RSS

Mawar Merah 1 : Mosaik

21 Sep

  • Pengarang               :    Luna Torashyngu
  • Genre                      :    Drama, Action
  • Tebal                       :    304 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    35.000 IDR
  • Pertama terbit          :    2009
  • Cetakan                   :    Maret 2009
  • Tanggal Beli             :    31 Agustus 2011

Riva tertarik pada sifat teman kuliahnya, anak baru bernama Elsa. Kontras dengan Riva yang suka bergaul dan punya banyak teman, Elsa punya sifat tertutup, dan hampir dibilang nggak pernah bergaul dengan teman-teman di Universitas Pratista. Kegiatan sehari-hari cewek tinggi berkacamata dan berambut lurus panjang ini di kampus selain belajar adalah menyendiri, sambil membaca novel-novel impor favoritnya. Tapi bagi Riva, sifat Elsa yang tertutup itulah yang menarik perhatiannya. Riva merasa Elsa menyimpan misteri, dan ia tertarik untuk mengungkap misteri itu.

Walau awalnya susah, Riva akhirnya berhasil mendekati Elsa, bahkan mengajaknya menjadi panitia acara Broadcast Weekend. Tapi gawat! Ternyata nggak cuma Riva yang tertarik pada Elsa, tapi juga Arga, sang ketua HIMAKOM yang udah lama ditaksir Riva. Dan kelihatannya Elsa juga seneng sama Arga.
Riva jadi pusing. Makin pusing lagi melihat Elsa yang jarang masuk, dan tambah pusing dengan kedatangan Saka, sepupunya yang merupakan anggota Interpol. Saka langsung mencurigai Elsa sebagai pembunuh bayaran internasional yang sedang dicari Interpol di seluruh dunia.
Tentu aja Riva nggak percaya pada tuduhan Saka. Nggak mungkin Elsa yang kalem dan lembut itu seorang pembunuh bayaran. Kenapa nggak cari orang lain aja sih buat dituduh?
Tanpa sadar, Riva terjebak dalam sebuah konflik dan konspirasi besar yang telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun. Konflik yang melahirkan Mawar Merah, mesin pembunuh yang paling dicari di seluruh dunia.

Review :

Cerita dibuka dengan sebuah pembunuhan terhadap Gubernur Florida ─Amerika Serikat─ yang baru, James Whitman oleh seseorang di tengah pesta perayaan kemenangannya atas posisi Gubernur. Kemudian cerita beralih pada Rivania Permata alias Riva yang terlambat masuk kuliah. Anak Fakultas Ilmu Komunikasi ─FIKOM─ Universitas Pratista, Bandung, ini ceritanya seorang aktivis kampus. Dia wakil ketua untuk sebuah program HIMAKOM (Himbunan Mahasiswa FIKOM) yang bernama Broadcast Weekend.  Dan dengan kata lain, ia bekerja sama dengan Arga, cowok tahun ketiga ─kakak tingkat Riva─ yang menjabat sebagai ketua HIMAKOM dan selama ini diam-diam ditaksinya.

Riva digambarkan memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap Elsa, teman satu angkatannya yang antisosial dan jarang masuk kuliah. Untuk lebih mengenal Elsa, Riva sampai berusaha agar Elsa satu kelompok praktikum fotografi dengannya. Sayangnya kedua sahabat Riva, Viona dan Prita, nggak suka dengan keputusan itu. Tapi akhirnya mereka menyerah juga setelah Riva memberikan banyak alasan.

Kemudian lagi-lagi cerita beralih. Kali ini ke sebuah pondok kecil tepi danau di perbatasan Kanada dan Amerika dimana seorang bernama Tom sedang mengunjungi teman lama bernama Gregory Kutzov. Mereka adalah pembunuh bayaran, hanya saja Greg sudah pensiun sejak sepuluh tahun yang lalu. Tom menyampaikan berita mengenai anggota baru SPIKE yang karirnya sedang menanjak atas ‘prestasi’ membunuhnya. Pemuda ini memakai sandi Greg dahulu, Red Rose, hanya saja dalam bahasa Indonesia yang berarti sama, Mawar Merah, dan panggilannya adalah Dobel M. Tom memperingatkan Greg untuk berhati-hati karena kabarnya Dobel M mengincar dirinya. Dobel M adalah murid The Sun, si pembunuh dari Timur yang terkenal hebat, tidak perlu senjata untuk membunuh.

Di lain sisi, ada sebuah dialog yang kemungkinan besar dilakukan oleh Dobel M dan agennya. Dia ditawari  sebuah proyek bernilai 700 ribu dolar AS dengan dua target yang berbeda. Tapi ternyata disini si penerima tugas ─kalau dugaanku memang benar dia Dobel M─ punya kriteria tersendiri siapa yang bisa ia bunuh. Wew.. Ia tidak mau membersihkan kepala negara atau pemerintahan, dan orang yang tergolong bersih karena ia adalah seorang pembersih, bukan pembuat kacau negara. Yang jelas, ia hanya mau membantu membersihkan orang-orang yang hidup di atas penderitaan orang lain. Jadi setiap ditawari proyek, ia pasti akan mempelajari target terlebih dahulu. Umm, okelah. Ada baiknya juga. Tapi tetep aja dia pembunuh ;-)

Suatu pagi di hari minggu, akhirnya Riva punya kesempatan buat ngobrol dengan Elsa. Setelah Jogging, Riva bertemu dengan Elsa yang sedang menunggu bus. Ia akan ke stasiun untuk pergi ke Jakarta. Lalu cerita dibawa ke kawasan bisnis Tokyo, Jepang, dimana kembali Mawar Mewar beraksi. Sayangnya, ada orang lain yang juga mengincar target yang sama, jadi seusai gadis itu membunuh kedua bisnisman targetnya, ruangan yang baru saja ditinggalkannya meledak. Ini jelas bukan gaya Mawar Mewar,  melibatkan orang yang tidak bersalah.

Di Johns Hopkins Hospital, Baltimore, Amerika Serikat, terbujur lemah seorang wanita setengah baya yang sudah sepuluh tahun koma. Seorang gadis berambut coklat yang disapa Anna sedang menjenguknya. Setelah sekian lama, dokter yang menanganinya pun akhirnya mengungkapkan pendapatnya bahwa akan lebih baik mengakhiri penderitaan Mrs. Watson dengan melepas berbagai alat-alat medis yang selama ini selalu menempel di tubuhnya, menopang kehidupannya. Gadis ini berjanji akan membicarakan perihal bibinya ini kepada keluarganya yang lain. Di sebutkan bahwa gadis ini adalah keponakan dari Mr. Ian Harter yang ceritanya menjabat jadi Presiden Amerika Serikat.

Sepeninggal dokter, pertahanan Anna pun runtuh, ia menangis di depan sosok wanita itu. Informasi demi informasi terus mengalir, bahwa ternyata nama Anna yang sesungguhnya adalah Rachel, dan wanita yang tampak seolah tertidur pulas itu adalah mamanya. Selama ini Rachel tinggal di Indonesia dengan seseorang bernama Shunji. Dari cerita yang ada, aku menyimpulkan bahwa Rachel ini adalah Elsa. Sayangnya, Shunji menghilang, jadi kehidupan Rachel semakin sepi.

Di ceritakan bahwa ternyata Rachel tidak besar di Indonesia, jadi ia tidak tahu menahu tentang keluarganya di Indonesia karena mamanya tidak sempat menceritakannya. Ayahnya dibunuh dan Ia terpaksa melakukan pekerjaan yang selama ini ia geluti karena memerlukan uang yang banyak untuk perawatan mamanya. Shunji jugalah yang memperkenalkan Rachel pada dunia ini. Menurut Shunji, inilah cara Rachel dapat menemukan siapa yang menyewa Red Rose untuk membunuh ayahnya. Jadi, aku simpulkan juga bahwa Shunji ini yang sebelumnya disebut Greg dan Tom sebagai The Sun.

Kemudian, agen FBI bernama Kiana Mendez sedang memeriksa berkas-berkas dan barang bukti pembunuhan seorang senator bernama Edward Watson pada tanggal 28 Maret 1999 di gudang markas FBI Washington DC. Ternyata Kiana ini juga Rachel ! Alamak.. Tapi setidaknya ia berhasil membawa pulang buku harian mamanya yang sudah sepuluh tahun tersimpan sebagai barang bukti.

Saat membaca isi buku harian mama Rachel, aku suka banget. Entah kenapa menurutku sangat maniis :-) Beliau menuliskan segala uneg-unegnya, juga cerita-cerita lucu dan menarik lainnya. Bahkan bagaimana mama Rachel pertama kali bertemu dengan papa Rachel, yaitu di sebuah restoran di dekat Kedubes Amerika di Indonesia. Saat itu mama Rachel memang seorang wartawan yang sedang meliput perihal ledakan di halaman Kedubes. Dari buku harian ini kita bakal banyak dapat informasi yang nanti menunjang cerita dari Mawar Merah : Mosaik. Bagus pokoknya..

Lalu muncul tokoh Saka, sepupu Riva yang seorang Interpol. Disini, bersama partnernya, Irwan, Saka mencari informasi-informasi tentang Mawar Merah dan juga keberadaan Putri Senator Watson yang menghilang sejak sepuluh tahun yang lalu. Kali ini penyelidikan mengarah pada Elsa karena saat Saka sedang mengamati hasil rekonstruksi foto Rachel Sarasvati Watson (well, ini karena mereka hanya punya foto Rachel sepuluh tahun yang lalu sebelum bocah itu menghilang), Riva melihat foto itu dan merasa mengenalinya karena mirip dengan wajah sahabat barunya, Elsa. Segera Saka meminta Irwan untuk mengecek latar belakang Elsa Febrianti.

Di sisi lain, Mawar Merah kembali beraksi. Dan kali ini ia berhasil menemukan Gregory Kutzov. Ia mengancam Greg si Red Rose agar memberitahunya siapa yang menyewa dirinya untuk pembunuhan senator sepuluh tahun yang lalu. Walaupun Greg udah pensiun, ia tetap memegang kode etik SPIKE untuk tidak membocorkan identitas penyewa pada siapapun, bahkan sesama anggota SPIKE sekalipun. Sayang bagi Mawar Merah, karena kali ini Red Rose berhasil kabur darinya. Walau begitu, tetap saja Mawar Merah berhasil mendapatkan Red Rose lagi dan membunuhnya.

Disisi lain, penyelidikan Saka semakin mengarah dan memiliki dugaan kuat bahwa Elsa dan Rachel adalah orang yang sama. Ia mulai menyambung titik-titik antara Pembunuhan Senator─Red Rose─Rachel─Mawar Merah─ dan Elsa. Wah, konflik makin panas kebelakangnya.

Mawar Merah : Mosaik. Pendapat aku pribadi, keren! Aku suka banget dengan gaya ceritanya. Apalagi dengan alur ceritanya. Seru.. Pengambilan cerita dari banyak sisi membuat novel ini jadi kaya film. Sebentar-sebentar pindah scene, dan yang satu ke scene yang lain. Dan komplesitasnya cukup mantap. Rumit tapi nggak berbelit, yang pasti, gampang dipahami. Okelah pokoknya. Recommended nih guys :-) Tapi, ada beberapa hal yang masih mengganjal di pikiranku, gimana cara Mawar Merah membawa keluar Ian Halter dari lantai 40 tanpa halangan dari para agen Secret Service yang menjaga ketat beliau?? Lalu bagaimana cara  Mawar Merah kabur dari rumah sakit yang juga di jaga ketat? Owow, semoga ada penjelasannya di buku selanjutnya.

Ratingku buat novel ini : 8,2

About these ads
 
7 Comments

Posted by on September 21, 2011 in TeenLit

 

7 responses to “Mawar Merah 1 : Mosaik

  1. ojie

    October 19, 2011 at 8:47 pm

    apa manfaat dre nofel tersebut…!!
    kelebihan n kekurangan nya juga…!!

     
    • koleksinovelku

      October 19, 2011 at 10:16 pm

      pada dsrnya, novel” yang aku ulas ini hanya sebagai penghiburan aja ojie :-) seringkali imajinasi yg disampaikan oleh penulis bisa memberikan kesenangan tersendiri bagi para pecinta novel, terutama novel fantasi. mungkin bagi mereka yg lebih suka novel realita atau semacamnya, novel fantasi ‘seolah’ membuang waktu. tapi bagi kami yg cinta novel fantasi, menjadi bagian dari dunia imajinasi yg digambarkan seorang penulis memberikan manfaat berupa hiburan yang asik buat diikuti. mengenai kelebihan dan kekurangan, setiap novel itu relatif.. tergantung tema. itu menurutku ;-)

       
  2. elsa

    March 1, 2012 at 11:44 am

    ku khan clalluw menunggu seri ke-2 mawar merah and saya berterimah kasih epada luna torasyingu karna telah membuat novel double m

     
    • koleksinovelku

      March 2, 2012 at 5:42 pm

      mawar merah yang metamorfosis uda ada kok di toko buku, elsa :)

       
  3. Liena

    September 10, 2012 at 12:34 pm

    Wah..suer mb kren b9t bukux

     
  4. ayu

    November 2, 2013 at 4:32 pm

    tinggal belum baca mawar merah matahari , susah nyari nya :(

     

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 170 other followers

%d bloggers like this: