre                    :    Teenlit
  • Tebal                     :    192 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                 :    Gramedia
  • Harga                    :    23.000 IDR
  • Pertama terbit        :    2005
  • Cetakan                 :    2009
  • Tanggal Beli           :    8 Juli 2011

Izzy memang agak “berisi”, tapi sejak Natal, beratnya naik beberapa kilo, dan pakaiannya nggak ada yang muat lagi! Panik kepingin menurunkan beratnya, Izzie mencoba apa saja—satu diet disusul diet lain, segala macam program dan nasihat juga ditelannya bulat-bulat. 

Karena selalu mengkhawatirkan berat badannya, Izzy mulai kehilangan rasa percaya dirinya. Ia sulit menghargai segala sesuatu yang istimewa dalam hidupnya—sahabat-sahabat yang mendukungnya, kenyataan bahwa ia dipilih menjadi salah satu bintang tamu dalam acara TV, dan cowok imut di studio yang sepertinya menyukai Izzy apa adanya.

Review :

Hari pertama sekolah setelah liburan singkat Izzie bersama ketiga kawannya ─Lucy, Nesta, dan TJ─ ke Italy. Pagi itu Izzie akan memakai celana Jins yang sayangnya tidak mau ia kancingkan. Awalnya Izzie mengira itu karena salah ibunya yang mencuci dengan sembarang hingga menyebabkan Jinsnya mengerut. Tapi kemudian ia sadar, bukan salah Jinsnya, tapi salah tubuhnya yang membesar. Ia menimbang badan dan, voila, beratnya naik 4 kilo!

Saat disekolah pun teman-temannya dengan berat hati juga mengatakan bahwa tubuh Izzie sedikit gempal. Ahhahaha.. Izzie panik. Padahal Nesta mengabari teman-temannya bahwa mereka punya kesempatan buat tampil di sebuah acara TV baru bernama Teen Talk yang diproduseri salah satu teman ayah Nesta di sebuah stasiun TV.

Izzie pun langsung membeli majalah-majalah yang menyajikan saran-saran dan trik-trik buat mengecilkan tubuh. Lantas, ia segera memulai program dietnya. Tapi yang lucu, berat Izzie malah naik satu kilo lagi?! Ya ampun.. Dietnya harus diperketat rupanya.

Suatu pagi Izzie hanya makan setengah jeruk dan sebutir telur rebus. Alhasil, perutnya keroncongan terus di sekolah dan ini membuat seisi kelasnya tertawa, bahkan gurunya yang terbilang cukup sulit tertawa, ikut tertawa. Saat istirahat Nesta meminta teman-temannya untuk ikut ke acara kumpul-kumpul dengan cowok-cowok yang mereka kenal di Italy. Izzie ikut karena ia benar-benar ingin ketemu dengan Jay, cowok India yang jadi teman kencannya di Italy dan kebetulan ternyata Jay sekolah di sekolah yang nggak jauh dari sekolah Izzie. Namun karena suatu hal, saat perpisahan mereka di bandara tempo hari, mereka lupa saling menanyakan nomer telpon dan e-mail masing-masing.

Awalnya pertemuan mereka malam itu berjalan lancar. Izzie, Nesta dan TJ datang duluan, baru kemudian muncul Chris, Liam, dan Eddie. Sepuluh menit kemudian Jay muncul. Izzie senang bukan main karena kali ini Jay terlihat lebih keren dimata Izzie. Setelah kurang lebih dua puluh menit mereka bercandaan, Jay mulai terlihat canggung dan kemudian berpamitan. Setelah Jay pergi, giliran teman-temannya yang canggung. Nesta segera bertindak. Ia mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya cowok-cowok itu membeberkan fakta bahwa Jay punya cewek bernama Tawny dan udah jalan hampir setahun ini. Izzie merasa seperti ada seseorang yang menonjok perutnya.

Di luar cafe Nesta meminta Izzie untuk tenang agar cowok-cowok itu tidak melihat Izzie yang rapuh. Lalu kemudian Izzie pun memutuskan untuk pulang sendiri untuk merenungkan kebodohannya selama di Italy. Sekarang kenangan akan liburannya sudah tercemar,  tidak lagi indah seperti sebelumnya yang ada di ingatannya.

Karena Izzie terpilih sebagai salah satu penonton di acara Teen Talk itu, maka program dua minggu dietnya harus berhasil. Tanpa kecuali. Karena ia ingin tampil dengan maksimal, jadi kalau kamera menyorotnya, ia akan terlihat cantik. Apalagi acara ini berupa acara diskusi yang tentu saja ada panelis nya, dan Izzie memiliki kemungkinan jadi salah satu panelis. Apalagiiii, ada cowok magang yang jadi target barunya. Hha.. Cowok ini namanya Gabriel. Well, cowok ini emang digambarkan so perfect. Tapiii.. Wkakaka.. Lagi-lagi cowok ini udah punya pacaar dan Izzie baru tahu di akhir-akhir. Dikenalkan pula ke pacarnya itu. Heuu.. Kasian Izzie.

Hum, ternyata diet sangat menyiksa. Izzie bahkan lebih sering lemas daripada bugar. Padahal sekarang ia setiap hari mengikuti kelas senam. Masalahnya, dia ini hanya  minum slim shake tiap harinya. Tanpa asupan gizi yang lain.. Beruntung ada Ibu TJ, Dr. Watts yang memberi saran tentang cara berdiet yang baik tanpa menyiksa diri. Akhir cerita yang membahagiakan. Terutama karena akhirnya Izzie bisa menjadi sosok idola baru dalam lima menit setelah tampil di Teen Talk :-)

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
3 Comments

Posted by on December 18, 2011 in TeenLit

 

A Princess Diaries Book – Princess Lessons


  • Pengarang               :    Meg Cabot
  • Genre                      :    Teenlit
  • Tebal                       :    152 hlm ; 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    25.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2003
  • Cetakan ke-2            :    Maret 2004
  • Tanggal Beli             :    12 Januari 2011

SEMUA YANG PERLU KAU KETAHUI TENTANG MENJADI PUTRI

ATAU

HIDUP SEPERTI PUTRI

Disusun oleh

MIA THERMOPOLIS

Alias

PUTRI

AMELIA

MIGNONETTE

GRIMALDI

THERMOPOLIS

RENALDO

dari Genovia

Review :

Satu lagi buku A Princess Diaries Book yang di tulis Meg Cabot. Kali ini buku yang disertai ilustrasi-ilustrasi cantik dari sang ilustrator terkenal Chesley McLaren ini berisi tentang segala macam tetek bengek latihan untuk menjadi seorang putri. Pertama, dalam hal kecantikan. Bab ini akan diisi oleh Paolo, pemilik tunggal dari Chez Paolo, dan pakar dalam hal kecantikan. Paolo akan memaparkan apa saja barang-barang kecantikan yang wajib dimiliki oleh seorang principessa, dan juga bagaimana cara merawat diri, termasuk merawat rambut dan alis. Lalu di bab kedua, Putri Clarisse Renaldo, Janda Pangeran Genovia, atau yang biasa di sapa Grandmére memaparkan tentang etiket bagi seorang putri yang meliputi sopan santun sehari-hari, postur tubuh yang baik bagi seorang putri, kemudian bagaimana cara menyapa yang baik, cara berkenalan dengan kaum bangsawan dan rakyat jelata, dan juga tentang adab berbicara, apa yang boleh dan tidak boleh dalam percakapan. Yang aku suka dari bab ini adalah bagian cara makan ala putri. Dari dulu aku memang penasaran dengan segala macam etiket makan ─table manner─ dalam acara makan formal yang menggunakan berbagai macam garpu dan pisau. Well, setidaknya di sini kau akan mendapat sedikit banyak informasi mengenainya. Hhe.. Selain itu, di pelajaran etiket ini juga dipaparkan bagaimana adab seorang putri dalam sebuah pesta, menulis surat, juga saat menelepon. Alamak. Tapi cukup menghibur kok. Yang jelas, buku ini merangkum segala informasi diperlukan seseorang untuk membentuk karakter yang baik lah. Hhe.. Tak mau ketinggalan, seorang desainer pakaian terkenal dari Genovia yang bernama Sebastiano juga turut andil dalam memberikan pelajaran. Tentu saja dalam hal pakaian. Namun tetap saja lagi-lagi Grandmére yang mengambil alih pelajaran :-) Nenek Putri Mia ini menjelaskan tentang bagaimana berpakaian ala bangsawan. Mulai dari segala macam masalah pakaian dalam, pakaian-pakaian dasar, pakaian luar, sepatu, hingga aksesorisnya. Terlepas dari itu semua, masih ada banyak pelajaran dari segi pembentukan karakter, dunia pendidikan yang harus dijalani seorang putri, juga tentang dunia cowok yang misterius. Umm, kalo tentang cowok, Tina Hakim Baba ─sahabat Putri Mia─ lah pakarnya :-D Dalam pembentukan karakter, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti bagaimana cara berteman yang baik, bagaimana cara selalu bersikap sportif, bagaimana cara menjadi penonton yang baik, dan juga bagaimana cara untuk mencapai popularitas. Hmm.. Gimana, cukup menarik kan bukunya? Lumayan kok buat selingan, bahkan buat menambah pengetahuan umum :-)

Ratingku buat novel ini : 7,8

 
4 Comments

Posted by on September 23, 2011 in TeenLit

 

Mawar Merah 1 : Mosaik


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama, Action
  • Tebal                       :    304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    35.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2009
  • Cetakan                   :    Maret 2009
  • Tanggal Beli             :    31 Agustus 2011

Riva tertarik pada sifat teman kuliahnya, anak baru bernama Elsa. Kontras dengan Riva yang suka bergaul dan punya banyak teman, Elsa punya sifat tertutup, dan hampir dibilang nggak pernah bergaul dengan teman-teman di Universitas Pratista. Kegiatan sehari-hari cewek tinggi berkacamata dan berambut lurus panjang ini di kampus selain belajar adalah menyendiri, sambil membaca novel-novel impor favoritnya. Tapi bagi Riva, sifat Elsa yang tertutup itulah yang menarik perhatiannya. Riva merasa Elsa menyimpan misteri, dan ia tertarik untuk mengungkap misteri itu.

Walau awalnya susah, Riva akhirnya berhasil mendekati Elsa, bahkan mengajaknya menjadi panitia acara Broadcast Weekend. Tapi gawat! Ternyata nggak cuma Riva yang tertarik pada Elsa, tapi juga Arga, sang ketua HIMAKOM yang udah lama ditaksir Riva. Dan kelihatannya Elsa juga seneng sama Arga.
Riva jadi pusing. Makin pusing lagi melihat Elsa yang jarang masuk, dan tambah pusing dengan kedatangan Saka, sepupunya yang merupakan anggota Interpol. Saka langsung mencurigai Elsa sebagai pembunuh bayaran internasional yang sedang dicari Interpol di seluruh dunia.
Tentu aja Riva nggak percaya pada tuduhan Saka. Nggak mungkin Elsa yang kalem dan lembut itu seorang pembunuh bayaran. Kenapa nggak cari orang lain aja sih buat dituduh?
Tanpa sadar, Riva terjebak dalam sebuah konflik dan konspirasi besar yang telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun. Konflik yang melahirkan Mawar Merah, mesin pembunuh yang paling dicari di seluruh dunia.

Review :

Cerita dibuka dengan sebuah pembunuhan terhadap Gubernur Florida ─Amerika Serikat─ yang baru, James Whitman oleh seseorang di tengah pesta perayaan kemenangannya atas posisi Gubernur. Kemudian cerita beralih pada Rivania Permata alias Riva yang terlambat masuk kuliah. Anak Fakultas Ilmu Komunikasi ─FIKOM─ Universitas Pratista, Bandung, ini ceritanya seorang aktivis kampus. Dia wakil ketua untuk sebuah program HIMAKOM (Himbunan Mahasiswa FIKOM) yang bernama Broadcast Weekend.  Dan dengan kata lain, ia bekerja sama dengan Arga, cowok tahun ketiga ─kakak tingkat Riva─ yang menjabat sebagai ketua HIMAKOM dan selama ini diam-diam ditaksinya.

Riva digambarkan memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap Elsa, teman satu angkatannya yang antisosial dan jarang masuk kuliah. Untuk lebih mengenal Elsa, Riva sampai berusaha agar Elsa satu kelompok praktikum fotografi dengannya. Sayangnya kedua sahabat Riva, Viona dan Prita, nggak suka dengan keputusan itu. Tapi akhirnya mereka menyerah juga setelah Riva memberikan banyak alasan.

Kemudian lagi-lagi cerita beralih. Kali ini ke sebuah pondok kecil tepi danau di perbatasan Kanada dan Amerika dimana seorang bernama Tom sedang mengunjungi teman lama bernama Gregory Kutzov. Mereka adalah pembunuh bayaran, hanya saja Greg sudah pensiun sejak sepuluh tahun yang lalu. Tom menyampaikan berita mengenai anggota baru SPIKE yang karirnya sedang menanjak atas ‘prestasi’ membunuhnya. Pemuda ini memakai sandi Greg dahulu, Red Rose, hanya saja dalam bahasa Indonesia yang berarti sama, Mawar Merah, dan panggilannya adalah Dobel M. Tom memperingatkan Greg untuk berhati-hati karena kabarnya Dobel M mengincar dirinya. Dobel M adalah murid The Sun, si pembunuh dari Timur yang terkenal hebat, tidak perlu senjata untuk membunuh.

Di lain sisi, ada sebuah dialog yang kemungkinan besar dilakukan oleh Dobel M dan agennya. Dia ditawari  sebuah proyek bernilai 700 ribu dolar AS dengan dua target yang berbeda. Tapi ternyata disini si penerima tugas ─kalau dugaanku memang benar dia Dobel M─ punya kriteria tersendiri siapa yang bisa ia bunuh. Wew.. Ia tidak mau membersihkan kepala negara atau pemerintahan, dan orang yang tergolong bersih karena ia adalah seorang pembersih, bukan pembuat kacau negara. Yang jelas, ia hanya mau membantu membersihkan orang-orang yang hidup di atas penderitaan orang lain. Jadi setiap ditawari proyek, ia pasti akan mempelajari target terlebih dahulu. Umm, okelah. Ada baiknya juga. Tapi tetep aja dia pembunuh ;-)

Suatu pagi di hari minggu, akhirnya Riva punya kesempatan buat ngobrol dengan Elsa. Setelah Jogging, Riva bertemu dengan Elsa yang sedang menunggu bus. Ia akan ke stasiun untuk pergi ke Jakarta. Lalu cerita dibawa ke kawasan bisnis Tokyo, Jepang, dimana kembali Mawar Mewar beraksi. Sayangnya, ada orang lain yang juga mengincar target yang sama, jadi seusai gadis itu membunuh kedua bisnisman targetnya, ruangan yang baru saja ditinggalkannya meledak. Ini jelas bukan gaya Mawar Mewar,  melibatkan orang yang tidak bersalah.

Di Johns Hopkins Hospital, Baltimore, Amerika Serikat, terbujur lemah seorang wanita setengah baya yang sudah sepuluh tahun koma. Seorang gadis berambut coklat yang disapa Anna sedang menjenguknya. Setelah sekian lama, dokter yang menanganinya pun akhirnya mengungkapkan pendapatnya bahwa akan lebih baik mengakhiri penderitaan Mrs. Watson dengan melepas berbagai alat-alat medis yang selama ini selalu menempel di tubuhnya, menopang kehidupannya. Gadis ini berjanji akan membicarakan perihal bibinya ini kepada keluarganya yang lain. Di sebutkan bahwa gadis ini adalah keponakan dari Mr. Ian Harter yang ceritanya menjabat jadi Presiden Amerika Serikat.

Sepeninggal dokter, pertahanan Anna pun runtuh, ia menangis di depan sosok wanita itu. Informasi demi informasi terus mengalir, bahwa ternyata nama Anna yang sesungguhnya adalah Rachel, dan wanita yang tampak seolah tertidur pulas itu adalah mamanya. Selama ini Rachel tinggal di Indonesia dengan seseorang bernama Shunji. Dari cerita yang ada, aku menyimpulkan bahwa Rachel ini adalah Elsa. Sayangnya, Shunji menghilang, jadi kehidupan Rachel semakin sepi.

Di ceritakan bahwa ternyata Rachel tidak besar di Indonesia, jadi ia tidak tahu menahu tentang keluarganya di Indonesia karena mamanya tidak sempat menceritakannya. Ayahnya dibunuh dan Ia terpaksa melakukan pekerjaan yang selama ini ia geluti karena memerlukan uang yang banyak untuk perawatan mamanya. Shunji jugalah yang memperkenalkan Rachel pada dunia ini. Menurut Shunji, inilah cara Rachel dapat menemukan siapa yang menyewa Red Rose untuk membunuh ayahnya. Jadi, aku simpulkan juga bahwa Shunji ini yang sebelumnya disebut Greg dan Tom sebagai The Sun.

Kemudian, agen FBI bernama Kiana Mendez sedang memeriksa berkas-berkas dan barang bukti pembunuhan seorang senator bernama Edward Watson pada tanggal 28 Maret 1999 di gudang markas FBI Washington DC. Ternyata Kiana ini juga Rachel ! Alamak.. Tapi setidaknya ia berhasil membawa pulang buku harian mamanya yang sudah sepuluh tahun tersimpan sebagai barang bukti.

Saat membaca isi buku harian mama Rachel, aku suka banget. Entah kenapa menurutku sangat maniis :-) Beliau menuliskan segala uneg-unegnya, juga cerita-cerita lucu dan menarik lainnya. Bahkan bagaimana mama Rachel pertama kali bertemu dengan papa Rachel, yaitu di sebuah restoran di dekat Kedubes Amerika di Indonesia. Saat itu mama Rachel memang seorang wartawan yang sedang meliput perihal ledakan di halaman Kedubes. Dari buku harian ini kita bakal banyak dapat informasi yang nanti menunjang cerita dari Mawar Merah : Mosaik. Bagus pokoknya..

Lalu muncul tokoh Saka, sepupu Riva yang seorang Interpol. Disini, bersama partnernya, Irwan, Saka mencari informasi-informasi tentang Mawar Merah dan juga keberadaan Putri Senator Watson yang menghilang sejak sepuluh tahun yang lalu. Kali ini penyelidikan mengarah pada Elsa karena saat Saka sedang mengamati hasil rekonstruksi foto Rachel Sarasvati Watson (well, ini karena mereka hanya punya foto Rachel sepuluh tahun yang lalu sebelum bocah itu menghilang), Riva melihat foto itu dan merasa mengenalinya karena mirip dengan wajah sahabat barunya, Elsa. Segera Saka meminta Irwan untuk mengecek latar belakang Elsa Febrianti.

Di sisi lain, Mawar Merah kembali beraksi. Dan kali ini ia berhasil menemukan Gregory Kutzov. Ia mengancam Greg si Red Rose agar memberitahunya siapa yang menyewa dirinya untuk pembunuhan senator sepuluh tahun yang lalu. Walaupun Greg udah pensiun, ia tetap memegang kode etik SPIKE untuk tidak membocorkan identitas penyewa pada siapapun, bahkan sesama anggota SPIKE sekalipun. Sayang bagi Mawar Merah, karena kali ini Red Rose berhasil kabur darinya. Walau begitu, tetap saja Mawar Merah berhasil mendapatkan Red Rose lagi dan membunuhnya.

Disisi lain, penyelidikan Saka semakin mengarah dan memiliki dugaan kuat bahwa Elsa dan Rachel adalah orang yang sama. Ia mulai menyambung titik-titik antara Pembunuhan Senator─Red Rose─Rachel─Mawar Merah─ dan Elsa. Wah, konflik makin panas kebelakangnya.

Mawar Merah : Mosaik. Pendapat aku pribadi, keren! Aku suka banget dengan gaya ceritanya. Apalagi dengan alur ceritanya. Seru.. Pengambilan cerita dari banyak sisi membuat novel ini jadi kaya film. Sebentar-sebentar pindah scene, dan yang satu ke scene yang lain. Dan komplesitasnya cukup mantap. Rumit tapi nggak berbelit, yang pasti, gampang dipahami. Okelah pokoknya. Recommended nih guys :-) Tapi, ada beberapa hal yang masih mengganjal di pikiranku, gimana cara Mawar Merah membawa keluar Ian Halter dari lantai 40 tanpa halangan dari para agen Secret Service yang menjaga ketat beliau?? Lalu bagaimana cara  Mawar Merah kabur dari rumah sakit yang juga di jaga ketat? Owow, semoga ada penjelasannya di buku selanjutnya.

Ratingku buat novel ini : 8,2

 
7 Comments

Posted by on September 21, 2011 in TeenLit

 

Lovasket 1


  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama
  • Tebal                       :    312 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    33.000 IDR
  • Pertama terbit          :    Juni 2007
  • Cetakan ke-5            :    Februari 2011
  • Tanggal Beli             :    14 Agustus 2011

Hidup Vira hancur ketika ayahnya dituduh melakukan korupsi dan harus dipenjara. Mendadak Vira kehilangan harta benda, kedudukannya sebagai ketua geng The Roses, teman-teman, pacar, bahkan dia dikeluarkan dari sekolahnya, SMA Altavia, SMA paling elite di Bandung. Akibatnya Vira jadi mogok hidup, juga mogok main basket yang sebetulnya merupakan “hidupnya”. Dia merasa tidak ada gunanya punya teman lagi, karena terbukti teman-teman hanya mendampinginya saat dia berada pada puncak hidupnya.

Niken adalah Ketua OSIS SMA 31, SMA kecil di pinggiran Bandung. SMA 31 memutuskan akan memangkas anggaran ekskul sehingga ekskul-ekskul yang tidak berprestasi akan dihapuskan. Ini jadi tugas besar bagi Niken: dia harus menyeleksi ekskul mana yang akan dipertahankan dan mana yang harus dihapus. Di antara dilema besar ini, Niken melihat salah satu cara untuk menyelamatkan ekskul basket. Mungkin kalau dia bisa membujuk murid baru itu untuk bergabung dengan ekskul basket, ekskul ini bisa selamat. Selain itu, mungkin Niken juga bisa membuat murid baru yang kelihatan depresi itu lebih ceria. Mungkin Niken bisa membuat Vira tersenyum lagi….

Review :

Savira Priskila, cewek kelas dua SMA Altavia ─SMA swasta paling favorit di Bandung─ adalah anak dari direktur cabang Bank Central Buana, salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia. Vira adalah cewek yang cantik dan kaya juga anak tunggal, jadi kehidupannya sedikit bebas dan sangat dimanja. Ia semacam ketua geng di sekolahnya. The Roses, namanya. Sahabat-sahabatnya ada yang bernama Amel, Stella, Lisa, dan Diana. Berlima mereka paling suka have fun, party, clubbing, hangout, shopping, dll. Vira ini juga lagi pacaran ma Robi, anak kelas 3 dan putra dari ketua yayasan yang menaungi SMA Altavia. Pokoknya, sosok Vira digambarkan bak ratu di SMAnya.

Tapi sayang tak lama kemudian semuanya jadi kebanting. Ayah Vira ditahan atas tuduhan korupsi dua triliun padahal beliau mengaku tidak tahu menahu tentang dana itu. Seluruh kekayaan :  rumah, vila-vila, mobil-mobil, tabungan, disita. Dalam sehari, Vira dan mamanya harus meninggalkan kemewahannya dan tinggal di rumah kontrakan kecil yang nggak kerawat.

Keadaan disekolah tidak lebih baik. Walaupun Robi sudah menjamin bahwa tidak akan ada yang menganggu Vira, hari berikutnya setelah Vira membolos sehari, Vira mulai merasakan sahabat-sahabatnya menghindarinya. Hanya Amel dan Robi yang masih mengajaknya bicara. Bahkan untuk menghibur Vira, Robi mengajaknya untuk dinner bareng. Tapi ternyata lagi-lagi semuanya berubah seratus delapan puluh derajat dalam semalam.

Hari berikutnya, teman-teman Vira menunjukkan rasa kebencian mereka. Bahkan Amel mengacuhkannya dan Stella mengungkapkan isi hatinya selama ini, bahwa ia membenci Vira dan hanya memanfaatkan cewek itu untuk mendapat ketenaran. Bahkan Robi mencampakannya ─setelah apa yang terjadi antara  dirinya dan Vira malam sebelumnya─ dan sekolah juga mengeluarkannya! Hari-hari Vira semakin berat dan menyesakkan :-(

Lalu cerita beralih pada Niken Ratna Windusita, ketua OSIS SMA 31 yang sedang menghadiri pertandingan basket persahabatan antara tim cowok SMA Putrayasa melawan SMA nya. Rupanya ia sedang dipusingkan dengan masalah penyederhanaan ekskul-ekskul karena masalah anggaran kegiatan, dan tim basket SMA 31 terancam dibubarkan karena tidak pernah menunjukkan prestasi apapun. Bahkan dalam pertandingan kali ini.

Profil SMA 31 ini sendiri digambarkan sebagai sebuah SMA negeri yang dijadikan pilot project oleh pemerintah sebagai sekolah ‘murah’ untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Dilihat dari faktor lokasi sekolah yang di pinggir Timur kota Bandung dan bukan di jalur kendaraan umum menjadikannya sekolah ini paling nggak populer. Bahkan biaya SPP nya juga paling murah diantara SMA-SMA Negeri yang lain di Bandung. Well, udah tau kan kalo Vira kemudian pindah ke sekolah ini?

Yups. Waktu terus bergulir dan tanpa terasa enam bulan telah berlalu. Vira jadi sosok yang pendiam dan tertutup juga sering bolos sekolah dengan alasan sakit. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibunya kini membuka warung lotek kecil-kecilan. Untuk menyelamatkan ekskul basket, Niken terus membujuk Vira buat bergabung, namun cewek itu enggan terlibat dengan kehidupan basket lagi. Disisi lain, Niken pantang menyerah karena tampaknya selain memang untuk menyelamatkan ekskul itu, ini ia lakukan demi Reifan Putranto atau yang biasa disapa Rei. Cowok ini sahabat Niken sejak 1 SMP, dan menurutku sebenernya Niken punya hati ke Rei. Daaan, tebakanku ni, tar Rei pasti naksir Vira. Hha, iya ga ya? Yah, cari tau tar deh :-D

Oia, tanpa diduga Amel menemukan Vira lhoo, dan cewek kalem ini minta maap atas sikapnya dulu. Dari Amel lah Vira dapat kabar tentang SMA nya dulu, bahwa kini Stella yang jadi kapten basket dan ia lagi deket ma Robi. Tentu saja persahabatan Vira-Amel kembali terjalin. Bahkan sosok Diana kembali hadir di kehidupan Vira. Hanya saja, Diana datang dengan kesedihan dan kegundahan hatinya. Dia membawa kabar bahwa ia hamil dan tidak tahu harus bagaimana. Sayang, hidupnya jadi tragis. Berkat Diana lah akhirnya Vira kembali membuka mata dan mulai memiliki tujuan hidup lagi dan melalui basket lah ia mewujudkannya.

Ehem, ceritanya memang tipikal cerita remaja biasanya, tapi aku cukup menikmatinya lho.. Habis, karya Luna Torashyngu ini ceritanya cukup ringan sih, dan yah, sejauh ini nggak kerasa membosankan :-) Bahkan aku paling suka bagaimana Luna menggambarkan suasana pertandingan basket. Seru. Hhe.. Hanya saja ─ini pendapatku lho! ─ ada beberapa titik cerita yang aku kurang sreg sama bahasanya, menurutku agak kaku, kurang luwes, dan kurang santai. Tapi overall, dari segi cerita, bolehlah. Dan aku suka saat-saat hampir akhir, saat Vira jalan ma Niken di PVJ. Manis, walaupun aku bisa nebak apa yang terjadi saat itu sih.. juga dengan akhir ceritanya. Hhe :-D

Ratingku buat novel ini : 8

 
6 Comments

Posted by on September 14, 2011 in TeenLit

 

Mates, Dates 5 – And Sole Survivors


  • Pengarang             :    Cathy Hopkins
  • Genre                    :    Teenlit
  • Tebal                     :    200 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                 :    Gramedia
  • Harga                    :    29.000 IDR
  • Pertama terbit        :    19 September 2002
  • Cetakan ke-2          :    Oktober 2004
  • Tanggal Beli           :    30 Juli 2011

Liburan dimulai. Keempat sahabat: Lucy, Izzie, Nesta, dan TJ berniat menghabiskan masa liburan mereka bersama. Begitu banyak yang ingin dilakukan, tapi Lucy terutama berniat memperbaiki hubungannya dengan Tony ─kakak Nesta yang cakep banget. Kalau terwujud, berarti nantinya keempat cewek itu bakal sama-sama punya pasangan, kan? Izzie punya Ben. Nesta punya Simon, TJ punya Steve. Dan Lucy punya…

Arrrghhh, ternyata Tony punya pikiran lain. Dia sudah punya cewek! Jadilah Lucy sendirian di antara ketiga temannya yang asyik berpacaran. Ternyata jadi si obat nyamuk itu menyebalkan banget, ya?

Tentunya Izzie, Nestam dan TJ tidak mau tinggal diam dan membiarkan teman mereka bersedih: Nesta sibuk jadi makcomblang, TJ memberi nasihat-nasihat bijak, Izzie meramal dengan kartu tarot. Akankah sang cowok impian muncul di hadapan Lucy?

Review :

Buku kelima seri Mates, Dates kali ini kembali mengambil sudut pandang Lucy Lovering. Diawali saat keempat sahabat ini akhirnya memasuki liburan musim panas mereka selama enam minggu. Tentu saja mereka ingin bersenang-senang bersama. Bahkan akhirnya Lucy memutuskan akan kembali menerima Tony. Ia bahkan sudah mengirim sebuah kartu untuk Tony.

Malam Jumat itu Tony ngajak ketemuan Lucy disebuah cafe. Tentu saja Lucy udah kadung GeeR. Dia pikir Tony pasti akan mengajaknya kencan lagi selama liburan. Tapi ternyataaa.. Tony cuma mau ngelurusin hubungan mereka dan secara gak langsung bilang kalo dia punya temen kencan lain. Tentu saja Lucy marah dan malu. Ia langsung pergi meninggalkan Tony dan segera menghubungi Nesta untuk mencegat pos esok hari agar kartu memalukan yang dikirim Lucy nggak jatuh ke tangan Tony. Tapi eeeeh, telat. Tony uda dapet pos itu duluan.

Hari sabtu disaat Lucy gundah, teman-temannya menghibur dan ngajak dia pergi nonton. Dasar Lucy sial, dia malah jadi obat nyamuk karena Nesta bermesraan sama Simon, Izzie sama Ben, sementara TJ pergi ma Steve. Adodoh.. Hari Minggu diapun memutuskan untuk tinggal dirumah saja. Ia sangat merana, di saat ia mulai membuka hati lagi buat Tony, cowok itu malah punya cewek laen ;-)

Bingung bagaimana ia akan menghabiskan enam minggu nya, Lucy meminta ide hobi dari keluarganya. Banyak usul memang, tapi bagi Lucy nggak ada yang cukup menarik. Konyol malah..  Kemudian Nesta meneleponnya. Ia dan Izzie punya ide buat ngecomblangin Lucy sama cowok keren. Alamak, siapakah targetnya? Hha.. Ternyata cowok-cowok yang nongkrong di Hollywood Bowl. Tapi kok tetep Nesta ya yang jadi incaran cowok-cowok itu? Ckck.. Lalu saat di pesta ultah Ben, Lucy pun ‘menjelajah’. Tapi disini ia melihat Tony yang menggandeng seorang cewek cantik. Heu.. Akhirnya iapun pulang karena belum sanggup ketemu Tony lagi.

Buat mengisi akhir pekan, Lucy ikut acara workshop mengenai teknik relaksasi ─atau semacamnya─ yang diadakan teman ayah Lucy. Untung Izzie yang sangat cinta hal-hal beginian, juga ikut. Tapi yang jadi bumbu lelucon adalah Mrs. Foster, ibu Izzie  yang gila kebersihan, juga ikut. Padahal selama kegiatan mereka menginap di sebuah pedesaan dan dalam satu kamar dengan peserta lain. Whahaha.. Kebayang kan gimana reaksi Mrs. Foster ini.. Belum lagi ternyata peserta yang laen juga jauh lebih tua dari Izzie dan Lucy.. Wkakaka.. Saatnya hunting cowok-cowok TUA ni :-D Hanya anak si instruktur saja yang masih seumuran dengan mereka. Daniel namanya. Cowok enam belas tahun ini baru akan datang keesokan harinya.

Well, tenyata Mrs. Foster hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya dengan panik ia menelepon, berusaha menemukan hotel berbintang lima dengan kamar mandi di dalam kamar. Dan Jacuzzi. Ahahaha.. Cape deh! Jadi terpaksa Izzie juga gak bisa ikut jadwal pagi itu, meninggalkan Lucy sendiri.

Sore harinya, diantar sang ayah, Lucy pergi ke hotel di desa itu, tempat Izzie menginap. Tapi ternyata ia berselisih jalan dengan Izzie padahal Izzie berusaha menghubungi Lucy, hanya saja cewek itu lupa membawa ponselnya. Saat Lucy berlari mengejar mobil ayahnya yang mulai melaju, saat itulah ia menabrak seorang cowok yang menurut Lucy sangat ganteng. Tapi kok sikapnya acuh dan cenderung dingin, padahal Lucy udah minta maap.

Malam harinya, seusai sesi visualisasi, Lucy baru menyadari kehadiran seseorang yang baru ada, anak Chris, sang instruktur. Saat berbalik badan, Lucy kaget karena cowok di desa tadilah yang bernama Daniel. Dan sikapnya sangat menyebalkan! Tapi eh, ternyata gak bertahan lama siih :-) Mereka berdua udah mulai nyambung aja. Bahkan hubungan itu berlanjut setelah acara workshop selesai. Mereka pergi berkencan dan mulai pacaran! Asiik.. :-D

Suatu hari, Izzie dan Nesta ikut jalan ma Lucy dan Daniel. Sepanjang hari itulah Izzie dan Nesta mengamati dan menemukan kejanggalan. Mereka  memperingatkan Lucy untuk berhati-hati karena sikap protektif yang tampak dari Daniel. Belum lagi ternyata ada pacar teman Ben yang ternyata mantan Daniel dan bilang kalo Daniel dulu selalu membuntutinya dan terlalu  mengatur pergaulannya. Lucy yang sedang kasmaran tentu saja membela Daniel. Kedua temannya pun hanya bisa sebatas menasehatinya saja. Ohoh.. Tapi kok Lucy mulai ragu tentang hubungannya ya ;-) Yah, yang jelas, akhir cerita nanti malah serba terbalik deh.. Hhehe..

Di buku kali ini, aku suka dengan keputusan-keputusan Lucy. Well, kepribadiannya juga aku suka. Nggak mau diatur cowok dan bisa menahan diri buat nggak menyerahkan diri begitu saja pada cowok yang dia cinta saat si cowok mulai minta ‘macam-macam’.

Ratingku buat novel ini : 7,6

 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2011 in TeenLit

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 181 other followers