RSS

Lima Sekawan 13 – Rawa Rahasia

18 Sep

  • Pengarang               :    Enid Blyton
  • Genre                      :    Adventure
  • Tebal                       :    256 hlm, 18 cm
  • Penerbit                   :    Gramedia
  • Harga                      :    23.000 IDR
  • Pertama terbit          :    1954
  • Cetakan ke-14          :    Juli 2008
  • Tanggal Beli             :    -

Petualangan KETIGA BELAS mereka yang seru dan mengasyikkan!

Apa sih yang membuat Rawa Rahasia dinamakan seperti itu? Mengapa kaum kelana selalu pergi ke sana di waktu-waktu tertentu? Apakah mereka melakukan sesuatu yang misterius di sana? Lima Sekawan begitu ingin tahu, hingga nekat membuntuti kaum kelana yang akan berkemah di Rawa Rahasia… Tapi tiba-tiba kabut tebal turun dan menyelimuti rawa itu, hingga LIMA SEKAWAN tersesat dan tercerai berai…

Review :

George dan Anne terjebak satu minggu liburan di sebuah peternakan kuda. Well, kalau Anne sih senang-senang saja karena ia sangat suka menunggang kuda. Tapi George bosan setengah mati. Apalagi ada anak perempuan yang tingkahnya mirip George. Namanya Henrietta dan hanya mau menyahut kalau dipanggil Henry, sama seperti Georgina yang hanya mau menyahut kalau dipanggil George. Hha..

Di Captain Johnson’s Riding School ini, banyak anak-anak yang menghabiskan waktu liburan disini. Saat ini setidaknya ada sepuluh anak dan mereka menikmati saat-saat mereka menginap di Istal, termasuk Anne, walaupun tidak dipungkiri, sama seperti George, ia juga merindukan kedua abangnya ─Julian dan Dick─ yang sedang berkemah bersama kawan-kawan sekolah mereka. Untung kemudian datang telegram dari Julian dan Dick yang mengatakan bahwa mereka akan datang ke Istal. Jadi George bisa kembali bersemangat mengingat akan bertemu dengan sepupu-sepupunya lagi.

Akhirnya Julian dan Dick tiba. Sayang George harus marah karena yang menjemput kedua sepupunya ini malah Henry karena suatu sebab. Wah wah, perang antara George dan Henry rupanya sulit untuk di padamkan nih. Hhe.. Sama-sama keras kepala. Keduanya di gambarkan oleh Enid Blyton dengan miripnya :-)

Saat Lima Sekawan sedang bersantai, muncul anak kaum pengelana yang biasa di panggil Si Ingus. Si Ingus ini datang untuk mengambil kudanya ─Clip─ yang sebelumnya ia titipkan pada Kapten Johnson untuk diobati luka di kakinya. Tapi kemudian Si Ingus ditempeleng oleh ayahnya dan diperintahkan untuk mengambil Clip lagi karena kelompok pengelana mereka harus segera berangkat ke Rawa Rahasia.

Untuk mempermudah, Si Ingus menyarankan agar ayahnya tetap berangkat dengan menumpang salah satu karavan yang lain sementara Si Ingus akan menyusul sehari dua hari kemudian. Umm, buat kaum pengelana rupanya tidak sulit untuk mencari jejak karena mereka punya isyarat jejak patrin yang biasanya di tinggalkan oleh pengelana sebelumnya untuk mereka yang tertinggal di belakang.

Malam harinya Julian dan Dick tidur di dalam Istal bersama dengan Clip, kuda Si Ingus. Tapi ada seseorang yang tersandung kaki Julian yang melintang. Ternyata ayah Si Ingus yang ingin mengambil Clip! Dan ternyata kepala rombongan pengelana ─Barney Boswell─ menghendaki kelompoknya pergi semua bersama-sama. Jadi ia marah pada ayah Si Ingus. Namun dengan ancaman dari Julian bahwa ia akan membangunkan Kapten Johnson, si ayah memutuskan untuk pergi walau dengan bersungut-sungut. Dick dan Julian jadi penasaran, apa yang kelompok ini lakukan di Rawa Rahasia sebenarnya, karena menurut cerita yang mereka dapat, di sana tidak ada sesuatu yang menarik yang bisa mereka lakukan.

Hari berikutnya, Lima Sekawan memutuskan akan pergi berkuda ke Rawa Rahasia. Namun kemudian Julian beserta adik-adiknya memutuskan untuk mengajak Henry. Tentu saja George marah dan merajuk. Dengan alasan sakit kepala, George dan Timmy akhirnya tidak jadi ikut. Kali ini mengikuti saran Bu Johnson, Julian dan kedua adiknya membiarkan saja keputusan George dan meninggalkannya untuk sekedar pelajaran bagi George agar tidak mudah merajuk. Well, ternyata George juga menyesali sikapnya yang keras kepala hingga membuat ia tidak bisa ikut bersenang-senang dengan saudara-saudaranya.

Di Rawa Rahasia, rombongan Julian bertemu dengan rombongan kaum kelana, namun sikap mereka sangat tidak bersahabat. Akhirnya Julian dkk memutuskan untuk melanjutkan petualangan. Saat akan kembali ke Milling Green, mereka malah tersesat. Untung mereka menemukan jalur rel tua yang sudah terpendam pasir dan tanah dan nyaris tidak tampak lagi. Pasti rel itu sudah sangat lama berada di sana. Mereka pun memutuskan untuk mengikuti jalur itu dan berharap semoga membawa mereka ke arah Milling Green. Benar saja! Akhirnya mereka bisa kembali dan mereka memutuskan untuk menjelajahi ujung rel yang satunya, besok.

Sementara itu, ternyata seharian George tidak kesepian, ada Si Ingus dan Liz ─anjing Si Ingus─ yang menemaninya. Ia merasa terhibur dengan ulah Liz yang memang bentuknya seperti segumpal wol hitam. Liz campuran berbagai jenis anjing, termasuk pudel, spanil, dan berbagai macam ras lainnya. Biar kecil, ternyata anjing itu sangat lucu dan lincah. Bahkan Timmy digambarkan sangat keheranan melihat tingkah Liz :-D Selain itu, George pergi ke karavan Si Ingus dan diajari patrin olehnya.

Sore harinya, George dan kawan-kawan kembali berkumpul. Bahkan George dan Henry sudah berbaikan, tidak saling mengejek lagi. George menceritakan pengalamannya dan Julian serta yang lain juga menceritakan perihal penemuan mereka. Kapten Johnson sangat tertarik mendengar tentang rel itu. Ia tidak tahu menahu kalau pernah ada lintasan kereta di Rawa Rahasia karena memang beliau dan Bu Johnson baru tinggal di daerah situ selama lima belas tahun. Kapten pun menyarankan anak-anak untuk bertanya pada Pak Ben, pandai besi di desa itu yang sudah berumur delapan puluh tahun dan tinggal disini sejak beliau lahir. Jadi mungkin beliau tahu tentang rel itu.

Disisi lain, Julian dan yang lainnya tak habis pikir, kemana sebenarnya rombongan pengelana itu pergi. Pasalnya, ujung lain dari rel ternyata mengarah ke pesisir Rawa Rahasia, dimana yang ada hanya tebing-tebing curam yang tidak bisa di daki, tidak bisa untuk berenang atau berperahu, bahkan tidak ada pantai, padahal kelompok ini rutin pergi kesana, setidaknya tiga bulan sekali. Karena penasaran, anak-anak pun memutuskan untuk menyelidikinya besok.

Berbekal informasi yang di dapatkan dari Pak Ben si pandai besi dan  patrin-patrin yang banyak dibuatkan Si Ingus, anak-anak pun mengikuti jejak rombongan kelana, dan yang mengejutkan, mereka menemukan sesuatu yang diluar dugaan. Umm, as usual kan.. Petualangan mereka kali ini pun nggak kalah seru.  Apalagi ada Henry yang turut meramaikan suasana :-D

COVER BARU (NC)

About these ads
 
4 Comments

Posted by on September 18, 2011 in Kids

 

4 responses to “Lima Sekawan 13 – Rawa Rahasia

  1. Retno Cii Bocah Gecorjuguldantongkar

    November 2, 2011 at 4:28 pm

    nice x

     
  2. Fauzan Bagas

    June 3, 2012 at 9:54 am

    kakak… ada serial lima sekawan yg “nyaris terjebak” atau “ruang rahasia” ga……??
    klu ada krim ke E-mail ku…..

     
    • koleksinovelku

      June 4, 2012 at 6:59 pm

      klo dalam bentuk full text satu seri ngga ad Fauzan, karna q pnyanya dalam bentuk buku, bukan ebook..

       

you have a comment? just write here and post it ^^,

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 181 other followers

%d bloggers like this: